Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan istihadah serta datang dan berhentinya darah:
أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ هَاشِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِي
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Ammar, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sahal bin Hasyim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Auza’i dari al-Zuhri dari Urwah dari Aisyah, bahwasanya Nabi saw. pernah bersabda: Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat, namun apabila telah selesai, maka mandilah.











