Beranda blog Halaman 13

Hadis No. 214 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi karena nifas:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌جَرِيرٌ عَنْ ‌يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ‌جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ فِي حَدِيثِ أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ حِينَ نُفِسَتْ بِذِي الْحُلَيْفَةِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَبِي بَكْرٍ: مُرْهَا أَنْ تَغْتَسِلَ، وَتُهِلَّ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Qudamah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Jarir dari Yahya bin Sa’id dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari Jabir bin Abdullah pada hadis Asma binti Umais ketika ia sedang nifas di Dzul Hulaifah, Rasulullah saw. bersabda kepada Abu Bakar: Suruh ia (Asma binti Umais) mandi, lalu bertalbiyah (ihram).

Hadis No. 213 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandinya perempuan yang sedang istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌شُعْبَةُ عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَنَّ امْرَأَةً مُسْتَحَاضَةً عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيلَ لَهَا: إِنَّهُ عِرْقٌ عَانِدٌ، فَأُمِرَتْ أَنْ تُؤَخِّرَ الظُّهْرَ، وَتُعَجِّلَ الْعَصْرَ، وَتَغْتَسِلَ لَهُمَا غُسْلًا وَاحِدًا، وَتُؤَخِّرَ الْمَغْرِبَ، وَتُعَجِّلَ الْعِشَاءَ، وَتَغْتَسِلَ لَهُمَا غُسْلًا وَاحِدًا، وَتَغْتَسِلَ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ غُسْلًا وَاحِدًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdurrahman bin al-Qasim dari ayahnya dari Aisyah ra., bahwasanya pernah ada seorang perempuan yang sedang istihadah pada zaman Rasulullah saw., dikatakan kepadanya: bahwa itu adalah darah penyakit yang tidak wajar. Maka ia pun diperintahkan untuk mengakhirkan salat zuhur dan memajukan salat asar, serta mandi satu kali untuk dua salat tersebut. Mengakhirkan salat magrib dan memajukan salat isya, serta mandi satu kali untuk dua salat tersebut, kemudian mandi satu kali untuk salat subuh.

Hadis No. 212 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab quru’:

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا ‌عَبْدَةُ ‌وَوَكِيعٌ ‌وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا ‌هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abdah, Waki’ dan Abu Mu’awiyah, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: Aku perempuan yang sedang mengalami istihadhah, maka aku sedang tidak suci. Apakah aku harus meninggalkan shalat?. Beliau bersabda: Tidak, itu hanya darah penyakit, bukan haid. Apabila datang masa haid, tinggalkanlah shalat, dan jika sudah berlalu (selesai masa haid) maka cucilah darah itu darimu (mandi) dan shalatlah.

Hadis No. 211 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab quru’:

أَخْبَرَنَا ‌عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌اللَّيْثُ عَنْ ‌يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ‌بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ ‌الْمُنْذِرِ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ ‌عُرْوَةَ، أَنَّ ‌فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ حَدَّثَتْ أَنَّهَا أَتَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَشَكَتْ إِلَيْهِ الدَّمَ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، فَانْظُرِي إِذَا أَتَاكِ قُرْؤُكِ، فَلَا تُصَلِّي، فَإِذَا مَرَّ قُرْؤُكِ فَتَطَهَّرِي، ثُمَّ صَلِّي مَا بَيْنَ الْقُرْءِ إِلَى الْقُرْءِ. هَذَا الدَّلِيلُ عَلَى أَنَّ الْأَقْرَاءَ حَيْضٌ

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ مَا ذَكَرَ الْمُنْذِرُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Isa bin Hammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Bukair bin Abdillah dari al-Mundziri bin al-Mughirah dari Urwah, bahwasanya Fatimah binti Hubaisy menceritakan dirinya pernah datang kepada Rasulullah saw., lalu mengadukan pendarahannya. Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Itu darah penyakit!. Perhatikanlah (waktu kebiasaan haidmu), jika datang waktu haidmu maka janganlah shalat, jika telah berlalu masa haidmu, maka bersucilah, kemudian shalatlah di antara waktu haid yang satu ke waktu haid yang lain. Ini adalah dalil bahwa redaksi al-aqra bermakna haid.

Abu Abdurrahman (al-Imam al-Nasa’i) berkata: Hadis ini juga diriwayatkan oleh Hisyam bin Urwah dari Urwah. tetapi dia tidak menyebutkan sebagaimana yang telah disebutkan oleh al-Mundzir.

Hadis No. 210 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab quru’:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌سُفْيَانُ عَنِ ‌الزُّهْرِيِّ عَنْ ‌عَمْرَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ سَبْعَ سِنِينَ، فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، إِنَّمَا هُوَ عِرْق. فَأَمَرَهَا أَنْ تَتْرُكَ الصَّلَاةَ قَدْرَ أَقْرَائِهَا وَحَيْضَتِهَا وَتَغْتَسِلَ وَتُصَلِّيَ، فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari al-Zuhri dari Amrah dari Aisyah, bahwasanya Ummu Habibah binti Jahsy pernah mengalami istihadhah (mengeluarkan darah penyakit) selama tujuh tahun, maka ia pun bertanya kepada Nabi saw. Lalu Beliau bersabda: Itu bukanlah haid, tetapi darah penyakit. Lalu beliau memerintahkannya untuk meninggalkan shalat selama masa haidnya, lalu mandi (pasca haid) dan shalat. Ia harus mandi pada setiap kali akan shalat.

