Hadis tentang Berbuat Ihsan dalam Segala Hal

Hadispedia.id – Pada hadis ketujuh belas dalam kitab Al-Arbain, imam An-Nawawi menghadirkan hadis tentang berbuat ihsan dalam segala hal.

عَنْ أبِيْ يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيَحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ» رواه مسلم

Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh (yang dibenarkan syariat), bunuhlah dengan baik, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik, dan hendaklah salah satu dari kalian menajamkan pisau serta buat nyaman hewan sembelihannya.” (H.R. Muslim)

Dr. Mustafa Dieb dalam kitab Al-Wafi menjelaskan bahwa ihsan adalah melakukan suatu perbuatan dengan baik dan maksimal. Pada hadis di atas, Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita agar berbuat ihsan dalam segala hal. Bahkan beliau menegaskan bahwa hal ini merupakan tuntutan dari Allah swt.

Berbuat ihsan tidak hanya kepada Allah swt. saja ketika kita melaksanakan ibadah. Tidak juga hanya kepada sesama manusia. Melainkan juga kepada semua makhluk yang ada di muka bumi ini. Artinya, kita pun dituntut untuk berbuat ihsan kepada benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lingkungan sekitar kita.

Inilah bukti bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Rahmat bagi seluruh makhluk. Salah satu hal yang dicontohkan Rasulullah saw. pada hadis tersebut adalah berbuat ihsan ketika membunuh dan menyembelih hewan. Betapa mulianya agama Islam ini, dalam urusan hal yang sangat menakutkan, yakni membunuh dan menyembelih saja harus dilakukan dengan baik dan maksimal. Apalagi dalam urusan yang lainnya.

Tentunya, maksud membunuh di dalam hadis tersebut adalah pembunuhan yang dilegalkan oleh syara’. Seperti saat berperang atau pelaksanaan hukum qishah. Pembunuhan ini harus dilakukan dengan menggunakan alat yang tajam agar prosesnya mudah, tidak menyakitkan, dan tidak diawali dengan penyiksaan dahulu.

Termasuk ihsan ketika menyembelih hewan adalah dengan mengasah pisau hingga tajam dan menyembunyikannya dari hewan yang akan disembelih. Hal ini dimaksudkan agar menenangkan hewan yang akan disembelih dan mempercepat kematiannya.

Imam Ahmad dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan untuk menajamkan pisau dan menyembunyikannya dari hewan yang akan disembelih.”

Selain itu, hewan yang akan disembelih hendaknya dituntun dengan lembut. Imam Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Abu Said Al-Khudri r.a. berkata, “Rasulullah saw. melewati seorang laki-laki yang menuntun seekor kambing dengan menarik telinganya. Beliau bersabda, “Lepaskan telinganya, dan pegang bagian depan lehernya.”

Termasuk ihsan saat menyembelih juga adalah ketika menyembelih hingga urat lehernya terputus. Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. melarang menyembelih hewan yang hanya melukai kulitnya dan tidak memotong urat lehernya.” Dianjurkan juga tidak menyembelih hewan di depan hewan lainnya, menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat, dan membaca bismillah.

Dr. Ahmad Ubaidi Hasbillah di dalam kitab Al-Fawaid Al-Mustafawiyah mengingatkan bahwa bagian dari ihsan terhadap hewan adalah tidak membunuh hewan yang dilindungi negara. Meskipun hewan itu boleh dibunuh secara syara’/agama. Seperti singa, macan tutul, dan satwa-satwa yang dilindungi lainnya. Beliau juga mengingatkan agar selalu berbuat ihsan terhadap hewan yang mengandung najis mughalladzah, seperti babi, anjing, dan celeng.

Dengan demikian, maka berbuat ihsan/baik terhadap hewan saja diwajibkan, apalagi berbuat ihsan kepada sesama manusia. Terlebih lagi berbuat ihsan kepada Allah swt. Tentunya lebih wajib lagi hukumnya. Perbuatan ihsan ini dapat kita lakukan dengan maksimal lagi dengan cara mempelajari hak-hak dari segala sesuatu di sekitar kita. Semoga kita dapat melaksanakan perintah Allah swt. dan Rasulullah saw. tersebut, sehingga kita dapat berbuat ihsan dalam segala hal. Aamiin. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Annisa Nurul Hasanah
Annisa Nurul Hasanah
Penulis adalah peneliti el-Bukhari Institute

Artikel Terkait

Artikel Terbaru