Beranda blog Halaman 76

Hadis No. 36 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kedua telinga bagian luar dan dalamnya,

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلاَنَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا

قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِى الْبَابِ عَنِ الرُّبَيِّعِ

قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ يَرَوْنَ مَسْحَ الأُذُنَيْنِ ظُهُورِهِمَا وَبُطُونِهِمَا

Hannad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Idris telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ajlan, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. mengusap kepala serta kedua telinganya bagian luar dan dalamnya.

Abu Isa berkata, “Pada bab ini, juga terdapat riwayat dari Ar-Rubayyi’.”

Abu Isa berkata, “Hadis Ibnu Abbas berderajat Hasan Shahih. Banyak ahli ilmu yang mengamalkan hadis ini. Mereka berpendapat bahwa mengusap kedua telinga itu bagian luar dan dalamnya.”

Hadis No. 35 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengambil air yang baru untuk kepalanya,

حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ حَبَّانَ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ رَأَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ وَأَنَّهُ مَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدَيْهِ.

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

وَرَوَى ابْنُ لَهِيعَةَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ حَبَّانَ بْنِ وَاسِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ وَأَنَّهُ مَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ غَبَرَ مِنْ فَضْلِ يَدَيْهِ

وَرِوَايَةُ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ حَبَّانَ أَصَحُّ لأَنَّهُ قَدْ رُوِىَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَغَيْرِهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَخَذَ لِرَأْسِهِ مَاءً جَدِيدًا. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ رَأَوْا أَنْ يَأْخُذَ لِرَأْسِهِ مَاءً جَدِيدًا

Ali bin Khasyram telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Amr bin Al-Harits telah menceritakan kepada kami, dari Habban bin Wasi’, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, bahwa ia melihat Nabi saw. berwudhu. Beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa di kedua tangannya.

Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

Ibnu Lahi’ah meriwayatkan hadis ini dari Habban bin Wasi’ dari ayahnya dari Abdullah bin Zaid bahwa Nabi saw. berwudhu dan beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan dari sisa di kedua tangannya.

Hadis riwayat Amr bin Al-Harits dari Habban lebih shahih, karena diriwayatkan tidak hanya dari satu jalur. Hadis ini dari Abdullah bin Zaid dan selainnya, bahwa Nabi saw. mengambil air yang baru untuk mengusap kepalanya. Hadis ini diamalkan oleh kebanyakan ahli ilmu, mereka berpendapat bahwa beliau mengambil air baru untuk mengusap kepalanya.

Hadis No. 34 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kepala satu kali,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ أَنَّهَا رَأَتِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَتَوَضَّأُ قَالَتْ مَسَحَ رَأْسَهُ وَمَسَحَ مَا أَقْبَلَ مِنْهُ وَمَا أَدْبَرَ وَصُدْغَيْهِ وَأُذُنَيْهِ مَرَّةً وَاحِدَةً ».

قَالَ أَبُوْعِيْسَى: وَفِى الْبَابِ عَنْ عَلِىٍّ وَجَدِّ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفِ بْنِ عَمْرٍو

قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ الرُّبَيِّعِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَقَدْ رُوِىَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ مَسَحَ بِرَأْسِهِ مَرَّةً

وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَمَنْ بَعْدَهُمْ. وَبِهِ يَقُولُ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِىُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِىُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ رَأَوْا مَسْحَ الرَّأْسِ مَرَّةً وَاحِدَةً

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ الْمَكِّىُّ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ يَقُولُ سَأَلْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ مَسْحِ الرَّأْسِ أَيُجْزِئُ مَرَّةً فَقَالَ إِى وَاللَّهِ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Bakr bin Mudhar telah menceritakan kepada kami, dari Ibnu ‘Ajlan, dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil, dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin ‘Afran, bahwa ia melihat Nabi saw. sedang berwudhu’. Ia bekata, “Beliau mengusap kepalanya, beliau mengusap bagian depan dan belakang, kedua pelipis dan pada kedua telinganya satu kali.”

Abu Isa berkata, “Dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ali dan kakeknya Thalhah bin Musharrif bin Amr.”

Abu Isa berkata, “Hadis riwayat Ar-Rubayyi’ berderajat Hasan Shahih. Hadis ini juga diriwayatkan dengan jalur lain dari Nabi saw. bahwa beliau mengusap kepalanya satu kali.”

Hadis ini banyak diamalkan oleh sebagian besar ahli ilmu dari para sahabat dan orang-orang setelahnya. Ja’far bin Muhammad, Sufyan Ats-Tsauri, Ibnu Al-Mubarak, Asy-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq berpendapat bahwa mengusap kepala hanya satu kali.” 

