Beranda blog Halaman 3

Hadis No. 314 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tayamum dalam keadaan safar (bepergian):

أَخْبَرَنِي ‌مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌أَبِي عَنْ ‌صَالِحٍ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنِ ‌ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ‌عَمَّارٍ، قَالَ: عَرَّسَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُولَاتِ الْجَيْشِ، وَمَعَهُ عَائِشَةُ زَوْجَتُهُ، فَانْقَطَعَ عِقْدُهَا مِنْ جَزْعِ ظَفَارِ، فَحُبِسَ النَّاسُ ابْتِغَاءَ عِقْدِهَا ذَلِكَ حَتَّى أَضَاءَ الْفَجْرُ، وَلَيْسَ مَعَ النَّاسِ مَاءٌ، فَتَغَيَّظَ عَلَيْهَا أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ: حَبَسْتِ النَّاسَ، وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ رُخْصَةَ التَّيَمُّمِ بِالصَّعِيدِ، قَالَ: فَقَامَ الْمُسْلِمُونَ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَضَرَبُوا بِأَيْدِيهِمُ الْأَرْضَ، ثُمَّ رَفَعُوا أَيْدِيَهُمْ، وَلَمْ يَنْفُضُوا مِنَ التُّرَابِ شَيْئًا، فَمَسَحُوا بِهَا وُجُوهَهُمْ وَأَيْدِيَهُمْ إِلَى الْمَنَاكِبِ، وَمِنْ بُطُونِ أَيْدِيهِمْ إِلَى الْآبَاطِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Abdullah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Ibnu Abbas dari Ammar, dia berkata: Rasulullah saw. pernah singgah (istirahat) di Ulatul Jaisy (Dzatul Jaisy) dan bersama beliau ada Aisyah, istri beliau. Lalu kalungnya yang terbuat dari batu Zhifar (sebuah kota di pesisir Yaman) terputus (hilang), maka orang-orang pun tertahan (tidak melanjutkan perjalanan) untuk mencari kalung tersebut hingga terbit fajar, sedangkan orang-orang tidak mempunyai air. Abu Bakar pun marah kepadanya (Aisyah) seraya berkata: Engkau telah menahan orang-orang, sedangkan mereka tidak memiliki air. Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan keringanan tayamum dengan debu. (Ammar) berkata: Lalu orang-orang berdiri bersama Rasulullah saw., mereka menepukkan kedua tangan ke tanah, kemudian mengangkat kedua tangan mereka tanpa mengibaskan (menghilangkan) debu sedikitpun, lalu mengusapkannya ke wajah dan tangan sampai siku-siku mereka, dan dari telapak tangan mereka sampai ke ketiak.

Hadis No. 313 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tayamum dalam keadaan bermukim (tidak sedang bepergian):

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ ‌أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ ‌نَاجِيَةَ بْنِ خُفَافٍ عَنْ ‌عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، قَالَ: أَجْنَبْتُ وَأَنَا فِي الْإِبِلِ، فَلَمْ أَجِدْ مَاءً فَتَمَعَّكْتُ فِي التُّرَابِ تَمَعُّكَ الدَّابَّةِ، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ بِذَلِكَ. فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَجْزِيكَ مِنْ ذَلِكَ التَّيَمُّمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ubaid bin Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari Najiyah bin Khufaf dari Ammar bin Yasir, dia berkata: Aku pernah junub sedangkan aku sedang di atas unta, lantas aku tidak mendapatkan air, maka aku pun berguling-guling di tanah seperti bergulingnya hewan. Lalu aku datang kepada Rasulullah saw., mengabarkan hal itu kepada beliau. Lantas beliau bersabda: Cukuplah bagimu bertayamum.

