Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab mandi dan tayamum bab dalil bahwa tidak ada batasan tertentu pada (jumlah) air yang digunakan untuk mandi:
أَخْبَرَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ فِي الْإِنَاءِ، وَهُوَ الْفَرَقُ. وَكُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَهُوَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Qasim bin Zakaria bin Dinar, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur dari Ibrahim bin Sa’ad dari al-Zuhri dari al-Qasim bin Muhammad dari Aisyah, dia berkata: Dahulu Rasulullah saw. pernah mandi dalam sebuah bejana, yaitu al-Faraq (setara dengan 3 Sho’). Dan aku pernah mandi bersama beliau dari satu bejana yang sama.











