Hadispedia.id – Al-Imam al-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab mandi dan tayamum bab larangan bagi orang junub untuk mandi di air yang menggenang (tidak mengalir):
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي، ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ
قَالَ سُفْيَانُ: قَالُوا لِهِشَامٍ يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ: إِنَّ أَيُّوبَ إِنَّمَا يَنْتَهِي بِهَذَا الْحَدِيثِ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ، فَقَالَ: إِنَّ أَيُّوبَ لَوِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَرْفَعَ حَدِيثًا لَمْ يَرْفَعْهُ
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairah, dia mengatakan: Janganlah salah seorang di antara kalian buang air kecil di air menggenang yang tidak mengalir, kemudian ia mandi darinya.
Sufyan berkata: Mereka berkata kepada Hisyam yakni Ibnu Hassan: Sesungguhnya Ayyub menghentikan hadis ini sampai kepada Abu Hurairah (tidak memarfu’kannya kepada Nabi). Lantas ia mengatakan: Sekiranya Ayyub mampu untuk tidak memarfu’kan hadis, niscaya ia tidak memarfu’kannya.











