Beranda blog Halaman 43

Hadis No. 106 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abu Daud
Sunan Abu Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab sifat wudhu Nabi saw.,

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ، وَيَعْقُوبُ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْطَاكِيُّ – لَفْظُهُ – قَالَا: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنْ حَرِيزِ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ، قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ، فَلَمَّا بَلَغَ مَسْحَ رَأْسِهِ، وَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى مُقَدَّمِ رَأْسِهِ، فَأَمَرَّهُمَا حَتَّى بَلَغَ الْقَفَا، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ»، قَالَ مَحْمُودٌ: قَالَ: أَخْبَرَنِي حَرِيزٌ

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ، وَهِشَامُ بْنُ خَالِدٍ، الْمَعْنَى، قَالَا: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ، قَالَ: «وَمَسَحَ بِأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا»، زَادَ هِشَامٌ وَأَدْخَلَ أَصَابِعَهُ فِي صِمَاخِ أُذُنَيْهِ

Mahmud bin Khalid dan Ya’qub bin Ka’b Al-Anthaki – lafadznya-, telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Al-Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami, dari Hariz bin Usman, dari Abdurrahman bin Maisarah, dari Al-Miqdam bin Ma’di Karib, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu, maka ketika beliau sampai pada gerakan mengusap kepalanya, beliau meletakkan kedua telapak tangannya pada bagian depan, lalu beliau menjalankan keduanya hingga bagian tengkuk, kemudian beliau mengembalikan keduanya ke tempat beliau memulai darinya.” Mahmud berkata, Hariz telah mengabarkan kepadaku.

Mahmud bin Khalid dan Hisyam bin Khalid, dengan riwayat bil makna telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Al-Walid telah menceritakan kepada kami dengan sanad ini, ia berkata, “Dan beliau mengusap kedua telinganya bagian luar dan dalamnya.” Hisyam menambahkan, “Beliau memasukkan jari-jarinya pada lubang kedua telinganya.”

Hadis No. 100 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perempuan mengusap kepalanya,

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ جُعَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مَرْوَانَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ أَبِي ذُنَابٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ سَالِمٌ سَبَلَانُ قَالَ: وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَعْجِبُ بِأَمَانَتِهِ، وَتَسْتَأْجِرُهُ فَأَرَتْنِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ، فَتَمَضْمَضَتْ وَاسْتَنْثَرَتْ ثَلَاثًا، وَغَسَلَتْ وَجْهَهَا ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَتْ يَدَهَا الْيُمْنَى ثَلَاثًا وَالْيُسْرَى ثَلَاثًا، وَوَضَعَتْ يَدَهَا فِي مُقَدَّمِ رَأْسِهَا، ثُمَّ مَسَحَتْ رَأْسَهَا مَسْحَةً وَاحِدَةً إِلَى مُؤَخَّرِهِ، ثُمَّ أَمَرَّتْ يَدَهَا بِأُذُنَيْهَا، ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْخَدَّيْنِ» قَالَ سَالِمٌ: كُنْتُ آتِيهَا مُكَاتَبًا مَا تَخْتَفِي مِنِّي، فَتَجْلِسُ بَيْنَ يَدَيَّ وَتَتَحَدَّثُ مَعِي حَتَّى جِئْتُهَا ذَاتَ يَوْمٍ فَقُلْتُ: ادْعِي لِي بِالْبَرَكَةِ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ. قَالَتْ: وَمَا ذَاكَ؟ قُلْتُ: أَعْتَقَنِي اللَّهُ. قَالَتْ: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَأَرْخَتِ الْحِجَابَ دُونِي، فَلَمْ أَرَهَا بَعْدَ ذَلِكَ الْيَوْمِ

Al-Husain bin Huraits telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al-Fadhl bin Musa telah menceritakan kepada kami, dari Ju’aid bin Abdurrahman, ia berkata, Abdul Malik bin Marwan bin Al-Harits bin Abu Dzunab telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Abu Abdillah bin Salim Sabalan telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, “Aisyah sangat kagum dengan sifat amanahnya dan ia menyewanya. Lalu, Aisyah memperlihatkan kepadaku cara Rasulullah saw. berwudhu, lalu ia berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya kembali tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali, membasuh tangan kirinya tiga kali, lalu ia meletakkan tangannya di bagian depan kepalanya, kemudian ia mengusap kepalanya sekali usapan sampai ke belakang. Kemudian ia menjalankan tangannya (untuk mengusap) di kedua telinga dan kedua pipinya.” Salim berkata, “Aku pernah datang kepada Aisyah dalam keadaan masih budak mukatab (budak yang dijanjikan untuk dimerdekakan dengan pembayaran secara diangsur). Lalu, ia duduk di depanku dan berbincang-bincang denganku. Pada suatu hari, aku berkata, “Wahai Ummul Mukminin, doakan aku dengan keberkahan.” Aisyah berkata, “Ada apa ini?” Aku menjawab, “Allah telah memerdekakan diriku.” Ia mendoakanku dan berkata, “Semoga Allah memberkahimu.” Ia segera menurunkan hijabnya di hadapanku dan aku tidak pernah melihatnya lagi setelah itu.

