Beranda blog Halaman 7

Hadis No. 376 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab menyebutkan perkara yang dilakukan oleh Nabi saw. apabila salah satu istrinya sedang haid:

أَخْبَرَنَا ‌الْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنِ ‌ابْنِ وَهْبٍ عَنْ ‌يُونُسَ ‌وَاللَّيْث عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌حَبِيبٍ مَوْلَى عُرْوَةَ عَنْ ‌بُدَيَّةَ. وَكَانَ اللَّيْثُ يَقُولُ: ‌نَدَبَةَ مَوْلَاةِ مَيْمُونَةَ عَنْ ‌مَيْمُونَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ الْمَرْأَةَ مِنْ نِسَائِهِ وَهِيَ حَائِضٌ إِذَا كَانَ عَلَيْهَا إِزَارٌ يَبْلُغُ أَنْصَافَ الْفَخِذَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ. فِي حَدِيثِ اللَّيْثِ: تَحْتَجِزُ بِهِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Harits bin Miskin dengan cara dibacakan di hadapannya sementara aku (Imam al-Nasa’i) mendengarkan, dari Ibnu Wahb dari Yunus dan al-Laits dari Ibnu Syihab dari Habib; mantan budak Urwah dari Budayyah. Al-Laits mengatakan: mantan budak Maimunah yang fasih dari Maimunah, dia berkata: Dahulu Rasulullah saw. pernah mencumbui (selain hubungan intim) salah satu istrinya yang sedang haid apabila (istrinya) memakai kain yang sampai ke tengah kedua paha dan kedua lututnya. Di dalam hadis riwayat al-Laits (dikatakan): yang ia menghalangi dengan kain tersebut.

Hadis No. 375 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab menyebutkan perkara yang dilakukan oleh Nabi saw. apabila salah satu istrinya sedang haid:

أَخْبَرَنَا ‌هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنِ ‌ابْنِ عَيَّاشٍ وَهُوَ أَبُو بَكْرٍ عَنْ ‌صَدَقَةَ بْنِ سَعِيدٍ، ثُمَّ ذَكَرَ كَلِمَةً مَعْنَاهَا: حَدَّثَنَا ‌جُمَيْعُ بْنُ عُمَيْرٍ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى ‌عَائِشَةَ مَعَ أُمِّي وَخَالَتِي، فَسَأَلَتَاهَا: كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ إِذَا حَاضَتْ إِحْدَاكُنَّ؟ قَالَتْ: كَانَ يَأْمُرُنَا إِذَا حَاضَتْ إِحْدَانَا أَنْ تَتَّزِرَ بِإِزَارٍ وَاسِعٍ، ثُمَّ يَلْتَزِمُ صَدْرَهَا وَثَدْيَيْهَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin al-Sariy dari Ibnu Ayyas yaitu Abu Bakr dari Shadaqah bin Sa’id, kemudian dia menyebutkan satu kalimat yang maknanya: telah menceritakan kepada kami Jumai’ bin Umair, dia berkata: Aku pernah menemui Aisyah bersama ibu dan bibiku. Lalu keduanya bertanya kepadanya: Bagaimana Rasulullah saw. berbuat (bersikap) apabila salah seorang di antara kalian sedang haid? Dia menjawab: Dahulu apabila salah seorang dari kami haid, maka beliau menyuruh agar mengenakan kain yang longgar, kemudian beliau memeluk bagian dada dan kedua payudaranya.

Hadis No. 374 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab mencumbui perempuan haid:

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌جَرِيرٌ عَنْ ‌مَنْصُورٍ عَنْ ‌إِبْرَاهِيمَ عَنِ ‌الْأَسْوَدِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَتْ إِحْدَانَا إِذَا حَاضَتْ أَمَرَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَتَّزِرَ ثُمَّ يُبَاشِرُهَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Ibrahim dari al-Aswad dari Aisyah, dia berkata: Dahulu apabila salah seorang dari kami haid, maka Rasulullah saw. memerintahkannya untuk memakai kain, kemudian beliau mencumbunya (selain hubungan intim).

