Beranda blog Halaman 19

Hadis No. 154 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mazi yang membatalkan wudu dan tidak membatalkannya:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌سُفْيَانُ عَنْ ‌عَمْرٍو عَنْ ‌عَطَاءٍ عَنْ ‌عَائِشِ بْنِ أَنَسٍ، أَنَّ ‌عَلِيًّا قَالَ: كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً، فَأَمَرْتُ عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ يَسْأَلُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَجْلِ ابْنَتِهِ عِنْدِي، فَقَالَ: يَكْفِي مِنْ ذَلِكَ الْوُضُوءُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amr dari ‘Atha dari ‘Aisy bin Anas bahwasanya Ali pernah berkata: Aku adalah laki-laki yang gampang keluar mazi, lalu aku menyuruh ‘Ammar bin Yasir bertanya kepada Rasulullah Saw. karena anak perempuannya adalah istriku. Lalu beliau (Rasulullah Saw) bersabda: Cukup dari yang demikian itu dengan berwudu.

Hadis No. 153 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mazi yang membatalkan wudu dan tidak membatalkannya:

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا ‌جَرِيرٌ، عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ ، عَنْ ‌عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قُلْتُ ‌لِلْمِقْدَادِ : إِذَا بَنَى الرَّجُلُ بِأَهْلِهِ فَأَمْذَى وَلَمْ يُجَامِعْ، فَسَلِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ، فَإِنِّي أَسْتَحِي أَنْ أَسْأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ وَابْنَتُهُ تَحْتِي. فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: يَغْسِلُ مَذَاكِيرَهُ وَيَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Ali ra., dia berkata: Aku pernah berkata kepada Miqdad: Bila seorang lelaki hendak menggauli istrinya lalu keluar mazinya namun belum bersetubuh, tolong tanyakanlah hal tersebut kepada Rasulullah Saw. Aku malu untuk bertanya kepada beliau tentang hal tersebut, karena anak perempuannya adalah istriku. Kemudian dia (Miqdad) bertanya, maka Rasulullah Saw. bersabda: Hendaklah ia mencuci kemaluannya lalu berwudu sebagaimana wudu untuk salat.

Hadis No. 152 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mazi yang membatalkan wudu dan tidak membatalkannya:

أَخْبَرَنَا ‌هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ ‌أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ عَنْ ‌أَبِي حَصِينٍ عَنْ ‌أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: قَالَ ‌عَلِيٌّ: كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً، وَكَانَتِ ابْنَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتِي، فَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ أَسْأَلَهُ، فَقُلْتُ لِرَجُلٍ جَالِسٍ إِلَى جَنْبِي: سَلْهُ، فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: فِيهِ الْوُضُوءُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin al-Sari dari Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari Abu Hashin dari Abu Abdurrahman, dia berkata: Ali pernah berkata: Aku adalah laki-laki yang gampang keluar mazi, sedangkan anak perempuan Nabi Saw. adalah istriku, maka aku malu bertanya kepadanya (Rasulullah Saw). Lalu aku berkata kepada orang yang sedang duduk di sampingku: Tanyakanlah hal tersebut kepadanya (Rasulullah Saw). Lantas diapun bertanya kepada beliau, lalu beliau bersabda: Mengenai hal itu harus wudu.

Hadis No. 151 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab pahala bagi seseorang yang memperbagus wudunya lalu ia sholat dua rakaat:

أَخْبَرَنَا ‌مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَسْرُوقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيُّ عَنْ ‌أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ ‌وَأَبِي عُثْمَانَ عَنْ ‌جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ ‌عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُقْبِلُ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Musa bin Abdurrahman al-Masruqi, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Zaid bin al-Hubab, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Rabi’ah bin Yazid al-Dimasqy dari Abu Idris al-Khaulani dan Abu Usman dari Jubair bin Nufair al-Hadhrami dari Uqbah bin Amir al-Juhani, dia berkata: Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa berwudu lalu memperbagus wudunya, kemudian salat dua rakaat dengan menghadirkan hati dan wajahnya, maka wajib baginya surga.

