Beranda blog Halaman 36

Hadis No. 113 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab membasuh kaki dengan kedua tangan,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبُو جَعْفَرٍ الْمَدَنِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ يَعْنِي عُمَارَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي الْقَيْسِيُّ: أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأُتِيَ بِمَاءٍ فَقَالَ عَلَى يَدَيْهِ مِنَ الْإِنَاءِ فَغَسَلَهُمَا مَرَّةً، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ مَرَّةً مَرَّةً، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ بِيَمِينِهِ كِلْتَاهُمَا

Muhammad bin Basyar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Ja’far Al-Madini telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, aku mendengar Ibn Usman bin Hunaif yakni Umarah berkata, Al-Qaisi telah menceritakan kepadaku bahwa ia pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan, lalu diberikan kepada beliau air, ia berkata bahwa dituangkan di atas kedua tangannya air dari bejana, lalu beliau membasuh kedua tangannya sekali, membasuh wajah dan kedua tangannya satu kali satu kali, dan membasuh kedua kakinya dengan tangan kanannya.

Hadis No. 87 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dorongan Nabi saw. kepada utusan Abdul Qais untuk menjaga iman dan ilmu serta mengajarkannya kepada kaumnya, dan Malik bin Al-Huwarits berkata, Nabi saw. pernah berkata kepada kami, “Pulanglah ke keluarga kalian, lalu ajarilah mereka.”,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي جَمْرَةَ، قَالَ: كُنْتُ أُتَرْجِمُ بَيْنَ ابْنِ عَبَّاسٍ وَبَيْنَ النَّاسِ، فَقَالَ: إِنَّ وَفْدَ عَبْدِ القَيْسِ أَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «مَنِ الوَفْدُ أَوْ مَنِ القَوْمُ» قَالُوا: رَبِيعَةُ فَقَالَ: «مَرْحَبًا بِالقَوْمِ أَوْ بِالوَفْدِ، غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى» قَالُوا: إِنَّا نَأْتِيكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ، وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ هَذَا الحَيُّ مِنْ كُفَّارِ مُضَرَ، وَلاَ نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيَكَ إِلَّا فِي شَهْرٍ حَرَامٍ، فَمُرْنَا بِأَمْرٍ نُخْبِرُ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا، نَدْخُلُ بِهِ الجَنَّةَ. فَأَمَرَهُمْ بِأَرْبَعٍ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ: أَمَرَهُمْ بِالإِيمَانِ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَحْدَهُ، قَالَ: «هَلْ تَدْرُونَ مَا الإِيمَانُ بِاللَّهِ وَحْدَهُ؟» قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامُ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ، وَتُعْطُوا الخُمُسَ مِنَ المَغْنَمِ» وَنَهَاهُمْ عَنِ الدُّبَّاءِ وَالحَنْتَمِ وَالمُزَفَّتِ ” قَالَ شُعْبَةُ: رُبَّمَا قَالَ: «النَّقِيرِ» وَرُبَّمَا قَالَ: «المُقَيَّرِ» قَالَ: احْفَظُوهُ وَأَخْبِرُوهُ مَنْ وَرَاءَكُمْ

Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ghundar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Abu Jamrah, ia berkata, aku pernah menjadi penerjemah antara Ibnu Abbas dan orang-orang, ia berkata bahwasannya telah datang rombongan utusan Abdul Qais menemui Nabi saw., lalu beliau bersabda, “Utusan siapakah ini atau kaum manakah ini?” Utusan itu menjawab, “Rabi’ah”. Lalu Nabi saw. berkata, “Selamat datang kaum atau para utusan dengan suka rela dan tanpa penyesalan.” Mereka berkata, “Kami datang dari perjalanan yang jauh, sementara di antara kampung kami dan engkau ada kampung kaum kafir (suku) Mudhor, dan kami tidak sanggup untuk mendatangi engkau kecuali di bulan haram (yang mulia). Maka ajarkan kami dengan satu perintah yang jelas, yang dapat kami ajarkan kepada orang-orang kampung kami dan dengan begitu kami dapat masuk surga.” Lalu Nabi saw. memerintahkan kepada untuk melakukan empat hal dan melarang mereka agar menjauhi empat hal. Beliau memerintahkan mereka agar beriman kepada Allah Azza wa Jalla satu-satunya. Beliau berkata, “Tahukah kalian apa arti beriman kepada Allah satu-satunya?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau menjawab, “Persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan kalian mengeluarkan seperlima dari harta rampasan perang.” Nabi saw. juga melarang mereka meminum dari wadah ad-duba’, al-hantam, dan al-muzaffat.” Syu’bah menerangkan bahwa barang kali beliau juga menyebutkan an-naqir dan terkadang al-muqayyar. Kemudian Nabi saw. bersabda, “Jagalah semuanya dan beritahukanlah kepada orang-orang di kampung kalian.”

