Beranda blog Halaman 40

Hadis No. 105 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap sorban,

وَأَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجَرْجَرَائِيُّ، عَنْ طَلْقِ بْنِ غَنَّامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَائِدَةُ وَحَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، عَنْ بِلَالٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ

Al-Husain bin Abdurrahman Al-Jarja’i telah mengabarkan kepada kami, dari Thalq bin Ghannam, ia berkata, Zaidah dan Hafsh bin Ghiyats telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Al-Bara’ bin ‘Azib, dari Bilal, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah saw. mengusap kedua khuffnya.”

Hadis No. 104 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap sorban,

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، ح وَأَنْبَأَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، عَنْ بِلَالٍ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَالْخِمَارِ

Al-Husain bin Manshur telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-A’masy telah menceritakan kepada kami, ha’ at-tahwil. Al-Husain bin Manshur telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-A’masy telah menceritakan kepada kami, dari Al-Hakam, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ka’b bin ‘Ujrah, dari Bilal, ia berkata, “Aku pernah melihat Nabi saw. mengusap kedua (sepatunya) khuff dan sorbannya.”

Hadis No. 103 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kedua telinga bersamaan dengan kepala,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ وَعُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فَتَمَضْمَضَ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ فِيهِ، فَإِذَا اسْتَنْثَرَ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ أَنْفِهِ، فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجْتِ الْخَطَايَا مِنْ وَجْهِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَشْفَارِ عَيْنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ يَدَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ يَدَيْهِ، فَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ رَأْسِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أُذُنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ رِجْلَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ كَانَ مَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ وَصَلَاتُهُ نَافِلَةً لَهُ» قَالَ قُتَيْبَةُ: عَنِ الصُّنَابِحِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

Qutaibah dan Utbah bin Abdullah telah mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Abdullah As-Shunabihi, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seorang hamba yang beriman berwudhu, lalu ia berkumur-kumur, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari mulutnya (kesalahan yang diperbuat mulutnya). Apabila ia menghirup air ke dalam hidungnya lalu mengeluarkannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari hidungnya. Apabila ia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari wajahnya, hingga keluar dari kedua kelopak matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari kedua tangannya hingga keluar dari bawah kuku-kuku kedua tangannya. Apabila ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari kepalanya, hingga keluar dari kedua telinganya. Apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan dari kedua kakinya hingga keluar dari bawah kuku-kuku kedua kakinya. Kemudian, perjalanannya ke masjid dan shalatnya menjadi ibadah (yang juga dapat mengeluarkan kesalahan-kesalahan dari anggota wudhu) baginya.” Qutaibah berkata, dari Ash-Shunabihi bahwa Nabi saw. bersabda.

Hadis No. 102 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kedua telinga bersamaan dengan kepala,

أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ عَجْلَانَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَغَرَفَ غَرْفَةً فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ، ثُمَّ غَرَفَ غَرْفَةً فَغَسَلَ وَجْهَهُ، ثُمَّ غَرَفَ غَرْفَةً فَغَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى، ثُمَّ غَرَفَ غَرْفَةً فَغَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ بَاطِنِهِمَا بِالسَّبَّاحَتَيْنِ وَظَاهِرِهِمَا بَإِبْهَامَيْهِ، ثُمَّ غَرَفَ غَرْفَةً فَغَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى، ثُمَّ غَرَفَ غَرْفَةً فَغَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى

Mujahid bin Musa telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Idris telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Ajlan telah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw. berwudhu, beliau menyiduk satu cidukan air, lalu beliau berkumur dan istinsyaq, kemudian beliau menciduk satu cidukan air, lalu beliau membasuh wajahnya. Kemudian beliau menciduk lagi satu cidukan air, lalu beliau membasuh tangan kanannya. Kemudian beliau menciduk satu cidukan air, lalu beliau membasuh tangan kirinya. Kemudian beliau mengusap kepala dan kedua telinganya, bagian dalamnya dengan kedua jari telunjuk, dan bagian luarnya dengan kedua ibu jarinya. Kemudian beliau menciduk satu cidukan air, lalu beliau membasuh kaki kanannya. Kemudian beliau menciduk satu cidukan air, lalu beliau membasuh kaki kirinya.”

