Beranda blog Halaman 3

Hadis No. 371 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab berbaringnya perempuan haid dengan pakaian haidnya:

أَخْبَرَنَا ‌عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، (ح) وَأَنْبَأَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبِي، (ح) وَأَنْبَأَنَا ‌إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدٌ وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌هِشَامٌ عَنْ ‌يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبُو سَلَمَةَ، أَنَّ ‌زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ أَنَّ ‌أُمَّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهَا، قَالَتْ: بَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعَةٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ حِضْتُ، فَانْسَلَلْتُ فَأَخَذْتُ ثِيَابَ حَيْضَتِي. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَفِسْتِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. فَدَعَانِي، فَاضْطَجَعْتُ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ. وَاللَّفْظُ لِعُبَيْدِ اللهِ بْنِ سَعِيدٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam dan (dari jalur periwayatan yang lain juga disebutkan) telah memberitakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, dia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku, dan (dari jalur periwayatan yang lain juga disebutkan) telah memberitakan kepada kami Ismail bin Mas’ud, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ibnu al-Harits, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abi Katsir, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, bahwasanya Zainab binti Abu Salamah pernah bercerita kepadanya bahwa Ummu Salamah bercerita kepadanya, dia berkata: ketika aku sedang berbaring bersama Rasulullah saw. tiba-tiba aku haid, maka aku pun segera keluar perlahan-lahan kemudian mengambil pakaian (yang biasa dipakai saat) haidku. Lalu Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu sedang haid? Aku pun menjawab: Ya. Lalu beliau memanggilku, lantas aku pun tidur bersama beliau dalam satu selimut. Lafaz (riwayat ini) milik Ubaidullah bin Sa’id.

Hadis No. 370 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab menyebutkan perkara yang wajib atas orang yang menggauli istrinya dalam keadaan haidnya disertai pengetahuannya terhadap larangan Allah Ta‘ala:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌يَحْيَى عَنْ ‌شُعْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌الْحَكَمُ عَنْ ‌عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ ‌مِقْسَمٍ عَنِ ‌ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرَّجُلِ يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ بِنِصْفِ دِينَارٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Ali, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah, dia berkata: telah menceritakan kepadaku al-Hakam dari Abdul Hamid dari Miqsam dari Ibnu Abbas dari Nabi saw., tentang seorang laki-laki yang menggauli istrinya sedangkan ia (istrinya) dalam keadaan haid agar bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar.

Hadis No. 369 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab apa yang boleh dilakukan terhadap wanita haid, serta penafsiran firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran…” (ayat)”:

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ‌ثَابِتٍ عَنْ ‌أَنَسٍ، قَالَ: كَانَتِ الْيَهُودُ إِذَا حَاضَتِ الْمَرْأَةُ مِنْهُمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهُنَّ، وَلَا يُشَارِبُوهُنَّ، وَلَا يُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ. فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى} .. الْآيَةَ. فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُؤَاكِلُوهُنَّ وَيُشَارِبُوهُنَّ وَيُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ، وَأَنْ يَصْنَعُوا بِهِنَّ كُلَّ شَيْءٍ مَا خَلَا الْجِمَاعَ. فَقَالَتِ الْيَهُودُ: مَا يَدَعُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِنَا إِلَّا خَالَفَنَا. فَقَامَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ وَعَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ، فَأَخْبَرَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَا: أَنُجَامِعُهُنَّ فِي الْمَحِيضِ؟ فَتَمَعَّرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمَعُّرًا شَدِيدًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ غَضِبَ. فَقَامَا. فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةَ لَبَنٍ، فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمَا، فَرَدَّهُمَا فَسَقَاهُمَا. فَعُرِفَ أَنَّهُ لَمْ يَغْضَبْ عَلَيْهِمَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Sulaiman bin Harb, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas, dia berkata: Dahulu orang-orang Yahudi apabila istri mereka haid, mereka tidak makan dan minum bersama mereka, bahkan tidak berkumpul bersama mereka di rumah. Lalu mereka (para sahabat) pun bertanya kepada Nabi saw., lantas Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran…” (ayat)). Lalu Rasulullah saw. memerintahkan mereka untuk makan dan minum bersama mereka, dan berkumpul bersama mereka di rumah, serta berbuat apa saja bersama mereka selain jimak. Lalu orang-orang Yahudi berkata: Rasulullah tidak meninggalkan satu pun dari urusan kami kecuali ia menyelisihi kami. Lantas berdirilah Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr, lalu keduanya mengabarkan (hal itu) kepada Rasulullah saw., seraya berkata: Apakah kami boleh menggauli mereka (para istri) saat haid? Namun, wajah Rasulullah saw. berubah dengan perubahan yang mencolok, sampai kami mengira beliau marah. Lalu keduanya (Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr) pun pergi. Kemudian Rasulullah saw. menerima hadiah susu, lalu beliau mengutus seseorang untuk (menyusul) jejak keduanya, lalu mengembalikan mereka (dibawa kepada Nabi), dan menuangkan (susu) untuk keduanya. Maka diketahuilah bahwa beliau tidak marah kepada keduanya.

