Beranda blog Halaman 38

Hadis No. 63 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan tentang keutamaan Islam dan apa saja dari perkara-perkaranya yang utama,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ، أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي الْخَيْرِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ؟ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ، وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Laits telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil). Muhammad bin Rumh bin Al-Muhajir telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Laits telah mengabarkan kepada kami, dari Yazid bin Abu Habib, dari Abu Al-Khair, dari Abdullah bin Amr, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., “Islam yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab, “Kamu memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun orang tidak kamu kenal.”

Hadis No. 62 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab sifat-sifat Islam,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، ح وحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، جَمِيعًا عَنْ جَرِيرٍ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيِّ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ غَيْرَكَ – قَالَ:  قُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ، فَاسْتَقِمْ

Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil). Qutaibah bin Sa’id dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, semuanya dari Jarir, ha’ (at-tahwil). Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Usamah telah menceritakan kepada kami, semuanya dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi, ia berkata, aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang tidak aku tanyakan kepada seorang pun setelahmu – dalam riwayat Abu Usamah selainmu – Beliau menjawab, “Katakanlah, ‘aku beriman kepada Allah’, lalu istiqamahlah.”

Hadis No. 61 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan tentang jumlah cabang keimanan,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ إِسْحَاقَ وَهُوَ ابْنُ سُوَيْدٍ، أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ حَدَّثَ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فِي رَهْطٍ، وَفِينَا بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ، فَحَدَّثَنَا عِمْرَانُ، يَوْمَئِذٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ» قَالَ: أَوْ قَالَ: «الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ» فَقَالَ بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ: إِنَّا لَنَجِدُ فِي بَعْضِ الْكُتُبِ – أَوِ الْحِكْمَةِ – أَنَّ مِنْهُ سَكِينَةً وَوَقَارًا لِلَّهِ، وَمِنْهُ ضَعْفٌ، قَالَ: فَغَضِبَ عِمْرَانُ حَتَّى احْمَرَّتَا عَيْنَاهُ، وَقَالَ: أَلَا أَرَى أُحَدِّثُكَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتُعَارِضُ فِيهِ، قَالَ: فَأَعَادَ عِمْرَانُ الْحَدِيثَ، قَالَ: فَأَعَادَ بُشَيْرٌ، فَغَضِبَ عِمْرَانُ، قَالَ: فَمَا زِلْنَا نَقُولُ فِيهِ إِنَّهُ مِنَّا يَا أَبَا نُجَيْدٍ، إِنَّهُ لَا بَأْسَ بِهِ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا النَّضْرُ، حَدَّثَنَا أَبُو نَعَامَةَ الْعَدَوِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ حُجَيْرَ بْنَ الرَّبِيعِ الْعَدَوِيَّ، يَقُولُ عَنْ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ

Yahya bin Habib Al-Haritsi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, dari Ishaq bin Suwaid, bahwa Abu Qatadah menceritakan hadis, ia berkata, “Kami berada di sisi Imran bin Hushain dalam sebuah rombongan, dan di antara kami ada Busyair bin Ka’ab, maka Imran bin Hushain, saat itu, menceritakan kepada kami, ia katakan, ‘Rasulullah saw. bersabda, “Malu itu semuanya baik.” Atau dia berkata, “Malu itu semuanya adalah baik.” Maka Busyair bin Ka’ab berkata, “Sungguh, dalam sebagian kitab atau hikmah kami mendapatkan bahwa dari rasa malu akan muncul ketenangan dan kewibawaan kepada Allah, dan dari malu itu ada kelemahan.” Maka, Imran marah hingga kedua matanya merah seraya berkata, “Kenapa kulihat aku ceritakan kepadamu dari Rasulullah saw. namun kamu justru menentang?” Abu Qatadah berkata, “Maka, Imran mengulangi hadis tersebut.” Abu Qatadah berkata, “Dan Busyair juga mengulanginya lagi, sehingga Imran marah.” Abu Qatadah melanjutkan, “Maka kita tetap mengatakan tentangnya, karena kata-kata tersebut berasal dari kita wahai Abu Nujaid. Itu tidak apa-apa.” Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, An-Nadhr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Na’amah Al-Adawi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, aku pernah mendengar Hujair bin Ar-Rabi’ Al-Adawi berkata, dari Imran bin Hushain, dari Nabi saw. semisal hadis Hammad bin Zaid.

Hadis No. 121 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengeluarkan air dari hidung,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَنْثُرْ

Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian berwudhu, hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya kemudian keluarkanlah.”

Hadis No. 120 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab memisahkan antara berkumur-kumur (madhmadhah) dan memasukkan air ke dalam hidung (istinsyaq),

حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، قَالَ: سَمِعْتُ لَيْثًا، يَذْكُرُ عَنْ طَلْحَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: دَخَلْتُ – يَعْنِي – عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ، وَالْمَاءُ يَسِيلُ مِنْ وَجْهِهِ وَلِحْيَتِهِ عَلَى صَدْرِهِ، فَرَأَيْتُهُ يَفْصِلُ بَيْنَ الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ

Humaid bin Mas’adah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Mu’tamirah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, aku pernah mendengar Laits menyebutkan dari Thalhah, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Aku pernah menemui Nabi saw. ketika beliau sedang berwudhu, sedangkan air mengalir dari wajah dan jenggot beliau ke dada beliau, dan aku melihat beliau memisahkan antara berkumur dengan istinsyaq.”

Hadis No. 119 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu satu kali satu kali,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ سُفْيَانَ، حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِوُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَتَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, ia berkata, Zaid bin Aslam telah menceritakan kepadaku, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibn Abbas, ia berkata, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang wudhu Rasulullah saw.?” Lalu, ia berwudhu satu kali satu kali (basuhan).

Hadis No. 109 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bagaimana cara mengusap sorban?,

أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ وَهْبٍ الثَّقَفِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ قَالَ: خَصْلَتَانِ لَا أَسْأَلُ عَنْهُمَا أَحَدًا بَعْدَ مَا شَهِدْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كُنَّا مَعَهُ فِي سَفَرٍ، فَبَرَزَ لِحَاجَتِهِ، ثُمَّ جَاءَ فَتَوَضَّأَ، وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَجَانِبَيْ عِمَامَتِهِ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ قَالَ: وَصَلَاةُ الْإِمَامِ خَلْفَ الرَّجُلِ مِنْ رَعِيَّتِهِ، فَشَهِدْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ، فَاحْتَبَسَ عَلَيْهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَقَدَّمُوا ابْنَ عَوْفٍ فَصَلَّى بِهِمْ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى خَلْفَ ابْنِ عَوْفٍ مَا بَقِيَ مِنَ الصَّلَاةِ فَلَمَّا سَلَّمَ ابْنُ عَوْفٍ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَضَى مَا سُبِقَ بِهِ

Ya’qub bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Husyaim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yunus bin Ubaid telah mengabarkan kepada kami, dari Ibn Sirin, ia berkata, Amr bin Wahb Ats-Tsaqafi telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Aku pernah mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Ada dua perkara yang tidak pernah aku tanyakan kepada siapapun setelah aku melihatnya dari Rasulullah saw..” Ia juga berkata, “Kami pernah dalam suatu perjalanan. Beliau pergi buang hajat dan beliau berwudhu dan mengusap ubun-ubunnya serta kedua sisi sorbannya, juga mengusap kedua sepatu kulitnya.” Lalu, Al-Mughirah berkata, “Shalat seorang pemimpin di belakang seseorang dari rakyatnya.” Al-Mughirah berkata, “Maka aku menyaksikan langsung dari Rasulullah saw. bahwa beliau dalam perjalanan, lalu datanglah waktu shalat, namun Nabi saw. terlambat datang kepada mereka (untuk shalat berjamaah), lalu mereka menyuruh Ibn Auf maju (menjadi imam). Maka, ia pun shalat bersama para sahabat. lalu datanglah Rasulullah saw. dan ikut shalat dibelakang Ibn Auf. Setelah Ibn Auf salam (selesai), beliau berdiri untuk menyempurnakan sisa rakaat yang ketinggalan.” 

Hadis No. 108 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap sorban beserta ubun-ubun,

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ وَحُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ زُرَيْعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ، عَنْ حَمْزَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: تَخَلَّفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَخَلَّفْتُ مَعَهُ، فَلَمَّا قَضَى حَاجَتَهُ قَالَ: «أَمَعَكَ مَاءٌ؟» فَأَتَيْتُهُ بِمَطْهَرَةٍ فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَغَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ ذَهَبَ يَحْسِرُ عَنْ ذِرَاعَيْهِ، فَضَاقَ كُمُّ الْجُبَّةِ، فَأَلْقَاهُ عَلَى مَنْكِبَيْهِ، فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ، وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى الْعِمَامَةِ وَعَلَى خُفَّيْهِ

