Sekolah Hadis Kajian Kitab Bulughul Maram Vol. 5; tentang Kucing

Hadispedia.id – Sekolah hadis kajian kitab Bulughul Maram el-Bukhari Institute pada pertemuan kelima membahas hadis ke-9 tentang kucing. Hadis ini diriwayatkan oleh Sahabat Nabi saw. yang bernama Abu Qatadah r.a.

وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِي اَلْهِرَّةِ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ اَلطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ خُزَيْمَةَ

Ustadz Huda menjelaskan bahwa hadis tersebut di dalam riwayat lain memiliki asbabul wurud, tepatnya asbab iradil hadisnya. Yaitu sebab yang terjadi setelah Rasulullah saw. wafat, baru ada seorang sahabat menyebutkan hadis Rasulullah saw. Sedangkan asbab iradil hadis ini ada di dalam matan hadis innaha laisat binajasin.

Kisah lengkapnya ada di dalam riwayat lain yang disebutkan bahwa Abu Qatadah r.a. suatu ketika akan berwudhu. Lalu, ada seekor kucing, Abu Qatadah r.a. pun memberikan kucing itu minum (dari air yang akan digunakannya untuk berwudhu). Kabsyah r.a. (sahabat lain yang menyaksikan kejadian itu) terheran, “Apakah boleh hal seperti itu? Apakah air itu tidak menjadi najis?”

Abu Qatadah r.a. melihat Kabsyah yang keheranan itu pun memberikan penjelasan, “Anda tidak perlu heran, karena Rasulullah saw. pernah mengatakan tentang kucing ini, ‘Innaha laisat binajasin, innama hiya minat thawwafina alaikum (Kucing itu tidak najis, ia adalah hewan yang sering lalu lalang di antara kalian).

Baca juga: Lebih Dekat dengan Sekolah Hadis El-Bukhari Institute

Hadis di atas diriwayatkan oleh imam empat, yaitu ashabus sunan (Imam pemilik kitab sunan, yaitu Sunan Abi Daud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibn Majah). Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Khuzaimah menilai hadis ini shahih. Pada kajian fikih, pembahasan ini masuk pada bab su’rul hayawan atau air bekas hewan. Pada kasus ini, hewannya secara spesifik adalah kucing.

Su’rul hirrah atau air bekas minum kucing itu suci atau tidak? Ustadz Huda menjelaskan bahwa berdasarkan hadis ini sebagian ulama berpendapat tidak najis. Dalam kitab fikih, jika disebutkan su’rul hirrah itu yang dimaksud adalah bekas air liur kucing.

Misalnya, Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Al-Majmu’ menyebutkan bahwa Su’rul hayawan thahirun au najasun lu’abuhu wa ruthubatu famihi. Artinya, kalau kucing di mulutnya itu ada air, maka itulah yang disebut su’rul hirrah atau basah-basah yang ada di mulutnya. Apakah ini suci atau tidak suci? karena ini berpengaruh pada air bekas sisa kucing ini.

Pada dasarnya, najis tidaknya su’rul hirrah ini adalah terletak pada najis tidaknya dzatiyah kucing itu sendiri. Kucing itu termasuk hewan yang najis atau hewan yang suci? Ternyata, di kalangan ulama ada ikhtilaf terkait hal ini. Ada yang mengatakan, kucing itu najis. Misalnya Imam Ath-Thahawi dari madzhab Hanafi. Beliau menilai kucing itu termasuk hewan yang najis. Apa alasannya?

Baca juga: Sekolah Hadis Kajian Kitab Bulughul Maram Vol. 1; Mukaddimah

Pertama, kucing itu termasuk siba’ atau hewan yang bertaring dan itu tidak boleh dikonsumsi. Hewan yang dilarang dikonsumsi itu ada beberapa alasan; satu karena berbahaya dan yang kedua adalah karena dia najis. Kalau kucing ini, dia tidak terlalu membahayakan, karena dia berada di sekitar kita. Kemungkinannya adalah dia najis oleh sebab itu dilarang dikonsumsi.

Kedua, ada hadis di dalam Sunan At-Tirmidzi yang menyebutkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : يُغْسَلُ الإِنَاءُ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الكَلْبُ سَبْعَ مَرَّاتٍ : أُولاَهُنَّ أَوْ أُخْرَاهُنَّ بِالتُّرَابِ ، وَإِذَا وَلَغَتْ فِيهِ الهِرَّةُ غُسِلَ مَرَّةً هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Pada hadis tersebut dijelaskan bahwa jika ada seekor kucing menjilat suatu wadah, maka wadah itu dibasuh satu kali. Sementara itu, sesuatu yang dibasuh itu idealnya secara dzahir adalah najis. Inilah hujjah dari pendapat yang mengatakan bahwa kucing itu najis.

Selanjutnya, kajian kitab Bulughul Maram yang berdurasi kurang lebih 38 menit ini dapat Anda dengarkan di Channel YouTube hadispedia.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru