Beranda blog Halaman 79

Hadis No. 27 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab menyebarkan salam bagian dari Islam,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِى حَبِيبٍ عَنْ أَبِى الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Qutaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al-Laits telah menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al-Khair, dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., “Islam manakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.”

Hadis No. 26 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab jika Islam bukan makna secara hakikatnya melainkan ketundukan diri atau takut dibunuh,

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِىِّ قَالَ أَخْبَرَنِى عَامِرُ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ عَنْ سَعْدٍ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَعْطَى رَهْطًا وَسَعْدٌ جَالِسٌ ، فَتَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – رَجُلاً هُوَ أَعْجَبُهُمْ إِلَىَّ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلاَنٍ فَوَاللَّهِ إِنِّى لأَرَاهُ مُؤْمِنًا. فَقَالَ « أَوْ مُسْلِمًا ». فَسَكَتُّ قَلِيلاً ثُمَّ غَلَبَنِى مَا أَعْلَمُ مِنْهُ فَعُدْتُ لِمَقَالَتِى فَقُلْتُ مَا لَكَ عَنْ فُلاَنٍ فَوَاللَّهِ إِنِّى لأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ « أَوْ مُسْلِمًا ». ثُمَّ غَلَبَنِى مَا أَعْلَمُ مِنْهُ فَعُدْتُ لِمَقَالَتِى وَعَادَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ « يَا سَعْدُ إِنِّى لأُعْطِى الرَّجُلَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْهُ خَشْيَةَ أَنْ يَكُبَّهُ اللَّهُ فِى النَّارِ». وَرَوَاهُ يُونُسُ وَصَالِحٌ وَمَعْمَرٌ وَابْنُ أَخِى الزُّهْرِىِّ عَنِ الزُّهْرِىِّ

Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’aib telah mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, ia berkata, Amir bin Sa’d bin Abi Waqqash, dari Sa’d r.a., bahwa Rasulullah saw. memberikan makanan kepada beberapa orang dan saat itu Sa’d sedang duduk. Tetapi, Rasulullah saw. tidak memberi kepada seorang laki-laki, padahal orang tersebut yang paling berkesan bagiku di antara mereka. Maka, aku bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh aku melihat dia sebagai seorang mukmin.” Beliau bersabda, “Atau dia muslim?” Kemudian aku terdiam sejenak, dan aku terdorong untuk lebih memastikan apa yang dimaksud beliau. Maka, aku ulangi ucapanku, “Bagaimana dengan si fulan? Sungguh aku memandangnya sebagai seorang mukmin.” Beliau membalas, “Atau dia muslim?” Lalu aku terdorong lagi untuk lebih memastikan apa yang dimaksud beliau hingga aku ulangi pertanyaanku. Lalu, beliau bersabda lagi, “Wahai Sa’d, sesungguhnya aku juga akan memberi kepada orang tersebut. Namun, aku lebih suka memberi kepada yang lainnya dari pada memberi kepada dia, karena aku takut kalau Allah akan mencampakkannya ke neraka.” Yunus, Shalih, Ma’mar, dan putra saudara lelakiku; Az-Zuhri, dari juga meriwayatkannya dari Az-Zuhri.

Hadis No. 25 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab orang yang berpendapat bahwa iman adalah perbuatan,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالاَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – سُئِلَ أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ. قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ. قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ: حَجٌّ مَبْرُورٌ

Ahmad bin Yunus dan dan Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami, mereka berkata, Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Syihab telah menceritakan kepada kami, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang amal apakah yang paling utama?. Maka beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan rasul-Nya”. Lalu ditanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”. Ditanya lagi, “Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Haji mabrur”.

Hadis No. 24 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab (firman Allah swt.) “Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan (Q.S. At-Taubah: 5)”,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُسْنَدِىُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَوْحٍ الْحَرَمِىُّ بْنُ عُمَارَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ وَاقِدِ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبِى يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّى دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّه

Abdullah bin Muhammad Al-Musnadi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Rauh Al-Harami bin Umarah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Waqid bin Muhammad, ia berkata, “Aku mendengar ayahku menceritakan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka lakukan yang demikian, maka mereka telah memelihara darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah.”

