Beranda blog Halaman 89

Hadis No. 31 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab bersuci dengan sempurna dari air kencing,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ وَكِيعٍ عَنْ الْأَعْمَشِ قَالَ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا يُحَدِّثُ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَنْزِهُ مِنْ بَوْلِهِ وَأَمَّا هَذَا فَإِنَّهُ كَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ فَغَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا خَالَفَهُ مَنْصُورٌ رَوَاهُ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَلَمْ يَذْكُرْ طَاوُسًا

Hannad bin As-Sari telah mengabarkan kepada kami, dari Waki’ dari Al-A’masy, ia berkata, aku mendengar Mujahid menceritakan (hadis) dari Thawus dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini disiksa, namun bukan karena dosa besar. Orang yang ini, dulu tidak membersihkan air kencingnya (dengan tuntas). Sementara orang yang ini, disiksa karena selalu mengadu domba.” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya di atas kuburan yang ini satu, dan di atas kuburan yang ini satu. Kemudian beliau bersabda, “Semoga (kedua pelepah kurma yang basah itu) dapat meringankan azab keduanya selagi belum kering.” Manshur berbeda periwayatnya. Ia meriwayatkan dari Mujahid dari Ibnu Abbas dan ia tidak menyebutkan Thawus.

Hadis No. 30 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab kencing ke arah penutup yang menutupinya,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنِ حَسَنَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي يَدِهِ كَهَيْئَةِ الدَّرَقَةِ فَوَضَعَهَا ثُمَّ جَلَسَ خَلْفَهَا فَبَالَ إِلَيْهَا فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ انْظُرُوا يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ فَسَمِعَهُ فَقَالَ أَوَ مَا عَلِمْتَ مَا أَصَابَ صَاحِبُ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمْ شَيْءٌ مِنْ الْبَوْلِ قَرَضُوهُ بِالْمَقَارِيضِ فَنَهَاهُمْ صَاحِبُهُمْ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ

Hannad bin As-Sari telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Muawiyah dari Al-A’masy dari Zaid bin Wahb dari Abdurrahman bin Hasanah, ia berkata, Rasulullah saw. pernah menemui kami, sedangkan di tangan beliau ada sesuatu yang mirip perisai dari kulit. Beliau lalu meletakkannya dan duduk di belakangnya. Kemudian beliau buang air kecil ke arah perisai tersebut. Sebagian orang pun berkomentar, “Lihatlah, beliau buang air kecil seperti perempuan.” Beliau mendengar ucapan tersebut dan bersabda, “Apakah kamu tidak tahu apa yang menimpa seorang Bani Israil? Apabila Kaum Bani Israil terkena percikan air kencing, maka mereka menggunting kain yang terkena kencing tadi. Lalu, seorang Bani Israil (tadi) melarang mereka melakukan demikian, sehingga ia disiksa di kuburnya.”

Penjelasan:

Penyerupaan cara buang air kecilnya Nabi saw. terhadap perempuan ada yang mengatakan adalah pada di sisi ditutupinya. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, karena tradisi orang Jahiliyah saat itu ketika buang air kecil tidak menggunakan satir/penutup. Ada pula yang mengartikan penyerupaannya pada sisi buang air kecil dengan duduk, karena tradisi orang Arab saat itu juga ketika buang air kecil dengan berdiri. Namun, bisa juga kemungkinan diserupakan pada kedua hal tersebut.

Adapun seseorang Bani Israil disiksa di kuburnya tersebut karena ia melanggar aturan syariatnya agar menggunting baju yang terkena cipratan kencing. Artinya, Nabi saw. mengajarkan kepada umatnya agar tidak menyepelekan dalam urusan kencing. Sehingga, beliau ketika buang air kecil ditutupi dengan satir agar tidak menciprat ke mana-mana yang dapat menyebabkan najis.

