Sekolah Hadis Kajian Kitab Bulughul Maram Vo. 7; Abu Hurairah dan Riwayat tentang Lalat

Hadispedia.id – Pada pertemuan ketujuh sekolah hadis kajian kitab Bulughul Maram, semakin banyak peserta yang mengikuti setelah diputuskan oleh pihak el-Bukhari Institute dibuka untuk umum. Sebelumnya, kajian ini memang dikhususkan untuk member Sekolah Hadis.

Oleh sebab itu, Ustadz Huda menjelaskan kembali bahwa Bulughul Maram ini merupakan kitab yang menghimpun hadis-hadis hukum atau hadis-hadis yang menjadi dalil dari hukum-hukum syara’. Terutama dalam madzhab Syafi’i.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا وَقَعَ اَلذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِي اَلْآخَرِ شِفَاءً أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَزَادَ وَإِنَّهُ يَتَّقِي بِجَنَاحِهِ اَلَّذِي فِيهِ اَلدَّاءُ

Hadis diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah r.a., bahwa beliau mengatakan Rasulullah saw. bersabda, “Ketika seekora lalat masuk/jatuh dalam minuman salah seorang dari kalian, maka hendaknya dia menenggelamkannya, kemudian dia mengangkat/membuangnya, karena sesungguhnya pada salah satu sayap itu terdapat penyakit, dan di dalam sayap yang lain, terdapat obat.” Hadis ini disebutkan oleh Imam Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya dan Imam Abu Daud di dalam kitab Sunannya. Imam Abu Daud menambahkan redaksi, “Dan sesungguhnya lalat itu akan menjaga sayap yang di dalamnya terdapat penyakit.

Baca juga: Sekolah Hadis Kajian Kitab Bulughul Maram Vol. 6; Nabi dan A’rabi

Setelah membaca dan mengartikan hadis tersebut, Ustadz Huda kemudian mengajak para peserta untuk mengulas bagian perbagian. Beliau memulai pembahasan dari segi sanadnya. Ustadz Huda mengatakan bahwa Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (penyusun kitab Bulughul Maram) itu tidak menyantumkan sanad secara lengkap. Jadi, disajikan secara mu’allaq. Mu’allaq adalah membuang sanad keseluruhan dan disisakan satu yaitu di level sahabat. Seperti dalam konteks hadis di atas.

Jika kita ingin mengetahui sanadnya secara lengkap, maka kita dapat melihat di dalam kitab yang direkomendasikan oleh Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani. Pada kontes hadis ini adalah kitab Shahih Al-Bukhari.

Sahabat Abu Hurairah r.a. adalah sahabat yang berasal dari suku Dausi di Yaman; Arab Selatan. Beliau masuk Islam ketika Rasulullah saw. sudah hijrah ke kota Madinah. 7 tahun setelah Rasulullah saw. hidup di Madinah, setelah perang Khaibar, Abu Hurairah r.a. ini datang dari Yaman dan masuk Islam. Kemudian, ia belajar di Madinah bersama para sahabat lainnya.

Disebabkan karena beliau adalah sahabat muhajirin/pendatang, maka hidupnya seadanya. Tidur di masjid dan makan menunggu ada yang memberi kepadanya. Beliau termasuk Ashabus Suffah. Beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis di antara sahabat-sahabat yang lainnya.

Ada sekitar 5000 hadis yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah r.a. Itu lebih banyak dibanding dari riwayat istri Rasulullah saw.; Sayyidah Aisyah r.a. Sebagian orang menganggap aneh. Kenapa Sahabat Abu Hurairah r.a. bisa meriwayatkan begitu banyak hadis. Padahal beliau masuk Islam, datang ke kota Madinah, bertemu Rasulullah saw. itu tahun ke-7 H. Pada tahun 11 H. Rasulullah saw. wafat. Artinya, Sahabat Abu Hurairah r.a. bertemu Rasulullah hanya 3 tahun (atau empat tahun).

Tapi kenapa riwayat hadisnya paling banyak? Lebih banyak dari pada Sahabat Abu Bakr As-Shiddiq. Sebagaimana kita tahu, Sahabat Abu Bakr As-Shiddiq adalah (bersama Rasulullah saw.) ketika setelah beliau beriman dan sejak di Makkah. Namun, riwayat beliau sangat sedikit sekali riwayatnya.

Ini sangat mengherankan bagi sebagian orang. Tapi, kalau kita melihat sejarah/sirah Sahabat Abu Hurairah r.a. maka kita akan memaklumi. Dalam sebuah riwayat disebutkan beliau mengatakan bahwa beliau adalah seorang yang miskin, pendatang di kota Madinah, maka tidak ada kerjaan. Kalau Sahabat Muhajirin yang lainnya banyak yang bekerja, mengurus urusannya. Sehingga, beliau memiliki waktu luang yang banyak. Setiap ada forum yang di situ ada Rasulullah saw., maka hampir-hampir Sahabat Abu Hurairah r.a. tidak pernah absent.

Selain itu, dalam suatu majelis, beliau pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda bahwa bagi kalian yang ingin kuat hafalannya, maka bentangkan sorban kalian. Lalu didoakan oleh Rasulullah saw. dan diusapkan. Hal itu merupakan ad-du’a bir rumus. Jadi, ditabarruki atau diambil keberkahannya. Sehingga, Sahabat Abu Hurairah r.a. tidak mudah lupa.

Selanjutnya, kajian kitab Bulughul Maram yang berdurasi kurang lebih satu setengah jam ini dapat Anda dengarkan di Channel YouTube hadispedia.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru