Beranda blog Halaman 4

Hadis No. 365 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ اللهِ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ أَتَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ. وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Suwaid bin Nashr, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy pernah datang kepada Rasulullah saw., lalu ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang mengalami istihadah, maka aku pun tidak suci. Lantas beliau bersabda: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu darimu dan salatlah.

Hadis No. 364 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ عَنْ ‌حَمَّادٍ عَنْ ‌هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتِ: اسْتُحِيضَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ، فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أُسْتَحَاضُ، فَلَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ. وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَتَوَضَّئِي وَصَلِّي، فَإِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ، وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ

قِيلَ لَهُ: فَالْغُسْلُ؟ قَالَ: وَذَلِكَ لَا يَشُكُّ فِيهِ أَحَدٌ. قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ: ((وَتَوَضَّئِي)) غَيْرُ حَمَّادٍ. وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Habib bin Arabi dari Hammad dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, ia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah mengalami istihadah, lalu ia pun bertanya kepada Nabi saw., seraya berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mengalami istihadah, maka aku pun sedang tidak suci, lantas apakah aku harus meninggalkan salat? Rasulullah saw. pun menjawab: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Apabila datang masa haid, maka tinggalkanlah salat. Namun apabila telah berlalu, maka cucilah darah itu dari mu, lalu berwudu dan salatlah, karena yang demikian itu hanya darah penyakit, bukan haid.

Lalu ditanyakan kepadanya: Bagaimana dengan mandi? Beliau menjawab: Yang demikian adalah perkara yang tidak diragukan lagi (kewajibannya) oleh seorang pun. Abu Abdurrahman berkata: Hadis ini telah diriwayatkan oleh lebih dari satu orang dari Hisyam bin Urwah, namun tidak ada yang menyebutkan di dalamnya redaksi: ((dan berwudulah)) selain Hammad. Allah Ta’ala Maha Paling Mengetahui.

Hadis No. 363 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

وَأَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ مِنْ حِفْظِهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ دَمَ الْحَيْضِ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ، فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرُ وَاحِدٍ، وَلَمْ يَذْكُرْ أَحَدٌ مِنْهُمْ مَا ذَكَرَ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ. وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi melalui hafalannya, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amr dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah, bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy dahulu pernah mengalami istihadah. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Sesungguhnya darah haid adalah darah hitam yang dapat dikenali. Maka apabila itu yang terjadi, tinggalkanlah salat. Namun apabila yang lain (selain itu), maka berwudu dan salatlah.

Abu Abdurrahman berkata: Tidak hanya satu orang yang meriwayatkan hadis ini, Namun tidak seorangpun dari mereka yang menyebutkan sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Adi. Allah Ta’ala Maha Paling Mengetahui.

Hadis No. 362 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab perbedaan antara darah haid dan istihadah:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ ‌مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنِ ‌ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ‌عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ ‌فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ، أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ، فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ، وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ.

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ هَذَا مِنْ كِتَابِهِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dari Muhammad bin Amr yaitu Ibnu Alqamah bin Waqqash dari Ibnu Syihab dari Urwah bin al-Zubair dari Fathimah binti Abu Hubaisy, bahwasanya dahulu ia pernah mengalami istihadah, Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Apabila darah haid maka ia adalah darah yang hitam yang dikenali, maka tinggalkanlah salat. Namun, apabila selainnya maka berwudulah, karena itu adalah darah penyakit.

Muhammad bin al-Mutsanna berkata: Ibnu Abi Adi telah menceritakan kepada kami hadis ini dari kitabnya.