Hadis No. 29 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab kencing di rumah dengan duduk,

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا شَرِيكٌ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا فَلَا تُصَدِّقُوهُ مَا كَانَ يَبُولُ إِلَّا جَالِسًا

Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Syarik telah memberitakan kepada kami, dari Al-Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, dari Aisyah r.a., ia berkata, “Barang siapa mengabarkan kepada kalian bahwa Rasulullah saw. buang air kecil dengan berdiri, maka janganlah kalian mempercayainya, karena beliau tidak buang air kecil kecuali dengan duduk.”

Penjelasan:

Hadis ini tidak perlu dipertentangkan dengan hadis sebelumnya riwayat Hudzaifah yang memberitakan bahwa Rasulullah saw. pernah kencing dengan berdiri saat di luar rumah dan saat itu berada di tempat pembuangan sampah. Sedangkan umumnya ketika beliau berada di rumah, maka beliau buang air kecil dengan duduk, tidak dengan berdiri, karena kondisinya sangat memungkinkan.

Sehingga, maksud hadis Sayyidah Aisyah r.a. menurut Imam As-Sindi di atas adalah jangan pernah mempercayai orang yang mengatakan bahwa Nabi saw. buang air kecil dengan berdiri saat di rumah.

Hadis No. 28 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab rukhsah kencing di padang pasir dengan berdiri,

أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَنْبَأَنَا بَهْزٌ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ وَمَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَشَى إِلَى سُبَاطَةِ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا قَالَ سُلَيْمَانُ فِي حَدِيثِهِ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ وَلَمْ يَذْكُرْ مَنْصُورٌ الْمَسْحَ

Sulaiman bin Ubaidullah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Bahz telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah memberitakan kepada kami, dari Sulaiman dan Manshur dari Abu Wa’il dari Hudzaifah bahwasannya Nabi saw. berjalan ke arah tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil dengan berdiri. Sulaiman berkata pada riwayat hadisnya, “Dan beliau mengusap di atas kedua khuf (sepatu)nya”. Sedangkan Manshur tidak menyebutkan redaksi “al-mashu/mengusap” (dalam riwayat hadisnya).

Hadis No. 27 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab rukhsah kencing di padang pasir dengan berdiri,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ أَنَّ حُذَيْفَةَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

Muhammad bin Basyar telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah memberitakan kepada kami, dari Manshur, ia berkata, ‘Aku mendengar Abu Wa’il bahwa Hudzaifah berkata sesungguhnya Rasulullah saw. pernah mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil dengan berdiri.

Hadis No. 26 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab rukhsah kencing di padang pasir dengan berdiri,

أَخْبَرَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا

Muammal bin Hisyam telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ismail telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman dari Abu Wa’il dari Hudzaifah bahwasannya Rasulullah saw. pernah mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil dengan berdiri

Sekolah Hadis El-Bukhari Institute: Membumikan Kajian Hadis di Indonesia

0
Sekolah Hadis
Sekolah Hadis

Hadispedia.id – Divisi Pelatihan el-Bukhari Institute (eBI) sejak tahun 2016 yang lalu telah melaunching program baru yang diberi nama dengan Sekolah Hadis. Program ini bertujuan untuk membumikan kajian hadis di Nusantara dengan menggunakan metode Short-Course dan Focus Group Discussion (FGD). Gagasan ini dimaksudkan untuk mengisi dan menyemarakkan sepinya kajian-kajian hadis di Indonesia serta minimnya para ilmuan yang bisa disebut sebagai muhaddits di zaman sekarang.

Sekolah Hadis berbeda dengan Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences Jakarta, pesantren khusus hadis yang didirikan oleh Almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub, MA rahimahullah, yang menerapkan sistem pesantren dengan kolaborasi antara sistem klasikal & modern sebagai metodenya ataupun Lembaga Kajian Hadis al-Mughni pimpinan Ustadz Dr. Luthfi Fathullah, MA yang fokus dalam pengembangan hadis melalui dunia digital sebagai ciri khasnya.