Muhammad bin Manshur Al-Makki telah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, ‘Aku bertanya kepada Ja’far bin Muhammad tentang mengusap kepala, apakah cukup cuman satu kali?’. Lalu, ia menjawab, “Ya, Demi Allah.”

Hadis No. 33 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab memulai dari bagian belakang kepala,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- مَسَحَ بِرَأْسِهِ مَرَّتَيْنِ بَدَأَ بِمُؤَخَّرِ رَأْسِهِ ثُمَّ بِمُقَدَّمِهِ وَبِأُذُنَيْهِ كِلْتَيْهِمَا ظُهُورِهِمَا وَبُطُونِهِمَا »

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَحَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَصَحُّ مِنْ هَذَا وَأَجْوَدُ إِسْنَادًا. وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْكُوفَةِ إِلَى هَذَا الْحَدِيثِ مِنْهُمْ وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ

Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Bisyr bin Al-Mufadhdhal telah menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dari Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin ‘Afran, bahwa Nabi saw. mengusap kepalanya dua kali. Beliau memulainya dari bagian belakang kepalanya, lalu ke bagian depan. Kemudian, beliau mengusap kedua telinganya bagian luar dan dalamnya.”

Abu Isa berkata, “Hadis ini berderajat Hasan. Hadis Abdullah bin Zaid lebih shahih dan lebih bagus  sanadnya dari pada hadis ini. Sebagian penduduk Kufah mengamalkan hadis ini. Di antaranya adalah Waki’ bin Al-Jarrah.”

Hadis No. 32 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab mengusap kepala dari ujung kepala hingga bagian belakang,

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِىُّ حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى الْقَزَّازُ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ ثُمَّ ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَا حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ. قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِى الْبَابِ عَنْ مُعَاوِيَةَ وَالْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ وَعَائِشَةَ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَصَحُّ شَىْءٍ فِى هَذَا الْبَابِ وَأَحْسَنُ وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِىُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ

Ishaq bin Musa Al-Anshari telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ma’n bin Isa Al-Qazzaz telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik bin Anas telah menceritakan kepada kami, dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah saw. mengusap kepalanya dengan kedua tangannya, beliau memajukan dan mengundurkan dengan keduanya. Beliau memulai dengan bagian depan kepalanya kemudian menjalankan keduanya sampai pada bagian tengkuk, setelah itu kembali pada tempat yang semula. Kemudian beliau membasuh kedua kakinya.
Abu Isa berkata, “Dalam bab ini, ada riwayat dari Mu’awiyah, Al-Miqdam bin Ma’di Karib, dan Aisyah.”

Abu Isa berkata, “Hadisnya Abdullah bin Zaid adalah hadis yang paling shahih dan baik dalam bab ini. Pendapat ini diambil oleh As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq.”

Hadis No. 31 Sunan At-Tirmidzi

0
Sunan At-Tirmidzi
Sunan At-Tirmidzi

Hadispedia.id – Al-Imam At-Tirmidzi berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab menyela-nyela jenggot,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ أَبِى وَائِلٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami, dari Israil, dari Amir bin Syaqiq, dari Abu Wail, dari Usman bin Affan, bahwa Nabi saw. menyela-nyela jenggotnya. Abu Isa berkata, “Ini Hadis Hasan Shahih.”

Hadis No. 63 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab kencing di air yang tenang (tidak mengalir),

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ فِي حَدِيثِ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ

Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaidah dalam hadis Hisyam telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abu Hurairah, dari Nabi saw. beliau bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian kencing di air yang tidak mengalir kemudian mandi darinya.”

Hadis No. 62 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab air tidak menyebabkan junub,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ اغْتَسَلَ بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَفْنَةٍ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَتَوَضَّأَ مِنْهَا أَوْ يَغْتَسِلَ فَقَالَتْ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ جُنُبًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمَاءَ لَا يُجْنِبُ

Musaddad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Al-Ahwash telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Simak telah menceritakan kepada kami, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Sebagian istri Nabi saw. pernah mandi di ember besar, lalu Nabi saw. datang hendak berwudhu atau mandi dari ember tersebut, maka ia berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tadi junub.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya air itu tidak menyebabkan junub.”

