Beranda blog Halaman 67

Hadis No. 29 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab seruan kepada dua kalimat syahadat dan syariat-syariat Islam,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ وَكِيعٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ زَكَرِيَّاءَ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ: حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: رُبَّمَا قَالَ وَكِيعٌ: عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ مُعَاذًا قَالَ: بَعَثَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِي فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ

Abu Bakr bin Abi Syaibah, Abu Kuraib, dan Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, semuanya dari Waki’. Abu Bakr berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Zakariya bin Ishaq, ia berkata, Yahya bin Abdullah bin Shaifi telah menceritakan kepadaku, dari Abu Ma’bad, dari Ibnu Abbas, dari Mu’adz bin Jabal. Abu Bakr berkata, ‘Barang kali Waki’ berkata dari Ibnu Abbas bahwa Mu’adz berkata, Rasulullah saw. telah mengutusku seraya bersabda, “Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah. Jika mereka menaati hal tersebut, beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu pada setiap siang dan malam. Jika mereka menaati hal tersebut, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka sedekah yang diambil dari orang kaya mereka lalu dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka. Jika mereka menaati hal tersebut, maka jauhilah harta mulia mereka. Takutlah kamu terhadap doa orang yang dizalimi karena tidak ada penghalang antara ia dan Allah.”

Hadis No. 28 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab perintah untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya,

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ ح وحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو قَزَعَةَ أَنَّ أَبَا نَضْرَةَ أَخْبَرَهُ وَحَسَنًا أَخْبَرَهُمَا أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ لَمَّا أَتَوْا نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا: يَا نَبِيَّ اللهِ، جَعَلَنَا اللهُ فِدَاءَكَ مَاذَا يَصْلُحُ لَنَا مِنَ الْأَشْرِبَةِ؟ فَقَالَ: «لَا تَشْرَبُوا فِي النَّقِيرِ»، قَالُوا: يَا نَبِيَّ اللهِ جَعَلَنَا اللهُ فِدَاءَكَ أَوَ تَدْرِي مَا النَّقِيرُ؟ قَالَ: «نَعَمْ، الْجِذْعُ يُنْقَرُ وَسَطُهُ وَلَا فِي الدُّبَّاءِ، وَلَا فِي الْحَنْتَمَةِ، وَعَلَيْكُمْ بِالْمُوكَى

Muhammad bin Bakkar Al-Bashri telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Ashim telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, ha’ (at-tahwil) Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepadaku -lafadz ini miliknya-, ia berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Qaza’ah telah mengabarkan kepadaku, bahwa Abu Nadhrah telah mengabarkan kepadanya dan Hasan telah mengabarkan kepada mereka, bahwa Abu Sa’id Al-Khudri telah mengabarkannya, bahwa utusan Abdul Qais ketika mendatangi Nabi saw., mereka berkata, “Wahai Nabiyullah, semoga Allah menjadikan kami sebagai tebusanmu, minuman apa yang baik bagi kami?” Beliau menjawab, “Janganlah kalian minum pada an-naqir.” Mereka bertanya, “Wahai Nabiyullah, semoga Allah menjadikan kami sebagai tebusanmu, apakah kamu tahu an-naqir itu?” Beliau menjawab, “Ya, batang pohon yang diukir bagian tengahnya, dan janganlah kamu minum dalam ad-duba’ atau dalam al-hantam, dan hendaklah kalian (minum minuman yang disimpan pada) wadah yang kepalanya ditutup.”

 

Hadis No. 27 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab perintah untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي غَيْرُ وَاحِدٍ لَقِيَ ذَاكَ الْوَفْدَ وَذَكَرَ أَبَا نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ لَمَّا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ غَيْرَ أَنَّ فِيهِ وَتَذِيفُونَ فِيهِ مِنَ الْقُطَيْعَاءِ أَوِ التَّمْرِ وَالْمَاءِ»، وَلَمْ يَقُلْ: قَالَ سَعِيدٌ أَوْ قَالَ مِنَ التَّمْرِ

Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basyar telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Ibnu Abi Adi telah menceritakan kepada kami, dari Sa’id, dari Qatadah, ia berkata, “Bukan hanya satu orang bertemu dengan utusan tersebut.” Dan ia menyebutkan Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa utusan Abdul Qais ketika menghadap Rasulullah saw. dengan semisal hadis Ibnu Ulayyah, hanya saja di dalamnya disebutkan, “Kalian campurkan di dalamnya kurma kecil, kurma, dan air.” Dan ia tidak mengatakan, “Sa’id berkata atau ia berkata dari kurma.”