Amr bin Ali dan Humaid bin Mas’adah telah mengabarkan kepada kami, dari Yazid bin Zurai’, ia berkata Humaid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Bakr bin Abdullah Al-Muzani telah menceritakan kepada kami, dari Hamzah bin Al-Mughirah bin Syu’bah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah saw. pernah tertinggal (shalat berjamaah), aku juga tertinggal bersama beliau. Setelah selesai dari hajatnya, beliau bersabda, “Apakah kamu membawa air?” Lalu, aku membawakan air untuk bersuci, maka beliau membasuh kedua tangannya dan wajahnya. Kemudian beliau ingin membuka kedua lengan bajunya. Ternyata lengan bajunya sempit. Maka beliau menyingsingkannya di atas kedua pundaknya. Lalu beliau membasuh kedua lengannya dan mengusap ubun-ubun, sorban, serta kedua khuff (sepatu kulit)nya.”

Hadis No. 107 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap sorban beserta ubun-ubun,

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ نَاصِيَتَهُ وَعِمَامَتَهُ وَعَلَى الْخُفَّيْنِ» قَالَ بَكْرٌ: وَقَدْ سَمِعْتُهُ مِنَ ابْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِيهِ

Amr bin Ali telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepadaku, ia berkata, Sulaiman At-Taimi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Bakr bin Abdullah Al-Muzanni telah menceritakan kepada kami, dari Al-Hasan, dari putra Al-Mughirah bin Syu’aib, dari Al-Mughirah, bahwa Rasulullah saw. berwudhu, kemudian beliau mengusap ubun-ubunnya, sorbannya, dan di atas khuffnya. Bakr berkata, “Sungguh aku mendengarnya dari putra Al-Mughirah bin Syu’bah dari ayahnya.”

Hadis No. 86 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menjawab fatwa dengan isyarat tangan atau anggukan kepala,

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ فَاطِمَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ، قَالَتْ: أَتَيْتُ عَائِشَةَ وَهِيَ تُصَلِّي فَقُلْتُ: مَا شَأْنُ النَّاسِ؟ فَأَشَارَتْ إِلَى السَّمَاءِ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ، فَقَالَتْ: سُبْحَانَ اللَّهِ، قُلْتُ: آيَةٌ؟ فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا: أَيْ نَعَمْ، فَقُمْتُ حَتَّى تَجَلَّانِي الغَشْيُ، فَجَعَلْتُ أَصُبُّ عَلَى رَأْسِي المَاءَ، فَحَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: ” مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ أُرِيتُهُ إِلَّا رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي، حَتَّى الجَنَّةُ وَالنَّارُ، فَأُوحِيَ إِلَيَّ: أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي قُبُورِكُمْ – مِثْلَ أَوْ – قَرِيبَ – لاَ أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ – مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، يُقَالُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ؟ فَأَمَّا المُؤْمِنُ أَوِ المُوقِنُ – لاَ أَدْرِي بِأَيِّهِمَا قَالَتْ أَسْمَاءُ – فَيَقُولُ: هُوَ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ، جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالهُدَى، فَأَجَبْنَا وَاتَّبَعْنَا، هُوَ مُحَمَّدٌ ثَلاَثًا، فَيُقَالُ: نَمْ صَالِحًا قَدْ عَلِمْنَا إِنْ كُنْتَ لَمُوقِنًا بِهِ. وَأَمَّا المُنَافِقُ أَوِ المُرْتَابُ – لاَ أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ – فَيَقُولُ: لاَ أَدْرِي، سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُهُ

Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Wuhaib telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam telah menceritakan kepada kami, dari Fatimah, dari Asma’, ia berkata, “Aku pernah menemui Aisyah yang sedang shalat. Setelah itu, aku bertanya kepadanya, “Apa yang sedang dilakukan orang-orang?” Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang shalat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah).” Aku tanyakan lagi, “Satu tanda saja?” Lalu, ia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya tanda mengiyakan. Maka akupun ikut shalat namun timbul perasaan yang membingunganku, hingga aku siram kepalaku dengan air. Dalam khutbahnya, Nabi saw. memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda, “Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti – atau hampir berupa – fitnah – yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma’ di antaranya adalah fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.; Akan ditanyakan kepada seseorang (di dalam kuburnya); “Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?” Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma’ kurang pasti nama yang dimaksud di antara keduanya – akan menjawab, ‘Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad, diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: ‘Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin.’ Adapun orang Munafik atau orang yang ragu, – Asma’ kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya -, akan menjawab, “Aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia membicarakan sesuatu maka aku pun mengatakannya.”