Beranda blog Halaman 61

Hadis No. 34 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَقَوَّلَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Bisyr telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang mengatakan atas namaku apa yang tidak aku katakan, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 33 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Khaitsamah; Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Husyaim telah menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 32 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ الْمِصْرِيُّ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ -حَسِبْتُهُ قَالَ: مُتَعَمِّدًا – فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Muhammad bin Rumh Al-Mishri telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Laits bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berdusta atas namaku – aku mengira beliau bersabda,; dengan sengaja – maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 31 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى قَالَا: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْذِبُوا عَلَيَّ فَإِنَّ الْكَذِبَ عَلَيَّ يُولِجُ النَّارَ

Abdullah bin Amir bin Zurarah dan Ismail bin Musa telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Rib’i bin Hirasy, dari Ali r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena sesungguhnya berdusta atas namaku dapat memasukkan ke dalam neraka.”

Hadis No. 30 Sunan Ibn Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab peringatan keras sengaja berdusta atas nama Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَسُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ ابْنِ زُرَارَةَ وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى قَالُوا: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Abu Bakr bin Abu Syaibah, Suwaid bin Sa’id, Abdullah bin Amir ibn Zurarah, dan Ismail bin Musa telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami, dari Simak, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 91 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab dengan tangan yang mana menyemprotkan air dari lubang hidung?,

أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ عَنْ عَلِيٍّ أَنَّهُ دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَنَثَرَ بِيَدِهِ الْيُسْرَى فَفَعَلَ هَذَا ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ هَذَا طُهُورُ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Musa bin Abdurrahman telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Husain bin Ali telah menceritakan kepada kami, dari Zaidah, ia berkata, Khalid bin Alqamah telah menceritakan kepada kami, dari Abdu Khair, dari Ali, bahwa ia pernah meminta air wudhu, lalu ia berkumur dan menghirup air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya dengan tangan kirinya. Ia melakukannya sebanyak tiga kali. Kemudian, ia berkata, “Beginilah cara bersuci Nabiyullah saw.”

Hadis No. 90 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perintah untuk istintsar (menyemprotkan air dari lubang hidung) ketika bangun tidur,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زُنْبُورٍ الْمَكِّيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَهُ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

Muhammad bin Zunbur Al-Makki telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibnu Abi Hazim telah menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abdullah, bahwa Muhammad bin Ibrahim telah menceritakan kepadanya dari Isa bin Thalhah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bangun tidur, lalu berwudhu, maka hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali, karena setan tinggal (bermalam) dalam pangkal hidungnya.”

Penjelasan:

Imam As-Suyuthi dalam Syarah Sunan An-Nasa’i mengutip pendapat Imam Al-Qadhi Iyadh yang mengatakan bahwa maksud setan bermalam di pangkal hidung itu ada dua. Ada kalanya, bisa dipahami secara hakiki/denotatif. Bisa juga dipahami makna isti’arah/konotatif atau makna tidak sebenarnya. Yakni debu dan lendir hidung itu kotor yang disukai (untuk tempat) setan.

Hadis No. 89 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perintah untuk istintsar (menyemprotkan air dari lubang hidung),

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ قَيْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأْتَ فَاسْتَنْثِرْ وَإِذَا اسْتَجْمَرْتَ فَأَوْتِرْ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hammad telah menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Hilal bin Yasaf, dari Salamah bin Qais, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu berwudhu, maka hendaklah menyemprotkan air dari lubang hidung, dan jika kamu istinja’ dengan batu, maka hendaklah melaksanakannya dengan jumlah ganjil.”

Hadis No. 88 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perintah untuk istintsar (menyemprotkan air dari lubang hidung),

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ وَمَنْ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, dari Malik, ha’ (at-tahwil), dan Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami (Imam An-Nasa’i), ia berkata, Abdurrahman telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Abu Idris Al-Khaulani, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berwudhu, maka hendaklah ia menyemprotkan air dari lubang hidung dan siapa yang istinja’ menggunakan batu, maka hendaklah ia melakukannya dengan jumlah ganjil.”

Hadis No. 87 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab berlebihan/sungguh-sungguh ketika memasukkan air ke dalam hidung,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ ح وَأَنْبَأَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي هَاشِمٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

Qutaibah bin Sa’id telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sulaim telah menceritakan kepada kami, dari Ismail bin Katsir, ha’ (at-tahwil). Dan Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah mengabarkan kepada kami, dari Sufyan, dari Abu Hasyim, dari Ashim bin Laqith bin Shabrah, dari ayahnya, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang wudhu’.’ Beliau bersabda, ‘Sempurnakanlah wudhu dan bersungguh-sungguhlah dalam memasukkan air ke dalam hidung, kecuali saat kamu berpuasa.'”