Qiyam Ramadhan Dapat Meleburkan Dosa-Dosa Kecil Kita

Hadispedia.id – Bulan Ramadhan adalah bulan mulia. Betapa tidak, setiap waktu di dalamnya dipenuhi dengan keberkahan dan keutamaan. Saat pagi, siang, dan sore hari, waktu kita dihabiskan dengan berpuasa. Sementara malam harinya, kita pun dianjurkan untuk mengisinya dengan menjalankan qiyam Ramadhan yang memiliki keistimewaan tersendiri.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menegakkan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.” (Muttafaqun ‘alaih)

Maksud Muttafaqun ‘alaih adalah hadis tersebut telah disepakati keshahihannya oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini dikutip oleh Imam Ibnu Hajar dalam kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam pada bab Al-I’tikaf wa Qiyami Layali Ramadhan yang telah disyarahi oleh beberapa ulama.

Di antaranya adalah Hasan Sulaiman An-Nuri dan Alawi Abbas Al-Maliki dengan kitab yang berjudul Ibanatul Ahkam Syarah Bulughil Maram yang di antara syarahnya akan kami kutip sebagaimana berikut.

Analisis Lafadz Hadis:

Qiyam Ramadhan (di ambil dari lafadz hadis man qama Ramadhan): artinya adalah menegakkan malam-malam Ramadhan dengan membaca Al-Qur’an atau melaksanakan shalat.

Imanan: artinya adalah karena percaya dengan janji Allah yang akan memberikan pahala kepadanya.

Ihtisaban: artinya adalah mengharapkan pahala atas amal-amal shalih yang dilaksanakan dengan segera.

Ghufira lahu ma taqaddama min dzanbihi: artinya adalah dosa-dosanya yang kecil akan diampuni. Sementara dosa-dosa besar hanya bisa dilebur dengan cara taubat dan meminta maaf kepada yang pernah dizalimi.

Fiqhul Hadis:

Di antara pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis tersebut adalah:

  1. Keutamaan qiyam Ramadhan atau menegakkan malam-malam Ramadhan dengan cara memperbanyak membaca Al-Qur’an, shalat, atau amal-amal shalih lainnya. Salah satu bentuk qiyam Ramadhan yang khusus ada pada bulan Ramadhan adalah shalat Tarawih. Oleh sebab itu, maka Imam Al-Bukhari juga mencantumkan hadis qiyam Ramadhan tersebut dalam kitab Shahihnya pada kitab shalat Tarawih bab keutamaan orang yang menegakkan Ramadhan.
  2. Dorongan untuk ikhlas dalam berniat. Artinya, dalam menjalankan qiyam Ramadhan itu, niat kita harus lurus, yakni karena iman dan benar-benar mengharap pahala dari Allah swt., bukan untuk pencitraan dan ingin dipuji orang.
  3. Penjelasan bahwa qiyam Ramadhan itu menjadi salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.

Demikianlah penjelasan singkat dari hadis qiyam Ramadhan yang dapat meleburkan dosa-dosa kecil kita. Semoga kita dapat istiqamah dan semangat dalam menjalankan qiyam Ramadhan, terutama di sepuluh malam terakhir untuk mencari lailatul qadar. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Annisa Nurul Hasanah
Annisa Nurul Hasanah
Penulis adalah peneliti el-Bukhari Institute

Artikel Terkait

Artikel Terbaru