Beranda blog Halaman 41

Hadis No. 83 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena menyentuh kemaluan,

وَرَوَى أَبُو أُسَامَةَ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الحَدِيثَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ، حَدَّثَنَا بِذَلِكَ إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ بِهَذَا

Abu Usamah dan tidak hanya satu rawi juga meriwayatkan hadis ini, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah, dari Nabi saw. Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami dengan hadis ini, ia berkata, Abu Usamah telah menceritakan kepada kami seperti ini.

Hadis No. 118 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dua kali-dua kali,

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا زَيْدٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ: قَالَ لَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ: أَتُحِبُّونَ أَنْ أُرِيَكُمْ كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ «فَدَعَا بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ فَاغْتَرَفَ غَرْفَةً بِيَدِهِ الْيُمْنَى فَتَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، ثُمَّ أَخَذَ أُخْرَى فَجَمَعَ بِهَا يَدَيْهِ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ أَخَذَ أُخْرَى فَغَسَلَ بِهَا يَدَهُ الْيُمْنَى، ثُمَّ أَخَذَ أُخْرَى فَغَسَلَ بِهَا يَدَهُ الْيُسْرَى، ثُمَّ قَبَضَ قَبْضَةً مِنَ الْمَاءِ، ثُمَّ نَفَضَ يَدَهُ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا رَأْسَهُ وَأُذُنَيْهِ، ثُمَّ قَبَضَ قَبْضَةً أُخْرَى مِنَ الْمَاءِ فَرَشَّ عَلَى رِجْلِهِ الْيُمْنَى، وَفِيهَا النَّعْلُ، ثُمَّ مَسَحَهَا بِيَدَيْهِ يَدٍ فَوْقَ الْقَدَمِ وَيَدٍ تَحْتَ النَّعْلِ، ثُمَّ صَنَعَ بِالْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ

Usman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid telah menceritakan kepada kami, dari Atha’ bin Yasar, ia berkata, Ibnu Abbas telah berkata kepada kami, Maukah aku perlihatkan kepada kalian bagaimana Rasulullah saw. berwudhu? Dia meminta untuk didatangkan bejana berisi air, lalu ia menciduknya sekali dengan tangan kanannya, lantas berkumur dan berinstinsyaq, kemudian ia menggabungkan kedua tangannya dengan sekali ciduk itu, lalu ia membasuh wajahnya. Setelah itu, ia mengambil lagi sekali cidukan, lalu membasuh tangan kanannya dengannya, kemudian ia mengambilnya lagi, lalu membasuh tangan kirinya. Setelah itu, ia mengambil segenggam air, lalu mengibaskan tangannya, kemudian mengusapkannya pada kepala dan kedua telinganya. Setelah itu mengambil satu genggaman lagi, lalu dipercikkannya ke atas kaki kanannya yang dalam keadaan bersandal, kemudian mengusapnya dengan kedua tangannya, satu tangan di atas kakinya dan tangan lainnya di bawah sandal. Kemudian ia melakukannya pula seperti itu pada kakinya yang kirinya.

Hadis No. 117 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dua kali-dua kali,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا زَيْدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَوْبَانَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْفَضْلِ الْهَاشِمِيُّ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

Muhammad bin Al-Ala’ telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Al-Hubab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Tsauban telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Al-Fadhl Al-Hasyimi telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi saw. pernah berwudhu dua kali dua kali (basuhan/usapan).

Penjelasan:

Syekh Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud mengutip pendapat Imam An-Nawawi. Beliau mengatakan bahwa umat Muslim telah sepakat basuhan anggota wudhu yang wajib itu sekali sekali. Namun, sunnahnya adalah tiga kali basuhan. Hadis-hadis yang sampai pun ada yang menggunakan redaksi basuhan sekali sekali, dua kali dua kali, dan tiga kali tiga kali. Atau sebagian anggota wudhu tiga kali, sementara yang lainnya dua kali. Perbedaan redaksi hadis tersebut merupakan dalil bolehnya melakukan semuanya (boleh satu kali, dua kali, atau tiga kali). Hanya saja sempurnanya adalah tiga kali, sedangkan satu kali itu sudah mencukupi (basuhan wudhu).