Distingsi Sekolah Hadis ini terletak pada bentuk penyajian dan durasi belajarnya yang lebih singkat, yaitu lebih kurang 8x pertemuan untuk masing-masing programnya. Hal ini terinspirasi dari beberapa program serupa yang pernah diadakan oleh lembaga penelitian lain dalam disiplin ilmu yang berbeda, seperti Sekolah Demokrasi yang diadakan oleh Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), Pendidikan Kader Mufassir oleh Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) pimpinan Prof. Dr. Quraisy Shihab, MA, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, sasaran program ini adalah semua kalangan yang mempunyai kecenderungan terhadap kajian hadis, khususnya di daerah Jabodetabek dan sekitarnya. Kelas yang akan dibuka pada 31 Januari 2022 ini akan difokuskan ke dalam tiga kategori. Pertama, Kelas Musthalah Hadis (Ilmu Hadis Dasar). Kedua, Kelas Takhrij wa Dirasah al-Sanad (Kelas Pelacakan dan Kritik Hadis). Dan ketiga, Kelas Thuruq Fahmil Hadits (Ilmu Metode Memahami Hadis).

Sementara itu, buku yang akan dijadikan pegangan dalam setiap kelas adalah Kitab Taisir Musthalah al-Hadits karya Mahmud Thahhan untuk Kelas Musthalah, Kitab Ushul al-Takhrij wa Dirasah al-Asanid karya Mahmud Thahhan untuk Kelas Takhrij, serta Kitab al-Thuruq al-Shahihah fi Fahm al-Sunnah al-Nabawiyyah karya Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub, MA untuk Kelas Thuruq. Selain itu, juga akan dikombinasikan dengan kitab-kitab lain yang sejenis sebagai pengayaan dan bahan diskusi.

Outcome atau target utama program ini adalah agar setiap peserta dapat menguasai materi-materi dasar terkait Ilmu Mustalah Hadis, Metode Takhrij Hadits dan Kritik Sanadnya dengan metode digital, serta Metode Memahami Hadis secara benar dan humanis. Target ini sesuai dengan tingkatan kajian hadis di masa sekarang sebagaimana yang pernah dipetakan oleh Almarhum Kyai Ali Mustafa Yaqub dalam sejumlah karya-karyanya.

Terkait dengan jadwal pelaksanaan, program ini akan dimulai pada hari Senin, 31 Januari 2022 mendatang secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting. Adapun jadwalnya adalah setiap Senin dan Selasa, pukul 16.00 WIB untuk Kelas Ilmu Hadis Dasar, Rabu dan Kamis, pukul 16.00 WIB untuk Kelas Takhrij dan Kritik Sanad, serta Sabtu dan Ahad, pukul 16.00 WIB untuk Kelas Metode Memahami Hadis. Masing-masing kelas berdurasi 1,5 jam untuk setiap pertemuan dengan kuota maksimal tidak lebih dari 20 orang/kelas. Bagi yang berminat mengikuti program ini bisa mengklik link berikut : http://bit.ly/SekolahHadisEl-Bukhari.

Lebih Dekat dengan Sekolah Hadis El-Bukhari Institute

0
Sekolah Hadis el-Bukhari Institute
Sekolah Hadis el-Bukhari Institute

Hadispedia.id –  Salah satu program unggulan lembaga el-Bukhari Institute adalah Sekolah Hadis. Lebih jelasnya barikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sekolah Hadis:

FAQ Sekolah Hadis El-Bukhari Institute
Periode Januari-Pebruari 2022

Program Sekolah Hadis ini diadakan oleh yayasan apa dan afiliasinya ke mana.?
Sekolah Hadis adalah salah satu program dari Yayasan Pengkajian Hadis El-Bukhari Insitute yang sudah berdiri sejak tahun 2013. Para pendiri dan sebagian besar pengurusnya adalah murid langsung dari Almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub, MA.

