Beranda blog Halaman 59

Hadis No. 48 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab pernyataan malaikat Jibril kepada Nabi saw. tentang iman, Islam, Ihsan, dan pengetahuan tentang hari Kiamat,

 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيْمِيُّ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ، فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: مَا الإِيمَانُ؟ قَالَ: «الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَبِلِقَائِهِ، وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ». قَالَ: مَا الإِسْلاَمُ؟ قَالَ: ” الإِسْلاَمُ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ، وَلاَ تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ المَفْرُوضَةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ “. قَالَ: مَا الإِحْسَانُ؟ قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ»، قَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: ” مَا المَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ، وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا: إِذَا وَلَدَتِ الأَمَةُ رَبَّهَا، وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الإِبِلِ البُهْمُ فِي البُنْيَانِ، فِي خَمْسٍ لاَ يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ” ثُمَّ تَلاَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ} [لقمان: 34] الآيَةَ، ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ: «رُدُّوهُ» فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا، فَقَالَ: «هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ» قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: جَعَلَ ذَلِكَ كُلَّهُ مِنَ الإِيمَانِ

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ismail bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Hayyan At-Taimi telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, bahwa Nabi saw. pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu malaikat Jibril a.s. datang yang kemudian bertanya, “Apakah iman itu?” Nabi saw. menjawab, “Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, utusan-utusan-Nya, dan kamu beriman kepada hari kebangkitan.” Ia (Jibril a.s.) berkata, “Apakah Islam itu?” Beliau menjawab, “Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendidikan shalat, menunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadhan.” Ia (Jibril a.s.) berkata, “Apakah ihsan itu?” Beliau menjawab, “Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu.” Ia (Jibril a.s.) berkata lagi, “Kapan terjadinya hari Kiamat?” Beliau menjawab, “Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan kabarkan tanda-tandanya, yaitu jika seorang budak melahirkan tuannya dan jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung. Ada lima hal yang tidak diketahui kecuali oleh Allah.” Kemudian Nabi saw. membaca ayat, “Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari Kiamat (Q.S. Luqman: 34). Setelah itu, Jibril a.s. pergi. Lalu, Nabi saw. bersabda, “Dia adalah malaikat Jibril yang datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka.” Abu Abdillah berkata, “Semua hal yang diterangkan beliau dijadikan sebagai iman.”

Hadis No. 61 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab Rasulullah saw. mendirikan beberapa shalat dengan sekali wudhu,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلاَةٍ فَلَمَّا كَانَ عَامُ الفَتْحِ صَلَّى الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّكَ فَعَلْتَ شَيْئًا لَمْ تَكُنْ فَعَلْتَهُ قَالَ: عَمْدًا فَعَلْتُهُ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
وَرَوَى هَذَا الحَدِيثَ عَلِيُّ بْنُ قَادِمٍ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَزَادَ فِيهِ: تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

قَالَ: وَرَوَى سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ هَذَا الحَدِيثَ أَيْضًا عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلاَةٍ

وَرَوَاهُ وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُحَارِبٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ
قَالَ: وَرَوَاهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَغَيْرُهُ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلاً وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ وَكِيعٍ
وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ العِلْمِ أَنَّهُ يُصَلِّي الصَّلَوَاتِ بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ وَكَانَ بَعْضُهُمْ يَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلاَةٍ اسْتِحْبَابًا وَإِرَادَةَ الفَضْلِ
وَيُرْوَى عَنِ الْإِفْرِيقِيِّ عَنْ أَبِي غُطَيْفٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَهَذَا إِسْنَادٌ ضَعِيفٌ. وَفِي البَابِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ وَالعَصْرَ بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ

Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Nabi saw. selalu berwudhu untuk setiap shalatnya. Ketika pada tahun penaklukan (fathu Makkah), beliau mengerjakan semua shalat dengan satu wudhu dan mengusap khufnya.” Umar berkata, “Sungguh, engkau melakukan sesuatu yang tidak biasa engkau lakukan.” Beliau menjawab, “Aku sengaja melakukannya.”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

Ali bin Qadim meriwayatkan hadis ini dari Sufyan Ats-Tsauri, lalu ia menambahkan, “Rasulullah saw. berwudhu dengan satu kali-satu kali (basuhan).”