 

Hadis No. 112 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kaki mana yang terlebih dahulu dibasuh,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ: أَخْبَرَنِي الْأَشْعَثُ قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَذَكَرَتْ: «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي طُهُورِهِ وَنَعْلِهِ وَتَرَجُّلِهِ» قَالَ شُعْبَةُ: ثُمَّ سَمِعْتُ الْأَشْعَثَ بِوَاسِطَ يَقُولُ: يُحِبُّ التَّيَامُنَ، فَذَكَرَ شَأْنَهُ كُلَّهُ، ثُمَّ سَمِعْتُهُ بِالْكُوفَةِ يَقُولُ: يُحِبُّ التَّيَامُنَ مَا اسْتَطَاعَ

Muhammad bin Abdul A’la telah mengabarkan kepada kami, dia berkata, Khalid telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Al-Asy’ats telah mengabarkan kepadaku, dia berkata, aku mendengar ayahku bercerita dari Masruq, dari Aisyah r.a., dia berkata, “Rasulullah saw. mencintai tayamun (mendahulukan sebelah kanan) semampunya dalam bersuci, memakai sandal, serta menyisir rambutnya.” Syu’bah berkata, Kemudian saya mendengar di kota Wasit Al-Asy’ats berkata, “Beliau mencintai tayamun.” Lalu dia menyebutkan semua hal tersebut. Kemudian saya mendengar di Kufah dia berkata, “Beliau mencintai tayamun semampunya.”

Hadis No. 111 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kewajiban membasuh kedua kaki,

أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، ح وَأَنْبَأَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَاللَّفْظُ لَهُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلَالِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمًا يَتَوَضَّئُونَ، فَرَأَى أَعْقَابَهُمْ تَلُوحُ فَقَالَ: وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

Mahmud bin Ghailan telah mengabarkan kepada kami, dia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil). Amr bin Ali telah memberitahukan kepada kami, dia berkata, Abdurrahman telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dan lafadz hadis ini miliknya, dari Manshur, dari Hilal bin Yasaf, dari Abu Yahya, dari Abdullah bin Amr, dia berkata, Rasulullah saw. melihat suatu kaum sedang berwudhu dan beliau melihat tumit-tumit mereka belum kena air, lalu beliau bersabda, “Celakalah tumit-tumit yang tak tersentuh air wudhu dari api neraka. Sempurnakanlah wudhu.”

Hadis No. 110 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kewajiban membasuh kedua kaki,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنْ شُعْبَةَ، ح وَأَنْبَأَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَيْلٌ لِلْعَقِبِ مِنَ النَّارِ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, dia berkata, Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, ha’ (at-tahwil). Muammal bin Hisyam telah memberitahukan kepada kami, dia berkata, Ismail telah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Muhammad bin Ziyad, dari Abu Hurairah r.a. berkata, Abu Al-Qasim saw. bersabda, “Celakalah tumit-tumit yang tak tersentuh air wudhu dari neraka.”

Hadis No. 94 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab mengusap khuf,

وَيُرْوَى عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، قَالَ: رَأَيْتُ جَرِيرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ تَوَضَّأَ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، فَقُلْتُ لَهُ فِي ذَلِكَ، فَقَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، فَقُلْتُ لَهُ: أَقَبْلَ الْمَائِدَةِ، أَمْ بَعْدَ الْمَائِدَةِ؟ فَقَالَ: مَا أَسْلَمْتُ إِلاَّ بَعْدَ الْمَائِدَةِ، حَدَّثَنَا بِذَلِكَ قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ زِيَادٍ التِّرْمِذِيُّ، عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ جَرِيرٍ
وَرَوَى بَقِيَّةُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ، عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ جَرِيرٍ
وَهَذَا حَدِيثٌ مُفَسَّرٌ لأَنَّ بَعْضَ مَنْ أَنْكَرَ الْمَسْحَ عَلَى الخُفَّيْنِ تَأَوَّلَ أَنَّ مَسْحَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الخُفَّيْنِ كَانَ قَبْلَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ، وَذَكَرَ جَرِيرٌ فِي حَدِيثِهِ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَسَحَ عَلَى الخُفَّيْنِ بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ

Diriwayatkan dari Syahr bin Hausyab, dia berkata, “Aku melihat Jarir bin Abdullah berwudhu, lalu dia mengusap kedua khufnya. Maka aku pun bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab, “Aku melihat Nabi saw. berwudhu lalu mengusap kedua khufnya.” Maka aku pun bertanya kepadanya, “Apakah itu sebelum turunnya surah Al-Ma’idah atau sesudahnya?” Dia menjawab, “Aku belum masuk Islam kecuali setelah turunnya surah Al-Ma’idah.”