Hadis No. 101 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kedua telinga,

أَخْبَرَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ أَيُّوبَ الطَّالَقَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” تَوَضَّأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ غَرْفَةٍ وَاحِدَةٍ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّةً مَرَّةً، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ مَرَّةً – قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ: وَأَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ ابْنَ عَجْلَانَ يَقُولُ فِي ذَلِكَ: وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

Al-Haistam bin Ayyub Ath-Thalaqani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Aslam telah menceritakan kepada kami, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu, beliau membasuh kedua tangannya, kemudian beliau berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dari satu cidukan (mengambil air dari telapak tangan), dan membasuh wajah serta kedua tangannya satu kali-satu kali. Kemudian beliau mengusap kepala dan kedua telinganya satu kali.” Abdul Aziz berkata, orang yang mendengar Ibnu Ajlan mengabarkan kepadaku dalam hadis ini, ia berkata, “Beliau membasuh kedua kakinya.”

Hadis No. 88 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab berwudhu karena nabidz (minuman dari perasan kurma atau anggur),

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ أَبِي فَزَارَةَ، عَنْ أَبِي زَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: سَأَلَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا فِي إِدَاوَتِكَ؟، فَقُلْتُ: نَبِيذٌ، فَقَالَ: تَمْرَةٌ طَيِّبَةٌ، وَمَاءٌ طَهُورٌ، قَالَ: فَتَوَضَّأَ مِنْهُ
قَالَ أَبُوْ عِيْسَى: وَإِنَّمَا رُوِيَ هَذَا الحَدِيثُ عَنْ أَبِي زَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَأَبُو زَيْدٍ رَجُلٌ مَجْهُولٌ عِنْدَ أَهْلِ الحَدِيثِ لاَ تُعْرَفُ لَهُ رِوَايَةٌ غَيْرُ هَذَا الحَدِيثِ
وَقَدْ رَأَى بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ الوُضُوءَ بِالنَّبِيذِ مِنْهُمْ: سُفْيَانُ، وَغَيْرُهُ
وقَالَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: لاَ يُتَوَضَّأُ بِالنَّبِيذِ، وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ
وقَالَ إِسْحَاقُ: إِنْ ابْتُلِيَ رَجُلٌ بِهَذَا فَتَوَضَّأَ بِالنَّبِيذِ وَتَيَمَّمَ أَحَبُّ إِلَيَّ
قَالَ أبُوْ عِيْسَى: وَقَوْلُ مَنْ يَقُولُ: لاَ يُتَوَضَّأُ بِالنَّبِيذِ، أَقْرَبُ إِلَى الكِتَابِ وَأَشْبَهُ، لأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: {فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا}

Hannad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syarik telah menceritakan kepada kami, dari Abu Fawazah, dari Abu Zaid, dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Nabi saw. pernah bertanya kepadaku, “Apa yang ada di dalam embermu?” Aku pun menjawab, “Arak”. Beliau bersabda, “Kurma yang baik dan air yang suci.” Ibnu Mas’ud berkata, “Maka beliau pun berwudhu dengannya.”

Abu Isa berkata, “Sesungguhnya hadis ini diriwayatkan oleh Abu Zaid dari Abdullah dari Nabi saw. Sedangkan Abu Zaid adalah seorang yang belum dikenal para ahli hadis. Dia tidak diketahui pernah meriwayatkan hadis kecuali hadis ini. Sebagian ahli ilmu berpandangan bahwa seseorang boleh berwudhu dengan nabidz (arak). Di antaranya adalah Sufyan At-Tsauri dan selainnya.

Dan sebagian yang lain berpandangan bahwa seseorang tidak boleh berwudhu dengan arak. Ini adalah pendapat Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Ishaq berkata, “Jika seserang diuji dengan ini, maka hendaklah ia berwudhu dengan arak, tetapi aku lebih suka jika ia bertayammum.”

Abu Isa berkata; Adapun perkataan seseorang, “Tidak boleh berwudhu dengan arak”, adalah lebih dekat dengan Al-Qur’an dan lebih layak, karena Allah swt. berfirman, “Lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih).”

