Hadis No. 58 Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan tentang jumlah cabang keimanan,

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ – أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ – شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir telah menceritakan kepada kami, dari Suhail, dari Abdullah bin Dinar, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh lebih – atau enam puluh lebih – cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan La Ilaaha Illa Allah (Tiada Tuhan Selain Allah), cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu itu adalah cabang dari iman.”

Artikel Terkait

Artikel Terbaru