Beranda blog Halaman 75

Hadis No. 12 Sunan Ibnu Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah berkata dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab mengagungkan hadis Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ الْكِنْدِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُوشِكُ الرَّجُلُ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يُحَدَّثُ بِحَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِي فَيَقُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَلَالٍ اسْتَحْلَلْنَاهُ وَمَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ أَلَّا وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

Abu Bakr bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Zaid bin Al-Hubab telah menceritakan kepada kami, dari Mu’awiyah bin Shalih, Al-Hasan bin Jabir telah menceritakan kepadaku, dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba Al-Kindi, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Seseorang yang bersandar di tempat duduknya hampir diceritakan kepadanya sebuah hadis dariku, namun ia berkata, ‘Antara kami dan kalian adalah kitab Allah Azza wa Jalla. Perkara halal yang kami temukan di dalamnya, maka kami menghalalkannya, dan perkara haram yang kami temukan di dalamnya, maka kami mengharamkannya. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang diharamkan Rasulullah saw. adalah seperti yang diharamkan Allah.” 

Hadis No. 11 Sunan Ibnu Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah berkata dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab mengikuti sunnah Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ قَالَ سَمِعْتُ مُجَالِدًا يَذْكُرُ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَّ خَطًّا وَخَطَّ خَطَّيْنِ عَنْ يَمِينِهِ وَخَطَّ خَطَّيْنِ عَنْ يَسَارِهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ فِي الْخَطِّ الْأَوْسَطِ فَقَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ { وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ }

Abu Sa’id; Abdullah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Khalid Al-Ahmar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Mujalid menyebutkan dari Asy-Sya’bi, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Kami berada di sisi Nabi saw., beliau lalu membuat satu garis, kemudian membuat dua garis di sisi kanannya dan dua garis di sisi kirinya. Kamudian, beliau meletakkan tangannya di garis yang tengah seraya bersabda, “Inilah jalan Allah”. Kemudian beliau membaca ayat “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”

Hadis No. 10 Sunan Ibnu Majah

0
Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibn Majah

Hadispedia.id – Al-Imam Ibnu Majah berkata dalam Sunan-nya pada kitab muqaddimah bab mengikuti sunnah Rasulullah saw.,

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Hisyam bin Ammar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Syu’aib telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Sa’id bin Basyir telah menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma’ Ar-Rahabi, dari Tsauban, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ada sekelompok dari umatku yang senantiasa ditolong di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihinya hingga datang keputusan Allah.”

Hadis No. 58 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab air yang tidak mengalir,

أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَتِيقٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ كَانَ يَعْقُوبُ لَا يُحَدِّثُ بِهَذَا الْحَدِيثِ إِلَّا بِدِينَارٍ

Ya’qub bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ismail telah menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Atiq, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian baung air kecil di dalam air yang tidak mengalir kemudian mandi dari air itu.”

Abu Abdirrahman berkata, “Ya’qub tidak mau menyampaikan hadis ini kecuali dengan uang satu dinar.”

Hadis No. 57 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab air yang tidak mengalir,

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ مِنْهُ
قَالَ عَوْفٌ وَقَالَ خِلَاسٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ

Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Isa bin Yunus telah memberitakan kepada kami, ia berkata, Auf telah menceritakan kepada kami, dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian buang air kecil di dalam air yang tidak mengalir, kemudian berwudhu’ darinya.”

Auf dan Khilas berkata dari Abu Hurairah dari Nabi saw. sebagaimana hadis tersebut

Hadis No. 56 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tidak membatasi jumlah air,

أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْوَاحِدِ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهُ وَأَهْرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ دَلْوًا مِنْ مَاءٍ فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ

Abdurrahman bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, dari Umar bin Abdul Wahid, dari Al-Auza’i, dari Muhammad bin Al-Walid, dari Az-Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ada seorang Arab Badui berdiri, lalu ia kencing di dalam masjid. Maka, orang-orang menghardiknya. Lalu, Rasulullah saw. bersabda kepada mereka, “Biarkan dan siramlah di atas kencing itu seember air. Sungguh kalian hanya diutus untuk memudahkan, dan tidak diutus untuk menyulitkan.”

Hadis No. 55 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tidak membatasi jumlah air,

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى الْمَسْجِدِ فَبَالَ فَصَاحَ بِهِ النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتْرُكُوهُ فَتَرَكُوهُ حَتَّى بَالَ ثُمَّ أَمَرَ بِدَلْوٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ

Suwaid bin Nashr telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah telah memberitakan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id, ia berkata, Aku mendengar Anas berkata, “Ada seorang Arab Badui datang ke masjid, lalu ia kencing. Maka, orang-orang berteriak. Rasulullah saw. bersabda, “Biarkanlah”. Mereka pun membiarkannya hingga ia selesai hajatnya. Kemudian beliau menyuruh untuk dibawakan seember air yang disiramkan di atas kencing itu.”

Hadis No. 54 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tidak membatasi jumlah air,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَالَ أَعْرَابِيُّ فِي الْمَسْجِدِ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abidah telah menceritakan kepada kami, dari Yahya bin Sa’id, dari Anas, ia berkata, “Ada seorang Arab Badui kencing di dalam masjid, lalu Nabi saw. memerintahkan untuk mengambil seember air lalu disiramkan di atasnya (bekas tempat kencing itu).”

Penjelasan:

Kasus pada hadis di atas adalah pada saat kondisi masjid Nabi saw. yang belum ada lantainya, melainkan masih berupa tanah. Sehingga cara menyucikan bekas air kencing itu adalah dengan disiramkan saja. Sikap Nabi saw. pada kasus ini sangat patut dicontoh. Beliau tidak marah ketika melihat orang Arab Badui itu kencing dan beliau tidak langsung mengusirnya.

Hal ini disebabkan agar najis tidak meluber ke mana-mana. Sehingga, beliau menyuruh untuk menunggu orang Arab Badui itu menyelesaikan hajatnya. Lalu, beliau memberikan solusi untuk menyucikan najisnya.

Hadis No. 53 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab tidak membatasi jumlah air,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا بَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَامَ عَلَيْهِ بَعْضُ الْقَوْمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهُ لَا تُزْرِمُوهُ فَلَمَّا فَرَغَ دَعَا بِدَلْوٍ فَصَبَّهُ عَلَيْهِ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ يَعْنِي لَا تَقْطَعُوا عَلَيْهِ

Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hammad telah menceritakan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas Ada seorang Arab Badui kencing di masjid. Sebagian orang bangkit untuk menghentikannya. Rasulullah saw. bersabda, “Biarkanlah dia, jangan kamu putus hajatnya.” Setelah dia buang hajatnya, Rasulullah saw. meminta seember air lalu menyiramkannya.”

Abu Abdirrahman berkata, “Maksudnya jangan kalian cegah dia.”

Hadis No. 52 Sunan An-Nasa’i

0
Sunan An-Nasa'i
Sunan An-Nasa'i

Hadispedia.id – Al-Imam An-Nasa’i berkata dalam Sunan-nya pada kitab bersuci bab batasan jumlah air,

أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ وَالْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنْ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ فَقَالَ إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ الْخَبَثَ

Hannad bin As-Sari dan Al-Husain bin Huraits telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Usamah, dari Al-Walid bin Katsir, dari Muhammad bin Ja’far, dari Abdullah bin Abdullah bin Umar, dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah saw. pernah ditanya tentang air jika air dan (air) yang diminum oleh hewan ternah dan binatang buas. Maka, beliau bersabda, “Apabila air itu sudah mencapai dua kulah, maka ia tidak mengandung najis.”