Hadis No. 373 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab mencumbui perempuan haid:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ ‌أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ ‌عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا أَنْ تَشُدَّ إِزَارَهَا ثُمَّ يُبَاشِرُهَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari Amr bin Syurahbil dari Aisyah, dia berkata: Dahulu Rasulullah saw. pernah memerintahkan salah seorang dari kami yang apabila sedang haid agar mengikat (mengencangkan) kainnya, kemudian beliau mencumbunya (selain hubungan intim).

Hadis No. 372 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab tidurnya seorang suami bersama istrinya dalam satu selimut, sementara ia sedang haid:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌يَحْيَى عَنْ ‌جَابِرِ بْنِ صُبْحٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌خِلَاسًا يُحَدِّثُ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: كُنْتُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيتُ فِي الشِّعَارِ الْوَاحِدِ وَأَنَا طَامِثٌ حَائِضٌ. فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ، ثُمَّ يَعُودُ. فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ وَصَلَّى فِيهِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Jabir bin Shubhi, dia berkata: aku pernah mendengar Khilas bercerita dari Aisyah, dia berkata: Dahulu aku pernah tidur bersama Rasulullah saw. dalam satu selimut, sementara aku sedang haid. Jika ada sesuatu dariku (darah haid) mengenai beliau, maka beliau mencuci bagian yang terkena saja tidak melebihinya, kemudian salat dengan pakaian itu, lalu beliau kembali lagi (tidur bersama). Jika terkena lagi sesuatu dariku, beliau melakukan hal yang sama, mencuci bagian yang terkena saja tidak melebihinya, lalu salat dengan pakaian tersebut.

Hadis No. 371 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab berbaringnya perempuan haid dengan pakaian haidnya:

أَخْبَرَنَا ‌عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، (ح) وَأَنْبَأَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبِي، (ح) وَأَنْبَأَنَا ‌إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدٌ وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌هِشَامٌ عَنْ ‌يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبُو سَلَمَةَ، أَنَّ ‌زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَتْهُ أَنَّ ‌أُمَّ سَلَمَةَ حَدَّثَتْهَا، قَالَتْ: بَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعَةٌ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ حِضْتُ، فَانْسَلَلْتُ فَأَخَذْتُ ثِيَابَ حَيْضَتِي. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَفِسْتِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. فَدَعَانِي، فَاضْطَجَعْتُ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ. وَاللَّفْظُ لِعُبَيْدِ اللهِ بْنِ سَعِيدٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam dan (dari jalur periwayatan yang lain juga disebutkan) telah memberitakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, dia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku, dan (dari jalur periwayatan yang lain juga disebutkan) telah memberitakan kepada kami Ismail bin Mas’ud, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid yaitu Ibnu al-Harits, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya bin Abi Katsir, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, bahwasanya Zainab binti Abu Salamah pernah bercerita kepadanya bahwa Ummu Salamah bercerita kepadanya, dia berkata: ketika aku sedang berbaring bersama Rasulullah saw. tiba-tiba aku haid, maka aku pun segera keluar perlahan-lahan kemudian mengambil pakaian (yang biasa dipakai saat) haidku. Lalu Rasulullah saw. bertanya: Apakah kamu sedang haid? Aku pun menjawab: Ya. Lalu beliau memanggilku, lantas aku pun tidur bersama beliau dalam satu selimut. Lafaz (riwayat ini) milik Ubaidullah bin Sa’id.

Hadis No. 370 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab menyebutkan perkara yang wajib atas orang yang menggauli istrinya dalam keadaan haidnya disertai pengetahuannya terhadap larangan Allah Ta‘ala:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌يَحْيَى عَنْ ‌شُعْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌الْحَكَمُ عَنْ ‌عَبْدِ الْحَمِيدِ عَنْ ‌مِقْسَمٍ عَنِ ‌ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرَّجُلِ يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ بِنِصْفِ دِينَارٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Ali, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah, dia berkata: telah menceritakan kepadaku al-Hakam dari Abdul Hamid dari Miqsam dari Ibnu Abbas dari Nabi saw., tentang seorang laki-laki yang menggauli istrinya sedangkan ia (istrinya) dalam keadaan haid agar bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar.