Hadis No. 116 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu tiga kali-tiga kali,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الطُّهُورُ فَدَعَا بِمَاءٍ فِي إِنَاءٍ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَدْخَلَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّاحَتَيْنِ فِي أُذُنَيْهِ، وَمَسَحَ بِإِبْهَامَيْهِ عَلَى ظَاهِرِ أُذُنَيْهِ، وَبِالسَّبَّاحَتَيْنِ بَاطِنَ أُذُنَيْهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا»، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا الْوُضُوءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا أَوْ نَقَصَ فَقَدْ أَسَاءَ وَظَلَمَ – أَوْ ظَلَمَ وَأَسَاءَ

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Awanah telah menceritakan kepada kami, dari Musa bin Abu Aisyah, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw. seraya berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bersuci? Maka beliau memerintahkan untuk didatangkan air di dalam bejana, lalu beliau membasuh telapak tangannya tiga kali, kemudian beliau membasuh wajahnya tiga kali, lalu beliau membasuh kedua lengannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya lalu memasukkan kedua jari telunjuknya pada kedua telinganya, dan mengusap bagian luarnya dengan kedua ibu jarinya dan bagian dalam kedua telinga dengan kedua jari telunjuknya, kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali-tiga kali.” Kemudian beliau bersabda, “Beginilah cara berwudhu, barang siapa yang menambah atau mengurangi dari keterangan ini, maka ia telah berbuat kejelekan dan kezaliman atau kezaliman dan kejelekan.”

Hadis No. 115 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab sifat wudhu Nabi saw.,

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، وَقُتَيْبَةُ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، وَذَكَرَ وُضُوءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ الْمَأْقَيْنِ»، قَالَ: وَقَالَ: «الْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ»، قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ: يَقُولُهَا: أَبُو أُمَامَةَ، قَالَ قُتَيْبَةُ: قَالَ حَمَّادٌ: لَا أَدْرِي هُوَ مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ مِنْ أَبِي أُمَامَةَ – يَعْنِي قِصَّةَ الْأُذُنَيْنِ – قَالَ قُتَيْبَةُ: عَنْ سِنَانٍ أَبِي رَبِيعَةَ، قَالَ أَبُو دَاوُدَ: وَهُوَ ابْنُ رَبِيعَةَ كُنْيَتُهُ أَبُو رَبِيعَةَ

Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad telah menceritakan kepada kami, ha (at-tahwil). Musaddad dan Qutaibah telah menceritakan kepada kami dari Hammad bin Zaid, dari Sinan bin Rabi’ah, dari Syahr bin Hausyab, dari Abu Umamah, ia menyebutkan wudhu Rasulullah saw. seraya berkata, “Rasulullah saw. mengusap bagian bawah mata, ia berkata, beliau bersabda, “Kedua telinga adalah bagian dari kepala.” Sulaiman bin Harb berkata bahwa kata-kata ini diucapkan oleh Abu Umamah. Qutaibah berkata, Hammad berkata, “Aku tidak tahu apakah ucapan ini dari Rasulullah saw. atau dari Abu Umamah – yakni kisah tentang dua telinga-.” Qutaibah berkata, dari Sinan bin Abu Rabi’ah. Abu Daud berkata, “Ia adalah Ibnu Rabi’ah, nama kunyahnya adalah Abu Rabi’ah.”

Hadis No. 114 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab sifat wudhu Nabi saw.,

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا عَبَّادُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ – فَذَكَرَ الْحَدِيثَ – كُلَّهُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا، قَالَ: وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ مَسْحَةً وَاحِدَةً

Al-Hasan bin Ali telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abbad bin Manshur telah mengabarkan kepada kami, dari Ikrimah bin Khalid, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu- lalu ia menyebutkan hadis seluruhnya – tiga kali tiga kali. Dia menyebutkan, dan Rasulullah saw. mengusap kepala dan kedua telinganya dengan satu kali.

Hadis No. 113 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab sifat wudhu Nabi saw.,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، وَمُسَدَّدٌ، قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ رَأْسَهُ مَرَّةً وَاحِدَةً حَتَّى بَلَغَ الْقَذَالَ – وَهُوَ أَوَّلُ الْقَفَا، وَقَالَ مُسَدَّدٌ – مَسَحَ رَأْسَهُ مِنْ مُقَدَّمِهِ إِلَى مُؤَخَّرِهِ حَتَّى أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنْ تَحْتِ أُذُنَيْهِ، قَالَ مُسَدَّدٌ: فَحَدَّثْتُ بِهِ يَحْيَى فَأَنْكَرَهُ، قَالَ أَبُو دَاوُدَ: وسَمِعْت أَحْمَدَ، يَقُولُ: إِنَّ ابْنَ عُيَيْنَةَ زَعَمُوا أَنَّهُ كَانَ يُنْكِرُهُ، وَيَقُولُ إِيشْ هَذَا طَلْحَةُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ

Muhammad bin Isa dan Musaddad telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abdul Warits telah menceritakan kepada kami, dari Laits, dari Thalhah bin Musharrif, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, Aku pernah melihat Rasulullah saw. mengusap kepalanya satu kali hingga sampai pada tengkuk. Musadda menyebutkan (pada riwayatnya), Rasulullah saw. mengusap kepalanya dari bagian depan sampai belakangnya hingga mengeluarkan kedua tangannya dari bawah kedua telinganya. Musaddad berkata, “Lalu, aku menceritakan hadis ini kepada Yahya, maka ia mengingkarinya.” Abu Daud berkata, “Aku mendengar Ahmad mengatakan bahwa Ibnu Uyainah diklaim oleh beberapa orang bahwa ia mengingkarinya dan mengatakan, Apa?, ini Thalhah dari ayahnya dari kakeknya?”

Hadis No. 82 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena menyentuh kemaluan,

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ القَطَّانُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلاَ يُصَلِّ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ، وَأَبِي أَيُّوبَ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، وأَرْوَى ابْنَةِ أُنَيْسٍ، وَعَائِشَةَ، وَجَابِرٍ، وَزَيْدِ بْنِ خَالِدٍ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
قَالَ: هَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ مِثْلَ هَذَا، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ بُسْرَةَ

Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id Al-Qaththan telah menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, ia berkata, ayahku telah mengabarkan kepadaku, dari Busrah binti Shafwan, bahwa Nabi saw. bersabda, “Siapa yang menyentuh kemaluannya, maka janganlah shalat hingga ia berwudhu.”

Ia berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Ummu Habibah, Abu Ayyub, Abu Hurairah, Arwa binti Unais, Aisyah, Jabir, Zaid bin Khalid, dan Abdullah bin Amr.”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

Ia berkata, “Demikianlah, tidak hanya satu yang meriwayatkan hadis semisal ini, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah.”

Hadis No. 81 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena daging unta,

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ؟ فَقَالَ: تَوَضَّئُوا مِنْهَا، وَسُئِلَ عَنِ الوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الغَنَمِ؟ فَقَالَ: لاَ تَتَوَضَّئُوا مِنْهَا
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، وَأُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَقَدْ رَوَى الحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ هَذَا الحَدِيثَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ، وَالصَّحِيحُ حَدِيثُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ

وَرَوَى عُبَيْدَةُ الضَّبِّيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الرَّازِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ ذِي الغُرَّةِ
وَرَوَى حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ هَذَا الحَدِيثَ، عَنِ الحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ، فَأَخْطَأَ فِيهِ، وَقَالَ فِيهِ: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ
وَالصَّحِيحُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الرَّازِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ البَرَاءِ
قَالَ إِسْحَاقُ: أَصَحُّ مَا فِي هَذَا البَابِ حَدِيثَانِ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثُ البَرَاءِ، وَحَدِيثُ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ. وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ، وَقَدْ رُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ التَّابِعِيْنَ وَغَيْرِهِمْ، أَنَّهُمْ لَمْ يَرَوُا الْوُضُوْءَ مِنْ لُحُوْمِ الْإِبِلِ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوْفَةِ

Hannad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abdullah bin Abdullah, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Al-Bara’ bin Azib, ia berkata, Rasulullah pernah ditanya tentang wudhu karena (makan) daging unta, lalu beliau bersabda, “Berwudhulah karenanya.” Beliau juga ditanya tentang wudhu karena (makan) daging kambing, beliau menjawab, “Jangan kalian berwudhu karenanya.”

Ia berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir bin Samurah dan Usaid bin Hudhair.”

Abu Isa berkata, “Al-Hajjaj bin Arthah telah meriwayatkan hadis ini dari Abdullah bin Abdullah, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Usaid bin Hudlair. Tetapi yang benar adalah hadis Abdurrahman bin Abu Laila dari Al-Bara’ bin ‘Azib. Ini adalah pendapat Ahmad dan Ishaq.

Ubaidah Adl-Dlabbi telah meriwayatkan dari Abdullah bin Abdullah Ar-Razi, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Dzul Ghurrah Al-Juhani.

Sedangkan Hammad bin Salamah meriwayatkan hadis ini dari Al-Hajjaj bin Arthah, namun ia melakukan kesalahan dalam periwayatannya. Ia mengatakan, “Dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Laila, dari ayahnya, dari Usaid bin Hudlair.” Dan yang shahih adalah, dari Abdullah bin Abdullah Ar-Razi, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Al-Bara’ bin ‘Azib.

Ishaq berkata, “Dalam bab ini ada dua hadis dari Rasulullah saw. yang shahih, yaitu hadis Al-Barra’ dan hadis Jabir bin Samurah.”

