Beranda blog Halaman 2

Hadis No. 13 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ عَنْ بَحِيرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو السُّلَمِيُّ عَنْ عُتْبَةَ بْنِ عَبْدٍ السُّلَمِيِّ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ رَجُلٌ كَيْفَ كَانَ أَوَّلُ شَأْنِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كَانَتْ حَاضِنَتِي مِنْ بَنِي سَعْدِ بْنِ بَكْرٍ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَابْنٌ لَهَا فِي بَهْمٍ لَنَا وَلَمْ نَأْخُذْ مَعَنَا زَادًا فَقُلْتُ يَا أَخِي اذْهَبْ فَأْتِنَا بِزَادٍ مِنْ عِنْدِ أُمِّنَا فَانْطَلَقَ أَخِي وَمَكَثْتُ عِنْدَ الْبَهْمِ فَأَقْبَلَ طَائِرَانِ أَبْيَضَانِ كَأَنَّهُمَا نَسْرَانِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ أَهُوَ هُوَ قَالَ الْآخَرُ نَعَمْ فَأَقْبَلَا يَبْتَدِرَانِي فَأَخَذَانِي فَبَطَحَانِي لِلْقَفَا فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَتَيْنِ سَوْدَاوَيْنِ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ ائْتِنِي بِمَاءِ ثَلْجٍ فَغَسَلَ بِهِ جَوْفِي ثُمَّ قَالَ ائْتِنِي بِمَاءِ بَرَدٍ فَغَسَلَ بِهِ قَلْبِي ثُمَّ قَالَ ائْتِنِي بِالسَّكِينَةِ فَذَرَّهُ فِي قَلْبِي

ثُمَّ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ حُصْهُ فَحَاصَهُ وَخَتَمَ عَلَيْهِ بِخَاتَمِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ قَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ اجْعَلْهُ فِي كِفَّةٍ وَاجْعَلْ أَلْفًا مِنْ أُمَّتِهِ فِي كِفَّةٍ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَنَا أَنْظُرُ إِلَى الْأَلْفِ فَوْقِي أُشْفِقُ أَنْ يَخِرَّ عَلَيَّ بَعْضُهُمْ فَقَالَ لَوْ أَنَّ أُمَّتَهُ وُزِنَتْ بِهِ لَمَالَ بِهِمْ ثُمَّ انْطَلَقَا وَتَرَكَانِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفَرِقْتُ فَرَقًا شَدِيدًا ثُمَّ انْطَلَقْتُ إِلَى أُمِّي فَأَخْبَرْتُهَا بِالَّذِي لَقِيتُ فَأَشْفَقَتْ أَنْ يَكُونَ قَدْ الْتَبَسَ بِي

فَقَالَتْ أُعِيذُكَ بِاللَّهِ فَرَحَلَتْ بَعِيرًا لَهَا فَجَعَلَتْنِي عَلَى الرَّحْلِ وَرَكِبَتْ خَلْفِي حَتَّى بُلْغَتِنَا إِلَى أُمِّي فَقَالَتْ أَدَّيْتُ أَمَانَتِي وَذِمَّتِي وَحَدَّثَتْهَا بِالَّذِي لَقِيتُ فَلَمْ يَرُعْهَا ذَلِكَ وَقَالَتْ إِنِّي رَأَيْتُ حِينَ خَرَجَ مِنِّي يَعْنِي نُورًا أَضَاءَتْ مِنْهُ قُصُورُ الشَّامِ

Telah mengabarkan kepada kami Nu’aim bin Hammad, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Bahir, dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin ‘Amr as-Sulami, dari ‘Utbah bin ‘Abd as-Sulami, bahwasanya ia menceritakan kepada mereka, sementara ia termasuk dari sahabat Rasulullah Saw, ia berkata: “Pernah ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Saw, ‘Bagaimanakah awal hidup engkau wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Dahulu ibu asuhku adalah seorang wanita dari Bani Sa’d bin Bakr. Ketika itu aku bersama anaknya tengah menggembala hewan ternak, hanya saja kami tidak membawa bekal, lantas ujarku, ‘Wahai saudaraku, pulang dan mintalah bekal kepada ibu kita.’ Maka saudaraku pun pergi, sementara tinggal aku sendiri yang menjaga hewan ternak. Tiba-tiba datanglah dua burung putih seperti burung elang, salah satunya mengatakan kepada yang lain, ‘Apakah betul-betul dia?’ Jawabnya, Tentu.’ Lalu keduanya pun mengelilingiku dan menarikku serta menelentangkanku, lalu mereka membelah perutku, kemudian mengeluarkan hatiku, membelahnya dan mengeluarkan dua gumpalan hitam. Kemudian berkatalah salah satu di antara keduanya, ‘Berikan kepadaku air salju!” Lalu ia pergunakan untuk mencuci perutku. Kemudian pintanya kembali, ‘Berikan kepadaku air embun!’ Lalu ia pergunakan untuk mencuci hatiku. Kemudian ia katakan, ‘Berikan kepadaku ketenangan!” Lalu ia menaburkannya di hatiku.


