Hadis No. 68 Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan tentang tiga hal yang membuat seseorang merasakan manisnya iman,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ بَشَّارٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: سَمِعْتُ قَتَادَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ طَعْمَ الْإِيمَانِ: مَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَمَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَمَنْ كَانَ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ

Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar telah menceritakan kepada kami mereka berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, aku mendengar Qatadah bercerita dari Anas, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga perkara yang jika itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman; orang yang mencintai seseorang yang dia tidak mencintainya kecuali karena Allah, orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari pada selain keduanya, dan orang yang dia dimasukkan ke dalam neraka lebih dia cintai dari pada dia kembali ke dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu.”

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَنْبَأَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، أَنْبَأَنَا حَمَّادٌ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ حَدِيثِهِمْ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ: مِنْ أَنْ يَرْجِعَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا

Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami, dia berkata, An-Nadhr bin Syumail telah memberitakan kepada kami, dia berkata Hammad telah memberitakan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda dengan sebagaimana hadis mereka, hanya saja dia menyebutkan, “Dari pada dia kembali dalam keadaan Yahudi atau Nasrani.”

Artikel Terkait

Artikel Terbaru