Hadis No. 150 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perhiasan wudu:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنِ ‌الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْمَقْبَرَةِ فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنِّي قَدْ رَأَيْتُ إِخْوَانَنَا. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَلَسْنَا إِخْوَانَكَ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ يَأْتِي بَعْدَكَ مِنْ أُمَّتِكَ؟ قَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لِرَجُلٍ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ فِي خَيْلٍ بُهْمٍ دُهْمٍ، أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari al-‘Ala bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. pernah keluar menuju permakaman, lalu beliau mengucapkan: Assalamu’alaikum wahai para penghuni negeri kaum yang beriman, sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin melihat saudara-saudara kami!. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?. Beliau menjawab: Kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudaraku yaitu mereka yang belum datang setelahku. Dan aku akan mendahului mereka menuju Haudl (telaga). Mereka bertanya lagi: Wahai Rasulullah! bagaimana engkau tahu orang-orang setelah engkau dari umatmu?. Beliau bersabda: Apakah kamu tahu kalau seseorang mempunyai seekor kuda yang kakinya berwarna putih yang berada di antara kuda-kuda yang hitam pekat? Bukankah ia akan mengenali kuda-kudanya?. Mereka berkata: Ya, tentu. Beliau meneruskan sabdanya: Sungguh mereka akan datang pada hari kiamat dengan anggota tubuh bersinar karena adanya bekas wudu, dan aku akan mendahului mereka masuk ke dalam telaga (Haudl).

Hadis No. 149 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perhiasan wudu:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌خَلَفٍ وَهُوَ ابْنُ خَلِيفَةَ عَنْ ‌أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ ‌أَبِي حَازِمٍ، قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ، وَكَانَ يَغْسِلُ يَدَيْهِ حَتَّى يَبْلُغَ إِبْطَيْهِ، فَقُلْتُ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، مَا هَذَا الْوُضُوءُ؟ فَقَالَ لِي: يَا بَنِي فَرُّوخَ، أَنْتُمْ هَاهُنَا! لَوْ عَلِمْتُ أَنَّكُمْ هَاهُنَا مَا تَوَضَّأْتُ هَذَا الْوُضُوءَ، سَمِعْتُ خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: تَبْلُغُ حِلْيَةُ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوُضُوءُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Khalaf yaitu Ibnu Khalifah dari Abu Malik al-Asyja’i dari Abu Hazim, dia berkata: Aku pernah berada di belakang Abu Hurairah saat dia sedang berwudu untuk salat. Ia membasuh kedua tangannya sampai ketiaknya. Lantas aku bertanya kepadanya: Wahai Abu Hurairah! Wudu apa ini? Ia menjawab: Wahai Bani Farrukh, kalian di sini? Andai aku tahu kalian di sini, aku tidak akan wudu seperti ini. Aku pernah mendengar kekasihku (Rasulullah) Saw. bersabda: Perhiasan seorang mukmin (di surga) akan sampai ke tempat (bagian tubuh) yang terkena aliran air wudu.

Hadis No. 148 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab doa setelah berwudu:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَرْبٍ الْمَرْوَزِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ ‌رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ ‌أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ ‌وَأَبِي عُثْمَانَ عَنْ ‌عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ ‌عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ali bin Harb al-Marwazi, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Zaid bin al-Hubab, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris al-Khaulani dan Abu Utsman dari ‘Uqbah bin Amir al-Juhani dari Umar bin al-Khattab ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda: “Barang siapa berwudu kemudian memperbaiki wudunya lalu berdoa :Aku bersaksi bahwa tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, niscaya akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia masuk lewat pintu manapun yang ia kehendaki.

Hadis No. 147 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab ganjaran bagi orang yang berwudu sebagaimana yang diperintahkan:

أَخْبَرَنَا ‌عَمْرُو بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌اللَّيْثُ هُوَ ابْنُ سَعْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي ‌أَبُو يَحْيَى سُلَيمُ بْنُ عَامِرٍ ‌وَضَمْرَةُ بْنُ حَبِيبٍ ‌وَأَبُو طَلْحَةَ نُعَيْمُ بْنُ زِيَادٍ، قَالُوا: سَمِعْنَا ‌أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ ‌عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ يَقُولُ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ الْوُضُوءُ؟ قَالَ: أَمَّا الْوُضُوءُ فَإِنَّكَ إِذَا تَوَضَّأْتَ فَغَسَلْتَ كَفَّيْكَ فَأَنْقَيْتَهُمَا خَرَجَتْ خَطَايَاكَ مِنْ بَيْنِ أَظْفَارِكَ وَأَنَامِلِكَ، فَإِذَا مَضْمَضْتَ وَاسْتَنْشَقْتَ مَنْخِرَيْكَ وَغَسَلْتَ وَجْهَكَ وَيَدَيْكَ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ وَمَسَحْتَ رَأْسَكَ وَغَسَلْتَ رِجْلَيْكَ إِلَى الْكَعْبَيْنِ اغْتَسَلْتَ مِنْ عَامَّةِ خَطَايَاكَ، فَإِنْ أَنْتَ وَضَعْتَ وَجْهَكَ لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ خَرَجْتَ مِنْ خَطَايَاكَ كَيَوْمَ وَلَدَتْكَ أُمُّكَ