Hadis No. 40 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab baiknya Islam seseorang,

قَالَ مَالِكٌ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَنْهُ كُلَّ سَيِّئَةٍ كَانَ زَلَفَهَا وَكَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهَا

Malik berkata, Zaid bin Aslam telah mengabarkanku, bahwa Atha’ bin Yasar telah mengabarkannya, ia berkata bahwa Abu Sa’id Al-Khudri telah mengabarkannya, sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seorang hamba masuk Islam, lalu keislamannya bagus, maka Allah akan meleburkan semua kesalahannya yang telah lalu. Setelah itu, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang sama hingga tujuh ratus kali lipat. Sementara satu kejelekan dibalas dengan satu kejelekan yang sama kecuali Allah akan mengampuninya.”

Hadis No. 39 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab shalat bagian dari iman,

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَوَّلَ مَا قَدِمَ المَدِينَةَ نَزَلَ عَلَى أَجْدَادِهِ أَوْ قَالَ أَخْوَالِهِ مِنَ الأَنْصَارِ وَأَنَّهُ «صَلَّى قِبَلَ بَيْتِ المَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ يُعْجِبُهُ أَنْ تَكُونَ قِبْلَتُهُ قِبَلَ البَيْتِ وَأَنَّهُ صَلَّى أَوَّلَ صَلاَةٍ صَلَّاهَا صَلاَةَ العَصْرِ وَصَلَّى مَعَهُ قَوْمٌ» فَخَرَجَ رَجُلٌ مِمَّنْ صَلَّى مَعَهُ فَمَرَّ عَلَى أَهْلِ مَسْجِدٍ وَهُمْ رَاكِعُونَ فَقَالَ: أَشْهَدُ بِاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِبَلَ مَكَّةَ فَدَارُوا كَمَا هُمْ قِبَلَ البَيْتِ وَكَانَتِ اليَهُودُ قَدْ أَعْجَبَهُمْ إِذْ كَانَ يُصَلِّي قِبَلَ بَيْتِ المَقْدِسِ وَأَهْلُ الكِتَابِ فَلَمَّا وَلَّى وَجْهَهُ قِبَلَ البَيْتِ أَنْكَرُوا ذَلِكَ. قَالَ زُهَيْرٌ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنِ البَرَاءِ فِي حَدِيثِهِ هَذَا: أَنَّهُ مَاتَ عَلَى القِبْلَةِ قَبْلَ أَنْ تُحَوَّلَ رِجَالٌ وَقُتِلُوا فَلَمْ نَدْرِ مَا نَقُولُ فِيهِمْ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ} [البقرة: 143]

Amr bin Khalid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zuhair telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Ishaq telah menceritakan kepada kami, dari Al-Bara’ bin Azib, bahwa Nabi saw. saat pertama kali datang di Madinah, beliau singgah pada kakek-kakeknya (Azib) atau paman-pamannya dari kaum Anshar. Beliau shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, namun beliau sangat senang sekali kalau kiblatnya menghadap Baitullah (Ka’bah).

Shalat yang dilakukan beliau pertama kali (menghadap Ka’bah) adalah shalat Asar dan orang-orang juga ikut shalat bersama beliau. Pada suatu hari, sahabat yang ikut shalat bersama Nabi saw. pergi melewati orang-orang di masjid lain saat mereka sedang rukuk (menghadap Baitul Maqdis), maka ia berkata,

“Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku ikut shalat bersama Rasulullah saw. menghadap Makkah.” Maka, mereka (orang-orang yang sedang rukuk) tersebut berputar menghadap Baitullah. Orang-orang Yahudi dan Ahlul Kitab menjadi heran, sebab sebelumnya Nabi saw. shalat menghadap Baitul Maqdis. Ketika melihat Nabi saw. menghadapkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal ini.