Kemudian salah satunya berkata, ‘Jahitlah kembali (perutnya)!’ Lalu dijahitlah dan ia berikan tanda kenabian. Kemudian berkata salah satu kepada temannya, ‘Letakkanlah dirinya pada salah satu timbangan dan letakkan seribu orang dari umatnya pada satu timbangan lainnya.’


Lalu Rasulullah Saw meneruskan sabdanya, ‘Kulihat seribu orang di atasku, sehingga aku khawatir sebagian dari mereka akan jatuh menimpaku.’ Kemudian orang itu berkata, ‘Seandainya umatnya ditimbang dengannya, pasti akan lebih berat dirinya daripada umatnya.’ Kemudian keduanya pun pergi meninggalkanku.


Rasulullah Saw meneruskan sabdanya, ‘Aku sangat ketakukan sekali, sehingga membuatku pergi menemui ibu asuhku dan kuberitahukan kepadanya tentang apa yang baru saja terjadi padaku. Ia pun khawatir akan terjadi apa-apa terhadapku. Ujarnya, ‘Aku meminta perlindungan Allah Swt untukmu.’


Lantas ia segera pergi bersamaku dengan untanya, dari belakangku ia kendarai tunggangannya. Sesampainya kami datang menjumpai ibuku, ia katakan kepada ibuku, ‘Aku telah melaksanakan amanahku untuk mengasuhnya.’ Ia juga menceritakan peristiwa yang terjadi kepadaku. Namun hal tersebut tidak membuat ibuku gusar, bahkan ibuku menanggapi, ‘Dahulu malah paska kelahirannya, aku pernah melihat cahaya yang menyinari istana-istana negeri Syam.'”

Hadis No. 49 Sunan Ibnu Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab menjauhi bid’ah dan perdebatan,

حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْعَسْكَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ أَبُو هَاشِمِ بْنِ أَبِي خِدَاشٍ الْمَوْصِلِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِحْصَنٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي عَبْلَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَقْبَلُ اللَّهُ لِصَاحِبِ بِدْعَةٍ صَوْمًا، وَلَا صَلَاةً، وَلَا صَدَقَةً، وَلَا حَجًّا، وَلَا عُمْرَةً، وَلَا جِهَادًا، وَلَا صَرْفًا، وَلَا عَدْلًا، يَخْرُجُ مِنَ الْإِسْلَامِ كَمَا تَخْرُجُ الشَّعَرَةُ مِنَ الْعَجِينِ»

Telah menceritakan kepada kami Daud bin Sulaiman Al ‘Askari berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali Abu Hasyim bin Abu Khidasy al-Maushili ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihshan dari Ibrahim bin Abu ‘Ablah dari Abdullah bin Ad Dailami dari Huzdaifah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
“Allah tidak akan menerima dari pelaku bid’ah; puasa, salat, sedekah, haji, umrah, jihad, perilaku dan keadilannya. Dia keluar dari Islam sebagaimana rambut keluar dari tepung.”