Abu Isa berkata, “Dan Sufyan At-Tsauri juga meriwayatkan hadis ini dari Muharib bin Ditsar, dari Sulaiman bin Buraidah bahwasannya Nabi saw. selalu berwudhu ketika akan shalat. Dan Waki’ meriwayatkannya dari Sufyan, dari Muharib, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya.”

Abu Isa berkata, “Abdurrahman bin Mahdi dan selainnya meriwayatkannya dari Sufyan, dari Muharib bin Ditsar, dari Sulaiman bin Buraidah, dari Nabi saw. secara mursal, dan ini lebih shahih dari hadis Waki’.”

Pada ahli ilmu mengamalkan hadis ini, yaitu bahwa Rasulullah saw. melakukan beberapa shalat dengan satu kali wudhu selama belum batal. Namun, di antara mereka (para ahli ilmu) ada yang berwudhu setiap kali akan mengerjakan shalat karena ada anjuran dan demi mendapatkan keutamaan.”

Diriwayatkan pula dari Al Ifriqi, dari Abu Ghuthaif, dari Ibnu Umar, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa yang berwudhu dalam keadaan masih suci, Allah akan menuliskan baginya sepuluh kebaikan.” Namun, hadis ini sanadnya dhaif.

Dalam bab ini ada riwayat dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi saw. shalat Dhuhur dan Asar dengan satu wudhu.

Hadis No. 60 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab berwudhu setiap akan shalat,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ هُوَ: ابْنُ مَهْدِيٍّ قَالاَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ سَعِيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ عَامِرٍ الأنْصَارِيِّ، قَال: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ، قُلْتُ: فَأَنْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَصْنَعُونَ؟ قَالَ: كُنَّا نُصَلِّي الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا بِوُضُوءٍ وَاحِدٍ مَا لَمْ نُحْدِثْ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، وَحَدِيْثُ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ حَدِيْثٌ جَيِّدٌ غَرِيْبٌ حَسَنٌ

Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id dan Abdurrahman, yakni ibnu Mahdi, mereka berkata, Sufyan bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, dari Amr bin Amir Al-Anshari, ia berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, “Nabi saw. selalu berwudhu setiap kali akan shalat.” Aku bertanya, “Lalu, kalian sendiri apa yang kalian perbuat?” Ia menjawab, “Kami mengerjakan semua shalat dengan satu kali wudhu, selama kami belum batal.”

Abu Isa berkata, “Ini hadis berkualitas hasan shahih. Sedangkan hadis riwayat Humaid dari Anas adalah hadis yang bagus, namun gharib hasan.”

Hadis No. 59 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab berwudhu setiap akan shalat,

وَقَدْ رُوِيَ فِي حَدِيثٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهِ عَشْرَ حَسَنَاتٍ

قَالَ: وَرَوَى هَذَا الحَدِيثَ الْإِفْرِيقِيُّ عَنْ أَبِي غُطَيْفٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الوَاسِطِيُّ عَنِ الْإفْرِيقِيِّ وَهُوَ إِسْنَادٌ ضَعِيفٌ
قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِيْنِيِّ: قَالَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ القَطَّانُ ذُكِرَ لِهِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ هَذَا الحَدِيثُ، فَقَالَ: هَذَا إِسْنَادٌ مَشْرِقِيٌّ، قَالَ: سَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ الْحَسَنِ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ أَحْمَدَ ابْنَ حَنْبَلٍ يَقُوْلُ: مَا رَأَيْتُ بِعَيْنِيْ مِثْلَ يَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ الْقَطَّانِ

Dan diriwayatkan juga hadis dari Ibnu Umar dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Siapa yang berwudhu dalam keadaan bersuci, maka Allah akan mencatat untuknya sepuluh kebaikan.”