Zuhair berkata, “Abu Ishaq telah menceritakan kepada kami, dari Al-Bara’, dalam hadisnya ini menerangkan tentang (hukum) orang-orang yang meninggal dunia pada saat arah kiblat belum dialihkan dan juga banyak orang-orang yang terbunuh pada masa itu. Kami tidak tahu apa yang harus kami sikapi tentang mereka. Akhirnya Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya, “Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian.” (Q.S. Al-Baqarah: 143)

Hadis No. 38 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab agama itu mudah dan sabda Nabi saw., “Agama yang paling dicintai Allah adalah agama yang lurus dan toleransi”,

حَدَّثَنَا عَبْدُ السَّلاَمِ بْنُ مُطَهَّرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ مَعْنِ بْنِ مُحَمَّدٍ الغِفَارِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ المَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

Abdus Salam bin Muthahhar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Umar bin Ali telah menceritakan kepada kami, dari Ma’n bin Muhammad Al-Ghifari, dari Sa’id bin Abu Sa’id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, “Sesungguhnya agama Islam itu mudah, (namun) siapapun yg mempersulitnya akan binasa. Maka, berlakulah lurus kalian, mendekatlah, berilah kabar gembira, dan minta tolonglah (agar dapat terus beribadah di waktu yang produktif) di awal pagi, setelah zuhur, dan akhir malam.”

Hadis No. 37 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab puasa Ramadhan dengan mengharap pahala dari Allah bagian dari iman,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Muhammad bin Salam telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Fudhail telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu diampuni.”

Hadis No. 36 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab shalat sunnah untuk menegakkan Ramadhan bagian dari iman,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Ismail telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Humaid bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lampau diampuni.”

Hadis No. 35 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab jihad bagian dari iman,

حَدَّثَنَا حَرَمِيُّ بْنُ حَفْصٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَاحِدِ قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَارَةُ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلَّا إِيمَانٌ بِي وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي أَنْ أُرْجِعَهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ أَوْ أُدْخِلَهُ الجَنَّةَ وَلَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي مَا قَعَدْتُ خَلْفَ سَرِيَّةٍ وَلَوَدِدْتُ أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ

Harami bin Hafsh telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Wahid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Umarah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Zur’ah bin Jarir telah menceritakan kepada kami, ia berkata, ‘Aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi saw., beliau bersabda, “Allah menjamin orang yang keluar (berperang) di jalan-Nya, tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali karena iman kepada-Ku dan membenarkan para rasul-Ku untuk mengembalikannya dengan memperoleh pahala atau ghanimah atau memasukkannya ke surga. Kalau seandainya tidak memberatkan umatku, tentu aku tidak akan duduk tinggal diam di belakang sariyyah (pasukan khusus) dan tentu aku ingin sekali bila aku terbunuh di jalan Allah, lalu aku dihidupkan lagi kemudian terbunuh lagi, lalu aku dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi.”

Penjelasan:

Perlu diingat kembali bahwa ayat-ayat dan hadis-hadis Nabi saw. tentang peperangan harus dikaitkan dalam situasi perang. Baca penjelasan syarahnya di sini.

Hadis No. 80 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu  satu kali-satu kali (basuhan),

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِوُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

Muhammad bin Al-Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Yahya telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, ia berkata, Zaid bin Aslam telah menceritakan kepada kami, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Maukah kalian aku kabarkan tentang cara wudhu Rasulullah saw.?. Beliau berwudhu satu kali-satu kali (untuk tiap anggota wudhu).”

Penjelasan:

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi saw. kadang-kadang mencukupkan untuk membasuh masing-masing dari anggota wudhu satu kali-satu kali. Oleh sebab itu, dalam fikih Madzhab Syafi’i diterangkan bahwa jumlah basuhan anggota wudhu yang wajib adalah satu kali. Sedangkan sunnahnya adalah tiga kali. Hal ini disebabkan karena agar basuhan yang kedua dan ketiga itu dapat menyempurkan basuhan pertama yang dimungkinkan kurang sempurna. Sedangkan basuhan lebih dari tiga itu berhukum makruh karena dianggap menyia-nyiakan air (mubadzir).