Hadis No. 12 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:


أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مَيْمُونٍ التَّمِيمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْبَطْحَاءِ وَمَعَهُ ابْنُ مَسْعُودٍ فَأَقْعَدَهُ وَخَطَّ عَلَيْهِ خَطًّا ثُمَّ قَالَ لَا تَبْرَحَنَّ فَإِنَّهُ سَيَنْتَهِي إِلَيْكَ رِجَالٌ فَلَا تُكَلِّمْهُمْ فَإِنَّهُمْ لَنْ يُكَلِّمُوكَ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَرَادَ ثُمَّ جَعَلُوا يَنْتَهُونَ إِلَى الْخَطِّ لَا يُجَاوِزُونَهُ ثُمَّ يَصْدُرُونَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ جَاءَ إِلَيَّ فَتَوَسَّدَ فَخِذِي وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ فِي النَّوْمِ نَفْخًا
فَبَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَسِّدٌ فَخِذِي رَاقِدٌ إِذْ أَتَانِي رِجَالٌ كَأَنَّهُمْ الْجِمَالُ عَلَيْهِمْ ثِيَابٌ بِيضٌ اللَّهُ أَعْلَمُ مَا بِهِمْ مِنْ الْجَمَالِ حَتَّى قَعَدَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ عِنْدَ رَأْسِهِ وَطَائِفَةٌ مِنْهُمْ عِنْدَ رِجْلَيْهِ فَقَالُوا بَيْنَهُمْ مَا رَأَيْنَا عَبْدًا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ هَذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَيْنَيْهِ لَتَنَامَانِ وَإِنَّ قَلْبَهُ لَيَقْظَانُ اضْرِبُوا لَهُ مَثَلًا سَيِّدٌ بَنَى قَصْرًا ثُمَّ جَعَلَ مَأْدُبَةً فَدَعَا النَّاسَ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ ثُمَّ ارْتَفَعُو
ا وَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ فَقَالَ لِي أَتَدْرِي مَنْ هَؤُلَاءِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هُمْ الْمَلَائِكَةُ قَالَ وَهَلْ تَدْرِي مَا الْمَثَلُ الَّذِي ضَرَبُوهُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ الرَّحْمَنُ بَنَى الْجَنَّةَ فَدَعَا إِلَيْهَا عِبَادَهُ فَمَنْ أَجَابَهُ دَخَلَ جَنَّتَهُ وَمَنْ لَمْ يُجِبْهُ عَاقَبَهُ وَعَذَّبَهُ

Telah mengabarkan kepada kami Al Hasan bin ‘Ali, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Ja’far bin Maimun At Tamimi dari Abu Utsman An Nahdi Bahwa Rasulullah Saw keluar ke Bathha` dan bersamanya Ibnu Mas’ud Ra, lalu beliau mengajak duduk Ibnu Mas’ud dan membuat satu garis pembatas untuknya. Lalu bersabda, Jangan sekali-kali kamu tinggalkan tempat ini, karena beberapa orang laki-laki akan menemuimu yang mana kamu tidak akan berbicara kepada mereka, dan mereka pun tidak akan berbicara kepadamu. Lalu Rasulullah Saw meneruskan perjalanannya kemana saja beliau kehendaki. Kemudian sampailah orang-orang tersebut pada garis pembatas dan mereka tidak melewatinya, kemudian mereka pergi menuju Rasulullah Saw. Sampai ketika pada akhir malam beliau mendatangiku lalu tidur dengan menjadikan pahaku sebagai bantalnya, dan beliau apabila tidur terdengar embusan nafasnya.
Tatkala Rasulullah Saw sedang tidur di pahaku, datanglah para lelaki seakan-akan seperti rombongan Unta (tubuhnya besar-besar), memakai pakaian yang serba putih. Allah yang lebih tahu apa yang membuat mereka seperti Unta, hingga kemudian segolongan dari mereka duduk di sisi kepala Rasulullah Saw dan segolongan yang lain di sisi kedua kaki Beliau, lalu mereka saling berkata, kami belum pernah mendapatkan seorang hamba yang diberi anugerah seperti apa yang diberikan kepada Nabi Saw. Orang ini matanya tertidur tapi hatinya dalam keadaan sadar, buatlah baginya suatu perumpamaan, yaitu Ada seorang Tuan yang membangun sebuah istana, kemudian membuat hidangan, lalu mengundang orang-orang untuk makan dan minum, kemudian orang-orang tersebut naik ke langit.
Lalu terbangunlah Rasulullah Saw ketika itu lalu beliau berkata kepadaku: “tahukah kamu siapa mereka itu? lalu aku menjawab : “Allah Swt dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Lalu beliau berkata, “mereka adalah malaikat.” Lanjut beliau : “tahukah kamu apa yang diumpamakan?”, aku menjawab : “Allah Swt dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau menjawab : “al-Rahman membangun surga, lalu menyeru (mengundang) hamba-hamba-Nya kepadanya, barang siapa yang menyambut seruanNya, maka dia akan masuk surgaNya dan barang siapa yang menolak, maka Allah akan menghukum dan menyiksanya.”