Abu Isa berkata, “Al-Ifriqi juga telah meriwayatkan hadis ini dari Abu Ghuthaif, dari Ibnu Umar, dari Nabi saw. Al-Husain bin Huraits Al-Marwazi telah menceritakan kepada kami dengan hadis tersebut, ia berkata, Muhammad bin Yazid Al-Wasithi telah menceritakan kepada kami, dari Al-Ifriqi dan hadis ini sanadnya dhaif.

Ali bin Al-Madini berkata, Yahya bin Sa’id Al-Qathan berkata. “Hadis ini dituturkan kepada Hisyam bin Urwah, lalu ia berkata, ‘Ini sanadnya masyriqi (rawi-rawinya dari daerah timur, yakni penduduk daerah Kufah dan Bashrah). Ia berkata, aku mendengar Ahmad bin Al-Hasan berkata, aku mendengar Ahmad bin Hanbal berkata, ‘Aku tidak pernah melihat dengan kedua mataku seperti Yahya bin Sa’id Al-Qattan.’

Hadis No. 58 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab berwudhu setiap akan shalat,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدٍ الرَّازِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الفَضْلِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلاَةٍ طَاهِرًا أَوْ غَيْرَ طَاهِرٍ قَالَ قُلْتُ لأَنَسٍ فَكَيْفَ كُنْتُمْ تَصْنَعُونَ أَنْتُمْ؟ قَالَ كُنَّا نَتَوَضَّأُ وُضُوءًا وَاحِدًا
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: حَدِيثُ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ حَدِيْثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ وَالمَشْهُورُ عِنْدَ أَهْلِ الحَدِيثِ حَدِيثُ عَمْرِو بْنِ عَامِرٍالْأَنْصَاريِّ عَنْ أَنَسٍ وَقَدْ كَانَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ يَرَى الوُضُوءَ لِكُلِّ صَلاَةٍ اسْتِحْبَابًا لاَ عَلَى الوُجُوبِ

Muhammad bin Humaid Ar-Razi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Salamah bin Al-Fadhl telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Humaid, dari Anas, bahwa Nabi saw. berwudhu setiap akan shalat, baik dalam keadaan bersuci atau tidak. Humaid berkata, aku bertanya kepada Anas, “Lalu, bagaimana dengan kalian, apa yang kalian lakukan?” Ia menjawab, “Kami hanya berwudhu sekali.”

Abu Isa berkata, “Hadis Humaid dari Anas adalah hadis hasan gharib dari sisi ini. Tetapi, yang masyhur menurut ahli hadis adalah hadis Amr bin Amir Al-Anshari dari Anas. Sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa wudhu setiap akan melakukan shalat adalah dianjurkan, bukan diwajibkan.”

Hadis No. 57 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab makruh boros menggunakan air dalam berwudhu,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا خَارِجَةُ بْنُ مُصْعَبٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ عُبَيْدٍ عَنِ الحَسَنِ عَنْ عُتَيِّ بْنِ ضَمْرَةَ السَّعْدِيِّ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلْوُضُوءِ شَيْطَانًا يُقَالُ لَهُ الوَلَهَانُ فَاتَّقُوا وَسْوَاسَ الْمَاءِ
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو وَعَبْدِ اللهِ بْنِ مُغَفَّلٍ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: حَدِيثُ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ بِالقَوِيِّ وَالصَّحِيحِ عِنْدَ أَهْلِ الحَدِيثِ لأَنَّا لاَ نَعْلَمُ أَحَدًا أَسْنَدَهُ غَيْرَ خَارِجَةَ، وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ الحَسَنِ قَوْلَهُ وَلاَ يَصِحُّ فِي هَذَا البَابِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ وَخَارِجَةُ لَيْسَ بِالقَوِيِّ عِنْدَ أَصْحَابِنَا وَضَعَّفَهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ

Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Daud At-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Kharijah bin Mush’ab telah menceritakan kepada kami, dari Yunus bin Ubaid, dari Al-Hasan, dari Uttai bin Dhamrah As-Sa’di, dari Ubay bin Ka’b, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya pada tiap wudhu ada setan yang dinamakan dengan Al-Walahan, maka jauhilah was-was dalam air.”

