Beranda blog Halaman 73

Hadis No. 31 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab Kezaliman di bawah kezaliman,

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح . قَالَ وَحَدَّثَنِى بِشْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا نَزَلَتِ ( الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ ) قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ )

Abu Al-Walid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ha’ (at-tahwil/percabangan sanad). Al-Imam Al-Bukhari berkata, ‘Dan Bisyr telah menceritakan kepadaku, ia berkata, Muhammad telah menceritakan kepada kami, dari Syu’bah, dari Sulaiman, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah, ia berkata, “Ketika turun ayat ‘Orang-orang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman” para sahabat Rasulullah saw. berkata, ‘Siapakah di antara kami yang tidak berbuat zalim?’ Maka Allah menurunkan firman “Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar”.

Hadis No. 30 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang, hendaklah kamu damaikan antara keduanya”, maka mereka disebut orang-orang yang beriman,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَيُونُسُ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ الأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ ذَهَبْتُ لأَنْصُرَ هَذَا الرَّجُلَ فَلَقِيَنِى أَبُو بَكْرَةَ فَقَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قُلْتُ أَنْصُرُ هَذَا الرَّجُلَ. قَالَ ارْجِعْ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِى النَّارِ. فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ

Abdurrahman bin Al-Mubarak telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayyub dan Yunus telah mencertitakan kepada kami, dari Al-Hasan, dari Al-Ahnaf bin Qais, ia berkata, ‘Aku pergi untuk menolong seseorang. Lalu, aku bertemu Abu Bakrah, maka dia bertanya, “Kamu mau kemana?” Aku menjawab, “Hendak menolong seseorang”. Dia berkata, “Kembalilah, karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Jika dua orang muslim saling bertemu (untuk berkelahi) dengan menghunus pedang masing-masing, maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka.” Aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, ini bagi yang membunuh, tapi bagaimana dengan yang terbunuh?” Maka Nabi saw. menjawab, “Dia juga sebelumnya sangat ingin membunuh temannya”.

Hadis No. 29 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab perbuatan maksiat merupakan kebiasaan jahiliyah. Dan tidak dikafirkan pelaku kemaksiatan karena melakukannya kecuali perbuatan syirik karena sabda Nabi saw. “Sesungguhnya kamu masih memiliki sifat jahiliyah” dan firman Allah “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni perbuatan yang menyekutukan-Nya dan mengampuni dosa selain itu bagi yang Dia kehendaki”,

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ وَاصِلٍ الأَحْدَبِ عَنِ الْمَعْرُورِ قَالَ لَقِيتُ أَبَا ذَرٍّ بِالرَّبَذَةِ وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ وَعَلَى غُلاَمِهِ حُلَّةٌ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنِّى سَابَبْتُ رَجُلاً فَعَيَّرْتُهُ بِأُمِّهِ فَقَالَ لِىَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم:  يَا أَبَا ذَرٍّ أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ إِخْوَانُكُمْ خَوَلُكُمْ جَعَلَهُمُ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدِهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ وَلاَ تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ فَأَعِينُوهُمْ

Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Washil Al-Ahdab, dari Al-Ma’rur, ia berkata, “Aku bertemu Abu Dzar di Rabadzah yang saat itu mengenakan pakaian dua lapis, begitu juga budaknya, maka aku tanyakan kepadanya tentang itu, maka dia menjawab, ‘Aku telah menghina seseorang dengan cara menghina ibunya, maka Nabi saw. menegurku, “Wahai Abu Dzar, apakah kamu menghina ibunya? Sesungguhnya kamu masih memiliki (sifat) jahiliyah. Saudara-saudara kalian adalah tanggungan kalian, Allah telah menjadikan mereka di bawah tangan kalian. Maka, siapa yang saudaranya berada di bawah tangannya (tanggungannya), maka jika dia makan berilah makanan seperti yang dia makan, bila dia berpakaian berilah seperti yang dia pakai. Janganlah kalian membebani mereka sesuatu yang di luar batas kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka”. 

 

Hadis No. 28 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab mengingkari kebaikan suami dan kekufuran di bawah kekufuran,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم: أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi saw. bersabda, “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah perempuan-perempuan yang ingkar.” Ditanyakan, “Apakah mereka mengingkari Allah?” Beliau bersabda, “Mereka mengingkari pemberian suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu, maka ia akan berkata, ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu.”

Penjelasan:

Sering kali, hadis di atas dihighlight sebagai justifikasi bahwa perempuan menjadi penghuni neraka terbanyak disebabkan karena ia perempuan. Padahal, sebagaimana ditegaskan dalam buku Qiraah Mubadalah Kiai Faqihuddin Abdul Kodir, mereka masuk neraka karena amal perbuatannya.