Hadis No. 48 Sunan Ibnu Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab menjauhi bid’ah dan perdebatan,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، ح وَحَدَّثَنَا حَوْثَرَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي غَالِبٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ» ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ {بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ} [الزخرف: ٥٨]

Telah menceritakan kepada kami Ali bin al-Mundzir berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail, (ح) menurut jalur lain; telah menceritakan kepada kami Hautsarah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Dinar dari Abu Ghalib dari Abu Umamah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda,
“Tidak akan tersesat suatu kaum setelah petunjuk selama mereka masih tetap di atasnya, kecuali orang-orang yang senang berdebat.” Kemudian beliau membaca ayat ini, “Tetapi mereka itu adalah kaum yang senang berdebat.”

Hadis No. 11 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا رَيْحَانُ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبَّادٌ هُوَ ابْنُ مَنْصُورٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَطِيَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَبِيعَةَ الْجُرَشِيَّ يَقُولُ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ لِتَنَمْ عَيْنُكَ وَلْتَسْمَعْ أُذُنُكَ وَلْيَعْقِلْ قَلْبُكَ قَالَ فَنَامَتْ عَيْنَايَ وَسَمِعَتْ أُذُنَايَ وَعَقَلَ قَلْبِي قَالَ فَقِيلَ لِي سَيِّدٌ بَنَى دَارًا فَصَنَعَ مَأْدُبَةً وَأَرْسَلَ دَاعِيًا فَمَنْ أَجَابَ الدَّاعِيَ دَخَلَ الدَّارَ وَأَكَلَ مِنْ الْمَأْدُبَةِ وَرَضِيَ عَنْهُ السَّيِّدُ وَمَنْ لَمْ يُجِبْ الدَّاعِيَ لَمْ يَدْخُلْ الدَّارَ وَلَمْ يَطْعَمْ مِنْ الْمَأْدُبَةِ وَسَخِطَ عَلَيْهِ السَّيِّدُ قَالَ فَاللَّهُ السَّيِّدُ وَمُحَمَّدٌ الدَّاعِي وَالدَّارُ الْإِسْلَامُ وَالْمَأْدُبَةُ الْجَنَّةُ

Telah mengabarkan kepada kami Mujahid bin Musa, telah menceritakan kepada kami Raihan bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Mansur dari Ayyub dari Abu Qilabah dari ‘Athiyah bahwasanya ia mendengar Rabi’ah Al Jurasyi berkata, “Nabi Saw didatangi (oleh Malaikat) lalu dikatakan kepada Beliau, silakan mata baginda tidur, telinga baginda mendengar, dan hati baginda berpikir, maka mata saya pun tidur, telinga saya mendengar, dan hati saya berpikir.
Malaikat tersebut berkata : “saya memperoleh informasi, ada seorang Tuan yang membangun rumah, lalu menyediakan jamuan, kemudian ia mengutus seorang untuk mengundang ke jamuan, barang siapa yang menyambut seruan penyeru dan memasuki rumah lalu makan hidangan maka Tuan tersebut akan rida kepadanya. Sebaliknya siapa saja yang tidak menyambut seruan penyeru dan tidak masuk ke rumah serta tidak makan hidangan, maka Tuan akan marah kepadanya.”
Lalu sang malaikat berkata : “Tuan tersebut adalah Allah Swt, penyerunya adalah Muhammad Saw, rumahnya adalah Islam, dan hidangannya adalah surga.”

Hadis No. 10 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْحِزَامِيُّ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي قَيْسٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُ إِلَيْهِ حَاجَةٌ

فَمَشَى مَعَهُ حَتَّى دَخَلَ قَالَ فَإِحْدَى رِجْلَيْهِ فِي الْبَيْتِ وَالْأُخْرَى خَارِجَهُ كَأَنَّهُ يُنَاجِي فَالْتَفَتَ فَقَالَ

أَتَدْرِي مَنْ كُنْتُ أُكَلِّمُ إِنَّ هَذَا مَلَكٌ لَمْ أَرَهُ قَطُّ قَبْلَ يَوْمِي هَذَا اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَيَّ قَالَ إِنَّا آتَيْنَاكَ أَوْ أَنْزَلْنَا الْقُرْآنَ فَصْلًا وَالسَّكِينَةَ صَبْرًا وَالْفُرْقَانَ وَصْلًا

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yazid Al Hizami, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman dari ‘Amr bin Abi Qais dari ‘Atha`, ia berkata, “Salah seorang sahabat Nabi Saw mempunyai keperluan dengan Beliau.