Hadis No. 61 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tentang sumur Budha’ah,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي شُعَيْبٍ وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ يَحْيَى الْحَرَّانِيَّانِ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَلِيطِ بْنِ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْعَدَوِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُقَالُ لَهُ إِنَّهُ يُسْتَقَى لَكَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُلْقَى فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْمَحَايِضُ وَعَذِرُ النَّاسِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ
قَالَ أَبُو دَاوُد و سَمِعْت قُتَيْبَةَ بْنَ سَعِيدٍ قَالَ سَأَلْتُ قَيِّمَ بِئْرِ بُضَاعَةَ عَنْ عُمْقِهَا قَالَ أَكْثَرُ مَا يَكُونُ فِيهَا الْمَاءُ إِلَى الْعَانَةِ قُلْتُ فَإِذَا نَقَصَ قَالَ دُونَ الْعَوْرَةِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَقَدَّرْتُ أَنَا بِئْرَ بُضَاعَةَ بِرِدَائِي مَدَدْتُهُ عَلَيْهَا ثُمَّ ذَرَعْتُهُ فَإِذَا عَرْضُهَا سِتَّةُ أَذْرُعٍ وَسَأَلْتُ الَّذِي فَتَحَ لِي بَابَ الْبُسْتَانِ فَأَدْخَلَنِي إِلَيْهِ هَلْ غُيِّرَ بِنَاؤُهَا عَمَّا كَانَتْ عَلَيْهِ قَالَ لَا وَرَأَيْتُ فِيهَا مَاءً مُتَغَيِّرَ اللَّوْنِ

Ahmad bin Abu Syu’aib dan Abdul Aziz bin Yahya Al-Harraniyyani telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Muhammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, dari Salid bin Ayyub, dari Ubaidullah bin Abdurrahman bin Rafi’ Al-Anshari lalu Al-Adawi, dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw. ketika dikatakan kepada beliau bahwasannya telah diberikan kepadamu air dari sumur Budha’ah, yaitu sumur tempat pembuangan bangkai anjing, bekas kotoran haid, dan kotoran manusia. Maka, beliau bersabda, “Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.”

Abu Daud berkata, “Dan saya telah mendengar Qutaibah bin Sa’id berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada penjaga sumur tersebut tentang kedalamannya, dia menjawab, “Dalam kondisi air yang maksimal bisa mencapai tempat tumbuhnya bulu kemaluan.” Saya bertanya, “Apabila berkurang?” Dia menjawab, “Di bawah aurat.”

Abu Daud berkata, “Dan saya sendiri pernah mengukur sumur Budha’ah dengan selendang saya, saya julurkan  ke dalam sumur kemudian saya tarik kembali, ternyata tinggi adalah enam hasta. Kemudian saya bertanya kepada orang yang membukakan pintu kebun untukku dan mengantarkanku kepadanya, “Apakah bangunan sumur ini telah diubah dari bangunan semula?” Dia menjawab, “Tidak”. Dan saya melihat kedalaman sumur, terdapat air yang sudah berubah warnanya.”

Penjelasan:

Imam Abadi dalam kitab Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud menjelaskan bahwa perubahan warna pada sumur Budha’ah tersebut menurut Imam An-Nawawi adalah disebabkan karena lamanya didiamkan. Sehingga ada perubahan warna yang asli dari sumbernya tidak sebab dikenai benda lain.

Imam Abadi juga mengutip perkataan Imam Ibn Al-Mundzir bahwa ulama sepakat air yang sedikit atau banyak jika kemasukan najis dan merubah rasa, warna, atau baunya, maka air tersebut najis. 

Hadis No. 60 Sunan Abi Daud

0
Sunan Abi Daud
Sunan Abi Daud

Hadispedia.id – ِAl-Imam Abu Daud; Sulaiman bin Al-Asy’ats berkata di dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tentang sumur Budha’ah,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ وَمُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّهُ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُطْرَحُ فِيهَا الْحِيَضُ وَلَحْمُ الْكِلَابِ وَالنَّتْنُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَاءُ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَقَالَ بَعْضُهُمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ رَافِعٍ

Muhammad bin Al-Ala’, Al-Hasan bin Ali, dan Muhammad bin Sulaiman Al-Anbari telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abu Usamah telah menceritakan kepada kami, dari Al-Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ka’b, dari Ubaidullah bin Abdullah bin Rafi’ bin Khadij, dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ditanyakan kepada Rasulullah saw., “Apakah kami boleh wudhu’ dari sumur Budha’ah?, yaitu sumur yang dilemparkan ke dalamnya bekas kotoran haid, bangkai anjing, dan sesuatu yang berbau busuk.” Maka beliau bersabda, “Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.”

Abu Daud berkata, “Sebagian mereka adalah Abdurrahman bin Rafi’.”

Penjelasan:

Syarat air itu tidak najis adalah ia banyak (sudah mencapai dua kullah lebih) dan najisnya sedikit (tidak sampai merubah warna, rasa, dan bau air).