Beranda blog Halaman 71

Hadis No. 71 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab laki-laki dan perempuan wudhu bersama-sama,

أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ: حَدَّثَنَا مَالِكٌ، ح وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ، عَنِ ابْنِ الْقَاسِمِ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمِيعًا

Harun bin Abdullah telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Ma’n telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil). Al-Haris bin Miskin telah dibacakan kepadanya dan saya mendengarkan dari Ibnu Al-Qasim, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata, “Pada zaman Rasulullah saw., laki-laki dan perempuan wudhu bersama-sama.”

Hadis No. 70 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya kitab bersuci bab bekas wanita haid,

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كُنْتُ أَتَعَرَّقُ الْعَرْقَ فَيَضَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاهُ حَيْثُ وَضَعْتُ وَأَنَا حَائِضٌ وَكُنْتُ أَشْرَبُ مِنْ الْإِنَاءِ فَيَضَعُ فَاهُ حَيْثُ وَضَعْتُ وَأَنَا حَائِضٌ

Amr bin Ali telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Al-Miqdam bin Syuraih, dari ayahnya, dari Aisyah r.a., ia berkata, “Aku pernah menggigit sepotong daging yang bertulang., lalu Rasulullah saw. meletakkan mulutnya dibekas mulutku, padahal aku sedang haid. Aku juga pernah minum dari suatu wadah, kemudian Rasulullah saw. meletakkan mulutnya dibekas mulutku, padahal aku sedang haid.”

Hadis No. 69 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bekas jilatan keledai,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ أَتَانَا مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يَنْهَاكُمْ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ فَإِنَّهَا رِجْسٌ

Muhammad bin Abdullah bin Yazid telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Muhammad, dari Anas, ia berkata, Salah seorang penyeru Rasulullah saw. datang kepada kami dan berkata, “Sesungguhnya Allah dan RasulNya melarang kalian –memakan- daging keledai karena ia najis.”

Hadis No. 42 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunannya pada kitab bersuci bab wudhu (dengan basuhan) satu kali satu kali,

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَهَنَّادٌ وَقُتَيْبَةُ قَالُوا حَدَّثَنَا وِكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح قَالَ وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِى الْبَابِ عَنْ عُمَرَ وَجَابِرٍ وَبُرَيْدَةَ وَأَبِى رَافِعٍ وَابْنِ الْفَاكِهِ

قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ أَحْسَنُ شَىْءٍ فِى هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ وَرَوَى رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ وَغَيْرُهُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً

قَالَ وَلَيْسَ هَذَا بِشَىْءٍ وَالصَّحِيحُ مَا رَوَى ابْنُ عَجْلاَنَ وَهِشَامُ بْنُ سَعْدٍ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِىُّ وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Abu Kuraib, Hannad, dan Qutaibah telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, ha’ (at-tahwil atau percabangan sanad), dan Imam At-Tirmidzi berkata, dan Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. berwudhu (dengan basuhan) satu kali satu kali.

Abu Isa berkata, “Pada bab ini, terdapat juga riwayat dari Umar, Jabir, Buraidah, Abu Rafi’, dan Ibnul Fakih.”

Abu Isa juga berkata, “Hadis riwayat Ibnu Abbas yang paling baik dan paling shahih dalam bab ini. Risydin bin Sa’d dan selainnya juga meriwayatkan hadis ini dari Adh-Dhahhak bin Syurahbil, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin Al-Khattab, bahwa Nabi saw. wudhu (dengan basuhan) satu kali satu kali.”

Abu Isa berkata, “Namun, hadis ini tidak benar, sedangkan yang shahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Ajlan, Hisyam bin Sa’d, Ats-Tsauri, Abdul Aziz bin Muhammad, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw.

 

Hadis No. 41 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab celakalah tumit-tumit (yang tak terbasuh air wudhu) dari api neraka,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِى صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَعَائِشَةَ وَجَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ هُوَ ابْنُ جَزْءٍ الزُّبَيْدِىُّ وَمُعَيْقِيبٍ وَخَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ وَشُرَحْبِيلَ بْنِ حَسَنَةَ وَعَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَيَزِيدَ بْنِ أَبِى سُفْيَانَ

قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِى هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ: وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ وَبُطُونِ الأَقْدَامِ مِنَ النَّارِ

قَالَ وَفِقْهُ هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ الْمَسْحُ عَلَى الْقَدَمَيْنِ إِذَا لَمْ يَكُنْ عَلَيْهِمَا خُفَّانِ أَوْ جَوْرَبَانِ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, dari Suhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda, “Celakalah tumit-tumit (yang tak terbasuh air wudhu) dari api neraka.”

