Beranda blog Halaman 39

Hadis No. 85 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menjawab fatwa dengan isyarat tangan atau anggukan kepala,

حَدَّثَنَا المَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ سَالِمٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يُقْبَضُ العِلْمُ، وَيَظْهَرُ الجَهْلُ وَالفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الهَرْجُ»، قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الهَرْجُ؟ فَقَالَ: «هَكَذَا بِيَدِهِ فَحَرَّفَهَا، كَأَنَّهُ يُرِيدُ القَتْلَ

Al-Makki bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Handhalah bin Abu Sufyan telah mengabarkan kepada kami, dari Salim, ia berkata, aku mendengar Abu Hurairah, dari Nabi saw. bersabda, “Ilmu akan diangkat dan akan tersebar kebodohan dan fitnah merajalela serta banyak timbul kekacauan.” Ditanyakan kepada beliau saw., “Wahai Rasulullah saw., apa yang dimaksud dengan kekacauan?” Maka, beliau menjawab, “Begini”. Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lalu memiringkannya. Seakan yang dimaksudnya adalah pembunuhan.

Hadis No. 84 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menjawab fatwa dengan isyarat tangan atau anggukan kepala,

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ فِي حَجَّتِهِ فَقَالَ: ذَبَحْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ؟ فَأَوْمَأَ بِيَدِهِ، قَالَ: «وَلاَ حَرَجَ» قَالَ: حَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ؟ فَأَوْمَأَ بِيَدِهِ: وَلاَ حَرَجَ

Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayyub telah menceritakan kepada kami, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. pernah diberi pertanyaan tentang haji yang dilakukannya. Orang itu bertanya, “Aku menyembelih hewan sebelum aku melempar jumrah.” Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Beliau bersabda, “Tidak apa-apa”. Dan orang itu berkata, “Aku mencukur sebelum menyembelih.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang maksudnya, “Tidak apa-apa”.

Hadis No. 83 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab berfatwa dalam keadaan sedang naik kendaraan atau kondisi lainnya,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ فِي حَجَّةِ الوَدَاعِ بِمِنًى لِلنَّاسِ يَسْأَلُونَهُ، فَجَاءهُ رَجُلٌ فَقَالَ: لَمْ أَشْعُرْ فَحَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ؟ فَقَالَ: «اذْبَحْ وَلاَ حَرَجَ» فَجَاءَ آخَرُ فَقَالَ: لَمْ أَشْعُرْ فَنَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ؟ قَالَ: «ارْمِ وَلاَ حَرَجَ» فَمَا سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلاَ أُخِّرَ إِلَّا قَالَ: افْعَلْ وَلاَ حَرَجَ

Isma’il telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Isa bin Thalhah bin Ubaidullah, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, bahwa Rasulullah saw. berdiri pada saat haji wada’ di Mina, orang-orang bertanya kepada beliau. Lalu datanglah seseorang dan berkata, “Aku tidak menyadari, ternyata saat aku mencukur rambut, aku belum menyembelih.” Beliau bersabda, “Sembelihlah, tidak apa-apa.” Kemudian datang orang lain dan berkata, “Aku tidak menyadari, ternyata aku sudah berkurban, padahal belum melempar (jumrah).” Beliau bersabda, “Lemparlah dan tidak apa-apa.” Maka, tidaklah Nabi saw. ditanya tentang sesuatu perkara sebelum dan sesudahnya kecuali beliau menjawab, “Lakukanlah dan tidak apa-apa.”

Hadis No. 41 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab barang siapa menceritakan hadis Rasulullah saw. sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syabib, dari Al-Mughirah bin Syu’bah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menceritakan hadis dariku, sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta, maka ia adalah salah satu dari para pendusta.”

Hadis No. 40 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab barang siapa menceritakan hadis Rasulullah saw. sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta,

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى
عَنْ عَلِيٍّ، عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، قَالَ: مَنْ رَوَى عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنَ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ أَنْبَأَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى الْأَشْيَبُ، عَنْ شُعْبَةَ، مِثْلَ حَدِيثِ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ

Usman bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Fudhail telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Ali, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa yang meriwayatkan hadis dariku, sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta, maka ia adalah salah satu dari para pendusta.”

Muhammad bin Abdillah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Hasan bin Musa Al-Asyyab telah mengabarkan kepada kami, dari Syu’bah, seperti hadis riwayat Samurah bin Jundub.

Hadis No. 39 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab barang siapa menceritakan hadis Rasulullah saw., sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ، عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، قَالَ: مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil). Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa yang menceritakan hadis dariku, sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta, maka ia adalah salah satu dari para pendusta.”

Hadis No. 38 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab barang siapa menceritakan hadis Rasulullah saw. sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ، عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه، عَنْ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، قَالَ: مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ali bin Hasyim telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Laila, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari Ali r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa yang menceritakan hadis dariku, sementara ia tahu bahwa hadis itu dusta, maka ia adalah salah satu dari para pendusta.”

Hadis No. 37 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
hadis larangan berbuat bid'ah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ عَطِيَّةَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -:مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Suwaid bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ali bin Mushar telah menceritakan kepada kami, dari Mutharrif, dari Athiyyah, dari Abu Sa’id, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 36 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ أَبِي صَخْرَةَ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ: مَا لِيَ لَا أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَمَا أَسْمَعُ ابْنَ مَسْعُودٍ وَفُلَانًا وَفُلَانًا؟ قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلَكِنِّي سَمِعْتُ مِنْهُ كَلِمَةً، يَقُولُ: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Ghundar Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Jami’ bin Syaddad Abu Shakhr, dari Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, ia berkata, aku berkata kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, “Mengapa aku tidak mendengarmu menceritakan hadis dari Rasulullah saw. sebagaimana aku pernah mendengarnya dari Ibnu Mas’ud, Fulan, dan Fulan?” Ia menjawab, “Sesungguhnya aku tidak pernah berpisah dengan Rasulullah saw. semenjak aku masuk Islam, tetapi aku mendengar satu kalimat yang beliau ucapkan, ‘Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.’

Hadis No. 106 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap sorban,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ وَكِيعٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ بِلَالٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى الْخِمَارِ وَالْخُفَّيْنِ

Hannad bn As-Sari telah mengabarkan kepada kami, dari Waki’, dari Syu’bah, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Bilal, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah saw. mengusap sorban dan kedua khuff.”