Hadis No. 312 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tayamum dalam keadaan bermukim (tidak sedang bepergian):

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌شُعْبَةُ عَنْ ‌سَلَمَةَ عَنْ ‌ذَرٍّ عَنِ ‌ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ ‌أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ فَقَالَ: إِنِّي أَجْنَبْتُ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ. قَالَ عُمَرُ: لَا تُصَلِّ. فَقَالَ ‌عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ : يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ، أَمَا تَذْكُرُ إِذْ أَنَا وَأَنْتَ فِي سَرِيَّةٍ فَأَجْنَبْنَا، فَلَمْ نَجِدِ الْمَاءَ، فَأَمَّا أَنْتَ فَلَمْ تُصَلِّ، وَأَمَّا أَنَا فَتَمَعَّكْتُ فِي التُّرَابِ، فَصَلَّيْتُ. فَأَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ. فَضَرَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ إِلَى الْأَرْضِ، ثُمَّ نَفَخَ فِيهِمَا، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ. وَسَلَمَةُ شَكَّ لَا يَدْرِي فِيهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ أَوْ إِلَى الْكَفَّيْنِ. فَقَالَ عُمَرُ: نُوَلِّيكَ مَا تَوَلَّيْتَ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah dari Dzar dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dari ayahnya, bahwasanya ada seorang lelaki datang kepada Umar lalu berkata: Aku sedang junub, namun aku tidak mendapati air. Umar berkata: Janganlah engkau salat. Lalu Ammar bin Yasir berkata: Wahai Amirul Mukminin, tidakkah engkau ingat ketika aku dan engkau berada dalam suatu ekspedisi, lalu kita junub namun tidak mendapatkan air?, engkau tidak salat, sedangkan aku berguling-guling di tanah lalu aku salat. Lantas kita mendatangi Nabi saw., kita menceritakan hal itu kepala beliau. Lalu beliau bersabda: Cukuplah bagimu (tayamum). Lalu beliau menepukkan kedua tangannya ke tanah, kemudian meniup keduanya, lalu mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. Salamah ragu, ia tidak tahu apakah sampai kedua siku atau hanya sampai kedua telapak tangan. Umar berkata: Kami serahkan urusan ini kepadamu sebagaimana yang engkau pahami.

Hadis No. 311 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tayamum dalam keadaan bermukim (tidak sedang bepergian):

أَخْبَرَنَا ‌الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌شُعَيْبُ بْنُ اللَّيْثِ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ عَنْ ‌عُمَيْرٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: أَقْبَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللهِ بْنُ يَسَارٍ مَوْلَى مَيْمُونَةَ، حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى ‌أَبِي جُهَيْمِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الصِّمَّةِ الْأَنْصَارِيِّ. فَقَالَ أَبُو جُهَيْمٍ: أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ الْجَمَلِ، وَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَلَمْ يَرُدَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ، فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ وَيَدَيْهِ، ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Rabi bin Sulaiman, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin al-Laits dari ayahnya dari Ja’far bin Rabi’ah dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Umair mantan budak Ibnu Abbas, bahwasanya dia pernah mendengarnya (Ibnu Abbas) berkata: Aku dan Abdullah bin Yasar mantan budak Maimunah pernah datang hingga kami menemui Abu Juhaim bin al-Harits bin al-Shimmah al-Anshari. Lalu Abu Juhaim berkata: Rasulullah saw. pernah datang dari arah sumur al-Jamal, dan ada seorang laki-laki yang berjumpa dengan beliau lalu memberi salam, namun Rasulullah saw. tidak menjawabnya hingga beliau menghadap ke sebuah dinding, lalu mengusap wajah dan kedua tangannya, kemudian beliau membalas salamnya.

Hadis No. 310 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab permulaan tayamum:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْبَيْدَاءِ أَوْ ذَاتِ الْجَيْشِ انْقَطَعَ عِقْدٌ لِي، فَأَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْتِمَاسِهِ، وَأَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ، وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ، وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ، فَأَتَى النَّاسُ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، فَقَالُوا: أَلَا تَرَى مَا صَنَعَتْ عَائِشَةُ؟ أَقَامَتْ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِالنَّاسِ، وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ، وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ. فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعٌ رَأْسَهُ عَلَى فَخِذِي، قَدْ نَامَ. فَقَالَ: حَبَسْتِ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسَ، وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ، وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ؟ قَالَتْ عَائِشَةُ: فَعَاتَبَنِي أَبُو بَكْرٍ، وَقَالَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَقُولَ، وَجَعَلَ يَطْعُنُ بِيَدِهِ فِي خَاصِرَتِي، فَمَا مَنَعَنِي مِنَ التَّحَرُّكِ إِلَّا مَكَانُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى فَخِذِي. فَنَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَصْبَحَ عَلَى غَيْرِ مَاءٍ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ آيَةَ التَّيَمُّمِ. فَقَالَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ: مَا هِيَ بِأَوَّلِ بَرَكَتِكُمْ يَا آلَ أَبِي بَكْرٍ، قَالَتْ: فَبَعَثْنَا الْبَعِيرَ الَّذِي كُنْتُ عَلَيْهِ، فَوَجَدْنَا الْعِقْدَ تَحْتَهُ»

