Beranda blog Halaman 91

Hadis No. 13 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab mencukur kumis,

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَأْخُذْ شَارِبَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abidah bin Humaid telah memberitahukan kepada kami, dari Yusuf bin Shuhaib dari Habib bin Yasar dari Yazid bin Arqam, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa tidak memotong kumisnya, maka ia tidak termasuk dari golongan kami.”

Hadis No. 12 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab mencukur bulu kemaluan,

أَخْبَرَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنِ ابْنِ وَهْبٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ قَصُّ الْأَظْفَارِ وَأَخْذُ الشَّارِبِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ

Al-Harits bin Miskin telah mengabarkan kepada kami hadis yang dibacakan dihadapannya dan saya mendengar (beliau mendapatkannya) dari Ibnu Wahb dari Handhalah bin Abu Sufyan dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Fithrah itu memotong kuku, mencukur kumis, dan mencukur bulu kemaluan.”

Hadis No. 11 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab mencabut bulu ketiak,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَأَخْذُ الشَّارِبِ

Muhammad bin Abdullah bin Yazid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah dari Nabi saw., beliau bersabda, “Lima hal yang termasuk fithrah adalah khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis.”

Hadis No. 10 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab memotong kuku,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ مَعْمَرًا عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَالِاسْتِحْدَادُ وَالْخِتَانُ

Muhammad bin Abdul A’la telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al-Mu’tamir telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Ma’mar dari Az-Zuhri dari Sa’id bin Al-Musayyab dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Lima hal yang termasuk fithrah adalah memotong kumis, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan khitan.”

Hadis No. 9 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab dzikrul fithrah al-ikhtitan,

أَخْبَرَنَا الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ- قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ – عَنْ ابْنِ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الِاخْتِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبْطِ

Al-Harits bin Miskin telah mengabarkan kepada kami – hadis yang dibacakan dihadapannya sedangkan saya mendengarkan – dari Ibnu Wahb, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Sa’id bin Al-Musayyab dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Fithrah itu ada lima; khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.”

Penjelasan: Imam As-Sindi di dalam Syarah Sunan An-Nasa’i menjelaskan bahwa Fithrah adalah Sunnah/tradisi lama yang dipilih oleh Alah swt. untuk para Nabi. Di mana hal itu sudah menjadi fitrah naluriah. Penyebutan lima hal tersebut sifatnya tidak membatasi, karena di dalam riwayat lain disebutkan sampai sepuluh fithrah.

Hadis No. 8 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab bersiwak di setiap waktu,

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ الْمِقْدَامِ وَهُوَ ابْنُ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ

Ali bin Khasyram telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Isa yakni Ibnu Yunus telah menceritakan kepada kami, dari Mis’ar dari Al-Miqdam yakni Ibnu Syuraih dari ayahnya, ia berkata, Aku berkata kepada Aisyah tentang apa yang pertama kali Nabi saw. kerjakan ketika beliau masuk rumahnya, Aisyah menjawab, “Bersiwak”.

Hadis No. 25 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam kitab Sunan-nya pada bab kencing di tempat mandi,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَحْمَدُ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ أَخْبَرَنِي أَشْعَثُ وَقَالَ الْحَسَنُ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي مُسْتَحَمِّهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ قَالَ أَحْمَدُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ فِيهِ فَإِنَّ عَامَّةَ الْوَسْوَاسِ مِنْهُ

Ahmad bin Hanbal dan Al-Hasan bin Ali telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, Ahmad berkata, Ma’mar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Asy’ats telah mengabarkan kepadaku, sedangkan Al-Hasan berkata dari Asy’ats bin Abdullah dari Al-Hasan dari Abdullah bin Mughaffal, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian kencing di tempat mandinya kemudian ia mandi di dalamnya.” Sedangkan Ahmad menyebutkan (dalam riwayatnya), “Kemudian ia wudhu’ di dalamnya, karena sesungguhnya kebanyakan was-was adalah dari padanya.”

Penjelasan: Larangan pada hadis tersebut adalah dikhawatirkan adanya cipratan air kencing yang masuk di dalam tempat mandi. Hal itu dapat menyebabkan rasa was-was tentang kesucian air dalam tempat mandi. Namun, tempat mandi/kamar mandi di zaman sekarang sudah ada saluran airnya sehingga lebih mudah untuk disiram dengan dialirkan air, jadi tidak masalah jika kencing di tempat/kamar mandi. Asalkan jangan kencing di dalam bak mandinya dan setelah kencing disiram. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Hadis No. 24 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam kitab Sunan-nya pada bab tempat-tempat yang dilarang digunakan untuk kencing oleh Nabi saw.,

حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُوَيْدٍ الرَّمْلِيُّ وَعُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَبُو حَفْصٍ وَحَدِيثُهُ أَتَمُّ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْحَكَمِ حَدَّثَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنَا نَافِعُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْحِمْيَرِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ

Ishaq bin Suwaid Ar-Raml dan Umar bin Al-Khattab Abu Hafs dan hadisnya lebih sempurna, bahwasannya Said bin Al-Hakam telah menceritakan kepada mereka, ia berkata, Nafi’ bin Yazid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Haiwah bin Syuraih telah menceritakan kepadaku, bahwasannya Sa’id Al-Himyari telah menceritakan kepadanya, dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Peliharalah diri kalian terhadap tiga tempat yang terlaknat, yakni buang hajat (kencing atau berak) di sumber air, tengah jalan, dan di tempat berteduh.”

Hadis No. 23 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam kitab Sunan-nya pada bab tempat-tempat yang dilarang digunakan untuk kencing oleh Nabi saw.,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اتَّقُوا اللَّاعِنَيْنِ»، قَالُوا: وَمَا اللَّاعِنَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ ظِلِّهمْ

Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Isma’il bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, dari Al-‘Ala’ bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Peliharalah diri kalian dari dua orang yang terlaknat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah dua orang yang dilaknat wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang buang hajat (kencing atau berak) di jalanan manusia atau tempat berteduhnya mereka.”

Penjelasan: Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu akhlak orang Islam adalah tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Semua ada tempatnya, begitu pula ketika hendak buang air besar atau kecil, maka tempatnya adalah di kamar mandi atau WC, bukan di jalanan umum atau halte.

Hadis No. 22 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam kitab Sunan-nya pada bab seorang laki-laki kencing dalam bejana di malam hari kemudian ia letakkan di sisinya,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ حُكَيْمَةَ بِنْتِ أُمَيْمَةَ بِنْتِ رُقَيْقَةَ، عَنْ أُمِّهَا، أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدَحٌ مِنْ عِيدَانٍ تَحْتَ سَرِيرِهِ، يَبُولُ فِيهِ بِاللَّيْلِ

Muhammad bin Isa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hajjaj telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Hukaimah binti Umaimah binti Ruqaiqah, dari ibunya, bahwasannya ia berkata, “Nabi saw. memiliki bejana dari pelepah kurma (yang beliau letakkan) di bawah tempat tidurnya, (yang digunakan) beliau (untuk) kencing di dalam bejana itu di malam hari.”