Kedekatan Rasulullah dengan Sahabat. Kajian Kitab As-Syamail Al-Muhammadiyah Ke-17

Hadispedia.id – Hadis ketujuh belas dari kitab As-Syamail Al-Muhammadiyah membahas kedekatan Rasulullah saw. dengan sahabat dan keistimewaan Sa’ad bin Mu’adz ketika wafat. Penjelasan tersebut terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Rumaitsah berikut ini.

حَدَّثَنَا أَبُو مُصْعَبٍ الْمَدَنِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ الْمَاجِشُونِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ، عَنْ جَدَّتِهِ رُمَيْثَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَوْ أَشَاءُ أَنْ أُقَبِّلَ الْخَاتَمَ الَّذِي بَيْنَ كَتِفَيْهِ مِنْ قُرْبِهِ لَفَعَلْتُ، يَقُولُ لِسَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ يَوْمَ مَاتَ: اهْتَزَّ لَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ

Rumaitsah berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda yang saat itu seandainya aku mau mengecup tanda kenabian beliau yang terletak di antara keduanya bahunya, tentu aku dapat melakukannya, beliau bersabda ditujukan pada Sa’ad bin Mu’adz, “Bergoncang ‘Arsy Allah Yang Maha Rahman karenanya (kematian Sa’ad).”

Hadis tersebut dapat ditemukan juga dalam kitab Musnad Ahmad dan Mu’jam Al-Kabir li At-Thabrani. Itu berdasarkan penelusuran dari penulis, namun dalam beberapa kitab juga dijelaskan bahwa hadis tersebut dapat ditemukan dalam Sunan At-Tirmidzi.

Kedekatan Rasulullah saw. dengan Sahabat

Menurut Ibrahim Al-Bajuri dalam kitab AlMawahib Al-Laduniyah ‘ala As-Syamaail Al-Muhammadiyah bahwa Rumaitsah adalah sahabat perempuan yang masih kecil. Rumaitsah sendiri yang menceritakan hadis ini, tentang kedekatan dirinya dengan Rasulullah saw. dan keistimewaan Sa’ad bin Mu’adz.

Pada waktu itu, Rasulullah saw. menyampaikan pesan yang agung dan posisi Rumaitsah sangat dekat dengan beliau. Buktinya dia mendengar pesan beliau, sebagaimana dalam hadis. Saking dekatnya, seandainya Rumaitsah ingin mencium tanda kenabian Rasulullah saw., maka dia bisa melakukannya.

Adapun penggunaan bentuk kedua (mudhari’) pada perkataan Rumaitsah dengan maksud bentuk lampau (maady) menunjukkan hal tersebut semisal menyaksikan dalam penglihatan Rumaytsah. Tidak bisa mengatakan haram perempuan melihat laki-laki yang bukan mahramnya. Sebab sebagian dari keistimewaan Rasulullah Saw, adalah boleh melihat perempuan yang bukan mahramnya.

Keistimewaan Sa’ad bin Mu’adz

Rasulullah saw. menyampaikan pesan yang agung mengenai keistimewaan Sa’ad bin Mu’adz pada waktu wafatnya. Mengenai maksud dari hadis tersebut, menurut An-Nawawi ada dua pendapat yang dikutip Muhammad Al-Banna As-Sa’aty dalam kitab Al-Fath Ar-Rabbani li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad (22/255).

Pertama, ‘Arsy bergoncang karena kedatangan ruh Sa’ad bin Mu’adz, Allah menjadikan ‘Arsy berbeda dengan kejadian ini. Tidak ada hal yang mencegah pada kejadian ini, karena sebagaimana firman Allah swt.

وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ…الآية

Dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 74)

Pendapat pertama ini sesuai lahirnya hadis (dhahir al-hadis) dan An-Nawawi memilih pendapat ini.

Kedua, bergerak-gerak para penduduk ‘Arsy (para Malaikat) yang membawa Sa’ad bin Mu’adz, bergerak dengan penuh kebahagiaan dan menerimanya. Sebagaimana perkataan orang-orang Arab fulan ihtazza li al-makarim (fulan berbahagia pada kemulian) maksudnya bukan pergerakan badan, namun maksudnya senang dan datang fulan pada kemuliaan itu.

Menurut Al-Harbi hadis tersebut adalah kinayah dari pengagungan pada prihal wafatnya Sa’ad bin Mu’adz. Orang-orang Arab menisbahkan keagungan pada sesautu yang paling agung dan mereka berkata, “Bumi menjadi gelap karena kematian fulan dan terjadilah kiamat karenanya.”

Kedekatan Rasulullah saw. dengan sahabat terbukti pada saat kematian Sa’ad. Pada saat itu Rumaitsah yang begitu dekat dengan Rasulullah saw. mendengarkan beliau menyampaikan pesannya. Bahkan Rumaitsah bisa mencium tanda kenabian Rasulullah saw. seandainya dia mau.

Pada peristiwa ini, tidak ada ekpresi marah pada Rasulullah saw. Beliau menyampaikan pesan agung yaitu berguncangnya ‘Arsy karena kematian Sa’ad bin Mu’adz. An-Nawawi memilih pendapat ini. Ada juga pendapat yang menyatakan para Malaikat yang membawa ruh Sa’ad bin Mu’adz senang dan menerimanya. Wallahu a’lam.

Karimullah
Karimullah
Karimullah, Anggota CRIS Foundation aktif juga di https://terangterabaikan.blogspot.com

Artikel Terkait

Artikel Terbaru