Apa saja program-programnya.?
Sekolah Hadis membuka 3 program unggulan yang menjadi dasar bagi siapapun yang akan mendalami hadis, yaitu Ilmu Musthalah Hadis (Ilmu Hadis Dasar), Ilmu Takhrij & Kritik Sanad (Ilmu Pelacakan Hadis dan Penelitian Sanadnya), dan Ilmu Thuruq Fahmil Hadis (Ilmu Metode Memahami Hadis). Selain itu, khusus bagi peserta yang mendaftar sebagai member lembaga, berkesempatan untuk mengikuti kajian kitab-kitab Hadis, Ilmu Musthalah dan Fikih bersama dewan asatidz El-Bukhari Institute.

Apakah program-program tersebut bisa diikuti secara acak atau harus dari yang dasar terlebih dahulu.?
Sebaiknya mengikuti kelas dasar terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke kelas-kelas berikutnya. Namun bagi yang sudah mempunyai basic pengetahuan sebelumnya boleh memilih sesuai dengan kebutuhan atau tiga-tiganya sekaligus. Sementara untuk member, bisa mengikuti seluruh program yang ada selama satu tahun full dan boleh mengulang jika merasa belum menguasai materinya secara penuh.

Apa target akhir dari program-program tersebut.?
Menguasai materi-materi dasar terkait Ilmu Musthalah Hadis, Ilmu Takhrij dan Dirasah Sanad, serta Ilmu Metode Pemahaman Hadis.

Materi-materinya diambilkan dari buku/kitab apa saja ya.?
Semua materi didasarkan kepada referensi-referensi yang otoritatif dalam Ilmu Hadis, baik yang klasik maupun yang kontemporer.

Apa saja contoh buku/kitab referensinya?
Untuk Ilmu Hadis Dasar: Kitab Taisir Musthalah Hadis, Syarah Baiquni, Muqaddimah Ibnu Shalah, dll. Untuk Ilmu Takhrij & Dirasah Sanad : Ushul al-Takhrij wa Dirasah al-Asanid. Untuk Ilmu Metode Memahami Hadis: Kitab al-Thuruq al-Shahihah Fi Fahmi al-Sunnah al-Nabawiyyah, Kaifa Nata’ammal Ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah, dll. Sementara untuk kajian kitab akan menggunakan Bulughul Maram untuk bidang Hadis, Kitab Taisir Musthalah Hadis untuk Ilmu Musthalah, dan Fathul Mu’in untuk Fikih.

Pengajarnya alumni dari mana saja ya?
Semua pengajarnya adalah murid langsung dari Almarhum Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub, MA (salah seorang pakar hadis kebanggaan Indonesia yang wafat pada tahun 2016) lewat pesantren beliau yang bernama Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences.

Berapa jumlah pertemuan untuk masing-masingnya?
Masing-masing program terdiri dari 8x pertemuan. Khusus untuk kajian kitab akan berlangsung setiap minggu sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Kapan mulai belajarnya?
Untuk periode terdekat, tanggal 31 Januari 2022

Jadwalnya kapan saja?
Jadwal untuk kelas Ilmu Musthalah Hadis : Senin & Selasa, jam 16.00 WIB, kelas Ilmu Takhrij dan Dirasah Sanad : Rabu & Kamis, jam 16.00 WIB, dan kelas Ilmu Metode Memahami Hadis : Sabtu & Ahad, jam 16.00 WIB. Sedangkan untuk kajian kitab jadwalnya hanya ada di malam hari saja, untuk kajian Fikih : Senin pukul 20.00 WIB, kajian Ilmu Hadis : Rabu, pukul 18.30 WIB, dan kajian Hadis Bulughul Maram : Ahad, pukul 19.30 WIB.

