Beranda blog Halaman 36

Hadis Larangan Berpuasa Menjelang Ramadhan

0
Hadis Larangan Berpuasa Menjelang Ramadhan
Hadis Larangan Berpuasa Menjelang Ramadhan

Hadispedia.id – Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan setiap muslim yang baligh dan berakal. Dalil kewajibannya termaktub dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183. Sedangkan dalil hadisnya adalah riwayat Ibnu Umar r.a. di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa “Islam dibangun di atas lima perkara,” antara lain di dalamnya disebutkan “dan puasa Ramadhan”.

Puasa Ramadhan diwajibkan pertama kali kepada Nabi Muhammad dan kaum muslimin pada tahun ke-2 Hijriyah. Puasa sendiri secara bahasa berarti menahan diri. Sedangkan menurut syara’, puasa adalah menahan diri dari kedua jenis syahwat, yakni syahwat perut dan kemaluan sejak terbit fajar yang kedua sampai dengan tenggelamnya matahari yang disertai niat.

Terkait dengan pembahasan puasa, imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Bulughul Maram mengawali pembahasan bab puasa dengan hadis berikut ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لاَ تَقَدَّمُوْا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ” متفق عليه.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu mendahului puasa Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi lelaki yang (biasa) melakukan puasa (tertentu), maka hendaklah dia berpuasa.” Muttafaqun ‘Alaih

Imam As-Shan’ani dalam kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram mengatakan bahwa hadis ini menjadi dalil keharaman berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Sebagian ulama juga melarang puasa sejak tanggal 16 Sya’ban atau lima belas hari menjelang Ramadhan. Hal ini berdasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Jika sudah memasuki pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (H.R. Para Imam pemilik kitab Sunan dan lainnya). Disebutkan pula bahwa larangan puasa pada pertengahan bulan Sya’ban berhukum makruh, sementara dua atau satu hari menjelang Ramadhan itu haram.

Sementara itu, dalam kitab Ibanatul Ahkam dijelaskan bahwa hikmah Nabi saw. melarang berpuasa sehari atau lebih dari itu sebelum Ramadhan adalah agar amalan sunat tidak bercampur dengan amalan fardu. Di samping itu juga agar tidak ditambahkan ke dalam Ramadhan hal-hal yang seharusnya tidak termasuk di dalamnya.

Ibadah puasa itu berkaitan dengan ru’yah (melihat anak bulan). Barang siapa yang mendahuluinya dengan berpuasa sehari atau dua hari (meskipun) dengan niat berhati-hati, maka dia melakukan perbuatan yang menentang hukum syariat Islam.

Meskipun demikian, Nabi saw. di akhir redaksi sabda beliau membolehkan seseorang yang mempunyai kebiasaan berpuasa. Misalnya, dia biasa melakukan puasa ad-dahr (puasa setahun), puasa senin kamis, atau puasa sunnah lainnya. Maka, dia diperbolehkan melakukan puasa pada hari itu (yang bertepatan pada sehari atau dua hari menjelang Ramadhan) demi memelihara kebiasaaannya, karena amalan yang paling disukai Allah adalah amal yang dilakukan secara terus menerus.

Demikianlah hadis larangan berpuasa menjelang Ramadhan. Meskipun dengan alasan sebagai langkah berjaga-jaga khawatir memang sudah masuk Ramadhan, karena itu berarti sama dengan menentang ketetapan syariat Islam dan mencampuradukkan antara sunat dengan fardu. Lagi pula, penetapan Ramadhan sudah ditentukan oleh hisab dan ru’yatul hilal. Kecuali bagi orang yang sudah biasa berpuasa, maka boleh baginya berpuasa menurut kebiasaannya meskipun bertepatan sehari atau dua hari menjelang Ramadhan. Apalagi bagi yang masih memiliki hutang puasa. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Hadis No. 121 Shahih Al-Bukhari – Konsentrasi Menyimak Ulama

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab konsentrasi menyimak ulama,

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ مُدْرِكٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ جَرِيرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ فِي حَجَّةِ الوَدَاعِ: «اسْتَنْصِتِ النَّاسَ» فَقَالَ: «لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

Hajjaj telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ali bin Mudrak telah mengabarkan kepadaku, dari Abu Zur’ah bin Amr, dari Jarir, bahwa Nabi saw. bersabda kepadanya saat haji wada’, perintahkan agar semua semua orang diam. Kemudian beliau bersabda, “Janganlah kalian kembali menjadi kafir setelahku, sebagian dari kalian saling membunuh satu sama lain.”