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata, “Pada bab ini ada juga hadis dari Abdullah bin Amr dan Abdullah bin Mughaffal.”

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata, “Hadis Ubai bin Ka’b adalah hadis gharib dan sanadnya tidak kuat menurut ahli hadis, karena kami tidak mengetahui seorang pun yang menyandarkan hadis ini kecuali Kharijah. Hadis ini juga telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari perkataan Al-Hasan. Dan tidak ada hadis yang sah dari Nabi saw. dalam bab ini. Menurut sahabat-sahabat kami, Kharijah adalah seorang yang tidak kuat, dan Ibnul Mubarak melemahkannya.”

Hadis No. 56 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu dengan satu mud,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ وَعَليُّ بْنُ حُجْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَ عَنْ سَفِينَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَوَضَّأُ بِالمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَجَابِرٍ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: حَدِيثُ سَفِينَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو رَيْحَانَةَ اسمه عَبْدُ اللهِ بْنُ مَطَرٍ
وَهَكَذَا رَأَى بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ الوُضُوءَ بِالمُدِّ وَالغُسْلَ بِالصَّاعِ
وقَالَ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ: لَيْسَ مَعْنَى هَذَا الحَدِيثِ عَلَى التَّوَقِّيتِ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ أَكْثَرُ مِنْهُ وَلاَ أَقَلُّ مِنْهُ وَهُوَ قَدْرُ مَا يَكْفِي

Ahmad bin Mani’ dan Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Ismail bin Ulayyah telah menceritakan kepada kami, dari Abu Raihanah, dari Safinah, bahwa Nabi saw. berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sha’.

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata, “Pada bab ini juga ada riwayat dari Aisyah, Jabir, dan Anas bin Malik r.a.”

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata, “Hadis riwayat Safinah adalah Hadis yang berderajat Hasan Shahih. Sedangkan Abu Raihanah, namanya adalah Abdullah bin Mathar.”

Demikianlah, sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa wudhu itu (cukup) dengan air satu mud, sedangkan mandi dengan air satu sha’.

Imam As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq berkata, “Hadis ini bukan bermakna sebagai pembatasan, bahwa hal itu tidak boleh terlalu banyak atau sedikit, tetapi menurut kadar kecukupannya.”

 

 

 

Hadis No. 55 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab doa setelah wudhu’,

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِمْرَانَ الثَّعْلَبِيُّ الكُوفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيِّ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الخَوْلاَنِيِّ وَأَبِي عُثْمَانَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَفِي البَابِ عَنْ أَنَسٍ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: حَدِيثُ عُمَرَ قَدْ خُولِفَ زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ فِي هَذَا الحَدِيثِ
قَالَ: وَرَوَى عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ وَغَيْرُهُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ عُمَرَ وَعَنْ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ عُمَرَ
وَهَذَا حَدِيثٌ فِي إِسْنَادِهِ اضْطِرَابٌ وَلاَ يَصِحُّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا البَابِ كَبِيرُ شَيْءٍ
قَالَ مُحَمَّدٌ: وَأَبُو إِدْرِيسَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُمَرَ شَيْئًا

Ja’far bin Muhammad ‘Imran Ats-Tsa’labi Al-Kufi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami, dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Rabi’ah bin Yazid Ad-Dimasyqi, dari Abu Idris Al-Khaulani dan Abu Usman, dari Umar bin Al-Khattab, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berdoa, ‘Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu, Allahummaj’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahhirin (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suka bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri), niscaya akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dipersilahkan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini ada juga hadis dari Anas dan Uqbah bin ‘Amir.”