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Abdurrahman bin al-Qasim dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Kami pernah keluar bersama Rasulullah saw. dalam sebagian perjalanannya, hingga tatkala kami sampai di al-Baida atau Dzatul Jaisy kalungku putus (hilang), maka Rasulullah saw. berhenti untuk mencarinya dan para sahabat pun ikut berhenti bersamanya. Namun mereka tidak berada di tempat yang ada air dan mereka juga tidak membawa air. Lalu para sahabat pun datang kepada Abu Bakar ra., seraya berkata: Tidakkah engkau melihat apa yang dilakukan Aisyah? Ia telah membuat Rasulullah saw. dan para sahabat berhenti, mereka tidak berada di tempat yang ada air dan mereka juga tidak membawa air. Maka Abu Bakar ra. pun datang (kepadaku) sedangkan Rasulullah saw. sedang meletakkan kepala beliau di atas pahaku, beliau tertidur. Lalu ia pun berkata: Engkau telah menahan Rasulullah saw. dan para sahabat, sementara mereka tidak berada di tempat yang ada air dan mereka juga tidak membawa air? Aisyah berkata: Maka Abu Bakar mencelaku dan mengatakan apa saja yang Allah kehendaki ia katakan, dan ia pun menekan pinggangku dengan tangannya. Tidak ada yang menghalangiku untuk bergerak kecuali keadaan Rasulullah saw. yang berada di atas pahaku. Rasulullah saw. pun tidur hingga pagi hari tanpa ada air. Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tayamum. Usaid bin Hudhair berkata: Ini bukanlah keberkahan pertama kalian, wahai keluarga Abu Bakar. Aisyah berkata: Lalu kami pun membangunkan unta yang aku tunggangi, ternyata kami temukan kalung itu berada di bawahnya.

Hadis No. 309 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab ludah yang mengenai pakaian:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ عَنْ ‌مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌شُعْبَةُ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌الْقَاسِمَ بْنَ مِهْرَانَ يُحَدِّثُ عَنْ ‌أَبِي رَافِعٍ عَنْ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلَا يَبْزُقْ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَلَا عَنْ يَمِينِهِ، وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ، أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ، وَإِلَّا. فَبَزَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا فِي ثَوْبِهِ، وَدَلَكَهُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar dari Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dia berkata: aku pernah mendengar al-Qasim bin Mihran bercerita dari Abu Rafi dari Abu Hurairah dari Nabi saw., beliau bersabda: Apabila salah seorang dari kalian salat, maka jangan meludah ke arah depan dan jangan pula ke arah samping kanannya, tetapi (meludahlah) ke sebelah kirinya atau di bawah telapak kakinya. Lalu Nabi saw. meludah seperti ini di pakaiannya, lalu menggosoknya.

Hadis No. 308 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab ludah yang mengenai pakaian:

أَخْبَرَنَا ‌عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌إِسْمَاعِيلُ عَنْ ‌حُمَيْدٍ عَنْ ‌أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ طَرَفَ رِدَائِهِ، فَبَصَقَ فِيهِ، فَرَدَّ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ismail dari Humaid dari Anas, bahwasanya Nabi saw. pernah mengambil ujung selendangnya lalu meludah padanya, kemudian melipat sebagian kain itu ke atas sebagian yang lain.