Penjelasan:

Hadis tersebut terkesan ekstrim, karena seakan-akan umat Muslim boleh membunuh/memerangi non Muslim. Oleh sebab itu, baca syarah hadisnya yang berjudul “Hadis tentang Terjaganya Darah dan Harta Umat Muslim“.

 

Hadis No. 23 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam Shahih-nya pada Kitab Al-Iman bab malu bagian dari iman,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِى الْحَيَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ

Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik bin Anas telah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, bahwasannya Rasulullah saw. berjalan melewati seorang laki-laki Anshar yang saat itu sedang memberi pengarahan saudaranya tentang malu. Maka, Rasulullah saw. bersabda, “Tinggalkanlah ia, karena sesungguhnya malu adalah bagian dari iman.” (baca syarah hadisnya di link berikut ini)

Baca juga: Hadis Budaya Malu Adalah Warisan Para Nabi

Hadis No. 22 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya pada bab keutamaan orang beriman dalam amalannya,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ صَالِحٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِى أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَىَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِىَّ وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ وَعُرِضَ عَلَىَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ ». قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: الدِّين

Muhammad bin Ubaidullah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami, dari Shalih, dari Ibnu Syihab, dari Abu Umamah bin Sahl, bahwasannya ia mendengar Abu Sa’id Al-Khudri berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang di hadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, di antaranya ada yang sampai dada dan ada yang kurang dari itu. Umar bin Al-Khattab dihadapkan pula kepadaku dan dia mengenakan baju yang diseretnya”. Para sahabat bertanya, “Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Agama”.

Hadis No. 21 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya pada bab keutamaan orang beriman dalam amalannya,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِى مَالِكٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِىِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ . فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِى نَهَرِ الْحَيَا – أَوِ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ – فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِى جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً ». قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو « الْحَيَاةِ ». وَقَالَ: خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ

Ismail telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Malik telah menceritakan kepadaku, dari Amr bin Yahya Al-Mazini dari bapaknya dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Penduduk surga akan masuk surga dan penduduk neraka akan masuk neraka. Kemudian Allah berfirman, “Keluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman sebesar biji sawi. Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan ke dalam sungai hidup atau kehidupan – Malik (perawi hadis) ragu -. Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidaklah kamu perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan.” Wuhaib berkata, Amr telah menceritakan kepada kami, “Al-Hayah (kehidupan).” Dan ia berkata, “(di dalam hatinya terdapat) sedikit dari kebaikan.”

Hadis No. 20 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya pada bab orang yang benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka adalah bagian dari iman,

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ:  ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِى النَّارِ

Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda, “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman; (1) Orang yang Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari pada selain keduanya, (2) orang yang bila mencintai seseorang, ia tidak mencintai orang itu kecuali karena Allah, dan (3) orang yang benci kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka.”

Hadis No. 19 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya pada bab sabda Nabi saw. “Saya adalah orang yang paling tahu tentang Allah.” Dan sesungguhnya ma’rifat (pengenalan kepada Allah) adalah perbuatan hati karena firman Allah swt. “… tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu.“,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَرَهُمْ أَمَرَهُمْ مِنَ الأَعْمَالِ بِمَا يُطِيقُونَ قَالُوا إِنَّا لَسْنَا كَهَيْئَتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ. فَيَغْضَبُ حَتَّى يُعْرَفَ الْغَضَبُ فِى وَجْهِهِ ثُمَّ يَقُولُ إِنَّ أَتْقَاكُمْ وَأَعْلَمَكُمْ بِاللَّهِ أَنَا

Muhammad bin Salam telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Abdah telah mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari bapaknya, dari Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bila memerintahkan kepada para sahabat, beliau memerintahkan mereka untuk melakukan amalan yang mampu mereka kerjakan. Kemudian para sahabat berkata, ‘Kami tidaklah seperti engkau, wahai Rasulullah, sungguh Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang.’ Maka beliau marah hingga terlihat kemarahan itu dari raut wajahnya, lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya yang paling taqwa dan tahu tentang Allah hanyalah aku.'”

Hadis No. 18 Shahih Al-Bukhari

0
Shahih Al-Bukhari
Shahih Al-Bukhari

Hadispedia.id – Al-Imam Al-Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya pada bab bagian dari agama adalah menghindar dari fitnah,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ

Abdullah bin Maslamah telah menceritakan kepada kami dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha’sha’ah dari bapaknya dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakan di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah.”