Ini pendapat Ahmad dan Ishaq. Dan telah diriwayatkan dari sebagian ahli ilmu dari kalangan tabi’in dan selainnya, mereka berpendapat bahwa tidak harus wudhu karena makan daging unta. Ini adalah pendapat Sufyan Ats-Tsauri dan penduduk Kufah.

Hadis No. 80 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab tidak wudhu karena makanan yang dipanggang api,

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، سَمِعَ جَابِرًا، قَالَ سُفْيَانُ: وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ، فَدَخَلَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنَ الأَنْصَارِ، فَذَبَحَتْ لَهُ شَاةً، فَأَكَلَ، وَأَتَتْهُ بِقِنَاعٍ مِنْ رُطَبٍ فَأَكَلَ مِنْهُ، ثُمَّ تَوَضَّأَ لِلظُّهْرِ وَصَلَّى، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَأَتَتْهُ بِعُلاَلَةٍ مِنْ عُلاَلَةِ الشَّاةِ، فَأَكَلَ، ثُمَّ صَلَّى العَصْرَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَأَبِي هُرَيرَةَ، وَابْنِ مَسْعُودٍ، وَأَبِي رَافِعٍ، وَأُمِّ الحَكَمِ، وَعَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ، وَأُمِّ عَامِرٍ، وَسُوَيْدِ بْنِ النُّعْمَانِ، وَأُمِّ سَلَمَةَ

قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَلاَ يَصِحُّ حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ فِي هَذَا مِنْ قِبَلِ إِسْنَادِهِ، إِنَّمَا رَوَاهُ حُسَامُ بْنُ مِصَكٍّ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالصَّحِيحُ إِنَّمَا هُوَ: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، هَكَذَا رَوَى الحُفَّاظُ

وَرُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَرَوَاهُ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ، وَعِكْرِمَةُ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ، وَعَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَمْ يَذْكُرُوا فِيهِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَهَذَا أَصَحُّ

قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالتَّابِعِينَ، وَمَنْ بَعْدَهُمْ، مِثْلِ سُفْيَانَ، وَابْنِ الْمُبَارَكِ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ: رَأَوْا تَرْكَ الوُضُوءِ مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ
وَهَذَا آخِرُ الأَمْرَيْنِ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَأَنَّ هَذَا الحَدِيثَ نَاسِخٌ لِلْحَدِيثِ الأَوَّلِ حَدِيثِ الوُضُوءِ مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ

Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan bin Uyainah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Muhammad bin Aqil telah menceritakan kepada kami, ia pernah mendengar dari Jabir. Sufyan berkata, dan Muhammad bin Al-Munkadir telah menceritakan kepada kami, dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah saw. keluar bersamaku. Beliau mengunjungi seorang wanita Anshar, lalu wanita itu menyembelih seekor kambing untuknya. Beliau pun memakannya. Kemudian wanita itu juga membawakan sebuah keranjang berisi kurma segar. Beliau juga memakannya. Setelah itu, beliau berwudhu karena Dhuhur, beliau shalat dan pergi. Wanita itu kemudian membawakan sisa kambing tersebut, beliau pun memakannya, setelah itu melaksanakan shalat Asar tanpa berwudhu terlebih dahulu.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abu Bakr, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, Abu Rafi’, Ummu Al-Hakam, Amru bin Umayyah, Ummu ‘Amir, Suwaid bin Ab-Nu’man, dan Ummu Salamah.”

Abu Isa berkata, “Hadis Abu Bakr dalam bab ini tidak sah dari sisi sanadnya. Husam bin Mishak meriwayatkannya dari Ibnu Sirrin, dari Ibnu Abbas, dari Abu Bakr As-Shiddiq, dari Nabi saw. Tetapi hadis yang shahih adalah dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw. Demikianlah para hafidz (ahli hadis) meriwayatkannya.

Diriwayatkan juga dari jalur lain, dari Ibnu Sirrin, dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw. Hadis itu juga diriwayatkan oleh Atho’ bin Yasar, Ikrimah, Muhammad bin Amr bin Atho’, Ali bin Abdullah bin Abbas, dan masih banyak lagi, dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw. tanpa menyebutkan di dalam sanadnya dari Abu Bakr Ash-Shiddiq. Inilah yang paling shahih.”

Abu Isa berkata, “Kebanyakan ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi saw., tabi’in, dan orang-orang setelah mereka mengamalkan hadis ini. Mereka berpendapat bahwa tidak harus berwudhu karena makan sesuatu yang dipanggang api. Ini adalah akhir dua hal dari Rasulullah saw., seakan-akan ini menghapus hadis pertama, yaitu hadis yang berwudhu karena sesuatu yang dipanggang api.”