Qutaibah menceritakan hal itu kepada kami, dia berkata, “Khalid bin Ziyad At-Tirmidzi telah menceritakan kepada kami, dari Muqatil bin Hayyan, dari Syahr bin Hausyab, dari Jarir.” Perawi berkata, “Baqiyyah juga meriwayatkan dari Ibrahim bin Adham, dari Muqatil bin Hayyan, dari Syahr bin Hausyab, dari Jarir.”

Dan ini adalah hadis yang telah jelas, karena sebagian orang yang mengingkari tentang mengusap khuf mentakwilkan bahwa Nabi saw. mengusap khuf sebelum turunnya surah Al-Maidah. Dan Jarir menyebutkan dalam hadisnya bahwa ia melihat Nabi saw. mengusap khufnya setelah turunnya surah Al-Maidah.”

Hadis No. 93 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab mengusap khuff,

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ الحَارِثِ، قَالَ: بَالَ جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، فَقِيلَ لَهُ: أَتَفْعَلُ هَذَا؟ قَالَ: وَمَا يَمْنَعُنِي، وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ: وَكَانَ يُعْجِبُهُمْ حَدِيثُ جَرِيرٍ لأَنَّ إِسْلاَمَهُ كَانَ بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ. هَذَا قَوْلُ إِبْرَاهِيْمَ يَعْنِيْ كَانَ يُعْجِبُهُمْ
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عُمَرَ، وَعَلِيٍّ، وَحُذَيْفَةَ، وَالمُغِيرَةِ، وَبِلاَلٍ، وَسَعْدٍ، وَأَبِي أَيُّوبَ، وَسَلْمَانَ، وَبُرَيْدَةَ، وَعَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ، وَأَنَسٍ، وَسَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، وَيَعْلَى بْنِ مُرَّةَ، وَعُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، وَأُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ، وَأَبِي أُمَامَةِ، وَجَابِرٍ، وَأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، وَابْنِ عُبَادَةَ، وَيُقَالُ: ابْنُ عُمَارَةَ، وَأُبَيُّ بْنُ عُمَارَةَ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: حَدِيثُ جَرِيرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Hannad telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Ibrahim, dari Hammam bin Al-Harits, dia berkata, Jarir bin Abdillah buang air kecil, lalu dia berwudhu dan mengusap kedua khuffnya. Lalu dikatakan kepadanya, “Kenapa engkau melakukan ini?” Dia berkata, “Apa yang menghalangiku melakukan ini? Aku pernah melihat Rasulullah saw. melakukannya.” Ibrahim berkata, “Hadis Jarir ini membuat orang-orang merasa takjub, karena Jarir masuk Islam setelah turunnya surah Al-Maidah.” Ini adalah perkataan Ibrahim, yakni perkataan, “Hadis ini membuat orang-orang merasa takjub.”

Dia berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Umar, Ali, Hudzaifah, Al-Mughirah, Bilal, Sa’d, Abu Ayyub, Salman, Buraidah, Amr bin Umayyah, Anas, Sahl bin Sa’d, Ya’la bin Murrah, Ubadah bin As-Shamit, Usamah bin Syarik, Abu Umamah, Jabir, Usamah bin Zaid, dan Ibnu Ubadah. Dikatakan pula Ibnu Umarah dan Ubay bin Umarah.”

Abu Isa berkata, “Hadis Jarir derajatnya hadis hasan shahih.”

Hadis No. 92 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab bekas jilatan kucing,

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَتْ عِنْدَ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ، أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا، قَالَتْ: فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا، قَالَتْ: فَجَاءَتْ هِرَّةٌ تَشْرَبُ، فَأَصْغَى لَهَا الإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ، قَالَتْ كَبْشَةُ: فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: أَتَعْجَبِينَ يَا بِنْتَ أَخِي؟ فَقُلْتُ: نَعَمْ، فَقَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إِنَّمَا هِيَ مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ، أَوِ الطَّوَّافَاتِ

وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ مَالِكٍ: وَكَانَتْ عِنْدَ أَبِيْ قَتَادَةَ. وَالصَّحِيْحُ: ابْنُ أَبِيْ قَتَادَةَ

قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عَائِشَةَ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ العُلَمَاءِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ: مِثْلِ الشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ: لَمْ يَرَوْا بِسُؤْرِ الهِرَّةِ بَأْسًا
وَهَذَا أَحَسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا البَابِ
وَقَدْ جَوَّدَ مَالِكٌ هَذَا الحَدِيثَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، وَلَمْ يَأْتِ بِهِ أَحَدٌ أَتَمَّ مِنْ مَالِكٍ

Ishaq bin Musa Al-Anshari telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ma’n telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Malik bin Anas telah menceritakan kepada kami, dari Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah, dari Humaidah binti Ubaid bin Rifa’ah, dari Kabsyah binti Ka’b bin Malik, istri Ibnu Abi Qatadah, bahwa Abu Qatadah masuk menemuinya, dia (Kabsyah) berkata, “Aku menuangkan air wudhu untuknya, tiba-tiba seekor kucing masuk dan meminumnya. Abu Qatadah kemudian memiringkan bejana tersebut hingga kucing tersebut dapat minum.” Kabsyah berkata, “Abu Qatadah tahu bahwa aku sedang memperhatikannya, maka ia pun berkata, “Apakah engkau heran wahai putri saudaraku?” Aku menjawab, “Ya”. Dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Kucing tidak najis. Ia merupakan hewan yang biasa berkeliaran di sekelilingmu.”

Dan sebagian mereka meriwayatkan dari Malik, dia (Kabsyah) adalah istri Abu Qatadah, namun yang benar adalah istri Ibnu Abi Qatadah.

Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Aisyah dan Abu Hurairah.”

Abu Isa berkata, “Hadis ini derajatnya Hasan Shahih.

Ini adalah pendapat kebanyakan ulama dari kalangan sahabat Nabi saw., tabi’in, dan orang-orang setelah mereka seperti Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Mereka berpendapat bahwa sisa minum kucing tidak apa-apa.

Ini adalah hadis yang paling baik dalam bab ini.

Imam Malik menganggap baik hadis ini, yaitu dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah. Dan tidak ada yang lebih sempurna dalam periwayatannya selain Malik.”

Hadis No. 91 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab bekas jilatan anjing,

حَدَّثَنَا سَوَّارُ بْنُ عَبْدِ اللهِ العَنْبَرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَال: سَمِعْتُ أَيُّوبَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: يُغْسَلُ الإِنَاءُ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الكَلْبُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أُولاَهُنَّ أَوْ أُخْرَاهُنَّ بِالتُّرَابِ، وَإِذَا وَلَغَتْ فِيهِ الهِرَّةُ غُسِلَ مَرَّةً
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ
وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا، وَلَمْ يُذْكَرْ فِيهِ: إِذَا وَلَغَتْ فِيهِ الهِرَّةُ غُسِلَ مَرَّةً
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُغَفَّلٍ

Sawwar bin Abdillah Al-Anbari telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Al-Mu’tamir bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, dia berkata, aku mendengar dari Ayyub, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw., bahwasannya beliau bersabda, “Jika bejana dijilat oleh anjing, maka harus dibasuh tujuh kali, yang salah satunya atau yang terakhirnya dengan tanah. Namun, jika bejana tersebut dijilat oleh kucing, cukup dibasuh sekali.”

Abu Isa berkata, “Ini hadis Hasan Shahih. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Hadis ini juga diriwayatkan dengan jalur lain dari Abu Hurairah dari Nabi saw. seperti ini. Hanya saja, tidak disebutkan di dalamnya, ‘Jika bejana tersebut dijilat oleh kucing cukup dibasuh sekali.”

Dia (Abu Isa) berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Mughaffal.”

Hadis No. 90 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab dimakruhkan menjawab salam tanpa wudhu,

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالاَ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلاً سَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
وَإِنَّمَا يُكْرَهُ هَذَا عِنْدَنَا إِذَا كَانَ عَلَى الغَائِطِ وَالبَوْلِ، وَقَدْ فَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ ذَلِكَ
وَهَذَا أَحَسَنُ شَيْءٍ رُوِيَ فِي هَذَا البَابِ

قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَفِي البَابِ عَنِ الْمُهَاجِرِ بْنِ قُنْفُذٍ، وَعَبْدِ اللهِ بْنِ حَنْظَلَةَ، وَعَلْقَمَةَ ابْنِ الفَغْوَاءِ، وَجَابِرٍ، وَالبَرَاءِ

Nashr bin Ali dan Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami dari Sufyan dari Ad-Dhahhak bin Usman, dari Nafi’, dari Ibn Umar, bahwa ada seorang laki-laki mengucapkan salam kepada Nabi saw. ketika beliau sedang kencing, maka beliau tidak menjawabnya.”

Abu Isa berkata, “Ini hadis Hasan Shahih. Sesungguhnya hal ini (menjawab salam) menjadi makruh di kalangan kami apabila sedang buang air besar atau kencing, sebagaimana yang telah ditafsirkan oleh ahli ilmu. Dan hadis ini adalah hadis yang paling baik yang diriwayatkan dalam bab ini.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini terdapat juga hadis dari Al-Muhajir bin Qunfudz, Abdullah bin Handhalah, Alqamah bin Al-Faghwa’, Jabir, dan Al-Bara’.”