Hadis No. 120 Shahih Al-Bukhari – Dua Wadah Ilmu yang Dimiliki Abu Hurairah

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menghafal ilmu,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَخِي، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ المَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:  حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ: فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ، وَأَمَّا الآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا البُلْعُومُ

Ismail telah menceritakan kepada kami, dia berkata, saudaraku telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Sa’id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku menyimpan ilmu (hadis) dari Rasulullah saw. pada dua wadah; yang satu aku sebarkan dan sampaikan, yang satu lagi sekiranya aku sampaikan, maka akan terputuslah tenggorokan ini.”

Hadis No. 119 Shahih Al-Bukhari – Ketika Abu Hurairah Curhat kepada Rasulullah

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menghafal ilmu,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ أَبُو مُصْعَبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ المَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَسْمَعُ مِنْكَ حَدِيثًا كَثِيرًا أَنْسَاهُ؟ قَالَ: «ابْسُطْ رِدَاءَكَ» فَبَسَطْتُهُ، قَالَ: فَغَرَفَ بِيَدَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «ضُمَّهُ» فَضَمَمْتُهُ، فَمَا نَسِيتُ شَيْئًا بَعْدَهُ. حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ المُنْذِرِ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ بِهَذَا أَوْ قَالَ: غَرَفَ بِيَدِهِ فِيهِ

Ahmad bin Abu Bakr; Abu Mush’ab telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Muhammad bin Ibrahim bin Dinar telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Sa’id Al-Maqburi, dari Abu Hurairah, dia berkata, aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari engkau banyak hadis, namun aku lupa.” Beliau bersabda, “Hamparkanlah selendangmu.” Maka aku menghamparkankannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda, “Ambillah.” Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi.” Ibrahim bin Al-Mundzir telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Abi Fudaik telah menceritakan kepada kami dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, “Menuangkan ke dalam tangannya.”

Hadis No. 118 Shahih Al-Bukhari – Alasan Abu Hurairah Menjadi Orang yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadis

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab menghafal ilmu,

حَدَّثَنَا عَبْدُ العَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: ” إِنَّ النَّاسَ يَقُولُونَ أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ، وَلَوْلاَ آيَتَانِ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا حَدَّثْتُ حَدِيثًا، ثُمَّ يَتْلُو {إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ البَيِّنَاتِ وَالهُدَى} [البقرة: 159] إِلَى قَوْلِهِ {الرَّحِيمُ} [البقرة: 160] إِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ المُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمُ الصَّفْقُ بِالأَسْوَاقِ، وَإِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الأَنْصَارِ كَانَ يَشْغَلُهُمُ العَمَلُ فِي أَمْوَالِهِمْ، وَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِبَعِ بَطْنِهِ، وَيَحْضُرُ مَا لاَ يَحْضُرُونَ، وَيَحْفَظُ مَا لاَ يَحْفَظُونَ

Abdul Aziz bin Abdullah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Sesungguhnya orang-orang mengatakan, Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak (menyampaikan hadis dari Rasulullah saw.), kalau bukan karena dua ayat dalam kitabullah aku tidak akan menyampaikannya.” Llau dia membaca ayat; Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa penjelasan dan petunjuk; hingga akhir ayat ; Allah Maha Penyayang (Q.S. Al-Baqarah 159-160). Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin, mereka disibukkan dengan perdagangan di pasar-pasar, dan saudara-saudara kita dari kalangan Anshar, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka dalam mengurus harta mereka, sementara Abu Hurairah selalu menyertai Rasulullah saw. dalam keadaan lapar; ia selalu hadir saat orang-orang tidak bisa hadir, dan ia dapat menghafal saat orang-orang tidak bisa menghafalnya.”

Hadis No. 117 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab begadang dalam menuntut ilmu,

حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا الحَكَمُ، قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ بِنْتِ الحَارِثِ زَوْجِ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلم وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهَا فِي لَيْلَتِهَا، فَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ العِشَاءَ، ثُمَّ جَاءَ إِلَى مَنْزِلِهِ، فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ نَامَ، ثُمَّ قَامَ، ثُمَّ قَالَ: «نَامَ الغُلَيِّمُ» أَوْ كَلِمَةً تُشْبِهُهَا، ثُمَّ قَامَ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ نَامَ، حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ خَطِيطَهُ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ

Adam telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Al-Hakam telah menceritakan kepada kami, dia berkata, aku mendengar Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku bermalam di rumah bibiku; Maimunah binti Al-Harits; istri Nabi saw. Saat itu, Nabi saw. bersamanya karena memang menjadi gilirannya. Nabi saw. melaksanakan shalat Isya’, lalu beliau pulang ke rumahnya dan shalat empat rakaat, kemudian tidur dan bangun lagi untuk shalat.” Kemudian beliau bersabda, “Si anak kecil sudah tidur (maksudnya Ibnu Abbas) – atau kalimat yang semisal dengan itu – , kemudian beliau bangun shalat. Kemudian aku bangun dan berdiri di sisi kirinya, beliau lalu menempatkan aku di kanannya. Setelah itu beliau shalat lima rakaat, kemudian shalat dua rakaat, kemudian tidur hingga aku mendengar dengkurannya, kemudian beliau keluar untuk melaksanakan shalat Shubuh.”

