Hadis No. 51 Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab menunaikan pembagian seperlima dari ghanimah merupakan bagian dari iman,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الجَعْدِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَمْرَةَ قَالَ كُنْتُ أَقْعُدُ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ يُجْلِسُنِي عَلَى سَرِيرِهِ فَقَالَ أَقِمْ عِنْدِي حَتَّى أَجْعَلَ لَكَ سَهْمًا مِنْ مَالِي فَأَقَمْتُ مَعَهُ شَهْرَيْنِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ وَفْدَ عَبْدِ القَيْسِ لَمَّا أَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنِ القَوْمُ؟ – أَوْ مَنِ الوَفْدُ؟ – قَالُوا رَبِيعَةُ. قَالَ مَرْحَبًا بِالقَوْمِ أَوْ بِالوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لاَ نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيكَ إِلَّا فِي الشَّهْرِ الحَرَامِ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ هَذَا الحَيُّ مِنْ كُفَّارِ مُضَرَ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ فَصْلٍ نُخْبِرْ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا وَنَدْخُلْ بِهِ الجَنَّةَ وَسَأَلُوهُ عَنِ الأَشْرِبَةِ فَأَمَرَهُمْ بِأَرْبَعٍ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ أَمَرَهُمْ بِالإِيمَانِ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الإِيمَانُ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصِيَامُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُعْطُوا مِنَ المَغْنَمِ الخُمُسَ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ عَنِ الحَنْتَمِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالمُزَفَّتِ وَرُبَّمَا قَالَ المُقَيَّرِ وَقَالَ احْفَظُوهُنَّ وَأَخْبِرُوا بِهِنَّ مَنْ وَرَاءَكُمْ

Ali bin Al-Ja’d telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Jamrah, ia berkata, aku pernah duduk bersama Ibnu Abbas saat ia mempersilahkan aku duduk di permadaninya lalu berkata, “Tinggallah bersamaku hingga aku memberimu bagian dari hartaku.” Maka aku tinggal mendampinginya selama dua bulan. Lalu ia berkata, “Ketika utusan Abudl Qais datang menemui Nabi saw. beliau bertanya kepada mereka, ‘Kaum manakah ini atau utusan siapakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Rabi’ah’. Beliau bersabda, ‘Selamat datang wahai para utusan dengan sukarela dan tanpa menyesal.’ Para utusan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami tidak dapat mendatangimu kecuali di bulan haram, karena antara kami dan engkau ada suku kafir Mudhor. Oleh karena itu, ajarkanlah kami dengan satu pelajaran yang jelas yang dapat kami ajarkan kepada orang-orang di kampung kami dan dapat memasukkan kami ke surga.’ Kemudian mereka bertanya kepada Nabi saw. tentang minuman. Maka Nabi saw. memerintahkan mereka dengan empat hal dan melarang mereka dari empat hal. Beliau memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah satu-satunya. Beliau bertanya, ‘Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?’ Mereka menjawab. ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau menjelaskan, ‘Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan memberikan seperlima dari harta rampasan perang.’ Beliau juga melarang empat hal, yaitu (agar tidak meminum minuman keras dari wadah yang terbuat dari) al-hantam, ad-duba’, an-naqir, dan al-muzaffat.’ Atau beliau menyebut muqayyir (bukan naqir). Beliau bersabda, “Jagalah semuanya, dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung kalian.”

 

Artikel Terkait

Artikel Terbaru