Abu Isa berkata, “Hadis Umar telah diselisihi Zaid bin Hubab dalam hadis ini.”

Abu Isa berkata, “Abdullah bin Shalih dan yang lainnya telah meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Shalih, dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris, dari Uqbah bin Amir, dari Umar. Dan Rabi’ah dari Usman, dari Jubair bin Nufair, dari Umar.”

“Hadis ini dalam sanadnya mengalami idhthirab (pertentangan), dan dalam bab ini tidak ada hadis yang sah dari Nabi saw.”

Muhammad berkata, “Abu Idris tidak mendengar sesuatupun dari Umar.”

Hadis No. 91 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu’ dalam bejana dari tembaga kuning (warnanya seperti emas),

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ وَسَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِي تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ فَتَوَضَّأَ

Al-Hasan bin Ali telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al-Walid dan Sahl bin Hammad telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah telah menceritakan kepada kami, dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, “Rasulullah saw. datang kepada kami, maka kami mengeluarkan air untuk beliau di dalam bejana yang terbuat dari tembaga/kuningan, lalu beliau berwudhu’.”

Penjelasan:

Imam Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud menjelaskan bahwa hadis-hadis (pada bab) ini merupakan dalil yang jelas tentang bolehnya seseorang berwudhu’ (dengan air) dari tembaga kuning. Tidak makruh meskipun warnanya mirip dengan emas. Inilah pendapat yang shahih. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Hadis No. 90 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu’ dalam bejana dari tembaga kuning (warnanya seperti emas),

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنِي صَاحِبٌ لِي عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ: كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَوْرٍ مِنْ شَبَهٍ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَنَّ إِسْحَاقَ بْنَ مَنْصُورٍ حَدَّثَهُمْ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ

Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, seorang sahabatku telah mengabarkan kepadaku, dari Hisyam bin Urwah, bahwa Aisyah r.a. berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah saw. dalam bejana dari tembaga (kuningan).”

Muhammad bin Al-Ala’ telah menceritakan kepada kami, bahwa Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada mereka, dari Hammad bin Salamah, dari seorang laki-laki, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah r.a., dari Nabi saw. semisal hadis tersebut (di atas).

Penjelasan:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa sahabat Hammad dalam sanad di atas yang tidak disebutkan namanya adalah Syu’bah. Imam Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud menjelaskan bahwa Hisyam bin Urwah merupakan orang yang tsiqah faqih. Hanya saja pada riwayat tersebut ia mentadlisnya karena ia tidak pernah bertemu dengan Sayyidah Aisyah r.a. Sehingga hadis pada riwayat pertama dihukumi munqathi’ (alias terputus sanadnya). Ada rawi yang dibuang antara Hisyam bin Urwah dengan Sayyidah Aisyah r.a.

Keterputusan sanad pada riwayat pertama semakin jelas dengan adanya riwayat yang kedua. Yakni pada riwayat kedua disebutkan bahwa Hisyam bin Urwah memang mendengar hadis tersebut dari ayahnya bukan dari Sayyidah Aisyah r.a. Sehingga sanad yang kedua ini muttashil.

Syekh Abadi di dalam kitab Aunul Ma’bud juga menjelaskan bahwa maksud Sayyidah Aisyah r.a. dan Nabi saw. mandi di dalam bejana bukan berarti masuk di dalam bejana tersebut. Tetapi, mereka mengambil air dari bejana yang terbuat dari tembaga itu untuk mandi atau mereka menuangkan air di atas anggota badan mereka dengan air dari bejana itu.

Terkait wudhu’ tidak disebutkan dalam hadis tersebut, padahal Imam Abu Daud memberi judul babnya tentang wudhu’, Imam Abadi menjelaskan bahwa bahasan mandi itu sudah mencakup wudhu’. Wa Allahu a’lam bis shawab.