Hadis No. 99 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab jumlah usapan kepala,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءَ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ مَرَّتَيْنِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ مَرَّتَيْنِ

Muhammad bin Manshur telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Amru bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid -yang dimimpikan bacaan adzan-, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu, lalu beliau membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya dua kali, kedua kakinya dua kali, dan mengusap kepalanya dua kali.”

Penjelasan:

Imam As-Sindi dalam kitab Syarah Sunan An-Nasa’i menjelaskan bahwa pada riwayat ini terdapat kekeliruan dalam mengutip rawi Abdullah bin Zaid “-yang dimimpikan bacaan adzan-“. Menurut Imam As-Sindi, rawi yang meriwayatkan tentang wudhu adalah Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Mazini, sedangkan rawi yang meriwayatkan adzan adalah Abdullah bin Zaid bin Abdu Rabbih.

Hadis No. 98 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab cara mengusap kepala,

أَخْبَرَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ مَالِكٍ هُوَ ابْنُ أَنَسٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّهُ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ – وَهُوَ جَدُّ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى – هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُرِيَنِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ: نَعَمْ. فَدَعَا بِوَضُوءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدِهِ الْيُمْنَى فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ

Utbah bin Abdullah telah mengabarkan kepada kami, dari Malik bin Anas, dari Amru bin Yahya, dari ayahnya, bahwa ia berkata kepada Abdullah bin Zaid bin Ashim, yakni kakek Amru bin Yahya, “Bisakah engkau memperlihatkan kepadaku bagaimana cara Rasulullah saw. berwudhu?” Abdullah bin Zaid menjawab, “Ya”. Maka, ia meminta air wudhu, lalu ia tuangkan di atas tangan kanannya, lalu ia membasuh kedua tangannya dua kali, kemudian ia berkumur dan istinsyaq tiga kali, kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali-dua kali, kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya. Ia menjalankan keduanya di bagian depan kepala dan belakang, ia mulai dari ujung kepalanya lalu ditarik ke belakang sampai tengkuknya, lantas mengembalikannya ke tempat semula, kemudian ia membasuh kedua kakinya.”

Hadis No. 97 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab batasan basuhan,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ وَاللَّفْظُ لَهُ، عَنِ ابْنِ الْقَاسِمِ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَهُوَ جَدُّ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى: هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُرِيَنِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ؟ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ: نَعَمْ. فَدَعَا بِوَضُوءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ، ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ

Muhammad bin Salamah dan Al-Harits bin Miskin telah mengabarkan kepada kami dengan cara qira’ah/membaca hadis di hadapannya sedangkan aku mendengarnya, dan lafadz hadis ini miliknya, dari Ibn Al-Qasim, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Amru bin Yahya Al-Mazini, dari ayahnya, bahwa ia berkata kepada Abdullah bin Zaid bin Ashim, ia termasuk sahabat Nabi saw., yakni kakeknya Amru bin Yahya, “Bisakah engkau perlihatkan kepadaku bagaimana cara Rasulullah saw. berwudhu?” Abdullah bin Zaid menjawab, “Ya”. Maka, ia meminta air wudhu, lalu ia menuangkannya di atas kedua tangannya, membasuh kedua tangannya dua kali dua kali, kemudian ia berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung tiga kali, kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali-dua kali, kemudian ia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya. Ia menjalankan keduanya di bagian depan kepala dan belakang, ia mulai dari ujung kepalanya lalu ditarik ke belakang sampai tengkuknya, lantas mengembalikannya ke tempat semula, kemudian ia membasuh kedua kakinya.”

Hadis No. 76 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena kentut,

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian jika berhadats hingga ia berwudhu.”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

Hadis No. 75 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena kentut,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ العَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي الْمَسْجِدِ فَوَجَدَ رِيحًا بَيْنَ أَلْيَتَيْهِ فَلاَ يَخْرُجْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا، أَوْ يَجِدَ رِيحًا
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ زَيْدٍ، وَعَلِيِّ بْنِ طَلْقٍ، وَعَائِشَةَ، وَابْنِ عَبَّاسٍ، وَأَبِي سَعِيدٍ

قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
وَهُوَ قَوْلُ العُلَمَاءِ: أَنْ لاَ يَجِبَ عَلَيْهِ الوُضُوءُ إِلاَّ مِنْ حَدَثٍ يَسْمَعُ صَوْتًا أَوْ يَجِدُ رِيحًا
وقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: إِذَا شَكَّ فِي الحَدَثِ، فَإِنَّهُ لاَ يَجِبُ عَلَيْهِ الوُضُوءُ، حَتَّى يَسْتَيْقِنَ اسْتِيقَانًا يَقْدِرُ أَنْ يَحْلِفَ عَلَيْهِ، وَقَالَ: إِذَا خَرَجَ مِنْ قُبُلِ الْمَرْأَةِ الرِّيحُ وَجَبَ عَلَيْهَا الوُضُوءُ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ، وَإِسْحَاقَ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian berada di dalam masjid, lalu mendapatkan angin di antara pantatnya, maka janganlah ia keluar hingga mendengar suara atau mencium bau.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Zaid, Ali bin Thalq, Aisyah, Ibnu Abbas, dan Abu Sa’id.”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

“Ini adalah pendapat para ulama, bahwa seseorang tidak wajib wudhu kecuali karena berhadas, yakni mendengar suara atau mendapatkan bau.”

