Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan al-quru’ (masa haid):
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ وَهُوَ ابْنُ بَكْرِ بْنِ مُضَرَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَهُوَ ابْنُ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: إِنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأَنَّهَا اسْتُحِيضَتْ لَا تَطْهُرُ، فَذُكِرَ شَأْنُهَا لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ: لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، وَلَكِنَّهَا رَكْضَةٌ مِنَ الرَّحِمِ، لِتَنْظُرْ قَدْرَ قَرْئِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ لَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ، ثُمَّ تَنْظُرْ مَا بَعْدَ ذَلِكَ، فَلْتَغْتَسِلْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Rabi bin Sulaiman bin Daud bin Ibrahim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ishaq yaitu Ibnu Bakr bin Mudlar, dia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku dari Yazid bin Abdullah yaitu Ibnu Usamah bin al-Had dari Abu Bakr yaitu Ibnu Muhammad bin Amr bin Hazm dari Amrah dari Aisyah, dia berkata: Sesungguhnya Ummu Habibah binti Jahsy yang merupakan istri Abdurrahman bin Auf mengalami istihadah sehingga ia tidak suci, lalu perkara itu diadukan kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Ini bukanlah haid, akan tetapi hentakan dari rahim, hendaklah ia memperhatikan kadar kebiasaan haidnya yang dahulu, lalu hendaklah ia meninggalkan salat (pada masa itu), kemudian hendaklah ia juga memperhatikan apa yang terjadi setelah itu, lalu hendaklah ia mandi setiap akan shalat.