Abu Isa berkata, “Pada bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin Amr, Aisyah, Jabir, Abdullah bin Al-Harits, yakni Ibn Jaz’ Az-Zubaidi, Mu’aiqib, Khalid bin Al-Walid, Syurahbil bin Hasanah, Amr bin Al-Ash, dan Yazid bin Abu Sufyan.”

Abu Isa juga berkata, “Hadis Abu Hurairah adalah hadis yang berderajat Hasan Shahih.”

Dan diriwayatkan pula dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Celakalah bagi tumit-tumit dan telapak kaki bagian dalam (yang tidak terkena air wudhu) dari api neraka.”

Abu Isa berkata, “Fikih hadis ini adalah tidak boleh mengusap kedua telapak kaki jika keduanya tidak mengenakan khuf atau kaus kaki.”

Hadis No. 40 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menyela-nyela jari jemari,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِى عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِىِّ عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ شَدَّادٍ الْفِهْرِىِّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا تَوَضَّأَ دَلَكَ أَصَابِعَ رِجْلَيْهِ بِخِنْصَرِهِ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ لَهِيعَةَ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Lahi’ah telah menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Amr, dari Abu Abdirrahman Al-Hubuli, dari Al-Mustaurid bin Syaddad Al-Fihri, ia berkata, “Aku melihat Nabi saw. ketika berwudhu beliau menggosok-gosok jari jemari kedua kakinya dengan jari kelingkingnya.” Abu Isa berkata, “Ini hadis berderajat Hasan Gharib yang tidak kami ketahui kecuali dari hadisnya Ibnu Lahi’ah.”

Hadis No. 39 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menyela-nyela jari jemari,

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ هُوَ الْجَوْهَرِىُّ حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِى الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلْ بَيْنَ أَصَابِعِ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Ibrahim bin Sa’id yakni Al-Jauhari telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sa’d bin Abdul Hamid bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Abu Az-Zinad telah menceritakan kepada kami, dari Musa bin Uqbah, dari Shalih mantan budak At-Tauamah, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu wudhu, maka hendaklah menyela-nyela di antara jari jemari kedua tangan dan kedua kakimu.” Abu Isa berkata, “Ini Hadis berderajat Hasan Gharib.”

Hadis No. 38 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menyela-nyela jari jemari,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَهَنَّادٌ قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِى هَاشِمٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-: إِذَا تَوَضَّأْتَ فَخَلِّلِ الأَصَابِعَ

قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَالْمُسْتَوْرِدِ وَهُوَ ابْنُ شَدَّادٍ الْفِهْرِىُّ وَأَبِى أَيُّوبَ الأَنْصَارِىِّ

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّهُ يُخَلِّلُ أَصَابِعَ رِجْلَيْهِ فِى الْوُضُوءِ. وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ

وَقَالَ إِسْحَاقُ يُخَلِّلُ أَصَابِعَ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فِى الْوُضُوءِ

وَأَبُو هَاشِمٍ اسْمُهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَكِّىُّ

Qutaibah dan Hannad telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Abu Hasyim, dari Ashim bin Laqith bin Shabirah, dari ayahnya, ia berkata, Nabi saw. bersabda, “Apabila kamu berwudhu, maka hendaklah menyela-nyela jari jemari.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Ibnu Abbas, Al-Mustaurid, yaitu Ibnu Syaddad Al-Fihri, dan Abu Ayyub Al-Anshari.”

Abu Isa juga berkata, “Ini Hadis berderajat Hasan Shahih, dan para ahli ilmu mengamalkan hadis ini, yaitu menyela jari jemari kedua kakinya ketika wudhu. Pendapat ini juga dikatakan oleh Ahmad dan Ishaq.”

Ishaq berkata, “Ia menyela-nyela jari jemari kedua tangan dan kakinya ketika wudhu.”

Abu Hasyim, namanya adalah Ismail bin Katsir Al-Makki.”

Hadis No. 37 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kedua telinga bagian dari kepala,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ تَوَضَّأَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ ثَلاَثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَقَالَ: الأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ

 قَالَ أَبُو عِيسَى قَالَ قُتَيْبَةُ قَالَ حَمَّادٌ لاَ أَدْرِى هَذَا مِنْ قَوْلِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَوْ مِنْ قَوْلِ أَبِى أُمَامَةَ. قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَاكَ الْقَائِمِ
وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَنَّ الأُذُنَيْنِ مِنَ الرَّأْسِ. وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِىُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِىُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ. وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مَا أَقْبَلَ مِنَ الأُذُنَيْنِ فَمِنَ الْوَجْهِ وَمَا أَدْبَرَ فَمِنَ الرَّأْسِ. قَالَ إِسْحَاقُ وَأَخْتَارُ أَنْ يَمْسَحَ مُقَدَّمَهُمَا مَعَ الْوَجْهِ وَمُؤَخَّرَهُمَا مَعَ رَأْسِهِ. وَقَالَ الشَّافِعِىُّ هُمَا سُنَّةٌ عَلَى حِيَالِهِمَا يَمْسَحُهُمَا بِمَاءٍ جَدِيدٍ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, dari Sinan bin Rabi’ah, dari Syahr bin Hausyab, dari Abu Umamah, ia berkata, Nabi saw. berwudhu, lalu membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya tiga kali, dan mengusap kepalanya seraya bersabda, “Dua telinga itu bagian dari kepala”.

Abu Isa berkata, Qutaibah berkata, Hammad berkata, “Aku tidak tahu apakah ini perkataan Nabi saw. atau dari Abu Umamah”. Abu Isa berkata, “Dalam bab ini ada juga hadis dari Anas”. Abu Isa berkata, “Ini Hadis berderajat Hasan yang sanadnya tidak sesuai dengan susunannya.”

Hadis ini diamalkan oleh kebanyakan ahli ilmu dari para sahabat Nabi saw. dan orang-orang setelah mereka, bahwa kedua telinga termasuk bagian dari kepala. Pendapat ini diambil juga oleh Sufyan Ats-Tsauri, Ibnul Mubarak, Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Sementara ulama lain berpendapat bahwa telinga bagian depan adalah termasuk wajah, sementara telinga bagian belakang adalah termasuk kepala. Ishaq berkata, “Aku memilih mengusap bagian depannya bersama wajah, dan bagian belakangnya bersama kepala”. Sedangkan Syafi’i berkata, “Keduanya adalah sunnah, bahwasannya beliau mengusap keduanya dengan air yang baru”.

Hadis No. 69 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab (air) sisa kucing,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ دَاوُدَ بْنِ صَالِحِ بْنِ دِينَارٍ التَّمَّارِ عَنْ أُمِّهِ أَنَّ مَوْلَاتَهَا أَرْسَلَتْهَا بِهَرِيسَةٍ إِلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَوَجَدَتْهَا تُصَلِّي فَأَشَارَتْ إِلَيَّ أَنْ ضَعِيهَا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَأَكَلَتْ مِنْهَا فَلَمَّا انْصَرَفَتْ أَكَلَتْ مِنْ حَيْثُ أَكَلَتْ الْهِرَّةُ فَقَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِهَا

Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdul Aziz telah menceritakan kepada kami, dari Daud bin Shalih bin Dinar At-Tammar, dari ibunya, bahwa tuan wanitanya memerintahkan kepadanya untuk membuat kue (terbuat dari tepung gandung) untuk Aisyah r.a. Namun, dia mendapati Aisyah sedang shalat, maka Aisyah memberikan isyarat kepadaku untuk meletakkan apa yang dibawa. Lalu, seekor kucing datang dan langsung memakan sesuatu darinya. Setelah Aisyah selesai shalat, dia memakan dari bagian yang dimakan oleh kucing tersebut seraya berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kucing tidaklah najis, ia di antara binatang yang selalu mengelilingi kalian.” Dan aku pernah melihat Rasulullah saw. berwudhu dengan air sisa jilatan kucing.’