Menurut Kiai Faqih, hadis tersebut harus ditafsiri secara korelatif. Artinya mengaitkan “masuk neraka” dengan sebabnya, yaitu “tidak bersyukur”. Sehingga, makna mubadalahnya adalah jika laki-laki “tidak bersyukur”, ia juga akan menjadi penghuni neraka. Oleh sebab itu, ungkapan yang netral dari semangat pesan hadis di atas adalah “Siapapun yang tidak pandai bersyukur terhadap pemberian atau layanan pasangannya (istri dari suami dan suami dari istri), maka ia akan mudah masuk neraka.”

Hadis No. 68 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bekas jilatan kucing,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ حُمَيْدَةَ بِنْتِ عُبَيْدِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا ثُمَّ ذَكَرَتْ كَلِمَةً مَعْنَاهَا فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا فَجَاءَتْ هِرَّةٌ فَشَرِبَتْ مِنْهُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا ابْنَةَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Humaidah binti Ubaid bin Rifa’ah, dari Kabsyah binti Ka’b bin Malik, bahwa Abu Qatadah masuk ke dalam menemuinya kemudian Kabsyah menuturkan yang semakna dengan kalimat itu. Lalu, aku menuangkan air wudhu kepada beliau. Tiba-tiba, ada seekor kucing yang datang kemudian meminum dari air itu. Beliau pun menyodorkan bejana tadi kepada kucing tersebut hingga meminumnya. Kabsyah berkata, “Dia melihatku sedang memperhatikannya, maka ia berkata, ‘Apakah kamu merasa heran wahai anak perempuannya saudaraku?. Aku berkata, ‘Ya’. Dia berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, “Kucing itu tidak najis. Kucing itu termasuk hewan yang ada di sekeliling kalian.”

Hadis No. 67 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menggosok bejana yang dijilat anjing dengan tanah,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّنْعَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغَفَّلِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْكِلَابِ وَرَخَّصَ فِي كَلْبِ الصَّيْدِ وَالْغَنَمِ وَقَالَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي الْإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ بِالتُّرَابِ

Muhammad bin Abdul A’la Ash-Shan’ani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Khalid telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Abu At-Tayyah, ia berkata, ‘Aku mendengar Mutharrif, dari Abdullah bin Al-Mughaffal, bahwa Rasulullah saw. memerintahkan untuk membunuh anjing dan memberi rukhsah (keringanan) pada anjing yang dipakai untuk berburu serta menjaga kambing. Beliau kemudian bersabda, “Apabila ada anjing yang menjilat bejana kalian, basuhlah tujuh kali dan lumurilah kedelapan kalinya dengan tanah.”

Hadis No. 66 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab perintah menumpahkan isi bejana jika dijilat anjing,

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي رَزِينٍ وَأَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ لَا أَعْلَمُ أَحَدًا تَابَعَ عَلِيَّ بْنَ مُسْهِرٍ عَلَى قَوْلِهِ فَلْيُرِقْهُ

Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Mushir telah memberitakan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Abu Razin dan Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila anjing menjilati bejana salah satu dari kalian, maka hendaknya ia menumpahkan isinya, kemudian ia membasuhnya sebanyak tujuh kali.”

Abu Abdirrahman berkata, “Aku tidak mengetahui seorang pun yang mengikuti Ali bin Mushir atas ucapannya ‘hendaklah ia menumpahkannya’.

Hadis No. 65 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bekas jilatan anjing,

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ هِلَالُ بْنُ أَسَامَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَمَةَ يُخْبِرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Ibrahim bin Al-Hasan telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Hajjaj telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Juraij berkata, Ziyad bin Sa’d telah mengabarkan kepadaku, bahwa Hilal bin Asamah telah mengabarkan kepadany, sesungguhnya ia mendengar Abu Salamah mengabarkan dari Abu Hurairah dari Nabi saw. semisal hadis tersebut.

Hadis No. 64 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bekas jilatan anjing,

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ سَعْدٍ أَنَّ ثَابِتًا مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ

Ibrahim bin Al-Hasan telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Hajjaj telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Juraij berkata, Ziyad bin Sa’d telah mengabarkan kepadaku, bahwa Tsabit; bekas budak Abdurrahman bin Zaid telah mengabarkannya bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila ada anjing menjilati  wadah salah satu kalian, maka hendaklah ia membasuhnya sebanyak tujuh kali.”

Hadis No. 63 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab bekas jilatan anjing,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Abu Az-Zinad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila anjing minum di wadah salah satu kalian, maka hendaklah ia membasuhnya tujuh kali.”