Beranda blog Halaman 69

Hadis No. 75 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab niat ketika wudhu,

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ عَنْ حَمَّادٍ وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ حَدَّثَنِي مَالِكٌ ح و أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ وَاللَّفْظُ لَهُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Yahya bin Habib bin Arabi telah memberitakan kepada kami dari Hammad dan Al-Harits bin Miskin yang dibacakan kepadanya sedangkan aku mendengarnya, dari Ibnu Al-Qasim, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, ha’ (at-tahwil), dan Sulaiman bin Manshur telah memberitakan kepada kami (Imam An-Nasa’i), ia berkata, Abdullah bin Al-Mubarak telah mengabarkan kepada kami, lafadz ini miliknya, dari Yahya bin Sa’id, dari Muhammad bin Ibrahim, dari Alqamah bin Waqqash, dari Umar bin Al-Khathab r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Semua perbuatan itu tergantung niat, dan (balasan) bagi tiap orang (tergantung) yang diniatkan. Siapa yang hijrahnya untuk Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya untuk dunia yang ingin dicapainya atau perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju/niatkan.”

Hadis No. 45 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu (dengan basuhan) satu kali, dua kali, dan tiga kali,

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْفَزَارِيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ ثَابِتِ بْنِ أَبِي صَفِيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي جَعْفَرٍ حَدَّثَكَ جَابِرٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً وَمَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَثَلَاثًا ثَلَاثًا قَالَ نَعَمْ

Ismail bin Musa Al-Fazari telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami, dari Tsabit bin Abu Shafiyyah, ia berkata, Aku bertanya kepada Abu Ja’far, “Apakah Jabir telah menceritakan kepadamu bahwa Nabi saw. wudhu (dengan basuhan) sekali-sekali, dua kali-dua kali, dan tiga kali-tiga kali?” Ia menjawab, “Iya”.

Hadis No. 44 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu (dengan basuhan) tiga kali-tiga kali,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي حَيَّةَ عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا

قَالَ أَبُو عِيسَى: وَفِي الْبَاب عَنْ عُثْمَانَ وَعَائِشَةَ وَالرُّبَيِّعِ وَابْنِ عُمَرَ وَأَبِي أُمَامَةَ وَأَبِي رَافِعٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْروٍ وَمُعَاوِيَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

قَالَ أَبُو عِيسَى: حَدِيثُ عَلِيٍّ أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ لِأَنَّهُ قَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عَلِيٍّ رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِ

وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ عَامَّةِ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الْوُضُوءَ يُجْزِئُ مَرَّةً مَرَّةً وَمَرَّتَيْنِ أَفْضَلُ وَأَفْضَلُهُ ثَلَاثٌ وَلَيْسَ بَعْدَهُ شَيْءٌ

وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: لَا آمَنُ إِذَا زَادَ فِي الْوُضُوءِ عَلَى الثَّلَاثِ أَنْ يَأْثَمَ

وَقَالَ أَحْمَدُ وَإِسْحَقُ: لَا يَزِيدُ عَلَى الثَّلَاثِ إِلَّا رَجُلٌ مُبْتَلًى

Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Abu Hayyah, dari Ali, bahwa Nabi saw. berwudhu (dengan basuhan) tiga kali tiga kali.

Abu Isa berkata, “Pada bab ini juga terdapat hadis dari Usman, Aisyah, Ar-Rubayyi’, Ibnu Umar, Abu Umamah, Abu Rafi’, Abdullah bin Amr, Mu’awiyah, Abu Hurairah, Jabir, Abdullah bin Zaid, dan Ubay bin Ka’b.”

Abu Isa berkata, “Hadis riwayat Ali adalah hadis yang paling bagus dan shahih dalam bab ini, karena hadis yang diriwayatkan dari Ali r.a. tidak hanya satu jalur.”

Para ahli mengamalkan hadis ini, yaitu bahwa wudhu itu cukup sekali-sekali, dua kali-dua kali lebih utama, dan lebih utama lagi bila dilakukan tiga kali-tiga kali. Sedangkan selebihnya tidak ada keutamaannya.

Ibnul Mubarak berkata, “Aku khawatir seseorang akan berbuat dosa manakala ia menambahkan lebih dari tiga kali dalam wudhu.”

Ahmad dan Ishaq berkata, “Tidak akan menambah lebih dari tiga kali kecuali orang yang dalam hatinya terkena was-was.”

Hadis No. 43 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu (dengan basuhan) dua kali-dua kali,

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْفَضْلِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ هُوَ الْأَعْرَجُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

قَالَ أَبُو عِيسَى: وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ

قَالَ أَبُو عِيسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ ابْنِ ثَوْبَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ وَهُوَ إِسْنَادٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

قَالَ أَبُو عِيسَى: وَقَدْ رَوَى هَمَّامٌ عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا

Abu Kuraib dan Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami, dari Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban, ia berkata, Abdullah bin Al-Fadhl telah menceritakan kepadaku, dari Abdurrahman bin Hurmuz, yakni Al-A’raj, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi saw. berwudhu (dengan basuhan) dua kali-dua kali.

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini ada juga hadis dari Jabir.”

Abu Isa berkata, “Ini hadis hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Ibnu Tsauban, dari Abdullah bin Al-Fadhl, dan sanadnya hasan shahih.”

Abu Isa berkata, “Sungguh Hammam juga telah meriwayatkan dari Amir Al-Ahwal dari Atha’ dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. berwudhu (dengan basuhan) tiga-tiga.”

