Ukkasyah
Ukkasyah

Hadispedia.id – Beberapa waktu lalu, Netizen Indonesia dibuat kagum dengan kabar baik yang datang dari pasangan artis Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Pasalnya, mereka akhirnya memiliki momongan setelah 10 tahun penantian. Video kelahiran putra pertamanya yang diberi nama Ukkasya Muhammad Syahki itu pun sempat menduduki trending pertama YouTube Indonesia.

Mendengar nama Ukkasya, penulis teringat dengan sosok Sahabat Nabi saw. yang bernama Ukkasyah bin Mihshan Al-Asadi (عكّاشة بن محصة الأسدي). Ia merupakan salah satu dari As-Sabiqunal Awwalun (jajaran Sahabat Nabi yang pertama masuk Islam).

Ummu Qais binti Mihshan, saudari perempuan Ukkasyah sebagaimana dikutip Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala’ meriwayatkan bahwa Ukkasyah berusia 44 tahun saat Rasulullah saw. wafat. Satu tahun setelah itu, Ukkasyah dibunuh di Buzakhah pada masa Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq tahun 12 H. Dikisahkan pula, Ukkasyah termasuk laki-laki yang tampan.

Baca juga: Biografi Anas bin Malik, Sahabat yang Melayangi Rasulullah saw.

Pendapat yang Shahih menyebutkan bahwa peristiwa terbunuhnya Ukkasyah terjadi pada tahun 11 H. Saat itu, Khalid bin Walid yang menyiapkan Ukkasyah bersama Tsabit bin Aqram Al-Anshari menuju medan perang melawan para murtaddin (orang-orang yang keluar dari agama Islam) di garda terdepan. Namun, kuda keduanya dihalang oleh Thulaihah bin Khuwailid Al-Asadi, salah satu Sahabat yang murtad, lalu ia membunuh mereka berdua. Meskipun begitu itu, akhirnya Thulaihah kembali masuk Islam.

Dalam kitab Al-Isti’ab fi Ma’rifatil Ashab karya Imam Ibnu Abdil Barr, dikisahkan pada suatu hari, Umar bertemu dengan Thulaihah seraya berkata, “Kamu ya, orang yang membunuh dua laki-laki shalih; Tsabit bin Qais dan Ukkasyah bin Mihshan”. Thulaihah menjawab, “Memang, Allah telah menghinakanku dengan dua tangan mereka. Dan Allah telah memuliakan mereka berdua dengan tanganku.”

Ukkasyah juga dikenal mengikuti banyak peperangan bersama Nabi saw. Di antaranya adalah perang Badr, Uhud, dan Khandaq. Pada saat perang Badr berkecamuk, pedang yang ia gunakan patah. Lalu, Rasulullah saw. memberinya sebuah tandan pohon kurma atau kayu sebagai ganti pedang tersebut. Setelah diambilnya, dengan izin Allah, ketika Ukkasyah kembali menuju medan perang, tandan atau kayu itu berubah menjadi pedang yang dapat ia gunakan kembali untuk berperang hingga meraih kemenangan.

Salah satu kisah yang masyhur tentang Ukkasyah terekspos dalam kitab Shahih Al-Bukhari riwayat Ibnu Abbas r.a. sebagaimana berikut.

Rasulullah saw. bersabda, “Umat-umat telah diperlihatkan kepadaku, maka ‘nampaklah seorang Nabi dan dua nabi yang lain lewat bersama dengan beberapa orang saja, dan seorang Nabi lagi yang tidak bersama seorang pun, hingga tampak olehku segerombolan manusia yang sangat banyak. Aku pun bertanya, “Apakah segerombolan manusia itu adalah umatku?”

Diberitahukan, “Ini adalah Musa dan kaumnya”. Lalu diberitahukan pula kepadaku, “Lihatlah ke ufuk”. Ternyata di sana terdapat segerombolan manusia yang memenuhi ufuk. Kemudian diberitahukan kepadaku, “Lihatlah di sebelah sini dan di sebelah sana, yaitu di ufuk langit.” Ternyata sana telah dipadati dengan segerombolan manusia yang sangat banyak. Diberitahukan kepadaku, “Ini adalah umatmu, dan di antara mereka terdapat tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa hisab.”

Setelah itu, beliau masuk ke rumah dan belum sempat memberi penjelasan kepada mereka, maka orang-orang menjadi ribut, mereka berkata, “Kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan mengikuti jejak rasul-Nya mungkinkah kelompok tersebut adalah kita ataukah anak anak kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam sementara kita dilahirkan di zaman Jahiliyah.”

Maka hal itu sampai kepada Nabi saw. lantas beliau keluar dan bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta untuk diruqyah, tidak pernah bertathayyur (menganggap sial pada binatang), dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit), sedangkan kepada Rabb mereka bertawakkal. Lalu Ukkasyah bin Mihshan berkata, “Apakah aku termasuk di antara mereka Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya” Selanjutnya sahabat yang lain berdiri dan berkata, “Apakah aku termasuk dari mereka?” Beliau bersabda, “Ukkasyah telah mendahuluimu”.

Baca juga: Zaid bin Tsabit, Sahabat yang Menjadi Sekretaris Nabi

Dalam riwayat Abu Hurairah r.a. di dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan bahwa wajah tujuh puluh ribu umat Nabi saw. yang masuk surga itu memancarkan sinar seperti rembulan di malam purnama. Ukkasyah bin Mihshan saat itu berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalan kepada Allah agar Dia menjadikanku termasuk di antara mereka.” Rasulullah saw. pun berdoa,

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنْهُمْ

“Ya Allah jadikanlah ia di antara mereka (orang-orang yang masuk surga tanpa hisab).” Kisah ini menunjukkan betapa Ukkasyah bin Mihshan sangat merindukan surga hingga ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta doa dari Nabi saw.

Sementara itu, pada riwayat Ibnu Abbas r.a. yang lainnya disebutkan bahwa tujuh puluh ribu umat Nabi saw. yang masuk surga itu tanpa hisab sekaligus tanpa azab. Sedangkan dalam kitab Sunan At-Tirmidzi riwayat Ibnu Abbas r.a. dijelaskan bahwa Nabi saw. diperlihatkan hal-hal tersebut ketika dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Demikianlah sekelumit kisah dari salah satu Sahabat Nabi yang mulia, Ukkasyah bin Mihshan yang juga memiliki nama kunyah Abu Mihshan. Sosok yang gigih membela agama Islam hingga syahid saat perang melawan kaum murtad pada masa Khalifah Abu Bakr As-Shiddiq r.a. Dan sosok yang mendapatkan keberkahan doa Nabi saw. sehingga menjadi bagian dari tujuh puluh ribu umat Islam yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Wa Allahu a’lam bis shawab.