Apakah ada jadwal malam atau jadwal lain selain ini?
Jadwal untuk 3 program unggulan (Ilmu Hadis Dasar, Takhrij & Kajian Sanad, dan Metode Memahami Hadis) hanya ada satu jadwal saja, yaitu sore, jam 16.00 WIB dan untuk kajian kitab hanya ada di malam hari saja, jam 19.30 WIB. Namun bagi yang berminat bisa mengambil jalur private dengan besaran infak yang berbeda dengan program regular.

Ada berapa pilihan status keanggotaan peserta dalam program ini?
Ada dua, yaitu member dan non member.

Apa perbedaan keduanya?
Perbedaannya hanya dari segi fasilitas yang didapatkan. Bagi peserta yang mendaftar sebagai member lembaga berhak untuk mengikuti seluruh program kajian selama satu tahun full dan mengulang di program apapun tanpa harus registrasi kembali. Sedangkan untuk peserta non member hanya berhak mengikuti program sesuai pilihan saja.

Selain itu apa lagi fasilitas yang akan didapatkan oleh member lembaga?
Secara umum member berhak untuk :
a. Mengikuti kajian Ilmu Hadis 3 level sekaligus.
b. Mengikuti kajian kitab Hadis, Ilmu Musthalah, dan Fikih sesuai jadwal.
c. Kitab asli dan PDF materi yang dibahas.
d. Bebas mengakses Sekolah Hadis via Hadispedia.
e. E-Sertifikat di akhir program.
f. Rekaman video setiap materi pembelajaran.
g. Konsultasi gratis dengan para asatidz lembaga.

Berapa biaya programnya?
Untuk member biayanya hanya 850K saja untuk satu tahun belajar dan untuk non member 350K untuk masing-masing programnya.

Kalau biaya privatenya berapa ya?
150K/Pertemuan dengan durasi belajar 90 menit/pertemuan.

Apakah pembayarannya bisa dicicil?
Semua pembayaran harus sudah lunas sebelum program dimulai.

Apakah ada program affiliate untuk Sekolah Hadis ini?
Ada, bagi Anda yang mengajak satu orang member berhak mendapatkan fee bagi hasil dari lembaga sebesar 50K dan akan ditransferkan ke rekening masing-masing setiap akhir bulan setelah dikalkulasikan.

Berapa orang kuota kelas untuk masing-masing program?
Kami hanya menerima maksimal 100 orang peserta untuk masing-masing kelas dan pendaftaran akan ditutup jika kuota tersebut sudah terpenuhi.

Media belajarnya melalui apa ya?
Menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Apakah ada kelas offlinenya?
Untuk saat ini semua program kami hanya bisa diikuti secara online.

Apakah ada batasan umur untuk mengikuti program ini?
Tidak ada batasan umur (untuk semua kalangan), khusus buat anak-anak dibawah 12 tahun wajib didampingi oleh orangtua atau walinya.

Apakah ada beasiswa untuk kalangan-kalangan tertentu?
Belum ada.

Bagaimana prosedur pendaftarannya?
Bisa dengan mengklik tautan berikut : http://bit.ly/SekolahHadisEl-Bukhari

Sekolah Hadis El-Bukhari Institute;
Solusi Bagi Anda yang Ingin Mendalami Hadis dan Ilmu Hadis!

Hadis No. 25 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab larangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang hajat,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ وَكِيعٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ يَحْيَى هُوَ ابْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلَا يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ

Hannad bin As-Sarri telah mengabarkan kepada kami, dari Waki’ dari Hisyam dari Yahya yakni Ibnu Abi Katsir dari Abdullah bin Abi Qatadah dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk WC, maka jangan menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya.”

Hadis No. 24 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam kitab Sunan-nya pada bab larangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat buang hajat,

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ وَهُوَ الْقَنَّادُ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي قَتَادَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَأْخُذْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ

Yahya bin Durusta telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Ismail yakni Al-Qannad telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Abi Katsir telah menceritakan kepadaku, bahwasannya Abdullah bin Abu Qatadah telah menceritakannya dari ayahnya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian buang air kecil, maka jangan menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya.”