Hadis No. 369 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab apa yang boleh dilakukan terhadap wanita haid, serta penafsiran firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran…” (ayat)”:

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ‌ثَابِتٍ عَنْ ‌أَنَسٍ، قَالَ: كَانَتِ الْيَهُودُ إِذَا حَاضَتِ الْمَرْأَةُ مِنْهُمْ لَمْ يُؤَاكِلُوهُنَّ، وَلَا يُشَارِبُوهُنَّ، وَلَا يُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ. فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى} .. الْآيَةَ. فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُؤَاكِلُوهُنَّ وَيُشَارِبُوهُنَّ وَيُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ، وَأَنْ يَصْنَعُوا بِهِنَّ كُلَّ شَيْءٍ مَا خَلَا الْجِمَاعَ. فَقَالَتِ الْيَهُودُ: مَا يَدَعُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ أَمْرِنَا إِلَّا خَالَفَنَا. فَقَامَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ وَعَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ، فَأَخْبَرَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَا: أَنُجَامِعُهُنَّ فِي الْمَحِيضِ؟ فَتَمَعَّرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمَعُّرًا شَدِيدًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ غَضِبَ. فَقَامَا. فَاسْتَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةَ لَبَنٍ، فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمَا، فَرَدَّهُمَا فَسَقَاهُمَا. فَعُرِفَ أَنَّهُ لَمْ يَغْضَبْ عَلَيْهِمَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Sulaiman bin Harb, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas, dia berkata: Dahulu orang-orang Yahudi apabila istri mereka haid, mereka tidak makan dan minum bersama mereka, bahkan tidak berkumpul bersama mereka di rumah. Lalu mereka (para sahabat) pun bertanya kepada Nabi saw., lantas Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat: (Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran…” (ayat)). Lalu Rasulullah saw. memerintahkan mereka untuk makan dan minum bersama mereka, dan berkumpul bersama mereka di rumah, serta berbuat apa saja bersama mereka selain jimak. Lalu orang-orang Yahudi berkata: Rasulullah tidak meninggalkan satu pun dari urusan kami kecuali ia menyelisihi kami. Lantas berdirilah Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr, lalu keduanya mengabarkan (hal itu) kepada Rasulullah saw., seraya berkata: Apakah kami boleh menggauli mereka (para istri) saat haid? Namun, wajah Rasulullah saw. berubah dengan perubahan yang mencolok, sampai kami mengira beliau marah. Lalu keduanya (Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr) pun pergi. Kemudian Rasulullah saw. menerima hadiah susu, lalu beliau mengutus seseorang untuk (menyusul) jejak keduanya, lalu mengembalikan mereka (dibawa kepada Nabi), dan menuangkan (susu) untuk keduanya. Maka diketahuilah bahwa beliau tidak marah kepada keduanya.

Hadis No. 368 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab (darah) yang kekuning-kuningan dan (darah) yang keruh:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌إِسْمَاعِيلُ عَنْ ‌أَيُّوبَ عَنْ ‌مُحَمَّدٍ، قَالَ: قَالَتْ ‌أُمُّ عَطِيَّةَ: كُنَّا لَا نَعُدُّ الصُّفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ شَيْئًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Zurarah, dia berkata: telah memberitakan kepada kami Ismail dari Ayyub dari Muhammad, dia berkata: Ummu Athiyyah berkata: Kita tidak menganggap (darah) yang kekuning-kuningan dan (darah) yang keruh (sebagai darah haid).

Hadis No. 367 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌أَبُو الْأَشْعَثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌هِشَامًا يُحَدِّثُ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي لَا أَطْهُرُ، أَفَأَتْرُكُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا، إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ. قَالَ خَالِدٌ: وَفِيمَا قَرَأْتُ عَلَيْهِ: وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu al-Asy’ats, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid bin al-Harits, dia berkata: aku pernah mendengar Hisyam bercerita dari ayahnya dari Aisyah, bahwasanya (Fatimah) binti Abu Hubaisy berkata: Wahai Rasulullah, aku sedang dalam kondisi tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat? Beliau menjawab: Tidak, itu hanya darah dari suatu urat (penyakit). Khalid berkata: Berdasarkan apa yang saya baca (ada tambahan): Bukan haid, apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat, namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.