Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab mandi dan tayamum bab larangan bagi orang junub untuk mandi di air yang menggenang (tidak mengalir):
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حِبَّانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لَا يَبُولَنَّ الرَّجُلُ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ أَوْ يَتَوَضَّأُ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Hatim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hibban, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah dari Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi saw., beliau bersabda: Janganlah seseorang buang air kecil di air yang menggenang (tidak mengalir), kemudian ia mandi atau berwudu dari air itu.