 

Hadis No. 76 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dengan air laut,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ – وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ – أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa’id bin Salamah -dari keluarga Ibnu Al-Azraq- bahwa Mughirah bin Abu Burdah -yakni dari Bani Abdud Dar- telah mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah berkata, Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., “Wahai Rasulullah, kami naik kapal dan hanya membawa sedikit air, jika kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan. Apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Ia (laut) adalah suci airnya dan halal bangkainya.”

Hadis No. 75 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab larangan dari hal tersebut (wudhu dengan air sisa wudhu perempuan),

حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ يَعْنِي الطَّيَالِسِيَّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي حَاجِبٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَمْرٍو وَهُوَ الْأَقْرَعُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ طَهُورِ الْمَرْأَةِ

Ibnu Basysyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Daud yakni At-Thayalisi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Ashim, dari Abu Hajib, dari Al-Hakam bin Amr yakni Al-Aqra’ bahwa Nabi saw. melarang seorang laki-laki berwudhu dengan air sisa bersuci perempuan.

Penjelasan:

Imam Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud menjelaskan bahwa larangan dalam hadis ini adalah ketika menggunakan air bekas digunakan untuk bersuci. Di mana seseorang memasukkan anggota badannya dalam suatu bejana yang airnya hanya sedikit/tidak mencapai dua kullah untuk bersuci. Maka, seseorang lainnya tidak boleh menggunakan air bekas/musta’mal tersebut untuk bersuci juga. Lain halnya, jika seseorang tersebut menggunakan air dalam bejana itu dengan cara digayung untuk bersuci. Lalu, masih ada sisa air dalam bejana tersebut yang kemudian boleh digunakan untuk bersuci, karena tidak musta’mal.

Hadis No. 74 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab larangan dari hal tersebut (wudhu dengan air sisa wudhu perempuan),

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ح وَحَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ حُمَيْدٍ الْحِمْيَرِيِّ قَالَ: لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ سِنِينَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَغْتَسِلَ الْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ أَوْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ، زَادَ مُسَدَّدٌ: وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا

Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zuhair telah menceritakan kepada kami, dari Daud bin Abdullah, ha’ at-tahwil (percabangan sanad), dan Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Awanah telah menceritakan kepada kami, dari Daud bin Abdullah, dari Humaid Al-Himyari, ia berkata, “Aku pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang bersahabat dengan Nabi saw. empat tahun sebagaimana Abu Hurairah r.a. bersahabat dengan beliau, ia berkata, ‘Rasulullah saw. melarang perempuan mandi dengan air sisa kaum laki-laki dan melarang kaum laki-laki mandi dengan air sisa perempuan.’ Musaddad menambahkan, ‘Dan hendaknya mereka berdua sama-sama menciduk (menggayung) air.'”

Penjelasan:

Hadis ini sebenarnya tidak bertentangan dengan hadis-hadis sebelumnya. Justru menjadi sebuah tambahan informasi yang saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Di mana pada hadis ini jelaskan oleh Musaddad bahwa kebolehan bersuci dengan air sisa perempuan adalah dengan cara diciduk/digayung airnya dari satu bejana. Sehingga, yang tidak boleh adalah menggunakan air bekas perempuan/laki-laki yang ia memasukkan anggota wudhu atau mandinya dalam bejana tersebut, tidak dengan cara digayung airnya.

Hadis No. 73 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dengan air sisa wudhu perempuan,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: كُنَّا نَتَوَضَّأُ نَحْنُ وَالنِّسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، نُدْلِي فِيهِ أَيْدِيَنَا

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya telah menceritakan kepada kami, dari Ubaidullah, ia berkata, Nafi’ telah menceritakan kepadaku, dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Dahulu, di zaman Rasulullah saw. kami berwudhu bersama para perempuan dari satu bejana, kami menggayung air di dalam bejana itu.”

Penjelasan:

Syeikh Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud menjelaskan bahwa perkumpulan para laki-laki dan perempuan untuk berwudhu dalam satu bejana diperbolehkan sebelum turunnya ayat hijab. Adapun setelah itu, maka perkumpulan itu diperbolehkan hanya khusus dengan istri/suami dan mahram saja.

Hadis No. 72 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dengan air sisa wudhu perempuan,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ، ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ مُسَدَّدٌ: مِنَ الْإِنَاءِ الْوَاحِدِ جَمِيعًا

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad telah menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Nafi’. Ha’ (at-tahwil/percabangan sanad). Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Nafi’, dan Ibnu Umar r.a., ia berkata, “Dahulu, pada zaman Nabi saw. kaum laki-laki dan perempuan berwudhu.” Musaddad berkata, “Dari satu bejana, bersama-sama.”

Hadis No. 71 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab wudhu dengan air sisa wudhu perempuan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنِ ابْنِ خَرَّبُوذَ عَنْ أُمِّ صُبَيَّةَ الْجُهَنِيَّةِ قَالَتْ: اخْتَلَفَتْ يَدِي وَيَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْوُضُوءِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ

Abdullah bin Muhammad An-Nufaili telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Usamah bin Zaid, dari Ibnu Kharrabudz, dari Ummu Shubayyah Al-Juhaniyyah (Khaulah binti Qais), ia berkata, “Tanganku dan tangan Rasulullah saw. saling bergantian ketika berwudhu dari satu bejana.”