Hadis No. 366 Sunan Al-Nasa’i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ، فَدَعِي الصَّلَاةَ. وَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah berkata kepada Rasulullah saw.: Aku sedang dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat? Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu kadarnya, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.

Artikel Terkait

spot_img

Artikel Terbaru