Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab tidurnya seorang suami bersama istrinya dalam satu selimut, sementara ia sedang haid:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ جَابِرِ بْنِ صُبْحٍ، قَالَ: سَمِعْتُ خِلَاسًا يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كُنْتُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيتُ فِي الشِّعَارِ الْوَاحِدِ وَأَنَا طَامِثٌ حَائِضٌ. فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ، ثُمَّ يَعُودُ. فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ وَصَلَّى فِيهِ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Jabir bin Shubhi, dia berkata: aku pernah mendengar Khilas bercerita dari Aisyah, dia berkata: Dahulu aku pernah tidur bersama Rasulullah saw. dalam satu selimut, sementara aku sedang haid. Jika ada sesuatu dariku (darah haid) mengenai beliau, maka beliau mencuci bagian yang terkena saja tidak melebihinya, kemudian salat dengan pakaian itu, lalu beliau kembali lagi (tidur bersama). Jika terkena lagi sesuatu dariku, beliau melakukan hal yang sama, mencuci bagian yang terkena saja tidak melebihinya, lalu salat dengan pakaian tersebut.