قَالَ أَبُو أُمَامَةَ: فَقُلْتُ: يَا عَمْرَو بْنَ عَبَسَةَ، انْظُرْ مَا تَقُولُ! أَكُلُّ هَذَا يُعْطَى فِي مَجْلِسٍ وَاحِدٍ؟ فَقَالَ: أَمَا وَاللهِ لَقَدْ كَبِرَتْ سِنِّي وَدَنَا أَجَلِي، وَمَا بِي مِنْ فَقْرٍ فَأَكْذِبَ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَقَدْ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Amr bin Manshur, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas, dia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Laits yaitu Ibnu Sa’id, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih, dia berkata: telah mengabarkan kepadaku Abu Yahya Sulaim bin Amir dan Dhamrah bin Habib dan Abu Thalhah Nu’aim bin Ziyad, mereka berkata: kami pernah mendengar Abu Umamah al-Bahili berkata: Aku pernah mendengar Amr bin Abasah berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana cara berwudu? Beliau menjawab “Adapun wudu, apabila kamu melakukan wudu dan membasuh kedua telapak tanganmu lalu kamu menyucikan keduanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari celah-celah kuku-kukumu dan ujung jari-jarimu. Bila kamu berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung, lalu membasuh mukamu dan kedua tanganmu sampai ke siku-siku dan mengusap kepalamu, lalu membasuh kedua tanganmu sampai ke siku-siku dan mengusap kepalamu, kemudian membasuh kedua kaki sampai ke mata kaki, maka kamu telah membersihkan seluruh kesalahanmu. Kemudian jika kamu meletakkan mukamu ke hadapan Allah ‘Azza wa Jalla, maka kamu telah keluar dari kesalahanmu seperti kamu baru dilahirkan ibumu.”

Abu Umamah berkata: Aku pernah berkata: wahai Amr bin Abasah! Lihatlah apa yang telah kamu katakan, apakah ini diberikan dalam satu majelis? Dia menjawab: Demi Allah, umurku sudah tua dan ajal semakin dekat, apa gunanya aku berdusta atas nama Rasulullah Saw. Sungguh, kedua telingaku mendengarnya dan hatiku masih sangat sadar bahwa itu dari Rasulullah Saw.

Hadis No. 146 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab ganjaran bagi orang yang berwudu sebagaimana yang diperintahkan:

أَخْبَرَنَا ‌قُتَيْبَةُ عَنْ ‌مَالِكٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ، أَنَّ ‌عُثْمَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنِ امْرِئٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يُصَلِّي الصَّلَاةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الْأُخْرَى حَتَّى يُصَلِّيَهَا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Humran (mantan budak Utsman), bahwasanya Utsman ra. pernah berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Tidaklah seseorang berwudu lalu memperbaiki wudunya kemudian ia mendirikan salat, melainkan diampuni dosa yang ada di antara salat tersebut dengan salat lainnya sampai dia mendirikan salat tersebut (lainnya).

Hadis No. 145 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab ganjaran bagi orang yang berwudu sebagaimana yang diperintahkan:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌خَالِدٌ عَنْ ‌شُعْبَةَ عَنْ ‌جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ‌حُمْرَانَ بْنَ أَبَانَ أَخْبَرَ أَبَا بُرْدَةَ فِي الْمَسْجِدِ أَنَّهُ سَمِعَ ‌عُثْمَانَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ أَتَمَّ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فَالصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdul A’la, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Khalid dari Syu’bah dari Jami’ bin Syaddad, dia berkata: saya telah mendengar Humran bin Aban mengabarkan Abu Burdah di masjid, bahwasanya dia pernah mendengar Usman bercerita dari Rasulullah Saw. yang bersabda: Barang siapa menyempurnakan wudu sebagaimana yang diperintahkan Allah Swt, maka salat lima waktu baginya merupakan penghapus dosa di antara lima waktu tersebut.