Hadis No. 30 Sunan An-Nasa’i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab kencing ke arah penutup yang menutupinya,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهِ كَهَيْئَةِ الدَّرَقَةِ فَوَضَعَهَا ثُمَّ جَلَسَ خَلْفَهَا فَبَالَ إِلَيْهَا فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ انْظُرُوا يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ فَسَمِعَهُ فَقَالَ أَوَ مَا عَلِمْتَ مَا أَصَابَ صَاحِبُ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمْ شَيْءٌ مِنْ الْبَوْلِ قَرَضُوهُ بِالْمَقَارِيضِ فَنَهَاهُمْ صَاحِبُهُمْ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ

Hannad bin As-Sari telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Muawiyah dari Al-A’masy dari Zaid bin Wahb dari Abdurrahman bin Hasanah, ia berkata, Rasulullah saw. pernah menemui kami, sedangkan di tangan beliau ada sesuatu yang mirip perisai dari kulit. Beliau lalu meletakkannya dan duduk di belakangnya. Kemudian beliau buang air kecil ke arah perisai tersebut. Sebagian orang pun berkomentar, “Lihatlah, beliau buang air kecil seperti perempuan.” Beliau mendengar ucapan tersebut dan bersabda, “Apakah kamu tidak tahu apa yang menimpa seorang Bani Israil? Apabila Kaum Bani Israil terkena percikan air kencing, maka mereka menggunting kain yang terkena kencing tadi. Lalu, seorang Bani Israil (tadi) melarang mereka melakukan demikian, sehingga ia disiksa di kuburnya.”

Penjelasan:

Penyerupaan cara buang air kecilnya Nabi saw. terhadap perempuan ada yang mengatakan adalah pada di sisi ditutupinya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, karena tradisi orang Jahiliyah saat itu ketika buang air kecil tidak menggunakan satir/penutup. Ada pula yang mengartikan penyerupaannya pada sisi buang air kecil dengan duduk, karena tradisi orang Arab saat itu juga ketika buang air kecil dengan berdiri. Namun, bisa juga kemungkinan diserupakan pada kedua hal tersebut.

Adapun seseorang Bani Israil disiksa di kuburnya tersebut karena ia melanggar aturan syariatnya agar menggunting baju yang terkena cipratan kencing. Artinya, Nabi saw. mengajarkan kepada umatnya agar tidak menyepelekan dalam urusan kencing. Sehingga, beliau ketika buang air kecil ditutupi dengan satir agar tidak menciprat ke mana-mana yang dapat menyebabkan najis.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru