Beranda blog Halaman 23

Hadis No. 10 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الْحِزَامِيُّ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي قَيْسٍ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَهُ إِلَيْهِ حَاجَةٌ

فَمَشَى مَعَهُ حَتَّى دَخَلَ قَالَ فَإِحْدَى رِجْلَيْهِ فِي الْبَيْتِ وَالْأُخْرَى خَارِجَهُ كَأَنَّهُ يُنَاجِي فَالْتَفَتَ فَقَالَ

أَتَدْرِي مَنْ كُنْتُ أُكَلِّمُ إِنَّ هَذَا مَلَكٌ لَمْ أَرَهُ قَطُّ قَبْلَ يَوْمِي هَذَا اسْتَأْذَنَ رَبَّهُ أَنْ يُسَلِّمَ عَلَيَّ قَالَ إِنَّا آتَيْنَاكَ أَوْ أَنْزَلْنَا الْقُرْآنَ فَصْلًا وَالسَّكِينَةَ صَبْرًا وَالْفُرْقَانَ وَصْلًا

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yazid Al Hizami, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman dari ‘Amr bin Abi Qais dari ‘Atha`, ia berkata, “Salah seorang sahabat Nabi Saw mempunyai keperluan dengan Beliau.

Ia berjalan bersama Beliau, sampai ketika sudah memasuki rumah dan salah satu kaki beliau berada di dalam dan lainnya di luar rumah, seakan-akan Rasulullah Saw bercakap-cakap dengan seorang laki-laki, setelah itu beliau menoleh dan berbicara kepada sahabat tersebut:

“Tahukah engkau siapa yang aku ajak bicara? dia adalah malaikat yang aku belum pernah melihatnya sebelum ini, malaikat tersebut meminta izin Rabb-nya agar dapat mengucapkan salam kepadaku. Allah berfirman, “Sesungguhnya kami mendatangimu atau menurunkan Al-Qur’an sebagai pemisah (pemisah antara yang hak dan yang batil) dan al-Sakinah sebagai kesabaran dan al-Furqon sebagai penghubung.”

Hadis No. 9 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ الْمِيثَمِيُّ حَدَّثَنَا بَحِيرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ إِلَيْكُمْ لَيْسَ بِوَهِنٍ وَلَا كَسِلٍ لِيَخْتِنَ قُلُوبًا غُلْفًا وَيَفْتَحَ أَعْيُنًا عُمْيًا وَيُسْمِعَ آذَانًا صُمًّا وَيُقِيمَ أَلْسِنَةً عُوجًا حَتَّى يُقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ

Telah mengabarkan kepada kami Haiwah bin Syuraih, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah bin Al Walid Al Miitsamiy, telah menceritakan kepada kami Bahiir bin Sa’ad dari Khalid bin Ma’dan dari Jubair bin Nufair Al Hadlrami, Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,

“Telah datang kepada kalian seorang utusan yang tidak lemah dan juga tidak malas, (diutus untuk) menyadarkan hati-hati yang lalai, membuka mata yang tertutup, dan menjadikan telinga-telinga yang tuli mendengar, meluruskan lisan yang bengkok, sehingga dikatakan; tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Swt.”

Hadis No. 8 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَأَلَ كَعْبَ الْأَحْبَارِ كَيْفَ تَجِدُ نَعْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ فَقَالَ كَعْبٌ نَجِدُهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يُولَدُ بِمَكَّةَ وَيُهَاجِرُ إِلَى طَابَةَ وَيَكُونُ مُلْكُهُ بِالشَّامِ وَلَيْسَ بِفَحَّاشٍ وَلَا صَخَّابٍ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يُكَافِئُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ أُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ

يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي كُلِّ سَرَّاءَ وَضَرَّاءَ وَيُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ يُوَضِّئُونَ أَطْرَافَهُمْ وَيَأْتَزِرُونَ فِي أَوْسَاطِهِمْ يُصَفُّونَ فِي صَلَوَاتِهِمْ كَمَا يُصَفُّونَ فِي قِتَالِهِمْ دَوِيُّهُمْ فِي مَسَاجِدِهِمْ كَدَوِيِّ النَّحْلِ يُسْمَعُ مُنَادِيهِمْ فِي جَوِّ السَّمَاءِ

Telah mengabarkan kepada kami Mujahid bin Musa, telah menceritakan kepada kami Ma’n bin ‘Isa, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih dari Abu Farwah dari Ibnu ‘Abbas Ra, bahwa ia bertanya kepada Ka’ab Al Ahbar; Bagaimana kamu dapati sifat Rasulullah Saw dalam kitab Taurat?, Ka’ab menjawab, kami dapati ia Muhammad bin Abdullah dilahirkan di Makkah, berhijrah ke Thaabah atau Madinah, kerajaannya akan ada di Syam, ia bukan orang keji, ia tidak bersuara keras di pasar, ia tidak membalas kejelekan dengan kejelekan tetapi memaafkan dan mengampuni, umatnya senantiasa selalu bertahmid.

Mereka memuji Allah Swt baik dalam keadaan senang maupun susah, mereka selalu mengagungkan Allah Swt dalam setiap kemenangan, mereka membasuh anggota wudu mereka, mengikat sarungnya pada tengah betis mereka, mereka berbaris dalam salat seperti berbarisnya mereka dalam peperangan, suara mereka di masjid-masjid seperti gemuruh suara lebah, terdengar suara mu`dzin mereka di angkasa.

Hadis No. 7 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ عَوْفٍ قَالَ وَحَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ ذَكْوَانَ أَبِي صَالِحٍ عَنْ كَعْبٍ فِي السَّطْرِ الْأَوَّلِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ عَبْدِي الْمُخْتَارُ لَا فَظٌّ وَلَا غَلِيظٌ وَلَا صَخَّابٌ فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ وَهِجْرَتُهُ بِطَيْبَةَ وَمُلْكُهُ بِالشَّامِ

وَفِي السَّطْرِ الثَّانِي مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ أُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ يَحْمَدُونَ اللَّهَ فِي كُلِّ مَنْزِلَةٍ وَيُكَبِّرُونَ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ رُعَاةُ الشَّمْسِ يُصَلُّونَ الصَّلَاةَ إِذَا جَاءَ وَقْتُهَا وَلَوْ كَانُوا عَلَى رَأْسِ كُنَاسَةٍ وَيَأْتَزِرُونَ عَلَى أَوْسَاطِهِمْ وَيُوَضِّئُونَ أَطْرَافَهُمْ وَأَصْوَاتُهُمْ بِاللَّيْلِ فِي جَوِّ السَّمَاءِ كَأَصْوَاتِ النَّحْلِ

Telah mengabarkan kepada kami Zaid bin ‘Auf, telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Abdul malik bin Umair dari Dzakwan Abu Shalih dari Ka’ab bahwa pada alinea pertama tertulis; Muhammad adalah utusan Allah Swt, dan hamba-Ku yang terpilih, tutur katanya tidak kasar, perangainya tidak keras, tidak bersuara lantang di pasar, tidak membalas kejelekan dengan kejelekan akan tetapi membalasnya dengan pemberian maaf dan ampunan, tempat kelahirannya di Makkah dan tempat hijrahnya di Thaibah serta kerajaannya/kekuasaannya di Syam.

Pada alinea kedua tertulis, “Muhammad utusan Allah Swt, umatnya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah, mereka memuji Allah baik pada waktu lapang maupun sempit, mereka memuji Allah di tempat yang rendah, mereka bertakbir di tempat yang tinggi, mereka mengamati pergerakan matahari (untuk mengetahui waktu salat) menunaikan salat saat tiba waktunya, meskipun mereka berada pada tempat yang tersembunyi atau tidak terlihat oleh orang lain, mengikat sarungnya pada tengah betis mereka, membasuh wudu pada seluruh anggota wudu, dan suara mereka di malam hari terdengar di udara bagaikan gemuruh suara lebah (karena kegigihan ibadah dan tangisnya).

Hadis No. 6 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي خَالِدٌ هُوَ ابْنُ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ أَبِي هِلَالٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ سَلَامٍ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِنَّا لَنَجِدُ صِفَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي سَمَّيْتُهُ الْمُتَوَكِّلَ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ وَلَا صَخَّابٍ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ مِثْلَهَا وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَتَجَاوَزُ وَلَنْ أَقْبِضَهُ حَتَّى نُقِيمَ الْمِلَّةَ الْمُتَعَوِّجَةَ بِأَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْتَحُ بِهِ أَعْيُنًا عُمْيًا وَآذَانًا صُمًّا وَقُلُوبًا غُلْفًا
قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ وَأَخْبَرَنِي أَبُو وَاقِدٍ اللَّيْثِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ كَعْبًا يَقُولُ مِثْلَ مَا قَالَ ابْنُ سَلَامٍ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shalih, telah menceritakan kepadaku Al Laits, telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid dari Sa’id bin Abi Hilal dari Hilal bin Usamah dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ibnu Salam, bahwa ia berkata, kami mendapati sifat Rasulullah Saw ‘Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan’, yang menjaga orang-orang ummi, engkau adalah hamba-Ku rasul-Ku, Aku menamakannya al-Mutawakkil, tutur katanya tidak kasar dan perangainya tidak keras, tidak berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejelekan dengan kejelekan, akan tetapi dengan memaafkannya, tidaklah Beliau wafat, melainkan sampai kita diluruskan dari agama yang sudah dilencengkan, kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Swt, yang dapat membuka mata yang buta, telinga-telinga yang pekak dan hati-hati yang tertutup.
‘Atha` bin Yasar berkata, Abu Waqid Al Laitsi memberitahukan kepadaku bahwa ia mendengar Ka’ab juga berkata seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu salam.

Hadis No. 5 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi pada Kitab Mukaddimah bab bab Sifat Nabi dalam beberapa kita sebelum diutus sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ قَالَ قَالَ كَعْبٌ نَجِدُهُ مَكْتُوبًا مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا فَظٌّ وَلَا غَلِيظٌ وَلَا صَخَّابٌ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ وَأُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ يُكَبِّرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ نَجْدٍ وَيَحْمَدُونَهُ فِي كُلِّ مَنْزِلَةٍ وَيَتَأَزَّرُونَ عَلَى أَنْصَافِهِمْ وَيَتَوَضَّئُونَ عَلَى أَطْرَافِهِمْ مُنَادِيهِمْ يُنَادِي فِي جَوِّ السَّمَاءِ صَفُّهُمْ فِي الْقِتَالِ وَصَفُّهُمْ فِي الصَّلَاةِ سَوَاءٌ لَهُمْ بِاللَّيْلِ دَوِيٌّ كَدَوِيِّ النَّحْلِ وَمَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ وَمُهَاجِرُهُ بِطَابَةَ وَمُلْكُهُ بِالشَّامِ

Telah mengabarkan kepada kami Al Hasan bin Ar Rabi’, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Al A’masy dari Abu Shalih, ia berkata, Ka’ab berkata, kami mendapatinya tertulis: Muhammad Rasulullah Saw, beliau tidak kasar tutur katanya, tidak keras wataknya, tidak bersuara keras ketika di pasar, tidak membalas kejelekan dengan kejelekan, tetapi membalasnya dengan memaafkan dan mengampuni, umatnya adalah orang-orang yang selalu bertahmid (memuji Allah) bertakbir (mengagungkan Allah) disetiap tempat yang tinggi /pendakian, atau peperangan, mereka memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala di tiap-tiap rumah, mengikat sarungnya pada tengah betis mereka, azan mereka terdengar di langit, shaf mereka pada waktu perang seperti shaf mereka pada waktu salat, suara mereka (ketika membaca Al-Qur’an dan berzikir) bagaikan gemuruh suara lebah, tempat kelahiran beliau di Makkah dan tempat hijrahnya di thaabah (Madinah) dan kerajaannya berada di Syam.