Hadis No. 87 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena muntah dan mimisan,

حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ- وَهُوَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْهَمْدَانِيُّ الْكُوْفِيُّ – وَإِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ: حَدَّثَنَا، وَقَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الوَارِثِ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَعِيشَ بْنِ الوَلِيدِ الْمَخْزُومِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاءَ، فَتَوَضَّأَ، فَلَقِيتُ ثَوْبَانَ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: صَدَقَ، أَنَا صَبَبْتُ لَهُ وَضُوءَهُ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وقَالَ إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ: مَعْدَانُ بْنُ طَلْحَةَ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وَابْنُ أَبِي طَلْحَةَ أَصَحُّ

قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وَقَدْ رَأَى غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ مِنَ التَّابِعِينَ: الوُضُوءَ مِنَ القَيْءِ وَالرُّعَافِ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، وَابْنِ الْمُبَارَكِ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ
وقَالَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ: لَيْسَ فِي القَيْءِ وَالرُّعَافِ وُضُوءٌ، وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ، وَالشَّافِعِيِّ
وَقَدْ جَوَّدَ حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ هَذَا الحَدِيثَ
وَحَدِيثُ حُسَيْنٍ أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا البَابِ
وَرَوَى مَعْمَرٌ هَذَا الحَدِيثَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ فَأَخْطَأَ فِيهِ، فَقَالَ: عَنْ يَعِيشَ بْنِ الوَلِيدِ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ الأَوْزَاعِيَّ، وَقَالَ: عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، وَإِنَّمَا هُوَ مَعْدَانُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ

Abu Ubaidah bin Abu As-Safar – Ahmad bin Abdullah Al-Hamdani Al-Kufi – dan Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami, Abu Ubaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ishaq berkata, Abdus Shamad bin Abdul Warits telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, ayahku telah menceritakan kepadaku, dari Husain Al-Mu’allim, dari Yahya bin Abu Katsir, ia berkata, Abdurrahman bin Amr Al-Auza’i telah menceritakan kepadaku, dari Ya’ish bin Al-Walid Al-Makhzumi, dari ayahnya, dari Ma’dan bin Abu Thalhah, dari Abu Ad-Darda’, bahwa Rasulullah saw. muntah, lalu beliau berbuka dan berwudhu. Abu Ad-Darda’ berkata, “Lalu aku bertemu dengan Tsauban di masjid Damaskus, aku kabarkan hal itu kepadanya, maka ia pun berkata, “Benar, bahkan akulah yang menuangkan air wudhu kepada beliau.”

Abu Isa berkata, Ishaq bin Manshur berkata, “Ma’dan bin Thalhah.”

Abu Isa berkata, “Sedangkan Ibn Abi Thalhah lebih shahih.”

Abu Isa berkata, “Tidak hanya satu orang ulama dari kalangan sahabat Nabi saw. dan tabi’in yang berpendapat bahwa seseorang itu harus berwudhu karena muntah atau darah (mimisan). Pendapat ini diambil oleh Sufyan Ats-Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad, dan Ishaq.”

Sedangkan ulama berpendapat bahwa seseorang tidak harus berwudhu karena muntah atau mimisan. Pendapat ini diambil oleh Malik dan Syafi’i. Husain Al-Mu’allim menganggap bahwa hadis ini baik. Dan hadis Husain adalah hadis yang paling baik dalam bab ini. Ma’mar meriwayatkan hadis ini dari Yahya bin Abu Katsir, namun ia salah di dalamnya. Ia berkata, “Dari Ya’isy bin Walid, dari Khalid bin Ma’dan, dari Abu Darda’, dan ia tidak menyebutkan di dalamnya nama Al-Auza’i. Ia menyebutkan dari Khalid bin Ma’dan, padahal ia adalah Ma’dan bin Abu Thalhah.”