Hadis No. 368 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab (darah) yang kekuning-kuningan dan (darah) yang keruh:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌إِسْمَاعِيلُ عَنْ ‌أَيُّوبَ عَنْ ‌مُحَمَّدٍ، قَالَ: قَالَتْ ‌أُمُّ عَطِيَّةَ: كُنَّا لَا نَعُدُّ الصُّفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ شَيْئًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Zurarah, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Ismail dari Ayyub dari Muhammad, dia berkata: Ummu Athiyyah berkata: Kita tidak menganggap (darah) yang kekuning-kuningan dan (darah) yang keruh (sebagai darah haid).

Hadis No. 367 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌أَبُو الْأَشْعَثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌هِشَامًا يُحَدِّثُ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي لَا أَطْهُرُ، أَفَأَتْرُكُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا، إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ. قَالَ خَالِدٌ: وَفِيمَا قَرَأْتُ عَلَيْهِ: وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu al-Asy’ats, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid bin al-Harits, dia berkata: aku pernah mendengar Hisyam bercerita dari ayahnya dari Aisyah, bahwasanya (Fatimah) binti Abu Hubaisy berkata: Wahai Rasulullah, aku sedang dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat? Beliau menjawab: Tidak, itu hanya darah dari suatu urat (penyakit). Khalid berkata: Berdasarkan apa yang saya baca (ada tambahan): Bukan haid, apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat, namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.

Hadis No. 366 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ، فَدَعِي الصَّلَاةَ. وَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah berkata kepada Rasulullah saw.: Aku sedang dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat? Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu kadarnya, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.

Hadis No. 365 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ اللهِ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ أَتَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ. وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Suwaid bin Nashr, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy pernah datang kepada Rasulullah saw., lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang mengalami istihadah, maka aku pun tidak suci. Lantas beliau bersabda: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.

Hadis No. 364 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ عَنْ ‌حَمَّادٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتِ: اسْتُحِيضَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ، فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ. وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَتَوَضَّئِي وَصَلِّي، فَإِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ

قِيلَ لَهُ: فَالْغُسْلُ؟ قَالَ: وَذَلِكَ لَا يَشُكُّ فِيهِ أَحَدٌ. قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ: ((وَتَوَضَّئِي)) غَيْرُ حَمَّادٍ. وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib bin Arabi dari Hammad dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah mengalami istihadah, lalu ia pun bertanya kepada Nabi saw., seraya berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mengalami istihadah, maka aku pun sedang tidak suci, lantas apakah aku harus meninggalkan salat? Rasulullah saw. pun menjawab: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu dari mu, lalu berwudu dan salatlah, karena yang demikian itu hanya darah penyakit, bukan haid.

Lalu ditanyakan kepadanya: Bagaimana dengan mandi? Beliau menjawab: Yang demikian adalah perkara yang tidak diragukan lagi (kewajibannya) oleh seorang pun. Abu Abdurrahman berkata: Hadis ini telah diriwayatkan oleh lebih dari satu orang dari Hisyam bin Urwah, namun tidak ada yang menyebutkan di dalamnya redaksi: ((dan berwudulah)) selain Hammad. Allah Ta’ala Maha Paling Mengetahui.

Hadis No. 363 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

وَأَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ مِنْ حِفْظِهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ دَمَ الْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ، فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ، وَلَمْ يَذْكُرْ أَحَدٌ مِنْهُمْ مَا ذَكَرَ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ. وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi melalui hafalannya, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amr dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah, bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy dahulu pernah mengalami istihadah. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Sesungguhnya darah haid adalah darah hitam yang dapat dikenali. Maka apabila itu yang terjadi, tinggalkanlah salat. Namun apabila yang lain (selain itu), maka berwudu dan salatlah.

Abu Abdurrahman berkata: Tidak hanya satu orang yang meriwayatkan hadis ini, Namun tidak seorangpun dari mereka yang menyebutkan sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Adi. Allah Ta’ala Maha Paling Mengetahui.

Hadis No. 362 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ‌مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ ‌فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ، أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ.

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ هَذَا مِنْ كِتَابِهِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Muhammad bin Amr yaitu Ibnu Alqamah bin Waqqash dari Ibnu Syihab dari Urwah bin al-Zubair dari Fathimah binti Abu Hubaisy, bahwasanya dahulu ia pernah mengalami istihadah, Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Apabila darah haid maka ia adalah darah yang hitam yang dikenali, maka tinggalkanlah salat. Namun, apabila selainnya maka berwudulah, karena itu adalah darah penyakit.

Muhammad bin al-Mutsanna berkata: Ibnu Abi Adi telah menceritakan kepada kami hadis ini dari kitabnya.