Hadis No. 307 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kotoran binatang yang dagingnya dimakan apabila mengenai pakaian:

أَخْبَرَنَا ‌أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ مَخْلَدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَلِيٌّ وَهُوَ ابْنُ صَالِحٍ عَنْ ‌أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ ‌عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ اللهِ فِي بَيْتِ الْمَالِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عِنْدَ الْبَيْتِ، وَمَلَأٌ مِنْ قُرَيْشٍ جُلُوسٌ، وَقَدْ نَحَرُوا جَزُورًا، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: أَيُّكُمْ يَأْخُذُ هَذَا الْفَرْثَ بِدَمِهِ، ثُمَّ يُمْهِلُهُ حَتَّى يَضَعَ وَجْهَهُ سَاجِدًا فَيَضَعُهُ، يَعْنِي عَلَى ظَهْرِهِ. قَالَ عَبْدُ اللهِ: فَانْبَعَثَ أَشْقَاهَا، فَأَخَذَ الْفَرْثَ فَذَهَبَ بِهِ، ثُمَّ أَمْهَلَهُ. فَلَمَّا خَرَّ سَاجِدًا وَضَعَهُ عَلَى ظَهْرِهِ. فَأُخْبِرَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهِيَ جَارِيَةٌ، فَجَاءَتْ تَسْعَى فَأَخَذَتْهُ مِنْ ظَهْرِهِ. فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ قَالَ: اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ حَتَّى عَدَّ سَبْعَةً مِنْ قُرَيْشٍ. قَالَ عَبْدُ اللهِ: فَوَالَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ لَقَدْ رَأَيْتُهُمْ صَرْعَى يَوْمَ بَدْرٍ فِي قَلِيبٍ وَاحِدٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Utsman bin Hakim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ibnu Makhlad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ali yaitu Ibnu Shalih dari Abu Ishaq dari Amr bin Maimun, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah di Baitul Mal, dia berkata: Dahulu Rasulullah saw. pernah salat di sisi Ka’bah, sedangkan para pembesar Quraisy sedang duduk-duduk, mereka baru saja menyembelih seekor unta. Lalu sebagian dari mereka berkata: Siapa di antara kalian yang mau mengambil kotorannya (unta ini) dengan darahnya, kemudian menunggunya hingga Muhammad sujud, lalu meletakkannya, maksudnya di punggungnya? Abdullah berkata: Maka bangkitlah orang yang paling celaka di antara mereka, ia mengambil kotoran itu lalu membawanya pergi, kemudian menunggunya. Tatkala Rasulullah sujud, dia meletakkannya di atas punggung beliau. Lalu Fatimah binti Rasulullah saw. diberi tahu hal tersebut -saat itu dia masih gadis kecil- maka dia langsung bergegas datang dan mengambil kotoran itu dari punggung beliau. Tatkala selesai dari salatnya, beliau berdoa: Ya Allah, orang-orang Quraisy ini kupasrahkan kepada-Mu. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Ya Allah, Kupasrahkan kepadamu Abu Jahal bin Hisyam, Syaibah bin Rabi’ah, Utbah bin Robiah dan Uqbah bin Abu Mu’aith, sampai beliau menyebut tujuh orang dari Quraisy. Abdullah berkata: Demi yang menurunkan al-Kitab (al-Qur’an) kepadanya, sungguh aku pernah lihat mereka terbunuh pada perang Badar dalam satu sumur.