Ia berjalan bersama Beliau, sampai ketika sudah memasuki rumah dan salah satu kaki beliau berada di dalam dan lainnya di luar rumah, seakan-akan Rasulullah Saw bercakap-cakap dengan seorang laki-laki, setelah itu beliau menoleh dan berbicara kepada sahabat tersebut:

“Tahukah engkau siapa yang aku ajak bicara? dia adalah malaikat yang aku belum pernah melihatnya sebelum ini, malaikat tersebut meminta izin Rabb-nya agar dapat mengucapkan salam kepadaku. Allah berfirman, “Sesungguhnya kami mendatangimu atau menurunkan Al-Qur’an sebagai pemisah (pemisah antara yang hak dan yang batil) dan al-Sakinah sebagai kesabaran dan al-Furqon sebagai penghubung.”

Hadis No. 9 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ الْمِيثَمِيُّ حَدَّثَنَا بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ إِلَيْكُمْ لَيْسَ بِوَهِنٍ وَلَا كَسِلٍ لِيَخْتِنَ قُلُوبًا غُلْفًا وَيَفْتَحَ أَعْيُنًا عُمْيًا وَيُسْمِعَ آذَانًا صُمًّا وَيُقِيمَ أَلْسِنَةً عُوجًا حَتَّى يُقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ

Telah mengabarkan kepada kami Haiwah bin Syuraih, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin Al Walid Al Miitsamiy, telah menceritakan kepada kami Bahiir bin Sa’ad dari Khalid bin Ma’dan dari Jubair bin Nufair Al Hadlrami, Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,

“Telah datang kepada kalian seorang utusan yang tidak lemah dan juga tidak malas, (diutus untuk) menyadarkan hati-hati yang lalai, membuka mata yang tertutup, dan menjadikan telinga-telinga yang tuli mendengar, meluruskan lisan yang bengkok, sehingga dikatakan; tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Swt.”

Hadis No. 8 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَأَلَ كَعْبَ الْأَحْبَارِ كَيْفَ تَجِدُ نَعْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ فَقَالَ كَعْبٌ نَجِدُهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يُولَدُ بِمَكَّةَ وَيُهَاجِرُ إِلَى طَابَةَ وَيَكُونُ مُلْكُهُ بِالشَّامِ وَلَيْسَ بِفَحَّاشٍ وَلَا صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يُكَافِئُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ أُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ

يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي كُلِّ سَرَّاءَ وَضَرَّاءَ وَيُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ يُوَضِّئُونَ أَطْرَافَهُمْ وَيَأْتَزِرُونَ فِي أَوْسَاطِهِمْ يُصَفُّونَ فِي صَلَوَاتِهِمْ كَمَا يُصَفُّونَ فِي قِتَالِهِمْ دَوِيُّهُمْ فِي مَسَاجِدِهِمْ كَدَوِيِّ النَّحْلِ يُسْمَعُ مُنَادِيهِمْ فِي جَوِّ السَّمَاءِ

Telah mengabarkan kepada kami Mujahid bin Musa, telah menceritakan kepada kami Ma’n bin ‘Isa, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih dari Abu Farwah dari Ibnu ‘Abbas Ra, bahwa ia bertanya kepada Ka’ab Al Ahbar; Bagaimana kamu dapati sifat Rasulullah Saw dalam kitab Taurat?, Ka’ab menjawab, kami dapati ia Muhammad bin Abdullah dilahirkan di Makkah, berhijrah ke Thaabah atau Madinah, kerajaannya akan ada di Syam, ia bukan orang keji, ia tidak bersuara keras di pasar, ia tidak membalas kejelekan dengan kejelekan tetapi memaafkan dan mengampuni, umatnya senantiasa selalu bertahmid.

Mereka memuji Allah Swt baik dalam keadaan senang maupun susah, mereka selalu mengagungkan Allah Swt dalam setiap kemenangan, mereka membasuh anggota wudu mereka, mengikat sarungnya pada tengah betis mereka, mereka berbaris dalam salat seperti berbarisnya mereka dalam peperangan, suara mereka di masjid-masjid seperti gemuruh suara lebah, terdengar suara mu`dzin mereka di angkasa.

Hadis No. 7 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ عَوْفٍ قَالَ وَحَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ ذَكْوَانَ أَبِي صَالِحٍ عَنْ كَعْبٍ فِي السَّطْرِ الْأَوَّلِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ عَبْدِي الْمُخْتَارُ لَا فَظٌّ وَلَا غَلِيظٌ وَلَا صَخَّابٌ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ وَهِجْرَتُهُ بِطَيْبَةَ وَمُلْكُهُ بِالشَّامِ

وَفِي السَّطْرِ الثَّانِي مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ أُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي كُلِّ مَنْزِلَةٍ وَيُكَبِّرُونَ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ رُعَاةُ الشَّمْسِ يُصَلُّونَ الصَّلَاةَ إِذَا جَاءَ وَقْتُهَا وَلَوْ كَانُوا عَلَى رَأْسِ كُنَاسَةٍ وَيَأْتَزِرُونَ عَلَى أَوْسَاطِهِمْ وَيُوَضِّئُونَ أَطْرَافَهُمْ وَأَصْوَاتُهُمْ بِاللَّيْلِ فِي جَوِّ السَّمَاءِ كَأَصْوَاتِ النَّحْلِ

Telah mengabarkan kepada kami Zaid bin ‘Auf, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul malik bin Umair dari Dzakwan Abu Shalih dari Ka’ab bahwa pada alinea pertama tertulis; Muhammad adalah utusan Allah Swt, dan hamba-Ku yang terpilih, tutur katanya tidak kasar, perangainya tidak keras, tidak bersuara lantang di pasar, tidak membalas kejelekan dengan kejelekan akan tetapi membalasnya dengan pemberian maaf dan ampunan, tempat kelahirannya di Makkah dan tempat hijrahnya di Thaibah serta kerajaannya/kekuasaannya di Syam.

Pada alinea kedua tertulis, “Muhammad utusan Allah Swt, umatnya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, mereka memuji Allah baik pada waktu lapang maupun sempit, mereka memuji Allah di tempat yang rendah, mereka bertakbir di tempat yang tinggi, mereka mengamati pergerakan matahari (untuk mengetahui waktu salat) menunaikan salat saat tiba waktunya, meskipun mereka berada pada tempat yang tersembunyi atau tidak terlihat oleh orang lain, mengikat sarungnya pada tengah betis mereka, membasuh wudu pada seluruh anggota wudu, dan suara mereka di malam hari terdengar di udara bagaikan gemuruh suara lebah (karena kegigihan ibadah dan tangisnya).

Hadis No. 6 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي خَالِدٌ هُوَ ابْنُ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ أَبِي هِلَالٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ سَلَامٍ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِنَّا لَنَجِدُ صِفَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي سَمَّيْتُهُ الْمُتَوَكِّلَ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا صَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ مِثْلَهَا وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَتَجَاوَزُ وَلَنْ أَقْبِضَهُ حَتَّى نُقِيمَ الْمِلَّةَ الْمُتَعَوِّجَةَ بِأَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْتَحُ بِهِ أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمًّا وَقُلُوبًا غُلْفًا
قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو وَاقِدٍ اللَّيْثِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ كَعْبًا يَقُولُ مِثْلَ مَا قَالَ ابْنُ سَلَامٍ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shalih, telah menceritakan kepadaku Al Laits, telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid dari Sa’id bin Abi Hilal dari Hilal bin Usamah dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ibnu Salam, bahwa ia berkata, kami mendapati sifat Rasulullah Saw ‘Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan’, yang menjaga orang-orang ummi, engkau adalah hamba-Ku rasul-Ku, Aku menamakannya al-Mutawakkil, tutur katanya tidak kasar dan perangainya tidak keras, tidak berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi dengan memaafkannya, tidaklah Beliau wafat, melainkan sampai kita diluruskan dari agama yang sudah dilencengkan, kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Swt, yang dapat membuka mata yang buta, telinga-telinga yang pekak dan hati-hati yang tertutup.
‘Atha` bin Yasar berkata, Abu Waqid Al Laitsi memberitahukan kepadaku bahwa ia mendengar Ka’ab juga berkata seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu salam.