Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menggauli istri yang sedang haid:
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا أَنْ تَشُدَّ إِزَارَهَا، ثُمَّ يُبَاشِرُهَا
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari Amr bin Syurahbil dari Aisyah, dia berkata: Dahulu Rasulullah saw. pernah memerintahkan salah satu dari kami yang apabila sedang haid untuk mengikat (mengencangkan) kainnya, kemudian beliau mempergaulinya (selain hubungan intim, jimak).











