Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab mandi dan tayamum bab larangan bagi orang junub untuk mandi di air yang menggenang (tidak mengalir):
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ الْبَغْدَادِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ، ثُمَّ يُغْتَسَلُ فِيهِ مِنَ الْجَنَابَةِ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Shalih al-Baghdadi, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya bin Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Ajlan dari Abu al-Zinad dari al-A’raj dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw. pernah melarang buang air kecil di air yang menggenang (tidak mengalir), kemudian mandi junub di air itu.











