Beranda blog Halaman 12

Hadis No. 224 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bertutup ketika mandi:

أَخْبَرَنَا ‌مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌يَحْيَى بْنُ الْوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌مُحِلُّ بْنُ خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبُو السَّمْحِ، قَالَ: كُنْتُ أَخْدُمُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَ: وَلِّنِي قَفَاكَ فَأُوَلِّيهِ قَفَايَ، فَأَسْتُرُهُ بِهِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Mujahid bin Musa, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Yahya bin al-Walid, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Muhil bin Khalifah, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Abu al-Samh, dia berkata: Aku pernah melayani Rasulullah saw., jika beliau hendak mandi, maka beliau bersabda: Berpalinglah dariku. Maka akupun membelakangi beliau, lalu menutupinya dengan tubuhku.

Hadis No. 223 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi di awal malam maupun di akhirnya:

أَخْبَرَنَا ‌يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌حَمَّادٌ عَنْ ‌بُرْدٍ عَنْ ‌عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ ‌غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى ‌عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا فَسَأَلْتُهَا، قُلْتُ: أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ مِنْ آخِرِهِ؟ قَالَتْ: كُلَّ ذَلِكَ رُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ أَوَّلِهِ، وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ مِنْ آخِرِهِ. قُلْتُ: الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib bin Araby, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad dari Burd dari Ubadah bin Nusay dari Ghudaif bin al-Harits, dia berkata: Aku pernah masuk menemui Aisyah ra., lalu aku bertanya kepadanya, aku berkata: Apakah Rasulullah saw. mandi pada permulaan malam atau pada akhir malam?. Aisyah menjawab: Pada setiap waktu itu, kadang beliau mandi pada permulaan malam dan kadang pula beliau mandi pada akhir malam. Aku berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelonggaran dalam masalah ini.

Hadis No. 222 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi awal malam:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مَخْلَدٌ عَنْ ‌سُفْيَانَ عَنْ ‌أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ ‌عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ ‌غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ، أَنَّهُ سَأَلَ ‌عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: أَيُّ اللَّيْلِ كَانَ يَغْتَسِلُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَتْ: رُبَّمَا اغْتَسَلَ أَوَّلَ اللَّيْلِ، وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ آخِرَهُ، قُلْتُ: الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Hisyam, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Makhlad dari Sufyan dari Abu al-Alaa dari Ubadah bin Nusay dari Ghudhaif bin al-Harits, bahwasanya dia pernah bertanya kepada Aisyah ra.: Kapan Rasulullah saw. mandi di malam hari?. Aisyah menjawab: Beliau kadang mandi pada permulaan malam, namun kadang pula pada akhir malam. Aku berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelonggaran dalam masalah ini.

Hadis No. 221 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab larangan buang air kecil dalam air yang diam, lalu mandi darinya:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِي عَنْ ‌سُفْيَانَ عَنْ ‌أَبِي الزِّنَادِ عَنْ ‌مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Yazid al-Muqri dari Sufyan dari Abu al-Zinad dari Musa bin Abu Utsman dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian buang air kecil dalam air yang diam (tidak mengalir), kemudian mandi darinya.

Hadis No. 220 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab larangan mandi junub di air yang tergenang:

أَخْبَرَنَا ‌سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ ‌وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنِ ‌ابْنِ وَهْبٍ عَنْ ‌عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ ‌بُكَيْرٍ، أَنَّ ‌أَبَا السَّائِبِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ ‌أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Daud dan telah dibacakan kepada al-Harits bin Miskin sedangkan saya (Imam al-Nasa’i) mendengarnya dan redaksi ini miliknya dari Ibnu Wahb dari Amr bin al-Harits dari Bukair, bahwasanya Abu Saib telah mengabarkan kepadanya bahwasannya dia telah mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian mandi junub dalam air yang tergenang (tidak mengalir).

Hadis No. 219 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perbedaan darah haid dan darah istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌أَبُو الْأَشْعَثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌هِشَامَ بْنَ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي لَا أَطْهُرُ، أَفَأَتْرُكُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ. قَالَ خَالِدٌ فِيمَا قَرَأْتُ عَلَيْهِ: وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ، وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu al-Asy’ats, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid bin al-Harits, dia berkata: saya pernah mendengar Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, bahwasanya (Fatimah) binti Abu Hubaisy berkata: Wahai Rasulullah, aku sedang tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat? Beliau menjawab: Tidak, itu hanya darah penyakit. Khalid berkomentar terhadap apa yang aku baca kepadanya: bukan darah haid. Apabila datang waktu haid maka tinggalkanlah salat, dan apabila telah berlalu (selesai), maka bersihkanlah darah itu dari mu (mandi) dan laksanakanlah salat.

Hadis No. 218 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perbedaan darah haid dan darah istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ: يَا رَسُولَ اللهِ، لَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah ra., dia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah berkata: Wahai Rasulullah, aku sedang tidak suci, apakah aku harus meninggalkan salat?. Maka Rasulullah saw. bersabda: Itu hanya darah penyakit, bukan darah haid. Apabila datang waktu haid maka tinggalkanlah salat, lalu apabila telah selesai kadar haid, maka bersihkanlah darah itu dari mu (mandi) dan laksanakanlah salat.

Hadis No. 217 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perbedaan darah haid dan darah istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتِ: اسْتُحِيضَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ، فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ أَثَرَ الدَّمِ وَتَوَضَّئِي، فَإِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. قِيلَ لَهُ: فَالْغُسْلُ؟ قَالَ: ذَلِكَ لَا يَشُكُّ فِيهِ أَحَدٌ

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ : لَا أَعْلَمُ أَحَدًا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ: ((وَتَوَضَّئِي)) غَيْرَ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ هِشَامٍ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ: ((وَتَوَضَّئِي))

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib bin Araby, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Zaid dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah ra., ia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy mengalami istihadah, maka ia pun bertanya kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, aku sedang istihadah, maka aku tidak sedang suci. apakah aku harus meninggalkan salat?. Rasulullah saw. bersabda: Itu darah penyakit, bukan haid. Apabila sedang haid maka tinggalkanlah salat, dan apabila sudah berlalu (selesai) maka cucilah bekas darah darimu dan berwudulah. Itu hanya darah penyakit, bukan haid. Beliau ditanya: Bagaimana dengan mandi?. Maka beliau bersabda: Tidak seorangpun meragukan hal itu.

Abu Abdurrahman (imam al-Nasa’i) berkata: saya tidak mengetahui seorangpun yang menyebutkan dalam hadis ini lafaz wa tawadha’i’ (dan berwudulah) selain Hammad bin Zaid, padahal telah banyak yang meriwayatkan hadis ini dari Hisyam, tapi tidak menyebutkan di dalamnya lafaz wa tawadha’i’ (dan berwudulah).

Hadis No. 216 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perbedaan darah haid dan darah istihadah:

قَالَ أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ هَذَا مِنْ كِتَابِهِ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ مِنْ حِفْظِهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ دَمَ الْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ : قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ، لَمْ يَذْكُرْ أَحَدٌ مِنْهُمْ مَا ذَكَرَهُ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi -yang ini dari bukunya, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi -dari hafalannya, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amr dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah, bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy pernah mengalami istihadah, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Sesungguhnya darah haid itu darah hitam yang sudah dikenal, maka apabila itu (darah haid) tinggalkanlah salat. Namun jika selain itu, berwudulah dan laksanakanlah salat.

Abu Abdurrahman (Imam al-Nasa’i) berkata: Telah banyak yang meriwayatkan hadis ini, namun tak seorang pun dari mereka yang menyebutkan sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Abi Adi. Allah Ta’ala lebih mengetahui.

Hadis No. 215 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perbedaan darah haid dan darah istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ‌مُحَمَّدٍ وَهُوَ ابْنُ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ ‌فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ، أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ دَم الْحَيْضِ، فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِذَا كَانَ الْآخَر فَتَوَضَّئِي، فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Muhammad yaitu Ibnu Amr bin Alqamah bin Waqqash dari Ibnu Syihab dari Urwan bin al-Zubair dari Fatimah binti Abu Hubaisy, bahwasanya dia pernah mengalami istihadah, maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Apabila itu darah haid, darahnya berwarna hitam yang sudah dikenal, maka tinggalkanlah salat. Namun jika itu yang lainnya, maka berwudulah, karena itu hanya darah penyakit.