Tanda Kenabian Rasulullah. Kajian Kitab As-Syamail Al-Muhammadiyah Ke-15

Hadispedia.id- Tanda kenabian Rasulullah saw. terlihat oleh sahabat beliau, bahkan kalangan ahli kitab mengetahuinya. Para ulama banyak mendeskripsikan tanda kenabian yang dimilik oleh beliau. Dalam banyak penjelasan, ulama ada yang sepakat pada satu pendapat yang benar dan masyhur, namun ada pendapat lain yang tidak sesuai dengan pendapat mayoritas.

Tanda kenabian terdapat dalam banyak hadis, tetapi hadis kali ini menguraikan seorang sahabat yang datang kepada beliau dalam riwayat Saib bin Yazid dan kejadian ini bersangkutan dengan Saib bin Yazid sendiri dan bibinya. Berikut ini hadis yang terdapat dalam kitab As-Syamail Al-Muhammadiyah.

حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنِ الْجَعْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: سَمِعْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيدَ يَقُولُ: ذَهَبَتْ بِي خَالَتِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ ابْنَ أُخْتِي وَجِعٌ. فَمَسَحَ رَأْسِي وَدَعَا لِي بِالْبَرَكَةِ، وَتَوَضَّأَ، فَشَرِبْتُ مِنْ وَضُوئِهِ، وَقُمْتُ خَلْفَ ظَهْرِهِ، فَنَظَرْتُ إِلَى الْخَاتَمِ بَيْنَ كَتِفَيْهِ، فَإِذَا هُوَ مِثْلُ زِرِّ الْحَجَلَةِ

Saib bin Yazid berkata, “Bibiku membawaku menghadap Rasulullah saw. Kemudian, bibiku berkata, “Wahai Rasulullah saw, keponaanku ini sakit. Lalu beliau mengusap kepalaku, mendoakan keberkahan untukku, dan berwudhu. Aku meminum air sisa wudhu beliau. Kemudian aku berdiri di belakangnya. Aku memandang pada khatam (tanda) yang terletak di antara kedua bahunya, ternyata itu sebesar telur burung dara.”

Hadis ini dapat ditemukan dalam sumber primer hadis, seperti dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan At-Tirmidzi. Bisa juga dijumpai dalam Mu’jam Al-Kubra li An-Nasai, Mu’jam Al-Kubra li At-Thabarani, dan Dalail An-Nubuwah li Al-Baihaqi.

Siapa nama bibi Saib bin Yazid yang membawanya bertemu Rasulullah saw.?. Pendapat Imam Al-Qasthalani, nama bibinya tidak disebutkan di dalam hadis tersebut. Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa bibi Saib bin Yazid adalah Fatimah binti Syuraih.

Baca juga: Ini Dua Iri yang Diperbolehkan dalam Hadis Nabi

Syarah dari hadis ini memberikan beberapa pemahaman seperti dalam kitab Al-Kaukab Al-Wahhaj Syarah Shahih Muslim Muhammad Amin Al-Harary As-Syafi’i. Salah satu dari penjelasan hadis tersebut, Rasulullah saw, mengobati seseorang yang sakit. Yaitu Saib bin Yazid dengan perantara bibinya -dari jalur ibunya- yang mengantarkannya ke hadapan beliau. Beliau mengobati Saib dengan mengusap kepalanya serta mendoakannya. Kemudian beliau berwudhu dan Saib meminum air wudhu beliau.

Setelah peristiwa tersebut, Saib bin Yazid melihat tanda kenabian di antara dua bahu Rasulullah saw. Posisi dari tanda kenabian beliau menurut riwayat Ibn Sirjis lebih condong ke bahu sebelah kiri beliau dan tanda kenabian ini juga masyhur di kalangan ahli kitab.

Gambaran dari tanda kenabian Rasulullah saw terdapat dalam kitab Kasyf Al-Musykil min Hadits As-Shahihain yang disebut dengan al-hajalah dalam redaksi hadis. Kata al-hajalah dalam kitab tadi berarti sebuah rumah seperti kubah yang ditutupi dengan kain dan memiliki pintu mirip rumah kubah itu serta di dalamnya terdapat kancing dan tali yang mengikatnya ketika tertutup.

Pada kalangan ulama kata al-hajalah mempunyai dua pemahaman. Pertama, rumah seperti kubah yang mempunyai semacam kancing yang masuk ke lubang kain yang mengikatnya dengan kuat ketika dipasang. Pendapat yang sama dengan uruaian kitab Kasyf Al-Musykil ini, merupakan pendapat yang benar dan  masyhur dari mayoritas ulama. Begitulah penjelasan Imam Nawawi dalam kitab AlMinhaj Syarah Shahih Muslim bin Hajjaj ketika menjelaskan riwayat lain yang masih satu pembahasan tetang tanda kenabian Rasulullah saw.  

Imam Nawawi melanjutkan pada pendapat Imam Tirmidzi dan ini termasuk pendapat kedua. Menurutnya, maksud dari al-hajalah adalah burung yang familiar dan kata zir berarti telur dari burung tersebut. Namun para ulama mungingkari pendapat Imam At-Tirmidzi ini.

Kata zir al-hajalah menurut Al-Khattabi juga diriwayatkan dengan kata riz (mendahukan huruf ra’ sebelum zai) dengan arti sebuah telur, yakni tanda kenabian Rasulullah saw. mirip dengan telur burung tersebut. Berbeda dengan kata zir yang berarti kancing. Ada juga dalam riwayat Imam Bukhari tanda kenabian pada Rasulullah saw. adalah sebuah daging yang timbul dari tubuh beliau.

Baca juga: Cahaya Memancar Antara Gigi Seri Rasulullah

Jadi, Rasulullah saw. memiliki tanda kenabian yang terletak di antara kedua bahu beliau. Posisi tepatnya lebih condong pada bahu sebelah kiri. Bentuknya bundar sebagaimana isyarat para ulama yang mirip dengan rumah seperti kubah dan telur burung serta tanda itu merupakan daging yang timbul dari fisik beliau. Adapun yang menyaksikan tanda kenabian beliau bukan hanya satu sahabat saja. Tanda ini banyak diketahui oleh para sahabat hingga masyhur di kalangan ahli kitab. Terbukti dengan banyaknya riwayat yang menginformasikan mengenai tanda ini sesuai dengan pengalaman sahabat yang berbeda-beda. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Karimullah
Karimullah
Karimullah, Anggota CRIS Foundation aktif juga di https://terangterabaikan.blogspot.com

Artikel Terkait

Artikel Terbaru