Hadis No. 4 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi menjelaskan hadis tentang Potret kehidupan manusia sebelum Nabi Muhammad Saw diutus, sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا رَيْحَانُ هُوَ ابْنُ سَعِيدٍ السَّامِيُّ حَدَّثَنَا عَبَّادٌ هُوَ ابْنُ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ قَالَ
كُنَّا فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا أَصَبْنَا حَجَرًا حَسَنًا عَبَدْنَاهُ وَإِنْ لَمْ نُصِبْ حَجَرًا جَمَعْنَا كُثْبَةً مِنْ رَمْلٍ ثُمَّ جِئْنَا بِالنَّاقَةِ الصَّفِيِّ فَتَفَاجُّ عَلَيْهَا فَنَحْلُبُهَا عَلَى الْكُثْبَةِ حَتَّى نَرْوِيَهَا ثُمَّ نَعْبُدُ تِلْكَ الْكُثْبَةَ مَا أَقَمْنَا بِذَلِكَ الْمَكَانِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد الصَّفِيُّ الْكَثِيرَةُ الْأَلْبَانِ

Telah menceritakan kepada kami Mujahid bin Musa, telah menceritakan kepada kami Raihan Ibnu Sa’id As Sami, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Manshur dari Abu Raja`, ia berkata:
Dahulu kami pada masa jahiliah apabila menemukan batu yang bagus, kami menyembahnya dan apabila tidak mendapatkan yang bagus, kami hanya mengumpulkan pasir. Kemudian kami mendatangkan unta shafiy, ketika unta tersebut sudah mengangkanginya kamipun memeras susunya untuk menyirami tumpukan pasir yang kami kumpulkan, kemudian kami menyembah tumpukan pasir tersebut selama kami tinggal di tempat itu. Abu Muhammad berkata, Unta Shafiy adalah unta yang banyak susunya.

Hadis No. 81 Sahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab keutamaan orang-orang beriman dan orang-orang Yaman.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ، (ح) وَحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ ، حَدَّثَنَا أَبِي ، (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ ، حَدَّثَنَا ابْنُ إِدْرِيسَ كُلُّهُمْ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ ، (ح) وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ ، وَاللَّفْظُ لَهُ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ: سَمِعْتُ قَيْسًا يَرْوِي عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَ: « أَشَارَ النَّبِيُّ بِيَدِهِ نَحْوَ الْيَمَنِ، فَقَالَ: أَلَا إِنَّ الْإِيمَانَ هَا هُنَا، وَإِنَّ الْقَسْوَةَ وَغِلَظَ الْقُلُوبِ فِي الْفَدَّادِينَ عِنْدَ أُصُولِ أَذْنَابِ الْإِبِلِ، حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ، فِي رَبِيعَةَ وَمُضَرَ .»

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah. (al-tahwil/dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, telah menceritakan kepada kami bapakku. (al-tahwil/dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris semuanya dari Ismail bin Abu Khalid. (al-tahwil/dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib al-Haritsi dan lafazh tersebut miliknya, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir dari Ismail dia berkata, saya mendengar Qais meriwayatkan dari Abu Mas’ud dia berkata,
“Nabi Saw memberi isyarat dengan tangan ke arah Yaman, seraya bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya iman ada di sini (Yaman), sedangkan kekerasan dan kekakuan hati ada pada penggembala yang bersuara keras di dekat pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk setan pada Bani Rabi’ah dan Bani Mudhar.”

Hadis No. 80 Sahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan bahwa mencegah kemungkaran adalah bagian dari iman dan iman itu bertambah dan berkurang serta amar makruf nahi mungkar adalah dua kewajiban,

حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمِسْوَرِ عَنْ أَبِي افِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ

قَالَ أَبُو رَافِعٍ فَحَدَّثْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَأَنْكَرَهُ عَلَيَّ فَقَدِمَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَنَزَلَ بِقَنَاةَ فَاسْتَتْبَعَنِي إِلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَعُودُهُ فَانْطَلَقْتُ مَعَهُ فَلَمَّا جَلَسْنَا سَأَلْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَحَدَّثَنِيهِ كَمَا حَدَّثْتُهُ ابْنَ عُمَرَ قَالَ صَالِحٌ وَقَدْ تُحُدِّثَ بِنَحْوِ ذَلِكَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ و حَدَّثَنِيهِ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ بْنِ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَارِثُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْخَطْمِيُّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا كَانَ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ كَانَ لَهُ حَوَارِيُّونَ يَهْتَدُونَ بِهَدْيِهِ وَيَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِهِ مِثْلَ حَدِيثِ صَالِحٍ وَلَمْ يَذْكُرْ قُدُومَ ابْنِ مَسْعُودٍ وَاجْتِمَاعِ ابْنِ عُمَرَ مَعَهُ

Telah menceritakan kepada kami Amru al-Naqid dan Abu Bakar bin an-Nadr serta Abd bin Humaid dan lafazh tersebut milik Abd. Mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih bin Kaisan dari al-Harits dari Ja’far bin Abdullah bin al-Hakam dari Abdurrahman bin al-Miswar dari Abu Rafi’ dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw bersabda,

“Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang teguh sunah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan, dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Siapa saja yang berjihad dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, Siapa saja yang berjihad dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, siapa saja yang berjihad dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada keimanan sebiji sawi.”