Hadis No. 116 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab begadang dalam menuntut ilmu,

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدِ بْنِ مُسَافِرٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، وَأَبِي بَكْرِ بْنِ سُلَيْمَانَ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، قَالَ: صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ العِشَاءَ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ، فَلَمَّا سَلَّمَ قَامَ، فَقَالَ: أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ، فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا، لاَ يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الأَرْضِ أَحَدٌ

Sa’id bin Ufair telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Al-Laits telah menceritakan kepadaku, dia berkata, Abdurrahman bin Khalid bin musafir telah menceritakan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Salim dan Abu Bakr bin Sulaman bin Abu Hatsmah, bahwa Abdullah bin Umar berkata, Nabi saw. shalat Isya’ bersama kami di akhir hayatnya. Setelah selesai memberi salam, beliau berdiri dan bersabda, “Tidakkah kalian perhatikan malam kalian ini? Sesungguhnya pada setiap penghujung seratus tahun darinya tidak akan tersisa seorang pun dari muka bumi ini (yang ada pada malam itu).”

Hadis No. 115 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab pengajaran ilmu dan nasihat pada malam hari,

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ هِنْدٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، وَعَمْرٍو، وَيَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ هِنْدٍ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الفِتَنِ، وَمَاذَا فُتِحَ مِنَ الخَزَائِنِ، أَيْقِظُوا صَوَاحِبَاتِ الحُجَرِ، فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الآخِرَةِ

Shadaqah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Uyainah telah mengabarkan kepada kami, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Hindun, dari Ummu Salamah, Amru, dan Yahya bin Sa’id, dari Az-Zuhri, dari Hindun, dari Ummu Salamah, dia berkata, Nabi saw. pada suatu malam terbangun, lalu beliau bersabda, “Subhanallah (Maha Suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari perbendaharaan? Bangunlah wahai para penghuni kamar (para istri Nabi), karena betapa banyak para wanita berpakaian (ketat dan tembus pandang) di dunia ini namun mereka telanjang nanti di akhirat.”

Hadis No. 114 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab penulisan ilmu,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: لَمَّا اشْتَدَّ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعُهُ قَالَ: «ائْتُونِي بِكِتَابٍ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لاَ تَضِلُّوا بَعْدَهُ» قَالَ عُمَرُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَلَبَهُ الوَجَعُ، وَعِنْدَنَا كِتَابُ اللَّهِ حَسْبُنَا. فَاخْتَلَفُوا وَكَثُرَ اللَّغَطُ، قَالَ: «قُومُوا عَنِّي، وَلاَ يَنْبَغِي عِنْدِي التَّنَازُعُ» فَخَرَجَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ: «إِنَّ الرَّزِيَّةَ كُلَّ الرَّزِيَّةِ، مَا حَالَ بَيْنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ كِتَابِهِ

Yahya bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Wahb telah menceritakan kepadaku, dia berkata, Yunus telah mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Ubaidulllah bin Abdullah, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Nabi saw. bertambah para sakitnya, beliau bersabda, “Berikan aku surat biar aku tuliskan sesuatu untuk kalian sehingga kalian tidak akan sesat setelahku.” Umar berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. semakin berat sakitnya dan di sisi kami ada kitabullah yang cukup buat kami. Kemudian orang-orang berselisih dan timbul suara gaduh, maka Nabi saw. bersabda, “Pergilah kalian menjauh dariku, tidak pantas terjadi perdebatan di hadapanku.” Maka Ibnu Abbas keluar seraya berkata, “Sungguh musibah segala musibah adalah apa yang menghalangi antara Rasulullah saw. kitabnya (catatan yang beliau niatkan untuk mereka).

Hadis No. 113 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab penulisan ilmu,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرٌو، قَالَ: أَخْبَرَنِي وَهْبُ بْنُ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَخِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: «مَا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدٌ أَكْثَرَ حَدِيثًا عَنْهُ مِنِّي، إِلَّا مَا كَانَ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، فَإِنَّهُ كَانَ يَكْتُبُ وَلاَ أَكْتُبُ» تَابَعَهُ مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Amr telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Wahb bin Munabbih telah mengabarkan kepada kami, dari saudaranya, dia berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, “Tidaklah ada seorang pun dari sahabat Nabi saw. yang lebih banyak hadisnya dibandingkan aku, kecuali Abdullah bin Amr. Sebab ia selalu menulis, sedangkan aku tidak.” Ma’mar juga meriwayatkan dari Hammam dari Abu Hurairah.