Hadis No. 86 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab tidak berwudhu karena ciuman,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَهَنَّادٌ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، وَأَبُو عَمَّارٍالْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ، قَالَ: قُلْتُ: مَنْ هِيَ إِلاَّ أَنْتِ؟قَالَ:  فَضَحِكَتْ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وَقَدْ رُوِيَ نَحْوُ هَذَا عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالتَّابِعِينَ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، وَأَهْلِ الكُوفَةِ، قَالُوا: لَيْسَ فِي القُبْلَةِ وُضُوءٌ
وقَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، وَالأَوْزَاعِيُّ، وَالشَّافِعِيُّ، وَأَحْمَدُ، وَإِسْحَاقُ: فِي القُبْلَةِ وُضُوءٌ، وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ

وَإِنَّمَا تَرَكَ أَصْحَابُنَا حَدِيثَ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا لأَنَّهُ لاَ يَصِحُّ عِنْدَهُمْ لِحَالِ الإِسْنَادِ
قَالَ: وسَمِعْت أَبَا بَكْرٍ العَطَّارَ البَصْرِيَّ يَذْكُرُ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْمَدِينِيِّ، قَالَ: ضَعَّفَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ القَطَّانُ هَذَا الحَدِيثَ، وَقَالَ: هُوَ شِبْهُ لاَ شَيْءَ
قَالَ: وسَمِعْت مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ يُضَعِّفُ هَذَا الحَدِيثَ وقَالَ: حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عُرْوَةَ
وَقَدْ رُوِيَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَهَا وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
وَهَذَا لاَ يَصِحُّ أَيْضًا، وَلاَ نَعْرِفُ لِإِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ سَمَاعًا مِنْ عَائِشَةَ، وَلَيْسَ يَصِحُّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا البَابِ شَيْءٌ

Qutaibah, Hannad, Abu Kuraib, Ahmad bin Mani’, Mahmud bin Ghailan, dan Abu Ammar Al-Husain bin Huraits telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Nabi saw. pernah mencium sebagian istri-istrinya, kemudian beliau keluar untuk shalat dan beliau tidak berwudhu lagi. Urwah berkata, aku berkata “Itu pasti engkau sendiri,” Urwah berkata, lalu Aisyah r.a. pun tertawa.

Abu Isa berkata, “Yang telah meriwayatkan hadis ini bukan hanya seorang dari kalangan sahabat Nabi saw. dan tabi’in.” Pendapat ini diambil oleh Sufyan Ats-Tsauri dan penduduk Kufah. Mereka mengatakan, “Tidak ada kewajiban berwudhu karena mencium.”

Sedangkan Malik bin Anas, Al-Auza’i, Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq berpendapat bahwa mencium itu mengharuskan wudhu. Pendapat ini diambil tidak hanya satu dari kalangan ahli ilmu dari sahabat Nabi saw. dan tabi’in. Namun, sahabat sahabat kami meninggalkan hadis dari Aisyah karena menurut mereka lemah dari sisi sanad.

Abu Isa berkata, “Aku mendengar Abu Bakr Al-Aththar Al-Bashri menyebutkan dari Ali Ibn Al-Madini, ia berkata, ‘Yahya bin Sa’id Al-Qaththan melemahkan hadis ini dan ia berkata, ‘Itu sama dengan sesuatu yang tidak ada apa-apanya.” Ia juga berkata, “Aku mendengar Muhammad bin Isma’il melemahkan hadis ini, dan Habib bin Abu Tsabit belum pernah mendengar dari Urwah.”

Telah diriwayatkan dari Ibrahim At-Taimi, dari Aisyah bahwa Nabi saw. pernah menciumnya dan beliau tidak berwudhu lagi. Namun, hadis ini juga tidak sah. Kami tidak pernah mengetahui bahwa Ibrahim At-Taimi pernah mendengar dari Aisyah. Tidak ada hadis yang shahih dari Nabi saw. dalam bab ini.