Hadis No. 361 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab wanita istihadah menjamak antara dua salat, dan mandinya apabila ia menjamak:

أَخْبَرَنَا ‌سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدُ اللهِ عَنْ ‌سُفْيَانَ عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنِ ‌الْقَاسِمِ عَنْ ‌زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ، قَالَتْ: قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّهَا مُسْتَحَاضَةٌ. فَقَالَ: تَجْلِسُ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا، ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُؤَخِّرُ الظُّهْرَ وَتُعَجِّلُ الْعَصْرَ وَتَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي وَتُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَ وَتُعَجِّلُ الْعِشَاءَ وَتَغْتَسِلُ وَتُصَلِّيهِمَا جَمِيعًا وَتَغْتَسِلُ لِلْفَجْرِ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Suwaid bin Nashr, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah dari Sufyan dari Abdurrahman bin al-Qasim dari al-Qasim dari Zainab binti Jahsy, dia berkata: Aku pernah berkata kepada Nabi saw.: Sesungguhnya ia mengalami istihadah. Lalu beliau bersabda: Hendaklah ia duduk (jangan salat) pada hari-hari biasa haid, kemudian mandi dan mengakhirkan salat zuhur serta menyegerakan salat asar, lalu mandi dan salat (zuhur dan asar). Dan hendaklah ia juga mengakhirkan salat magrib dan menyegerakan salat isya, lalu mandi dan dirikan salat keduanya (magrib dan isya) sekaligus, lalu hendaklah ia mandi untuk salat subuh.

Hadis No. 360 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab wanita istihadah menjamak antara dua salat, dan mandinya apabila ia menjamak:

أَخْبَرَنَا ‌مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌مُحَمَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌شُعْبَةُ عَنْ ‌عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ امْرَأَةً مُسْتَحَاضَةً عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قِيلَ لَهَا: إِنَّهُ عِرْقٌ عَانِدٌ. وَأُمِرَتْ أَنْ تُؤَخِّرَ الظُّهْرَ وَتُعَجِّلَ الْعَصْرَ وَتَغْتَسِلَ لَهُمَا غُسْلًا وَاحِدًا، وَتُؤَخِّرَ الْمَغْرِبَ وَتُعَجِّلَ الْعِشَاءَ وَتَغْتَسِلَ لَهُمَا غُسْلًا وَاحِدًا، وَتَغْتَسِلَ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ غُسْلًا وَاحِدًا

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Muhammad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdurrahman bin al-Qasim dari ayahnya dari Aisyah, bahwasanya pernah ada seorang perempuan yang sedang istihadah pada masa Nabi saw. Dikatakan kepadanya: Sesungguhnya itu adalah darah dari suatu urat (penyakit) di luar kebiasaan. Lalu ia diperintahkan untuk mengakhirkan salat zuhur dan menyegerakan salat asar, lalu mandi dengan satu kali mandi untuk keduanya. Serta mengakhirkan magrib dan menyegerakan isya, lalu mandi dengan satu kali mandi untuk keduanya. Dan mandi dengan satu kali mandi untuk salat subuh.

Hadis No. 359 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan al-quru’ (masa haid):

أَخْبَرَنَا ‌إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌عَبْدَةُ ‌وَوَكِيعٌ ‌وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا ‌هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ ‌أَبِيهِ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ قَالَ: لَا، إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلَاةَ. وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ، وَصَلِّي

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Abdah, Waki dan Abu Mu’awiyah, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah, dia berkata: Fatimah binti Abu Hubaisy pernah datang kepada Rasulullah saw. lalu ia berkata: Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang sedang mengalami istihadah, maka aku pun dalam keadaan tidak suci, lantas apakah aku harus meninggalkan salat? Beliau bersabda: Tidak, itu adalah darah dari suatu urat (penyakit), bukan haid. Maka apabila datang masa haid, tinggalkanlah salat. Namun apabila sudah selesai, maka cucilah darah itu dari mu, lalu salatlah.

Hadis No. 358 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan al-quru’ (masa haid):

أَخْبَرَنَا ‌عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ: أَنْبَأَنَا ‌اللَّيْثُ عَنْ ‌يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ ‌بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنِ ‌الْمُنْذِرِ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ ‌عُرْوَةَ، أَنَّ ‌فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ حَدَّثَتْهُ أَنَّهَا أَتَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَشَكَتْ إِلَيْهِ الدَّمَ. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ. فَانْظُرِي، إِذَا أَتَاكِ قُرْؤُكِ فَلَا تُصَلِّي. وَإِذَا مَرَّ قُرْؤُكِ فَلْتَطَهَّرِي، ثُمَّ صَلِّي مَا بَيْنَ الْقُرْءِ إِلَى الْقُرْءِ

