Apa Mutabi’ itu?

Hadispedia.id – Setelah dilakukannya i’tibar, maka seluruh keadaan sanad hadis beserta pendukungnya yang berupa mutabi’ atau syahid dapat terlihat. Mutabi’ merupakan nomina turunan dari kata taba’a (تبع) yang berarti wafaqa (وفق) atau sesuai. Adapun Dr. Mahmud Thahan mendefinisikannya sebagai:

المُتَابِعُ هُوَ الحَدِيْثُ الَّذِي يُشَارِكُ فِيهِ رُوَاتُهُ رُوَاةُ الحَدِيْثِ الفَرْدِ لَفْظًا وَمَعْنًى أَوْ مَعْنًى فَقَطْ مَعَ الاِتِّحَاد فِي الصَّحَابِي

“Hadis yang di dalam para perawi dalam riwayatnya berserikat dengan perawi hadis yang menyendiri baik secara lafadz dan makna ataupun secara makna saja dan sanadnya menyatu pada sahabat.”

Sedangkan mutaba’ah adalah berserikatnya seorang perawi dengan lainya pada periwayatan hadis. Mutaba’ah terbagi menjadi dua yaitu mutaba’ah tammah dan mutaba’ah qashirah.

Disebut mutaba’ah tammah adalah jika dalam sebuah sanad terdapat perawi yang berserikat dari awal rantai sanad hingga akhir serta matannya sama secara lafal atau makna dengan hadis lain. Adapun contoh mutaba’ah tammah sebagai berikut:

عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟ قَالُوا: وَكَيْفَ يَقْرَأْ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟ قَالَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ (رواه مسلم)

Syu’bah bin Al-Hajjaj meriwayatkan dari Qatadah, dari Salim bin Abu Al-Ja’d, dari Ma’dam bin Abu Talhah dari Abu Darda r.a. dari Nabi saw. bersabda, “Apakah kalian tidak sanggup untuk membaca satu pertiga Al-Qur’an dalam satu malam?” Lalu para sahabat bertanya, “Bagaimana dibaca satu pertiga Al-Quran (dalam satu malam)?” Lalu baginda pun bersabda, “Bacalah Qul Huwallahu Ahad (قل هو الله أحد ), sesungguhnya surah itu menyamai satu pertiga Al-Qur’an.” H.R. Muslim

حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ، جَمِيعًا عَنْ قَتَادَةَ، بِهَذَا الْإِسْنَادِ، وَفِي حَدِيثِهِمَا مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللهَ جَزَّأَ الْقُرْآنَ ثَلَاثَةَ أَجْزَاءٍ، فَجَعَلَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ جُزْءًا مِنْ أَجْزَاءِ الْقُرْآنِ (رواه مسلم)

Aban Al-Attar meriwayatkan dari Qatadah, dengan sanad yang sama, dari Nabi saw. bersabda, “Allah membagi Al-Qur’an ke dalam tiga bagian, maka bacalah Qul Huwallahu Ahad (قل هو الله أحد ) satu dari tiga bagian Al-Qur’an.” H.R. Muslim

Hadis kedua yang diriwayatkan oleh Abban Al-Attar dari Qatadah memiliki sanad yang sama dengan hadis pertama. Karena hal ini, Aban Al-Attar menjadi mutabi tam bagi Syu’bah bin Al-Hajjaj karena sama-sama meriwayatkan dari syaikh atau guru yang sama yaitu Qatadah dan juga dari sahabat yang sama yaitu Abu Darda r.a.

Sedangkan mutaba’ah qashirah apabila perawi yang sama ditemukan pada pertengahan sanad.

أَخْبَرَنَا الشَّافِعِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ (رواه الشافعي)

Diriwayatkan dari Asy-Syafi’i dari Malik dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar bahwasannya Rasulullah saw. bersabda, “Satu bulan itu terdiri dari 29 hari maka jangankah berpuasa sampai kalian melihat hilal (bulan baru) dan janganlah kalian berbuka sampai melihatnya (bulan baru), apabila pandangan kalian terhalang oleh awan (mendung) maka sempurnakanlah hitungan (satu bulan) menjadi 30 (hari).” H.R. Asy-Syafi’i

حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعُمَرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا ثَلَاثِينَ، وَالشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا، وَيَعْقِدُ فِي الثَّالِثَة، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا ثَلَاثِينَ  (رواه ابن خزيمة)

Dari Ashim bin Muhammad Al-Umari dari ayahnya dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebulan adalah seperti ini dan seperti ini dan seperti ini tiga puluh, dan sebulan adalah seperti ini dan seperti ini dan seperti ini dan melakukan itu (mengacungkan jari) tiga kali, apabila pandangan kalian terhalang oleh awan (mendung) maka sempurnakanlah hitungan (satu bulan) menjadi 30 (hari).” H.R. Ibnu Khuzaimah

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam As-Syafii dan Ibnu Khuzaimah memiliki kesamaan pada perawi di tingkat sahabat yaitu Ibnu Umar r.a. namun tidak didapati adanya kesamaan perawi di awal sanad sehingga disebut mutabaah qashirah.

Isyfi Anni
Isyfi Anni
Alumni Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Artikel Terkait

Artikel Terbaru