Abdullah bin Al-Mubarak berkata, “Jika seseorang merasa ragu berhadas atau tidak, maka ia tidak harus berwudhu hingga yakin, sehingga ia berani sumpah dengannya.” Ia berkata lagi, “Jika ada suara yang keluar dari kemaluan seorang perempuan, maka ia wajib berwudhu.” Ini adalah pendapat Imam As-Syafi’i dan Ishaq.

Hadis No. 74 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena kentut,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَهَنَّادٌ، قَالاَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ وُضُوءَ إِلاَّ مِنْ صَوْتٍ أَوْ رِيحٍ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Qutaibah dan Hannad telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada wudhu kecuali karena (mendengar) suara (kentut) atau bau (yang keluar darinya).”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih”.

Hadis No. 73 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab kencing hewan yang dimakan dagingnya,

حَدَّثَنَا الفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الأَعْرَجُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلاَنَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: إِنَّمَا سَمَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْيُنَهُمْ لأَنَّهُمْ سَمَلُوا أَعْيُنَ الرُّعَاةِ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ، لاَ نَعْلَمُ أَحَدًا ذَكَرَهُ غَيْرَ هَذَا الشَّيْخِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ زُرَيْعٍ
وَهُوَ مَعْنَى قَوْلِهِ: {وَالجُرُوحَ قِصَاصٌ}، وَقَدْ رُوِيَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، قَالَ: إِنَّمَا فَعَلَ بِهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا قَبْلَ أَنْ تَنْزِلَ الحُدُودُ

Al-Fadhl bin Sahl Al-A’raj telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Ghailan telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sulaiman At-Taimi telah menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi saw. mencongkel mata mereka karena mereka mencongkel mata penggembala tersebut.”

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Gharib, kami tidak mengetahui yang menyebutkan hadis ini selain syaikh ini, dari Yazid bin Zurai’, dan ini sesuai dengan firman-Nya, “Dan luka-luka pun ada qishashnya”. Hadis ini juga telah diriwayatkan oleh Muhammad bin Sirin, ia berkata, “Nabi saw. melakukan hal itu kepada mereka sebelum turunnya ayat yang berbicara masalah hudud.”

Hadis No. 72 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab kencing hewan yang dimakan dagingnya,

حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ الزَّعْفَرَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ، وَقَتَادَةُ، وَثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ نَاسًا مِنْ عُرَيْنَةَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ، فَاجْتَوَوْهَا، فَبَعَثَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِبِلِ الصَّدَقَةِ، وَقَالَ: اشْرَبُوا مِنْ أَلْبَانِهَا وَأَبْوَالِهَا، فَقَتَلُوا رَاعِيَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْتَاقُوا الإِبِلَ، وَارْتَدُّوا عَنِ الإِسْلاَمِ، فَأُتِيَ بِهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ مِنْ خِلاَفٍ، وَسَمَرَ أَعْيُنَهُمْ، وَأَلْقَاهُمْ بِالحَرَّةِ، قَالَ أَنَسٌ: فَكُنْتُ أَرَى أَحَدَهُمْ يَكُدُّ الأَرْضَ بِفِيهِ، حَتَّى مَاتُوا. وَرُبَّمَا قَالَ حَمَّادٌ: يَكْدُمُ الأَرْضَ بِفِيهِ حَتَّى مَاتُوا
هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ، وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَنَسٍ
وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ، قَالُوا: لاَ بَأْسَ بِبَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ

Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’farani telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Affan bin Muslim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Humaid, Qatadah, dan Tsabit telah menceritakan kepada kami, dari Anas r.a., bahwa ada beberapa orang dari Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak cocok dengan iklim Madinah, maka Rasulullah saw. mengirim mereka ke tempat unta zakat. Beliau bersabda, “Minumlah kalian susu dan air kencingnya.” Namun, mereka membunuh penggembala Rasulullah saw. dan menggiring unta-unta tersebut, setelah itu mereka murtad. Lalu mereka pun dihadapkan kepada Nabi saw., beliau kemudian memotong tangan dan kaki mereka secara bersilang, mata mereka dicongkel lalu dibuang ke Harrah (padang pasir yang panas).” Anas berkata, “Aku melihat salah seorang dari mereka jatuh tersungkur hingga pasir masuk ke dalam mulut, lalu mereka mati.” Dan mungkin Hammad berkata, “Ia menggigit tanah dengan mulutnya hingga mereka mati.”

Abu Isa berkata, “Hadis ini Hasan Shahih Gharib, dan telah diriwayatkan dari jalur lain dari Anas,”

Abu Isa berkata, “Ini adalah pendapat sebagian besar ahli ilmu, mereka mengatakan, “Tidak apa-apa air kencing binatang yang boleh dimakan dagingnya.”