Hadis No. 85 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab tidak berwudhu karena menyentuh kemaluan,

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُلاَزِمُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَدْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ الحَنَفِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَهَلْ هُوَ إِلاَّ مُضْغَةٌ مِنْهُ؟ أَوْ بِضْعَةٌ مِنْهُ؟
قَالَ: وَفِي البَابِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وَقَدْ رُوِيَ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَعْضِ التَّابِعِينَ: أَنَّهُمْ لَمْ يَرَوْا الوُضُوءَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ،  وَهُوَ قَوْلُ أَهْلِ الكُوفَةِ، وَابْنِ الْمُبَارَكِ
وَهَذَا الحَدِيثُ أَحَسَنُ شَيْءٍ رُوِيَ فِي هَذَا البَابِ
وَقَدْ رَوَى هَذَا الحَدِيثَ أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ، عَنْ أَبِيهِ
وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الحَدِيثِ فِي مُحَمَّدِ بْنِ جَابِرٍ، وَأَيُّوبَ بْنِ عُتْبَةَ
وَحَدِيثُ مُلاَزِمِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَدْرٍ أَصَحُّ وَأَحْسَنُ

Hannad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Mulazim bin Amr telah menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Badr, dari Qais bin Thalq bin Ali Al-Hanafi, dari ayahnya, dari Nabi saw., beliau bersabda, “Kemaluan hanyalah segumpal atau sepotong daging dari seseorang.”

Ia berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abu Umamah.”

Abu Isa berkata, “Diriwayatkan tidak hanya dari satu sahabat Nabi saw. dan sebagian tabi’in, mereka berpendapat bahwa tidak ada wudhu karena menyentuh kemaluan. Ini adalah pendapat yang diambil oleh penduduk Kufah dan Ibnu Mubarak.”

Dan hadis ini adalah sebaik-baik hadis yang diriwayatkan dalam bab ini.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ayyub bin Utbah dan Muhammad bin Jabir, dari Qais bin Thalq, dari bapaknya. Namun ada beberapa ulama yang masih memperbincangkan tentang Muhammad bin Jabir dan Ayyub bin Utbah. Dan hadis Mulazim bin Amr bin Abdullah bin Badr lebih shahih dan lebih baik.

Hadis No. 84 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu karena menyentuh kemaluan,

وَرَوَى هَذَا الحَدِيثَ أَبُو الزِّنَادِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ بُسْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَدَّثَنَا بِذَلِكَ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ بُسْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ، وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ، وَبِهِ يَقُولُ الأَوْزَاعِيُّ، وَالشَّافِعِيُّ، وَأَحْمَدُ، وَإِسْحَاقُ
قَالَ مُحَمَّدٌ: أَصَحُّ شَيْءٍ فِي هَذَا البَابِ حَدِيثُ بُسْرَةَ
وقَالَ أَبُو زُرْعَةَ: حَدِيثُ أُمِّ حَبِيبَةَ فِي هَذَا البَابِ صَحِيحٌ، وَهُوَ حَدِيثُ العَلاَءِ بْنِ الحَارِثِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ
وقَالَ مُحَمَّدٌ: لَمْ يَسْمَعْ مَكْحُولٌ مِنْ عَنْبَسَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ، وَرَوَى مَكْحُولٌ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ عَنْبَسَةَ غَيْرَ هَذَا الحَدِيثِ
وَكَأَنَّهُ لَمْ يَرَ هَذَا الحَدِيثَ صَحِيحًا

Abu Az-Zanad juga telah meriwayatkan hadis ini dari Urwah, dari Busrah, dari Nabi saw. Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami dengan hadis itu, ia berkata, Abdurrahman bin Abu Az-Zanad telah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Urwah, dari Busrah, dari Nabi saw. semisal hadis tersebut. Dan ini adalah pendapat tidak hanya seorang, dari para sahabat Nabi saw. dan tabi’in. Hal ini juga diambil oleh Al-Auza’i, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Muhammad berkata, “Hadis yang paling shahih dalam bab ini adalah hadis Busrah.”

Abu Zur’ah berkata, “Hadis Ummu Habibah dalam bab ini itu shahih, yaitu hadis Al-Ala’ bin Al-Harits, dari Makhul, dari Anbasah bin Abu Sufyan, dari Ummu Habibah.”

Muhammad berkata, “Makhul tidak pernah mendengar dari Anbasah bin Abu Sufyan.” Sedangkan Makhul meriwayatkan dari seorang laki-laki, dari Anbasah selain hadis ini, seakan akan ia berpendapat bahwa hadis ini shahih.