قَالَ ‌أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: قَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ مَا ذَكَرَ الْمُنْذِرُ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Isa bin Hammad, dia berkata: telah memberitakan kepada kami al-Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Bukair bin Abdullah dari al-Mundzir bin al-Mughirah dari Urwah, bahwasanya Fatimah binti Abu Hubaisy pernah bercerita kepadanya bahwasanya ia pernah datang kepada Rasulullah saw., lalu ia mengadukan pendarahan kepada beliau. Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: Itu merupakan darah dari suatu urat (penyakit). Perhatikanlah (jadwal haidmu), jika datang masa haidmu, maka janganlah kamu salat. Namun jika masa haidmu telah berlalu, maka bersucilah, kemudian salatlah di antara waktu haid yang satu ke waktu haid yang lain.

Abu Abdurrahman berkata: Hisyam bin Urwah meriwayatkan hadis ini dari Urwah, namun ia tidak menyebutkan di dalamnya apa yang telah disebutkan oleh al-Mundzir.

Hadis No. 357 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan al-quru’ (masa haid):

أَخْبَرَنَا ‌أَبُو مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌سُفْيَانُ عَنِ ‌الزُّهْرِيِّ عَنْ ‌عَمْرَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، أَنَّ ابْنَةَ جَحْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ سَبْعَ سِنِينَ، فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَقَالَ: لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، إِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ. فَأَمَرَهَا أَنْ تَتْرُكَ الصَّلَاةَ قَدْرَ أَقْرَائِهَا وَحَيْضَتِهَا، وَتَغْتَسِلَ، وَتُصَلِّيَ، فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Abu Musa, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari al-Zuhri dari Amrah dari Aisyah, bahwasanya (Ummu Habibah) binti Jahsy pernah mengalami istihadah selama tujuh tahun, lalu ia pun bertanya kepada Nabi saw. Maka beliau menjawab: Itu bukanlah haid, akan tetapi darah dari suatu urat (penyakit). Lalu beliau memerintahkannya untuk meninggalkan salat selama kadar kebiasaan haidnya, lalu mandi dan salat, maka dia pun mandi setiap akan salat.

Hadis No. 356 Sunan Al-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab haid dan istihadah bab penyebutan al-quru’ (masa haid):

أَخْبَرَنَا ‌الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ‌إِسْحَاقُ وَهُوَ ابْنُ بَكْرِ بْنِ مُضَرَ، قَالَ: حَدَّثَنِي ‌أَبِي عَنْ ‌يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَهُوَ ابْنُ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ ‌أَبِي بَكْرٍ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ ‌عَمْرَةَ عَنْ ‌عَائِشَةَ، قَالَتْ: إِنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأَنَّهَا اسْتُحِيضَتْ لَا تَطْهُرُ، فَذُكِرَ شَأْنُهَا لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ: لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ، وَلَكِنَّهَا رَكْضَةٌ مِنَ الرَّحِمِ، لِتَنْظُرْ قَدْرَ قَرْئِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ لَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ، ثُمَّ تَنْظُرْ مَا بَعْدَ ذَلِكَ، فَلْتَغْتَسِلْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah mengabarkan kepada kami al-Rabi bin Sulaiman bin Daud bin Ibrahim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ishaq yaitu Ibnu Bakr bin Mudlar, dia berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku dari Yazid bin Abdullah yaitu Ibnu Usamah bin al-Had dari Abu Bakr yaitu Ibnu Muhammad bin Amr bin Hazm dari Amrah dari Aisyah, dia berkata: Sesungguhnya Ummu Habibah binti Jahsy yang merupakan istri Abdurrahman bin Auf mengalami istihadah sehingga ia tidak suci, lalu perkara itu diadukan kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: Ini bukanlah haid, akan tetapi hentakan dari rahim, hendaklah ia memperhatikan kadar kebiasaan haidnya yang dahulu, lalu hendaklah ia meninggalkan salat (pada masa itu), kemudian hendaklah ia juga memperhatikan apa yang terjadi setelah itu, lalu hendaklah ia mandi setiap akan shalat.