Hadis No. 306 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab air kencing binatang yang dagingnya dimakan:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ‌أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌زَيْدُ بْنُ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنْ ‌طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ ‌يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ‌أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَدِمَ أَعْرَابٌ مِنْ عُرَيْنَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْلَمُوا فَاجْتَوَوُا الْمَدِينَةَ حَتَّى اصْفَرَّتْ أَلْوَانُهُمْ، وَعَظُمَتْ بُطُونُهُمْ، فَبَعَثَ بِهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى لِقَاحٍ لَهُ، وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا، وَأَبْوَالِهَا حَتَّى صَحُّوا، فَقَتَلُوا رَاعِيَهَا، وَاسْتَاقُوا الْإِبِلَ، فَبَعَثَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَلَبِهِمْ، فَأُتِيَ بِهِمْ، فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ، وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ، قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ عَبْدُ الْمَلِكِ لِأَنَسٍ وَهُوَ يُحَدِّثُهُ هَذَا الْحَدِيثَ: بِكُفْرٍ أَمْ بِذَنْبٍ؟ قَالَ: بِكُفْرٍ. قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: لَا نَعْلَمُ أَحَدًا قَالَ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَنَسٍ فِي هَذَا الْحَدِيثِ غَيْرَ طَلْحَةَ، وَالصَّوَابُ عِنْدِي وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ يَحْيَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ مُرْسَلٌ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Wahb, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Abu Abdurrahim, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Zaid bin Abu Unaisah dari Thalhah bin Musharrif dari Yahya bin Sa’id dari Anas bin Malik, dia berkata: Sekelompok Arab Badui dari suku Urainah datang kepada Nabi saw., lalu mereka masuk Islam dan tidak suka tinggal di Madinah -karena wabah demam yang menjangkitnya- hingga menguninglah warna kulit mereka dan perut mereka membesar. Kemudian Rasulullah saw. mengirimkan seekor unta perahannya kepada mereka, dan menyuruh mereka minum susu dan air kencingnya sampai mereka sehat. (Namun) Kemudian mereka membunuh penggembala unta tersebut dan menggiring unta tersebut. Nabi saw. lalu mengirim orang untuk mencarinya, lalu mereka didatangkan kepada beliau. Kemudian beliau memotong tangan dan kaki mereka serta menusuk mata mereka. Amirul Mukminin Abdul Malik bertanya kepada Anas yang bercerita kisah ini: Apakah karena kesalahan mereka atau karena kekufuran?” Anas menjawab: karena kekufuran. Abu Abdurrahman berkata: kami tidak mengetahui seorangpun mengenai hadis ini yang mengatakan dari Yahya dari Anas kecuali Thalhah. Menurut saya yang benar adalah Wallahu Ta’ala A’lam dari Yahya dari Sa’id bin al-Musayyib dengan bentuk mursal.

Hadis No. 305 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab air kencing binatang yang dagingnya dimakan:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌سَعِيدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌قَتَادَةُ، أَنَّ ‌أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُمْ، أَنَّ أُنَاسًا أَوْ رِجَالًا مِنْ عُكْلٍ قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَتَكَلَّمُوا بِالْإِسْلَامِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّا أَهْلُ ضَرْعٍ، وَلَمْ نَكُنْ أَهْلَ رِيفٍ، وَاسْتَوْخَمُوا الْمَدِينَةَ، فَأَمَرَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَوْدٍ وَرَاعٍ، وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَخْرُجُوا فِيهَا، فَيَشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا، فَلَمَّا صَحُّوا، وَكَانُوا بِنَاحِيَةِ الْحَرَّةِ كَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ، وَقَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتَاقُوا الذَّوْدَ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَبَعَثَ الطَّلَبَ فِي آثَارِهِمْ، فَأُتِيَ بِهِمْ فَسَمَرُوا أَعْيُنَهُمْ، وَقَطَعُوا أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ، ثُمَّ تُرِكُوا فِي الْحَرَّةِ عَلَى حَالِهِمْ حَتَّى مَاتُوا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdul A’la, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zura’i, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sa’id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Qatadah, bahwasanya Anas bin Malik bercerita kepada mereka, bahwa ada sekelompok lelaki dari kabilah Ukl datang kepada Rasulullah saw., mereka menyatakan masuk Islam. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, kami ini adalah orang yang hidup dari hasil ternak, bukan dari hasil pertanian. Dan mereka tidak betah tinggal di Madinah (karena penyakit perut yang mereka derita), maka Rasulullah saw. mengirim mereka beberapa unta dan pengembalanya. Kemudian beliau menyuruh mereka keluar dari Madinah. Mereka minum susu hasil dari perahan unta tersebut dan minum air kencingnya. Tatkala mereka sudah sehat dan berada di perbatasan Madinah, mereka keluar dari Islam (kembali menjadi kafir), dan membunuh penggembala unta Nabi saw., dan menggiring untanya. Llau berita tersebut sampai kepada Rasulullah saw., maka beliau menyuruh untuk mencari jejak mereka, lalu mereka dibawa kepada beliau, mereka dihukum dengan mata mereka ditusuk dengan paku, tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mereka ditinggalkan dalam keadaan seperti itu di Harrat hingga mereka mati.