Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab mandi dan tayamum bab menutup diri ketika mandi:
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ، قَالَ: حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ يَعْلَى، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَغْتَسِلُ بِالْبَرَازِ، فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ، فَحَمِدَ اللهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ. وَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَلِيمٌ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسِّتْرَ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Ya’qub, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al–Nufaily, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Zuhair, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Malik dari Atha’ dari Ya’la, bahwasanya Rasulullah saw. pernah melihat seorang laki-laki sedang mandi di tanah lapang (terbuka), maka beliau pun naik ke atas mimbar, lalu memuji dan menyanjung Allah. Lantas bersabda: Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Murah Hati, Maha Malu, lagi Maha Menutupi (aib). Dia menyukai rasa malu dan tertutup. Maka apabila salah seorang di antara kalian mandi, hendaklah ia menutup diri.











