Beranda blog Halaman 29

Hadis No. 73 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab penjelasan tentang haramnya menyakiti tetangga,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ، قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Yahya bin Ayyub, Qutaibah bin Sa’id, dan Ali bin hujr, semuanya telah menceritakan kepada kami, dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, Ismail telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Al-Ala’ telah memberitakan kepadaku, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang mana tetangganya tidak aman dari bahayanya.”

Hadis No. 72 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab dalil bahwa termasuk dari bagian keimanan adalah mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana dia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri,

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ – أَوْ قَالَ: لِأَخِيهِ – مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku, dia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, dari Husain Al-Mu’allim, dari Qatadah, dari Anas, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, seorang hamba tidaklah beriman hingga dia mencintai tetangganya,  atau dia berkata ‘saudaranya’ – sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri.”

Hadis No. 71 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab dalil bahwa termasuk dari bagian keimanan adalah mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana dia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ بَشَّارٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: سَمِعْتُ قَتَادَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ – أَوْ قَالَ: لِجَارِهِ – مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basyar telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, aku mendengar Qatadah menceritakan dari Anas bin Malik, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga dia mencintai saudaranya – atau dia berkata ‘tetangganya’- sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”

Hadis No. 70 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab wajibnya mencintai Rasulullah saw. melebihi keluarga, anak, orang tua, dan manusia semuanya,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ بَشَّارٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: سَمِعْتُ قَتَادَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Muhammad bin Al-Mutsanna dan Ibnu Basyar telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, aku mendengar Qatadah menceitakan dari Anas bin Malik, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga aku lebih dia cintai dari pada anaknya, orang tuanya, dan manusia semuanya.”

Hadis No. 69 Shahih Muslim

0
Shahih Muslim
Shahih Muslim

Hadispedia.id – Al-Imam ِAbu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi berkata dalam Shahih-nya kitab Al-Iman bab wajibnya mencintai Rasulullah saw. melebihi keluarga, anak, orang tua, dan manusia semuanaya,

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، وَحَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ – وَفِي حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ: الرَّجُلُ – حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Ismail bin Ulayyah telah menceritakan kada kami, ha’ attahwil, dan Syaiban bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Abdul Warits telah menceritakan kepada kami, keduanya dari Abdul Aziz dari Anas, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah sorang hamba beriman (dalam hadis Abdul Warits ‘seorang laki-laki’) hingga aku lebih dia cintai dari pada keluarga dan hartanya serta manusia semuanya.”

Hadis No. 110 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dosa orang yang berdusta atas nama Nabi saw.,

حَدَّثَنَا مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي، وَمَنْ رَآنِي فِي المَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Musa telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Abu Awanah telah menceritakan kepada kami, dari Abu Hashin, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Berikanlah nama dengan namaku dan jangan dengan nama kunyahku. Siapa yang melihatku dalam mimpinya sungguh dia benar-benar telah melihatku, karena setan tidak sanggup menyerupai bentukku. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 109 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dosa orang yang berdusta atas nama Nabi saw.,

حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ، عَنْ سَلَمَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Makki bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Yazid bin Abi Ubaid telah menceritakan kepada kami, dari Salamah, dia berkata, aku mendengar Nabi saw. bersabda, “Siapa yang berkata atas namaku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah dia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 108 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dosa orang yang berdusta atas nama Nabi saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَارِثِ، عَنْ عَبْدِ العَزِيزِ، قَالَ أَنَسٌ: إِنَّهُ لَيَمْنَعُنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ حَدِيثًا كَثِيرًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Abdul Warits telah menceritakan kepada kami, dari Abdul Aziz, Anas berkata, “Sesungguhnya yang mencegahku untuk menyampaikan kepada kalian banyak hadis adalah sabda Nabi saw., “Siapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 107 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dosa orang yang berdusta atas nama Nabi saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ لِلزُّبَيْرِ: إِنِّي لاَ أَسْمَعُكَ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا يُحَدِّثُ فُلاَنٌ وَفُلاَنٌ؟ قَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ أُفَارِقْهُ، وَلَكِنْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Jami’ bin Syaddad, dari Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, dari ayahnya, dia berkata, aku berkata kepada Zubar, “Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah saw. sebagaimana orang-orang lain membicarakannya?” Az-Zubair menjawab, “Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan, “Siapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

Hadis No. 106 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Bukhari
Shahih Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Ilmu bab dosa orang yang berdusta atas nama Nabi saw.,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الجَعْدِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مَنْصُورٌ، قَالَ: سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عَلِيًّا، يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَكْذِبُوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النَّارَ

Ali bin Al-Ja’d telah menceritakan kepada kami, dia berkata, Syu’bah telah mengabarkan kepada kami, dia berkata, Manshur telah mengabarkan kepadaku, dia berkata, aku mendengar Rib’i bin Hirasy berkata, aku mendengar Ali berkata, Nabi saw. bersabda, “Janganlah kalian berdusta atas (nama) ku, karena siapa yang berdusta atas (nama)ku , ia akan masuk neraka.”