Hadis No. 209 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab quru’:

أَخْبَرَنَا ‌الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ بَكْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبِي عَنْ ‌يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ ‌أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ ‌عَمْرَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَأَنَّهَا اسْتُحِيضَتْ لَا تَطْهُرُ، فَذُكِرَ شَأْنُهَا لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنَّهَا لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، وَلَكِنَّهَا رَكْضَةٌ مِنَ الرَّحِمِ، فَلْتَنْظُرْ قَدْرَ قَرْئِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ لَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ، ثُمَّ تَنْظُرْ مَا بَعْدَ ذَلِكَ، فَلْتَغْتَسِلْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Rabi bin Sulaiman bin Daud bin Ibrahim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Bakr, dia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku dari Yazid bin Abdullah dari Abu Bakar bin Muhammad dari Amrah dari Aisyah, bahwasanya Ummu Habibah binti Jahsy, istri Abdurrahman bin Auf pernah mengalami istihadhah, tidak suci, maka diadukanlah perkaranya kepada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: Itu bukanlah haid, tetapi hentakan dari rahim, maka hendaknya ia lihat kadar kebiasaan masa haidnya, lalu tinggalkanlah shalat. Kemudian lihat apa yang terjadi setelah itu, lalu hendaknya ia mandi pada setiap kali shalat.

Hadis No. 208 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi karena haid:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌نَافِعٍ عَنْ ‌سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ‌أُمِّ سَلَمَةَ، تَعْنِي أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: لِتَنْظُرْ عَدَدَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ مِنَ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبَهَا الَّذِي أَصَابَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنَ الشَّهْرِ، فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ، فَلْتَغْتَسِلْ، ثُمَّ لِتَسْتَثْفِرْ، ثُمَّ لِتُصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Nafi’ dari Sulaiman bin Yasar dari Ummu Salamah, ia bermaksud ada seseorang perempuan yang mengalami pendarahan pada zaman Rasulullah saw., lalu Ummu Salamah memintakan fatwa kepada Rasulullah saw. untuknya. Maka Beliau bersabda: Hendaklah ia memperhatikan jumlah malam dan hari yang ia mengalami haid setiap bulannya sebelum ia ditimpa keadaan yang dialaminya. Maka hendaklah ia meninggalkan salat sesuai dengan jumlah hari tersebut setiap bulan. Apabila masa itu telah berlalu, hendaklah ia mandi, kemudian hendaklah ia memakai kain penahan (pembalut), lalu hendaklah ia melaksanakan salat.

Hadis No. 207 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi karena haid:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌اللَّيْثُ عَنْ ‌يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ‌جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ ‌عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ سَأَلَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الدَّمِ، قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: رَأَيْتُ مِرْكَنَهَا مَلْآنَ دَمًا، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: امْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ، ثُمَّ اغْتَسِلِي. أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ مَرَّةً أُخْرَى، وَلَمْ يَذْكُرْ جَعْفَرًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Ja’far bin Rabi’ah dari ‘Irak bin Malik dari Urwah dari Aisyah, bahwasanya Ummu Habibah pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang darah? Aisyah ra. berkata: Aku melihat bejana mencuci pakaiannya penuh dengan darah. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Tetapkanlah sesuai masa/waktu haid yang biasa kamu alami kemudian mandilah. Dan telah mengabarkan kepada kami Qutaibah pada kesempatan lain tanpa menyebutkan Ja’far.

Hadis No. 206 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi karena haid:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌اللَّيْثُ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَت: اسْتَفْتَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ بِنْتُ جَحْشٍ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَقَالَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، فَاغْتَسِلِي وَصَلِّي. فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ لِكُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Laits dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah, dia berkata: Ummu Habibah binti Jahsy pernah meminta fatwa kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah!, aku mengalami istihadhah?. Lalu Beliau bersabda: Itu darah penyakit, maka mandilah kamu dan laksanakan shalat!. Ummu Habibah pun mandi untuk setiap kali salat.

Hadis No. 205 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mandi karena haid:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ وَهْبٍ عَنْ ‌عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ ‌وَعَمْرَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ خَتَنَةَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ اسْتُحِيضَتْ سَبْعَ سِنِينَ، اسْتَفْتَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ هَذِهِ لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، وَلَكِنْ هَذَا عِرْقٌ، فَاغْتَسِلِي وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Salamah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari Amr bin al-Harits dari Ibnu Syihab dari Urwah dan Amrah dari Aisyah, bahwasanya Ummu Habibah, saudari istri Rasulullah saw., istri Abdurrahman bin Auf mengalami istihadhah selama tujuh tahun, maka dia pun meminta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang perkara itu, lalu Rasulullah saw. bersabda: Sungguh ini bukanlah haid, tetapi darah penyakit. Maka mandilah dan laksanakan salat.