Abu Rafi’ berkata, “Lalu aku menceritakan kepada Abdullah bin Umar, namun ia mengingkariku. Ketika Ibnu Mas’ud datang dan singgah pada Qanah, Abdullah bin Umar mengikutiku mengajakku untuk mengikuti Ibnu Mas’ud, maka ketika kami duduk, aku bertanya kepada Ibnu Mas’ud tentang hadits ini, maka dia menceritakannya hadits tersebut kepadaku sebagaimana aku menceritakannya kepada Ibnu Umar.” Shalih berkata, “Sungguh telah diceritakan seperti itu dari Abu Rafi.'” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Ishaq bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dia berkata, telah mengabarkan kepadaku al-Harits bin al-Fudlail al-Hathmi dari Ja’far bin Abdullah bin al-Hakam dari Abdurrahman bin Miswar bin Makhramah dari Abu Rafi’ mantan budak Nabi Saw, dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah ada Nabi melainkan dia memiliki pembela yang meminta petunjuk dengan petunjuknya, dan mengambil sunnah dengan sunnahnya, ” seperti hadis Shalih, namun ia tidak menyebutkan kedatangan Ibnu Mas’ud dan berkumpulnya Ibnu Umar bersamanya.”

Hadis No. 3 Sunan al-Darimi

0
Hadis-hadis sunan al-darimi
Hadis bab penjelasan manusia sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah

Hadispedia.id – Imam al-Darimi menjelaskan hadis pertama tentang Potret kehidupan manusia sebelum Nabi Muhammad Saw diutus, sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سُلَيْمَانَ الْمُؤَدِّبِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَوْلَايَ أَنَّ أَهْلَهُ بَعَثُوا مَعَهُ بِقَدَحٍ فِيهِ زُبْدٌ وَلَبَنٌ إِلَى آلِهَتِهِمْ قَالَ فَمَنَعَنِي أَنْ آكُلَ الزُّبْدَ لِمَخَافَتِهَا قَالَ
فَجَاءَ كَلْبٌ فَأَكَلَ الزُّبْدَ وَشَرِبَ اللَّبَنَ ثُمَّ بَالَ عَلَى الصَّنَمِ وَهُوَ إِسَافٌ وَنَائِلَةُ
قَالَ هَارُونُ كَانَ الرَّجُلُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا سَافَرَ حَمَلَ مَعَهُ أَرْبَعَةَ أَحْجَارٍ ثَلَاثَةً لِقِدْرِهِ وَالرَّابِعَ يَعْبُدُهُ وَيُرَبِّي كَلْبَهُ وَيَقْتُلُ وَلَدَهُ

Telah mengabarkan kepada kami Harun bin Mu`awiyah dari Ibrahim bin Sulaiman Al-Muaddib dari Al-A’masy dari Mujahid, bekas majikanku menceritakan kepadaku; Bahwa keluarganya dahulu pernah memintanya untuk membawakan sebuah wadah yang berisi keju dan susu untuk dipersembahkan kepada Tuhan-Tuhan mereka, ia melanjutkan; Keluargaku melarangku untuk memakan keju karena takut kepada Tuhan-Tuhan tersebut.
Lalu datanglah seekor anjing yang memakan keju dan meminum susu itu serta kencing di atas patung-patung tersebut, yaitu patung Isaf dan Nailah.

Harun berkata, Pada masa Jahiliah dahulu apabila ada seseorang yang hendak bepergian, ia akan membawa empat buah batu, tiga diantaranya untuk menopang/menegakkan priuk (kuali/bejana) dan yang keempatnya untuk ia sembah, untuk melatih anjingnya, serta untuk membunuh anaknya.